
Ledakan keras terjadi. Pertahanan Xiu Xiu mengalami kerusakan yang cukup parah. Karena situasi yang begitu genting, tubuh Xiu Xiu langsung dilapisi pasir dan dia akhirnya bertranformasi ke perubahan iblis.
"Hosh hosh hosh..." Xiu shui berusaha berdiri dengan napasnya yang tidak teratur. Dia berbalik ke arah depan dimana serangannya menghantam Xiu Xiu. Didalam debu yang masih bertebaran. Xiu shui melihat sosok yang masih berdiri.
'Sial! Bagaimana mungkin ia masih bisa berdiri!' Teriaknya dalam hati.
'Tidak akan kubiarkan kau hidup!' Sekali lagi, Xiu shui mengeluarkan sesuatu yang membuat semua tetua tercengang.
Sebuah manik manik dengan kristal aneh didalamnya. Satu kristal menyala, dan munculnya satu sosok arwah hitam yang sangat menyeramkan.
"Bunuh dia!" Teriak Xiu shui. Mata semua tetua terbelalak termasuk ayah dan ibunya.
"Itu! Bukankah sosok terkutuk yang disegel keluarga Xiu selama ini? Kenapa ada ditangan Xiu shui?"
"Xiu shui..." Ayahnya sendiri tak menyangka kalau anaknya sudah menyimpang dari harapannya. Dia tahu kalau mereka memang picik dan licik. Namun, jika malah membangkitkan bencana keluarga bukankah itu sama saja menghancurkan keluarga.
Tapi, masalahnya Xiu shui adalah anaknya.
"Tuan Xiu Ge, bukankah itu sosok terkutuk yang tersegel? Mengapa ada ditangan Xiu shui, tolong anda jelaskan pada kami?" Para tetua mulai bertanya padanya, namun Xiu Ge tetap diam tak menjawab.
"Tuan..."
"Bisakah kau diam! Pertarungan masih berlangsung!" Bentak Xiu Ge dengan marah. Tetua itu langsung terdiam, namun juga tidak mengatakan apa apa.
'Sial! Bagaimana ini bisa terjadi?' Namun pak tua itu juga sedang berpikir keras. Setetes keringat turun karena ia sedang berusaha mencari jalan.
Sementara situasi pertarungan sangat menegangkan. Xiu Xiu dalam keadaan perubahan iblis tiba tiba didatangi makhluk aneh. Seperti hantu, roh yang sudah sangat lapar.
"Huh!" Xiu Xiu terkejut. Itu karena roh tersebut langsung memasuki tubuh Xiu Xiu dengan mudah. Tidak lama kemudian, rasa sakit luar biasa langsung menggerogoti tubuhnya.
"UAAAAAARRRGGG.....!!" tubuh Xiu Xiu seperti terkoyak. Rasanya sangat menyakitkan, hingga Xiu Xiu seperti merasa dineraka. Saking sakitnya, Xiu Xiu seperti orang gila dan tanpa sadar melukai dirinya sendiri. Kuku kukunya yang tajam menggores dan melukai tubuhnya.
"AAAAARRGGG... UUUURRRGGGH...!" Xiu Xiu menggeliat dilantai. Memegangi kepalanya. Cincin merahnya, berkedip kadang menyala kadang mati. Xiu Xiu saat ini sedang dalam keadaan hidup dan mati. Jiwanya sedang di gerogoti.
"Kakak!" Xie Xie berdiri dengan panik. Tang Liu juga seperti itu.
"Qin Yan, lakukan sesuatu!" Dia langsung bertanya pada Qin Yan disamping.
Tapi Qin Yan sendiri tetap diam. Dia tetap tenang.
"Apa yang kau pikirkan! Xiu Xiu dalam bahaya sekarang." Teriaknya lagi.
Tapi Qin Yan menggeleng. Dan menjawab dengan tenang.
"Tidak, aku percaya padanya. Karna dia juga adalah muridku."
Mata Tang Liu membesar, Tang lili, Ibunya dan ibu Qin Yan tentu terkejut.
Murid?
Sejak kapan anak ini punya murid yang bahkan lebih tua darinya. Tentunya itu terdengar seperti lelucon. Di umur Qin Yan saat ini, dia seharusnya masih bersekolah di bagian jurusan profesi. Tapi, kenapa dia malah mempunyai murid.
Qin Yan sendiri tidak memperdulikan mereka. Tatapannya tenang terarah pada Xiu Xiu.
'Aku tau, kau pasti bisa.'
"AAAAARRRGGGHH....!! UUUAAARRGGGH...! HAH... HAH... UUUUUGGHH....!!"
"HAH.... Hah... hah..."
.
Mata Xiu Xiu perlahan melemah. Kesadarannya perlahan memudar. Dan akhirnya, dunia Xiu Xiu sepenuhnya gelap.
"Hah! Dimana ini!" Xiu Xiu tiba tiba terbangun di sebuah ruang kosong, penuh kegelapan dan tidak ada siapa siapa.
"Ukh... " Dan ia juga menyadari, kalau dia tidak bisa bergerak sama sekali. Setelah diperiksa, ternyata baik tangan maupun tubuhnya dikekang oleh sebuah rantai. Xiu Xiu berusaha melepaskan diri, namun usahanya gagal.
__ADS_1
'Ada apa ini? Mengapa aku dirantai?' Xiu Xiu bertanya tanya dalam hati. Tiba tiba merasakan sesuatu yang dingin menyentuh pundaknya.
"Kau benar benar istimewa keturunanku." Lalu disusul dengan suara misterius.
"Siapa itu!" Xiu Xiu berteriak kaget saat mendengar suara tersebut.
"Heh... Hehehe..." Tawa ringan pun terdengar. Di wajah Xiu Xiu perlahan ada sebuah tangan hitam dengan kuku panjang yang mulai merabanya. Xiu Xiu yang sudah berkeringat, berusaha menengok kesamping. Namun ia tidak bisa melakukannya.
Sebuah wajah tak teridentifikasi dengan warna kulit hitam pekat dan telinga yang panjang. Sosok itu tidak memiliki bola mata. Hanya sebuah celah putih dengan giginya yang tajam ketika dia tersenyum.
Tangannya perlahan meraba sampai ke bagian dada Xiu Xiu.
"Hmm.... Tidak disangka, diantara generasi generasiku selama ini. Ada generasi emas seperti dirimu. Benar benar luar biasa. Aku tak menyangka akan seberuntung ini. Ternyata apa yang kulakukan waktu itu memang benar. Bekerja sama dengan anak itu bodoh itu ternyata membawaku ke dirimu. Hm..."
"Si-siapa kamu!" Teriak Xiu Xiu dengan kaku.
"Siapa aku? Hahaha.... Aku adalah nyonya besar keluarga Xiu generasi pertama. Xiu Huahinju. Generasi yang memiliki ikatan dengan dewa bumi dan orang pertama yang menciptakan elemen pasir."
Xiu Xiu terkejut.
"Berarti kau nenek moyangku?"
"Hm... Itu benar. Aku leluhurmu. Aku adalah jenius terkuat yang bisa menantang dunia. Tapi, suamiku Xiu Xui. Patriak saat itu malah menyegelku. Dia benar benar tega! Dia benar benar tidak punya hati sampai bisa menyegel istrinya sendiri." Sosok arwah itu mulai marah marah tak jelas. Sementara ekspresi Xiu Xiu menjadi tenang. Jadi sekarang ia sudah mengerti situasinya. Sosok arwah wanita ini hanyalah sosok yang ingin membalaskan dendam.
"Oh, ngomong ngomong anak muda. Reaksimu cukup tenang untuk orang semuda dirimu." Puji sosok itu sambil menjilat pipi Xiu Xiu.
"Aku hanya tidak perduli dengan masalah orang lain." Jawab Xiu Xiu tenang.
"Oooh, hahaha... Begitu yah. Kau memang berbeda. Padahal pertama kali aku bertemu dengan manusia mereka akan ketakutan. Kau tau kenapa?" Dia bertanya pada Xiu Xiu, namun Xiu Xiu tidak menjawab. Meskipun kesal tapi ia tetap menjawab pertanyaannya sendiri.
"Itu karena aku mempunyai kutukan. Kutukan dimana aku akan dibenci dan ditakuti oleh generasi dan keluargaku sendiri." Tawanya. Lalu ia melanjutkan.
"Tapi kau berbeda. Aku mendeteksi sesuatu yang aneh didalam dirimu. Sesuatu yang tidak pernah terjadi, yang hanya ada di legenda bahkan di masa kekayaanku."
"Perubahan iblis. Hahaha...." Sosok itu kembali tertawa dan kemudian meraba tangan kanan Xiu Xiu yang sebenarnya itu adalah tanda tato kepemilikan beast seperti yang dimiliki oleh Qin Yan.
"Baiklah, mari kita mulai. Kekuatan, tubuhmu, jiwamu, semuanya akan menjadi milikku!" Cengkraman arwah itu tiba tiba menjadi kuat di bahu Xiu Xiu. Lalu bibir Xiu xiu langsung dihantam oleh ciuman. Tidak lama kemudian Xiu Xiu langsung merasakan ada sesuatu didalam dirinya yang terhisap oleh wanita itu. Dan tentunya rasanya sangat sakit sekali.
"Aaaaaaaakkhh......!!" Ia meronta ronta kesakitan namun sosok itu tidak memperdulikannya. Ia lebih menghisap Xiu Xiu dengan cepat.
"Jika kesadaranmu terhapus, maka aku akan sepenuhnya mengendalikan tubuhmu!"
"Uuukkh.....!!" Xiu Xiu kembali menggeliat . Sampai akhirnya matanya mulai bertranformasi menjadi mata Iblis. Dan dengan itu juga, sekujur tubuhnya pun dipenuh tanda tato aneh.
Xiu Xiu menggertakan gigi ketika tanda tanda itu mulai nenggorogotinya. Xiu Xiu tidak tahan lagi, tubuhnya dipenuhi rasa sakit yang luar biasa. Ia ingin sekali lepas dari rasa sakit ini, namun itu tidak mungkin. Xiu Xiu ingin agar sosok arwah wanita ini berhenti menyiksanya. Akhirnya, Xiu Xiu berhenti melawan. Dia menyerah. Tubuhnya melemas.
"Yah, begitu. Seperti itu. Bagus sekali, jika kau tidak banyak melawan maka proses ini tidak akan menyakitimu."
Sekarang arwah itu mulai menerobos dengan leluasa. Dia mulai menguasai kendali Xiu Xiu satu persatu. Sampai akhirnya, hanya tersisa jantung.
"Hehehe..." Arwah tersebut, tanpa ragu ia meraih jantung itu. Namun sebelum itu terjadi, ada yang mengekang tangannya.
"Apa ini!" Beberapa rantai mulai mengekang dan mengikatnya. Ikatan itu begitu kuat sampai arwah tersebut tak bisa bergerak.
"I-ini...!" Sekarang arwah itu mulai khawatir. Ternyata dia dijebak. Alam bawah sadar Xiu Xiu mulai mengecil. Dan itu membuatnya semakin panik.
"Tidak mungkin!" Dia tidak mempercayainya, dia telah dijebak. Anak itu telah menjebaknya.
"Huh!" Tiba tiba merasakan ada yang menyentuhnya. Ternyata Xiu Xiu yang ekspresinya tenang dan dingin.
"Kau sudah melakukan kesalahan dengan memasuki alam bawah sadarku."
"K-kau! Berani beraninya kau melakukan ini padaku. Tahukah kau! Aku adalah leluhurmu, seharusnya kau menghormatiku." Teriak arwah itu dengan marah. Namun bersamaan dengan itu, ia juga ketakutan.
"Persetan dengan leluhur. Aku pun di buang oleh keluarga ini. Mana mungkin aku menghormatimu."
"Sialan! Lepaskan aku bajingan! Kau hanya anak kecil yang tidak tau apa apa. Uaaaaakh....!" Tiba tiba rantai yang mengikatnya mengencang hingga membuatnya kesakitan.
__ADS_1
"Kau terlalu banyak bicara. Kau pasti sudah bosan disegel, oleh karena itu, biarkan aku yang membunuhmu sepenuhnya." Tangan Xiu Xiu mulai mendekat jantung arwah itu. Hal itu membuat arwah tersebut meronta ronta ini melarikan diri. Namun ia tidak bisa apa apa, karena bukan hanya Xiu Xiu yang menekannya. Melainkan beast rakun yang ada didalam tubuh Xiu Xiu. Sosok arwah itu hanya bisa merengek meminta tolong.
"Tidak! Lepaskan aku! Kau pasti akan menyesalinya. Lepaskan aku! Dengarkan aku! Hei!"
Namun Xiu Xiu tidak menghiraukan semua itu. Tangannya akhirnya menyentuh inti jiwa arwah itu. Dan mulai menghisap balik.
"AAAAAAKKHH......!!" Teriakan menyakitkan mulai terdengar.
Jika seseorang memasuki alam bawah sadar dari orang yang masih hidup, maka resiko yang akan di tanggung nya sangatlah tinggi. Masalah masuk ke alam bawah sadar seseorang itu bukanlah perkara mudah. Jika dia melakukan sedikit kesalahan, maka jiwanya lah yang akan menjadi mangsa. Karena memasuki alam bawah sadar orang lain, sama saja memasuki kandang harimau. Dimana kandang itu bisa dikendalikan semaunya oleh harimau tersebut.
Begitulah yang dialami oleh arwah malang ini. Jiwanya dengan ceroboh masuk ke alam bawah sadar orang lain. Hanya karena kerakusan dan ketamakan. Hasilnya, apa yang dia lakukan, berakibat fatal untuknya.
Jiwa itu perlahan tertarik, tubuh jiwa itu perlahan menjadi asap yang terserap ke tangan Xiu Xiu. Teriakan menyakitkan kini tidak terdengar lagi. Akhirnya, jiwa itu sepenuhnya berhasil diserap.
*******
'Dia terlihat tidak bergerak lagi!' Wasit pun yang dari tadi memperhatikan Xiu Xiu akhirnya memutuskan kalau kompetisi telah berakhir.
'Meskipun anak ini telah menggunakan cara kotor, namun itu tidak akan merubah apapun. Xiu Xiu tidak mempunyai pendukung disini, dan masalah protes pun tidak akan berguna. Palingan Xiu Shui hanya akan mendapat hukuman beberapa hari saja, setelah itu dia mungkin akan dilepaskan dan dijadikan patriak yang baru.' Pikirnya.
"Tetua Xiu! Apa yang kau pikirkan! Umumkan siapa pemenangnya sekarang juga." Xiu Ge langsung memerintahkan wasit itu karena ketidak sabarannya. Dia ingin agar kompetisi ini segera berakhir. Dan dia akan mendiskusikan tentang kecurangan anaknya dengan mereka. Tenang saja, masalah itu juga hanyalah masalah biasa. Dia pasti bisa menyelesaikannya.
Setelah meminta maaf, wasit pun mengangguk. Dan ia mulai berdehem, lalu menyebutkan siapa yang menang. Sekaligus mengakhiri kompetisi pemilihan patriak generasi muda keluarga Xiu Xiu.
"Kalian semua sudah melihat dengan jelas. Siapa pemenangnya disini. Diketahui dengan jelas, kandidat Xiu Xiu telah tak sadarkan diri."
Xie Xie yang dari tadi sudah berteriak memaki maki mereka, semakin geram dengan perkataan wasit. Padahal telah diketahui bahwa Xiu Shui melakukan kecurangan, tapi kemenangan tetap mereka tentukan. Ini benar benar tidak adil untuk Xiu Xiu. Ternyata Xiu Xiu bukan hanya melawan pamannya sendiri. Melainkan seluruh keluarga Xiu yang sudah berada dijalan yang salah.
"Maka sudah ditentukan, pemenangnya adalah...."
"Tunggu!" Tiba tiba perkataan wasit terhenti. Xie Xie terdiam, dan Qin Yan tersenyum tipis.
Ternyata tidak semua keluarga Xiu bekerja sama. Ada satu orang yang memihak Xiu Xiu.
"Ada apa tetua kedua?" Tetua lain disamping bertanya dengan tenang sambil mengelus janggutnya.
"Mohon perhatiannya sebentar." Ucap tetua itu dengan tenang pula. Lalu melanjutkan.
"Kalian sudah tahu sendiri, bagaimana proses pertarungannya tadi. Jangan sembunyikan ini dari orang orang yang menonton. Kalau kandidat Xiu shui melakukan kecurangan."
Mata para tetua lain apalagi ayah Xiu shui, Xiu Ge terbelalak. Bahkan Xiu shui yang sudah hampir merayakan kemenangan langsung berbalik dengan terkejut.
"Hah! Apa!"
"Apa itu benar? Hei! Cepat katakan!. Apakah yang dikatakannya benar?" Dan itu langsung mendapatkan respon dari para penonton. Para generasi keluarga Xiu Xiu baik yang muda maupun yang tua terdiam seribu bahasa.
Tiba tiba urat muncul diwajah tetua pertama. Dia pun berbisik dengan geram.
"Xiu Dao. apa yang kau lakukan?" Tanyanya.
Tetua kedua yang dipanggil Xiu Dao berbalik padanya dengan tatapan dingin. Ia pun membalas dengan bisikan pula.
"Aku tidak akan membiarkan kalian berbuat semena mena. Patriak masih hidup tapi kalian sudah seperti ini."
"Ka-kau...!" Tetua pertama berdiri dengan cincin perak menyala. Auranya menyapu udara membuat semua orang tercengang.
"Tetua pertama, hentikan apa yang kau lakukan?" Tetua lain langsung menghentikannya dengan bujukan. Namun tetua pertama tidak menghiraukan mereka. Ia secara terang terangan menatap tetua kedua dengan tajam.
"Aku tau kau adalah kepercayaan terbaik patriak. Tapi kau harus tau keadaan patriak saat ini. Jika kita tidak memilih patriak yang baru, dan masih bertahan dengan patriak lama maka keluarga Xiu bisa saja hancur."
Mendengar itu, cincin perak tetua kedua juga bangkit dan menyala. Dengan kata kata tetua pertama tadi, membuat wajah dingin Xiu Dao semakin marah.
"Hentikan omong kosong mu. Kata kata itu sangat menggelikan ditelinga ku. Kalian bilang harus ada patriak baru. Tapi apa yang kalian lakukan? Kalian menggunakan segala cara hanya untuk menjadikan dukungan kalian sebagai patriak? Itu sama saja dengan menghancurkan keluarga Xiu. Kandidat yang pantas untuk menjadi pemimpin haruslah jujur dengan kekuatannya sendiri. Mengalahkan kandidat lain tanpa berbuat curang. Tapi, yang kalian lakukan ini jelas telah mempermalukan keluarga kita. Kalian benar benar aib dari keluarga ini. Di mata keluarga lain kita sudah hancur, mau bawa kemana harga diri kita. Kalian benar benar tidak tau malu. Pemimpin yang menggunakan cara curang demi tujuannya akan menjadi pemimpin yang buruk dan membawa keluarga ke jalan kehancuran."
"Xiu Dao!!" Kali ini tetua pertama tidak lagi menahan diri. Teriakannya mengandung energi yang menghantam tetua kedua seperti menantangnya bertarung. Xiu Dao juga tidak takut padanya, baginya yang dia lakukan ini benar. Setidaknya patriak memberikan kepercayaan padanya untuk mengatur keluar Xiu.
Ketika keduanya hendak bertempur, tiba tiba pasir pasir mulai merambat kearah mereka. Pasir itu berasal dari atas arena, bukan dari arah Xiu Shui. Pasir itu berasal dari Xiu Xiu yang tengah terbaring disana.
__ADS_1