LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Diskusi


__ADS_3

Sementara diluar yang nampak tenang dan damai. Suara dentingan pekerja terdengar dimana mana. Ada yang tengah membangun rumah, menempa besi sampai anak anak yang tengah bermain. Semuanya nampak tenang dan tidak menghawatirkan apapun. Jika saja mereka tahu tentang apa yang akan terjadi dimasa depan, tidak terbayangkan bagaimana reaksi mereka nanti.


Di rumah darurat yang baru didirikan. Terlihat raja tengah melayani dua orang tamu, tamu tersebut terlihat sangat penting. Bagaimana tidak, mereka berdua ada raja dari kerajaan Fei li dan kerajaan Tian Lei. Keduanya datang, guna untuk mengunjungi keadaan kota. Meskipun, niat sebenarnya sudah bisa ditebak. Kalau mereka datang kesini karena ingin melihat Qin yan. Namun, raja Sunmoon tetap memperlakukan mereka dengan baik.


"Yang mulia Qian ji, anda tidak perlu sungkan, tidak perlu memikirkan tentang bantuan ini. Dimasa depan, aku berharap kita bisa bekerja sama dan menjalin hubungan yang baik satu sama lain." Ucap raja Fei li dengan senyuman ramah, ia bahkan menjabat tangan raja Sunmoon.


"Hahaha... Itu benar yang mulia, sesama kita memang harus saling membantu. Ini sudah sewajarnya, mari kita membangun hubungan yang baik dimasa depan." Raja Tian lei, juga menyunggingkan senyumannya. Bukan hanya untuk sang raja, namun untuk istri dan Qian Qian disamping.


Tentu saja, raja Qian ji mengerti akan hal itu. Padahal, dulu pas mereka sedang berada dikondisi kritis saat bertahan dari Serangan kerajaan Kalise, tidak ada yang mau melirik mereka. Apalagi memberi mereka bantuan, tapi sekarang mereka bahkan tidak ragu mengulurkan tangan mereka secara cuma cuma.


Qian ji pun menghela napas, manusia akan cepat berubah hanya karena melihat sesuatu yang lebih baik. Dengan begitu, mereka akan mendapatkan keuntungan untuk mereka juga.


Normalnya, manusia memang akan seperti itu.


Mereka juga tidak datang sendiri, tapi juga membawa anak mereka.


"Yang mulia, perkenalkan. Ini Xu mi er dan Xu Jiu Jiu. Mereka pernah bertemu dengan Qin yan sewaktu berada di kerajaan kami." Raja Fei li memperkenalkan kedua putrinya.


Sementara pangeran raja Tian Lei juga tak mau kalah. Tentunya juga memperkenalkan putranya yang seumuran dengan Xu mi er. Sekitar 20 tahunan.


"Ah raja, perkenalkan juga. Dia putra mahkota kami, Tian Fu." Setelah ia berbicara, Raja Feili dan raja Tian lei saling menatap. Terdapat sebuah persaingan diantara mereka.


Suasana mulai canggung ketika aura permusuhan perlahan mulai terlihat jelas. Raja Qian ji buru buru meleraikan mereka berdua sebelum kedua raja ini saling bermusuhan satu sama lain.


"Kurasa sudah lama juga kita berdiam diri disini, lebih baik begini saja. Aku akan mengantar kalian berkeliling."


Mendengar itu, kedua raja tersebut jadi bersemangat. Mereka tak sabar lagi melihat bangunan sekte dari dekat. Saat mereka memasuki kota ini. Terrlihat jelas, sebagian wilayah ini hampir dipenuhi bangunan megah nan indah menawan dilihat dari kejauhan. Sungguh benar benar suatu kehormatan bisa melihatnya langsung.


"Ahahaha... Kalau begitu kami tidak akan menolak." Mereka berdua pun berdiri, mengikuti raja Sunmoon. Berjalan jalan mengelilingi kota. Mereka benar-benar tidak habis pikir, sehebat apa sebenarnya pertarungan tersebut. Hingga tanah menjadi rata seperti ini. Namun, mereka lebih terpukau saat melihat langsung bangunan sekte dari jarak yang sangat dekat. Bahkan raja Sunmoon sampai mengajak mereka masuk kedalam.


"Astaga! Luar biasa! Ini benar benar fantastis!!." Xu Jiu Jiu menutupi mulutnya yang ternganga ketika memandangi sekte tersebut. Apalagi saat ia diperhatikan oleh seluruh murid sekte, wajahnya makin memerah karena gugub. Xu mi er dan dia sama sama menjadi pusat perhatian, makanya mereka sampai tidak bisa berjalan dengan benar.


Sebaliknya, putra raja Tian lei berjalan angkuh dan percaya diri kedepan. Seolah olah ia dapat membandingkan kalau ia bisa sederajat dengan mereka. Bahkan ia merasa kalau kedudukannya lebih tinggi karena dia adalah putra sang raja sementara mereka hanya gembel miskin yang kebetulan tinggal ditempat megah. Memikirkan itu, tatapannya semakin merendahkan. Melihat kedua putri dibelakangnya, ia jadi tersenyum tipis. Ini adalah kesempatan yang tepat untuk mendekati mereka berdua. Ia pun menuju kearah mereka dengan penuh percaya diri.


"Tuan putri Xu Jiu Jiu, jika tidak keberatan. Aku bisa membantumu, mari kita jalan bersama sama." Pangeran tersebut mengulurkan tangannya seraya tersenyum ramah. Namun Xu Jiu Jiu dan kakaknya hanya saling memandang, kemudian mereka menggelengkan kepala seperti menyaksikan orang idiot. Dengan tatapan dingin, mereka pun menolak ajakan itu mentah mentah.


"Tidak perlu, kami bisa jalan sendiri." Keduanya melewati Pangeran tersebut yang hanya membeku kaget. Mereka sudah terbiasa dengan situasi seperti ini, banyak sekali para bangsawan atau pangeran lain selalu berbuat hal yang sama. Mereka akan memamerkan kekayaan atau kekuasaan mereka didepan banyak orang agar terkesan sangat hebat. Padahal mereka tidak lebih dari seorang anak orang kaya yang tak berguna.


Jika itu gadis polos atau gadis yang materialistis, mungkin mereka benar benar akan tersanjung. Tapi tidak dengan Xu Jiu Jiu atau Xu mi er yang sudah berpengalaman.


Setelah melihat adegan itu, semua orang yang ada disekitar mereka tertawa lucu. Pasalnya, seorang pangeran sombong dan angkuh malah terlihat seperti orang bodoh ketika diabaikan oleh seorang gadis.


"Hahaha... Lihatlah itu, akibat dari orang yang suka mencari muka. Kena batunya dia.."


"Pppfftt.... Itu benar, dia pasti sangat kehilangan harga diri."


Pangeran Tian Lei yang mendengar itu jadi pucat. Ia benar benar sangat malu, setelah ditolak mentah mentah seperti tadi. Rasanya ia ingin sekali menggali lubang kecil dan bersembunyi didalamnya. Namun, karena itu mustahil. Ia hanya bisa menahan itu semua, dan pergi menyusul mereka dengan langkah yang cepat.


"Sialan, tunggu saja kalian. Kalian pikir kalian hebat dariku? Hmph... Kalian bahkan tidak lebih dari.... Aawhk...!!" Pangeran yang mengoceh sendiri karena tak tahan dengan perlakuan mereka, tiba tiba menabrak sesuatu.


Ia pun terjatuh kelantai, dan segera terkejut melihat seorang pria besar berotot berdiri didepannya. Menatapnya dengan tak senang.


"Hei, kau pikir kami tidak mendengarnya?" Ucap pria itu. Pangeran tersebut hanya terbengong ditempat.


Namun setelah itu ekspresinya juga berubah.


"Ka-kau.... Berani beraninya kau menghalangi jalanku. Kau pikir kau siapa! Apa kau tidak tau siapa aku?" Jawab pangeran itu dengan marah. Ia berdiri menatapnya dengan tajam. Namun pria kekar itu hanya menatapnya dengan tenang tanpa ekspresi. Tidak lama berselang, cincin ungunya bangkit. Seketika, wajah pangeran langsung berubah total.


Padahal pria itu tampak seumuran dengannya, sekitar 20 tahun keatas. Tapi tidak mungkin juga dia bisa berada ditahap Grandmaster yang begitu tinggi. Untuk beberapa saat, pangeran tak bergerak ketika melihat itu. Dalam hatinya ia mengumpat pada dirinya sendiri. mengapa ia tadi memprovokasi mereka.

__ADS_1


Tatapan pria berotot itu semakin dingin saja.


"Aku tak perduli kau berasal darimana. Selama kau masuk kesini, kau harus berperilaku sopan. Maka kami juga akan bersikap Sopan. Tapi kalau tidak, kami juga tidak segan segan. Karena tempat ini dibangun oleh master kami, dan sudah sepantasnya kau menghormati tata Krama. Jika tidak, kami akan membuatmu menderita lebih dari yang kau bayangkan. Paham!"


Seketika tubuh pangeran jadi gemetar, apalagi saat menyaksikan murid murid lain juga ikut menghakiminya. Ia jadi semakin takut.


******


"Eh, dimana Tian Fu?" Raja Tian Lei baru menyadari, kalau sedari tadi putranya tidak mengikutinya. Ia pun berbalik kebelakang, alisnya menyerngit heran ketika melihat hanya Xu Jiu Jiu dan Xu mi er dibelakang. Ia ingin pergi mencari, namun tampak bimbang saat melihat raja Qian ji dan raja Feili sudah meninggalkannya didepan sana. Pada akhirnya, ia hanya menghela napas kemudian menyusul kedua raja tersebut. Tak mau ketinggalan.


"Wah, ini benar benar luar biasa!" Mulut raja Fei Li ternganga saat berada didepan pintu masuk aula. Raja Tian Lei yang ada dibelakang juga terkejut melihat itu, mata mereka dipenuhi kekaguman.


Raja Qian ji hanya diam melihat reaksi mereka. Pasalnya, setiap orang yang datang kesini akan bereaksi sama. Oleh karena itu, ia sudah terbiasa dengan hal tersebut.


Tiba tiba, tanpa diduga. Qin yan keluar dari pintu masuk bersama Medusa. Mata raja Qian ji langsung membesar kaget.


"Qian yan." Panggilnya. Raut wajah Qin yan nampak masih pucat, ia dipenuhi keringat. Sekali lihat saja raja langsung tahu, kalau keadaan Qin yan belum sepenuhnya pulih. Namun ia terlalu memaksakan diri untuk berlari.


Dengan cepat Qian ji langsung menghampiri mereka, bertanya dengan khawatir.


"Apa yang terjadi?"


Saat melihat ayahnya datang, Qin yan mengangguk.


"Dimana Yao Chen, Jin Kei dan Elfes?" Tanya Qin yan.


"Mereka sedang mengurus pekerjaan masing masing." Jawab Medusa. Ia heran mengapa Qin yan begitu panik, ternyata hanya ingin mencari mereka bertiga. Tapi, ia yakin kalau ada masalah serius. Hanya saja, ia tidak habis pikir. Qin yan bisa saja memanggil mereka semua dikamar, kenapa harus berlari keluar.


"Jadi begitu." Qin yan pun mengerti, ia menyentuh perutnya. Seketika, Jin Kei yang tengah membuat gulungan kondolisasi, Yao chen yang tengah menyuling pil, serta Elfes yang tengah melatih tentara langsung menyadari tanda itu. Tak bisa dipungkiri kalau mereka mempunyai hubungan batin dengan Qin yan. Jadi, Qin yan tentu tau cara memanggil mereka tanpa perlu mencari lagi.


Dengan cepat, mereka langsung meninggalkan pekerjaan masing masing. Menuju kearah dimana Qin yan berada. Hanya dalam sekejap, mereka langsung muncul didepannya.


Hal itu membuat orang yang berada disitu jadi terperangah. Tiga orang itu, hanya dari auranya saja. Semua orang bisa merasakan kekuatan yang begitu luar biasa.


'Dia.....' Alis Xu Jiu Jiu berkerut, saat menatap sosok yang dikenal disana. Beberapa tahun lalu, anak itu sangat menyebalkan dan ia begitu membencinya. Dikarena sifat anak itu yang licik, ia ingin sekali memberinya pelajaran. Hanya saja, itu mustahil. Karena setiap kali ia bertindak, pasti akan kalah. Bahkan gurunya saja tidak bisa mempermalukan anak itu.


Sampai akhirnya, didepan matanya sendiri ia menyaksikan. Orang yang selama ini ia rendahkan malah berbuat diluar nalar. Tepat saat itu, ia duduk disamping ayahnya saat menonton kompetisi yang tengah berlangsung. Qin yan benar benar kehilangan akal dan akhirnya memenggal kepala raja Mo.


Tentu hal itu menggemparkan dunia, bahkan poster poster tentang anak itu menyebar dimana mana. Sungguh tak dapat dipercaya, ia mengira Qin yan akan bersembunyi selamanya dari kejaran orang orang. Siapa yang menyangka, berita berita lain yang lebih mengejutkan juga menyusul. Anak itu sama sekali tidak merasakan takut sedikit pun, sampai akhirnya sekarang ia menyadari. Kalau anak ini tidak mempunyai batasan. Pencapaiannya benar benar melampaui batas pemikiran manusia. Jika dia dekat anak ini, maka dia akan melihat keajaiban lain yang akan ia keluarkan.


Tentunya Xu Jiu Jiu mengharapkan hal itu, namun ternyata. Qin yan sama sekali tidak memperhatikannya. Ia hanya berfokus pada ketiga ahli itu, kemudian kembali masuk kedalam sekte ditemani Medusa.


"Baiklah ayah, kami masuk dulu." Qin yan bersalam kepada ayahnya sebelum masuk kedalam.


Ayahnya pun juga mengangguk, ia mengerti. Dilihat dari ekspresi anak itu, tampaknya sesuatu yang serius ingin mereka diskusikan. Ia juga tak ingin menganggu mereka dan melanjutkan pekerjaannya.


"Qian ji, di-dia... putramu?" Tanya raja Fei Li tak percaya. Begitu pula raja Tian Lei.


"Ya." Jawab Qian ji singkat, ia lalu berjalan ketempat tempat yang menarik. Menemani mereka seperti biasanya.


Raja Tian lei, dan raja Fei Li saling memandang, kemudian mengejar raja Sunmoon. Mereka berdua bersikap sangat ramah bahkan terlihat mereka begitu terobsesi dengan Qin yan.


"Qian ji, apakah kami bisa bertemu dengannya?" Tanya mereka dengan penuh harap. Pertanyaan itu membuat raja Sunmoon terhenti. Sejenak, ia melihat kearah aula sekte kemudian menggelengkan kepala.


"Sepertinya saat ini ia sedang sibuk, mari kita tunggu sebenatar. Aku akan membantu kalian." Melihat Qian ji yang setuju, kedua raja itu jadi tampak begitu senang.


*******


Didalam aula sekte, Qin yan menceritakan semua informasi yang ia terima kepada Jin kei, Yao Chen dan Elfes. Bahkan Medusa juga ikut mendengarkan.

__ADS_1


"Apa! Aliansi empat sekte!" Medusa terkejut mendengar keseluruhan cerita, sungguh tak bisa dipercaya. Empat sekte bersatu, ia tidak bisa membayangkan kekuatan besar yang akan mereka miliki.


"Jadi begitu, mereka memang pintar juga. Tapi, apa cuma itu informasimu?" Yao Chen menanggapinya tenang. Seolah olah ini adalah bukan masalah besar.


"Iya, apa yang harus ditakutkan." Timpal Jin Kei, ia juga merasa kalau ini adalah hal sepele tapi kenapa Qin yan terlihat begitu khawatir.


Kedua orang itu biasa saja, ditambah Elfes yang tidak banyak berbicara. Namun berbeda dengan Medusa, ia tertekan dari tadi ketika mendengar informasi itu. Baginya beberapa sekte yang bergabung merupakan bencana besar bagi dunia ini. Ia bahkan mengira kalau otak Yao Chen dan Jin Kei bermasalah. Sehebat hebat apapun mereka, tidak mungkin melawan aliansi sekte tersebut.


"Bukan itu yang aku khawatirkan. Kalau masalah aliansi itu aku juga biasa saja. Tapi, masalahnya. Ada seseorang yang aku tidak tahu, dia tampaknya berada diatas tingkat Demigod. Dan dialah pemicu dari aliansi ini."


"Apa!!" Perkataan Qin yan membuat Medusa berteriak kaget, masa iya ada sosok yang berada ditingkat ranah yang sudah melebihi batas.


Tampaknya perkataannya ini mampu mengguncang ketiga pria itu. Mereka langsung tertarik mendengarnya, namun dilihat dari ekspresi Qin yan yang khawatir. Jin Kei merasa ada sesuatu yang lebih dari itu.


"Seseorang yang berada diatas Demigod. Hm... Apa alasan ia datang kesini?" Pikir Yao chen sambil mengelus dagunya.


"Yang pasti, itu bukan berita bagus. Kulihat dari sosoknya, dia tampaknya berasal dari bangsa iblis." Jawab Qin yan. Mereka semakin tertarik mendengarnya, terutama Medusa yang tidak tau apa apa tentang bangsa iblis tersebut.


"Bangsa iblis memasuki alam ini. Hm... Ini benar benar diluar dugaan. Aku yakin, pasti ada orang dalam yang membantunya."


Qin yan mengangguk lagi mendengar perkataan Jin kei.


"Tentu saja, sekte Lembah Vermillion membantu membuat celah dimensi. Padahal mereka tidak tahu siapa yang mereka panggil."


"Jika itu benar, pasti ini merupakan masalah serius. Bangsa iblis sangat membenci manusia, jika satu orang masuk. Maka bisa dipastikan ia akan berupaya membuka jalan untuk yang lainnya agar ikut masuk kedalam." Jik Kei mulai berpikir lagi tentang apa yang harus dilakukan. Sementara Elfes dan Medusa terdiam, bingung apa yang mereka bicarakan.


"Ada apa Elfes?" Tanya Qin yan setelah memperhatikan ekspresi pria itu yang nampak janggal. Semua orang juga ikut memperhatikannya.


Dengan sedikit gugub, akhirnya Elfes berbicara mengutarakan pikirannya.


"Aku pernah mendengar tentang ras iblis, dulu kaisar Liungmin pernah berkata. Kalau diluar sana ada alam yang lebih luas dan lebih dari apa yang kita pikirkan. Dia pernah pergi kesana, dan belajar selama beberapa tahun. Hanya saja, semua orang disana tampak luar biasa. Jika disini tingkat Kaisar atau Demigod dianggap dewa, ternyata disana dianggap sampah apalagi sudah berumur tua. Mereka takkan pernah dianggap."


Qin yan mengangguk mengerti dengan apa yang dipikirkan pria ini. Memang benar apa yang dikatakan kaisar Liungmin. Jika disini Semigod atau Demigod adalah dewa bagi mereka. Maka tidak untuk diluar sana.


Sebenarnya, ungkapan Semigod atau Demigod hanyalah sebutan untuk manusia yang ada didalam ini. Karena terlalu memandang tinggi orang yang telah menembus tingkat Kaisar, maka mereka langsung menyimpulkan kalau orang tersebut sudah setara dengan dewa. Tapi sebenarnya tidak, jika sudah melewati tingkat Kaisar. Maka kultivasi yang sesungguhnya akan dimulai.


"Wah, kaisar Liungmin tampaknya sosok yang hebat. Aku benar benar kagum padanya." Puji Qin yan demi menghibur pria itu.


"Tentu saja dia hebat, dia adalah tuanku. Aku selalu mengaguminya." Tiba tiba Elfes langsung semangat ketika mendengar itu. Yao Chen dan Jin Kei hanya menggelengkan kepala saat melihatnya.


"Tapi, kau juga hebat. Bahkan lebih hebat dari tuan. Aku merasa, tidak sia sia aku mengikutimu." Lanjutnya lagi.


Mendengar itu, Qin yan hanya tersenyum lalu memegang bahu pria itu.


"Tenang saja, kau juga hebat. Lebih dari dugaanku." Entah kenapa, suasana yang yang tadi serius tadi nampak lebih baik. Yao Chen pun terbatuk sejenak kemudian mengatakan.


"Qin yan, ada sesuatu yang ingin kutanyakan kepadamu. Kenapa kau nampak khawatir dengan berita ini?" tanyanya dengan raut wajah serius.


Mendengar itu, Qin yan langsung menunduk.


"Entahlah, tapi aku rasa ini bukan perkara main main. Rasanya ibuku ada kaitannya dengan masalah ini. Yang aku takutkan, dia sekarang jauh dariku. Aku khawatir nanti aku tak bisa melindunginya."


Yao Chen dan Jin Kei akhirnya mengerti sekarang.


"Jadi, apa yang harus kita lakukan sekarang." Tanya Yao Chen.


Qin yan termenung sebentar, ia berpikir mencari solusi dari masalah ini. Saat ini ada satu cara dipikirannya.


"Sepertinya kita harus berkumpul dengan sekte lainnya untuk mendiskusikan ini. Kita tidak bisa menyelesaikannya sendiri, ditambah lagi ini menyangkut sekte dan mereka ada kaitannya juga."

__ADS_1


Yao Chen dan Jin kei mengangguk setuju.


"Itu ide yang bagus. Dan kebetulan sekali, kita tidak perlu repot-repot memanggil mereka satu persatu. Mereka semua akan berkumpul saat menghadiri acara peresmian turnamen tingkat benua. Kurasa ini waktu yang tepat, kami bahkan sudah mengatur utusan kerajaan untuk berpastisipasi. Jika saja kau tidak bangun hari ini. Mungkin kami akan mengutus mereka besok. Karena waktunya sudah sempit, dua kemudian. Turnamen tersebut akan dimulai."


__ADS_2