LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Kematian Xiu lan


__ADS_3

"Kau cukup cepat juga." Yao Chen yang sudah lama menunggu kedatangan Qin Yan akhirnya berdiri dari kursinya.


"Yah, kali ini aku benar benar beruntung. Pil Nirvana benar benar akan membuat nasib seseorang berubah. Jika pil ini diketahui orang, kemungkinan dunia ini akan kacau." Senyum Qin Yan memperlihatkan dirinya yang dipenuhi otot meskipun tidak sekekar dan sebesar dari pada manusia beruang.


Belum lama Qin Yan keluar, pintu tiba tiba diketuk dari luar. Meskipun ada penghalang, tetap saja. Pintu bisa diketuk. Karena tidak mungkin juga Yao Chen memisahkan ruang jika tidak bisa mengetahui kabar dari dunia luar.


Yao Chen pun membuka pintu. Mumpung karena Qin Yan telah selesai, dia bisa melepaskan penghalang ini tanpa menyembunyikan apapun lagi.


Zhou Weiqing berdiri diluar dengan kedua tangan dibelakang.


"Maaf menganggu tiba tiba. Tapi, apakah keadaan Qin Yan juga membaik." Ucap pria itu dengan sopan.


"Kebetulan sekali, anak itu baru siuman. Dia sekarang sudah baikan. Silahkan masuk." Yao Chen pun mempersilahkannya.


Ketika Weiqing masuk, ia mendapati Qin Yan duduk bersandar diatas ranjangnya. Meskipun wajahnya pucat dan beberapa kain perban menutupi kepalanya. Qin Yan masih bisa memaksakan senyum.


"Oh, pak tua. Ada masalah apa anda kemari?" Suara Qin Yan begitu lemah, hingga Weiqing tidak menaruh kecurigaan apapun padanya.


"Aku hanya datang mengunjungimu. Sudah hampir seminggu kau berada dirumah sakit ini. Aku kira itu cukup aneh untukmu yang tak kunjung siuman." Weiqing meletakan sedikit bingkisan diatas meja. Qin yan hanya tersenyum mendengar perkataannya. Ternyata Weiqing ini mulai curiga padanya.


"Sebenarnya apa yang terjadi padamu sewaktu pertarunganmu dengan Mong yi?" Tanyanya lagi.


"Wajar kau tidak melihatnya jelas. Mereka benar benar licik, menggunakan artefak tingkat tinggi untuk melukaiku. Menggunakan formasi tingkat 8 untuk membunuhku. Dan yang lebih mengejutkan lagi, artefak itu bukan berasal dari dunia ini."


"Maksudmu?" Weiqing langsung bertanya serius.


"Itu milik sosok misterius yang ada dibelakang mereka. Di luar dugaanku, dia benar benar kuat. Aku..... Tidak bisa melawannya. Dia... Diluar batasan alam ini."


Weiqing langsung terdiam mendengar itu. Ia berpikir serius.


"Apakah memang dia sangat kuat?"


"Ya. Tapi, jika kita berusaha, kita mungkin bisa mengalahkannya." Melihat Weiqing yang mulai cemas, Qin Yan pun berusaha menghiburnya. Agar semangat juangnya bisa kembali. Dan dalam perang kali ini, mereka bisa bertarung mati matian dan membantunya untuk menghancurkan makhluk bajingan itu.


"Kau juga. Mengingat kekuatanmu. Kau masih kurang kuat. Jika saja kau tidak disegel, kemungkinan kau sudah mencapai tahap yang lebih tinggi sekarang."


"Hahaha...." Qin Yan tertawa menggelengkan kepala mendengar itu. Wajahnya menunjukan ketidak berdayaan.


"Sudahlah, sudah dua tahun berlalu. Aku tidak menyesalinya. Bukankah, tinggal dua bulan lagi pertemuan antar sekte dilakukan. Dua bulan lagi, segel ini akan terlepas dan aku akan bebas."


Weiqing yang melihat sikap dewasa anak itu hanya menghela napas. Dia mempunyai satu niat untuk datang kesini. Ini berkaitan dengan kesempatan untuk memenangkan pertempuran. Tapi, melihat anak ini yang menerima nasibnya dengan lapang dada. Apa boleh buat, dia pun memendam itu. Tapi, ia juga tak ingin kehilangan kesempatannya.


"Qin Yan, bagaimana kalau begini saja. Aku bisa melepaskan segelnya secara rahasia." Tanya Weiqing dengan pelan.


"Rahasia!" Mata Qin Yan langsung terbelalak. Ia pura pura kaget.


"Ti-tidak mungkin! Bukankah membuka segel ini harus dilakukan oleh 11 master. Anda tidak bercanda kan?"


Weiqing menggelengkan kepala.


"Tidak, aku tidak bercanda. Aku bisa membukanya tanpa diketahui semua orang. Dengan ini, kau akan mempunyai kesempatan untuk meningkatkan kultivasi."


Qin Yan melihat kearah Yao Chen. Jelas ini sesuatu yang tidak terduga. Weiqing tiba tiba datang untuk memberi penawaran yang bisa dibilang, Qin Yan cukup tergoda untuk menyetujuinya. Tapi, melihat wajah pria ini. Kecurigaan kembali menyelimutinya, meskipun ia cukup mengenalnya. Tapi, tindakan Qin Yan, tidak lepas dari kehati hatiannya.


'Ini.....' Qin Yan berpikir sejenak. Sebenarnya ini penawaran cukup bagus. Jika suatu saat nanti ia mengeluarkan kekuatan aslinya. Semua orang akan terkejut, dan ia akan menjadi pengingkar dan menghianati janjinya sendiri. Ini mungkin akan bermasalah. Tapi, dengan adanya pembukaan segel ini. Peningkatan Qin Yan akan menjadi masuk akal. Hanya saja, Weiqing tidak boleh melakukannya sendiri.


"Ya. Boleh saja, tapi aku ingin semua master mengakuinya. Tidak usah memperhatikan empat sekte pemberontak. Aku cukup mendapat pengakuan dari kalian. Barulah aku akan bersedia."


Weiqing mengangguk. Ia cukup terkesan dengan kehati hatian anak ini. Lagi pula, jika ia membukanya sendiri. Dia bisa menganggap Qin Yan sebagai penghianat dan membantah tuduhan tentang yang dia lakukan. Tapi, mana mungkin ia akan melakukan itu. Qin Yan sudah berbuat banyak padanya. Ia tidak akan menghancurkan kepercayaan anak ini.


Setelah beberapa perbincangan singkat. Weiqing pun pamit diri. Dari sini Qin Yan mendapatkan informasi. Kerajaan Zhongtian telah siap menerima skema peperangan yang dirancang oleh empat sekte pemberontak.

__ADS_1


"Haduh.... Aku ingin menikmati permandian air panas." Qin Yan merentangkan kedua tangannya. Ia sangat ingin keluar dari rumah sakit ini.


"Ini rencanamu. Maka tanggunglah resikonya sendiri." Jawab Yao Chen menyilangkan tangan didada. Qin Yan juga tidak ada keinginan untuk membantahnya. Toh, dia juga benar.


Tidak lama kemudian, Yao Chen keluar. Ia


membuka pintu. Melihat Lin Fin dan lainnya telah berada diluar.


"Kalian boleh masuk. Qin Yan sudah bangun." Jawab Yao Chen singkat.


"Benarkah?" Mereka terkejut, mereka bertanya kembali untuk memastikan. Setelah melihat Yao Chen mengangguk. Segera, mereka semua berlomba untuk masuk kedalam. Yang pertama berhasil adalah Xiang Xiang. Ia langsung melompat dan memeluk Qin Yan. Duduk diatas tubuhnya.


"Aw, Xiang xiang. Aku belum cukup pulih." Keluh Qin Yan saat gadis itu memeluknya dengan erat. Namun Xiang Xiang hanya mengabaikannya. Ia malah lebih memeluk Qin Yan dengan lebih erat. Air matanya tidak bisa tertahankan.


Qin Yan pun melirik yang lain yang berdiri melihatnya. Mereka semua tersenyum, Qin Yan juga ikut tersenyum.


"Syukurlah anda sudah pulih bos." Xie Xie datang membawa beberapa makanan.


"Terima kasih. Bagaimana keadaan kalian? Apakah kerajaan kita sudah kembali bertarung?" Tanya Qin Yan. Tapi mereka menggelengkan kepala.


"Besok, baru pertarungan babak kedua akan dilaksanakan."


"Oh..." Qin Yan mengangguk mengerti. Saat ia memandangi mereka, tidak sengaja ia melihat seorang gadis berambut merah. Rambutnya miripnya dengan Xiu Xiu.


"Eh, dia siapa?" Tanya Qin yan dengan bingung. Gadis itu berjalan mendekati Xiu Xiu. Hampir saja Qin Yan mengira kalau gadis ini adalah pacar Xiu Xiu.


"Bos, perkenalkan. Ini adik saya. Namanya Xiu lan." Xiu Xiu memperkenalkan Xiu lan dengan sopan.


"Halo. Kakak sudah banyak cerita padaku. Jadi anda benar benar Qin Yan? Anak yang bahkan ke 11 master tidak berani mengusikmu." Gadis itu menyapa Qin Yan dengan sangat bersemangat. Qin Yan hanya memaksakan senyum padanya. Ia memandangi Xiu Xiu, lalu Xiu lan. Kemudian memandangi Xie Xie.


"Um... Xiu Xiu. Bukankah kau dan Xie Xie adalah dua orang bersaudara?" Tanya Qin Yan dengan ragu.


"Oh, begitu." Qin Yan akhirnya mengerti dengan jalan cerita ini.


"Halo Xiu lan. Salam kenal." Senyum Qin Yan padanya. Meskipun saat ini ia sangat canggung karena Xiang Xiang masih memeluknya.


"Kakak, aku akan kembali. Pagi ini, adalah pertarungan kami." Xiu lan dengan cepat berpamitan. Xiu Xiu juga melambaikan tangannya.


"Semoga menang." Senyum pria itu dengan lembut.


"Hahaha....!! Tentu saja. Aku sudah berjanji akan membuktikan kepada kalian. Bahwa aku akan menjadi kuat dan mencetak sejarah ku sendiri. Karena Qin Yan adalah panutan ku!" Xiu lan menegaskan kalau kalau Qin Yan adalah idolanya. Hal itu membuat Qin Yan tersenyum ringan, ia agak terhibur dengan perkataannya.


Namun sayangnya. Takdir berkata lain. Xiu lan tewas dimedan pertarungan. Lawan mereka kali ini adalah kerajaan Dark clife. Kerajaan yang dipimpin oleh Rong gui. Kerajaan itu berada dibawah naungan sekte Darkdemon. Kali ini, kerajaan Angin barat dibantai habis habisan. Meskipun semuanya sekarat tapi nyawa mereka terselamatkan. Tapi masalahnya, Xiu lan tak tertolong. Ia mati ditangan Rong gui karena keras kepalanya dalam pertarungan. Oleh karena itu, pria itu tak segan segan membunuh gadis itu.


Padahal, gadis itu hanya ingin menggapai impiannya. Tapi ia tidak cukup kuat, sampai akhirnya takdir mengirimnya dalam kematian. Sungguh miris nasibnya.


Xiu xiu yang tengah asik menjenguk Qin Yan, tiba tiba melihat mayat gadis itu diantar keruang darurat. Ia pun segera mengejarnya. Tapi karena begitu susah untuk menghampirinya, Xiu Xiu terpaksa mencuri gadis itu dan membawanya ke hadapan Yao Chen.


"Tuan, aku mohon. Tolong selamatkan adik saya. Apapun yang anda inginkan, aku akan memberikannya. Termasuk nyawa sekali pun, tapi tolong selamatkan adik saya." Xiu Xiu langsung bersujud membanting dahinya ke lantai.


Qin Yan dan Yao Chen saling memandang. Mereka memeriksa keadaan gadis itu, sayangnya dia tidak dapat tertolong lagi. Yao Chen hanya menggelengkan kepala tak berdaya. Hal itu membuat Xiu Xiu langsung terguncang.


"Maaf, meskipun aku dapat menyelematkan orang yang sekarat. Tapi aku bukan dewa, menghidupkan orang mati bukanlah keahlianku." Ucap Yao Chen pelan.


Xiu Xiu terdiam. Wajahnya gelap. Meskipun tak menangis, Qin Yan bisa merasakan jelas rasa sakit hatinya.


Qin Yan tak tega melihat kesedihan temannya ini. Situasi ini sama seperti Huo lan waktu itu. Qin Yan berpikir sejenak dan akhirnya mengambil keputusan. Ia pun berbisik pada Yao Chen. Menyusun rencana, Yao Chen yang mendengar saran itu hanya mengangguk saja. Ia mengikuti semua keputusan Qin Yan. Mereka mulai bertindak.


Qin Yan mulai memeriksa kondisi tubuh gadis itu. Dia memang sudah tak bernyawa, tapi untungnya rohnya belum pergi kemana mana. Ia pun memasukan roh gadis ini kedalam cermin spritual sama seperti roh Huo lan yang ada didalamnya.


"Ada cara untuk membangkitkan Xiu lan. Tapi kalau kita memiliki ke lima bahan ini." Qin Yan menunjukan lima bahan dari pil yang ia buat beberapa hari lalu ke Xiu xiu. Pil yang membuat heboh para ahli dan digunakan untuk memancing keluar demon Magicstal. Selama ada bahan itu, maka Xiu lan bisa dibangkitkan.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, ayah Huang er datang menerobos paksa ke ruang perawatan Qin Yan. Ia langsung membawa mayat Xiu lan.


"Dasar kalian! Jangan mengganggu pekerjaan kami." Qin Yan dan lainnya hanya diam ketika ia memarahi mereka. Toh kalau dipikir pikir, merekalah yang salah.


Akhirnya, mayat Xiu lan. Berhasil dikremasi. Mayatnya dibakar di tempat khusus untuk para peserta yang memang sudah mati. Abunya dikubur dan menjadi sejarah bahwa nama Xiu lan pernah mengikuti turnamen antar benua tahun ini. Ini merupakan kebanggaan yang mereka capai jika saja anggota keluarga mereka tidak sengaja melihat nisan mereka disini. Sementara abu sisanya, dibawa pulang untuk para keluarganya.


Teman teman Xiu lan berdiri didepan kayu


nisan milik Xiu lan. Penampilan mereka semua tak bisa dikatakan lagi. Kerajaan Dark clife benar benar kejam sampai membuat mereka jadi seperti ini.


Song Huan, yang tengah berdiri dengan tangannya yang patah. Berdoa untuk ketenangan Xiu lan. Sementara Cun Hiyun, pria yang menyukai Xiu lan, tubuhnya yang dipenuhi luka serius tetap memaksakan diri untuk menghadiri upacara pemakaman gadis yang dicintainya.


Disaat mereka tengah berduka, kelompok Qin Yan mendatangi mereka.


Tentu kelompok kerajaan Angin barat terkejut melihat kedatangan mereka yang tak terduga ini.


"Apa mau kalian!" Seorang gadis lain, dia kehilangan satu lengannya. Sementara lengan sisanya patah. Gadis itu menghalangi Qin Yan dan yang lain. Harimau peliharaannya yang juga penuh luka ikut mengancam mereka.


Xiu Xiu kemudian maju. Ia menangkupkan tangan dengan sopan.


"Aku datang untuk menjenguk adikku, dan mereka mengantarku kesini."


"Hah?" mereka langsung tercengang. Mana mungkin Xiu lan mempunyai kakak laki laki? Setahu mereka, gadis itu tidak memiliki saudara.


"Jangan bohong. Kalian benar tidak tau malu yah." Bentak gadis itu dengan marah. Ia hendak mengamuk, namun tiba tiba teman kepercayaan Xiu lan datang membawa surat.


"Apa anda yang bernama Xiu Xiu?" Tanya gadis itu.


"Ya." Xiu Xiu juga mengangguk.


"Dia mengirim surat ini untukmu."


Xiu Xiu menerima surat itu, membukanya dan mulai membacanya.


"Kakak, jika kau menerima surat ini. Berarti aku sudah gagal. Maaf yah, aku tidak mampu menyampaikan pesan ini padamu secara langsung. Pesanku tetap sama kak, tolong kembalilah kerumah. Selamatkan keluarga Xiu.


Andai saja, aku mempunyai kehidupan yang lebih baik. Aku akan menghargai itu sebagai pemberian Tuhan."


Xiu Xiu membaca pesan singkat itu. Ia menggigit bibir bawahnya. Terlihat ia ingin menangis, tapi betapa kerasnya ia tahan karena ia sudah berjanji untuk tidak menangis. Tangannya gemetar saat memegangi kertas itu. Qin Yan pun maju, memegangi bahu Xiu Xiu. Ia mengangguk pelan. Hingga Xiu Xiu pun mengeluarkan air mata. Ia menyeka air matanya, berjalan menuju kayu nisan. Mengusapnya dengan lembut.


"Tenang saja. Aku akan kembali. Dengan membawa keadilan untukmu." Setelah itu ia berdiri. Berbalik pada Qin Yan.


"Jadi, bagaimana?" Qin Yan bertanya pada anak itu.


"Bos, tolong ijinkan aku. Besok adalah jadwal pertarungan kami bersama kerajaan Dark clife. Apapun yang terjadi, aku akan membalas mereka semua." Terlihat kebencian Dimata Xiu Xiu, kemarahan dan dendam. Qin Yan bisa melihat jelas. Pasir pasir kemudian berkumpul ditangannya. Dan mata Xiu Xiu langsung berubah menjadi iblis. sehingga para peserta dari kerajaan Angin barat yang melihat itu jadi menggigil.


Qin Yan pun hanya tersenyum dan mengangguk.


"Tentu saja. Akan ku ijinkan."


Kebetulan sekali, Xing Yun dan Yuisha datang menyusul Qin Yan. Mereka, bertarung dua hari yang lalu. Sayangnya, kerajaan mereka melawan kerajaan Wanshou. Kerajaan dimana Gu Yimbing dan Zue er berada. Hingga mereka juga mengalami kekalahan. Meskipun mereka juga berhasil mengeliminasi beberapa.


Datangnya mereka, sekalian datang menghormati Xiu lan. Kerajaan Angin Barat tak menyangka, kalau kematian Xiu lan akan seterhormat ini. Ia bahkan sampai dihormati oleh beberapa peserta dari kerajaan lain.


Qin Yan kembali ke rumah sakit. Ia tidak boleh terlalu lama keluar. Karena ia tahu, kalau ia tengah diawasi. Meskipun ia takkan bisa menyembunyikan diri dari mereka.


Kebetulan sekali, Qin Yan bertemu dengan Na er dan Yue Heng. Mereka dari kerajaan Air, bertarung sehari yang lalu dan juga mengalami kekalahan karena melawan kerajaan Zhongtian. Tuan rumah turnamen ini.


Untuk kerajaan yang berhasil masuk sepuluh besar. Mereka adalah kerajaan Sunmoon, menang dari kerajaan Lembah racun. Kerajaan Great gun, menang dari kerajaan Fei Li. Kerajaan Sky blood, menang dari kerajaan Sindran. Kerajaan Busur surgawi, menang dari kerajaan Tian Lei. Kerajaan Glasier, menang dari kerajaan Geritimo. kerajaan Wanshou menang dari kerajaan Angin salju dan masih ada beberapa kerajaan yang tak bisa disebutkan. Yang terpenting, dalam babak ini. Kerajaan Dandun, si Tang Xinglian. Kalah telak melawan kerajaan Great Blaze. Kerajaan khusus dibawah naungan sekte Darah Merah Neraka.


Di rumah sakit perawatan ini. Bukan hanya Qin Yan yang menempatinya. Tapi, banyak teman temannya yang juga terluka parah akibat pertarungan. Kebetulan sekali, malam itu. Mereka semua berkumpul, tepatnya dikamar Qin Yan. Setelah mendengar Qin Yan sudah siuman, Weisi dan lainnya datang berkunjung. Bukan hanya mereka, bahkan teman teman yang lain juga datang menjenguknya. Malam itu, meskipun diliputi kesedihan, tetapi dengan adanya canda tawa sambil meminum anggur. Semuanya jadi menyenangkan.

__ADS_1


__ADS_2