LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Penghianat


__ADS_3

Ruang pelatihan rahasia yang dipakai Qin yan untuk berlatih selama seminggu ini tampaknya tak mampu lagi menahan gejolak kekuatan yang terus menerus merusaknya. Pasalnya, selama Qin yan menggunakan perubahan iblis. Kerusakan kerusakan yang dia keluarkan mampu untuk merobohkan ruang tersebut. Bahkan ayahnya saja nampak bingung, bagaimana dia harus mencari ruang yang ketahanannya lebih kuat agar Qin yan dapat berlatih meningkatkan kekuatannya lagi.


"Bruk" Satu dinding lagi kemudian ambruk, hanya karena tinju biasa milik Qin yan. Bahkan tangannya tidak sekalipun menyentuh dinding tersebut, namun itu hancur karena pelepasan energi terkontrol yang ada ditangannya.


"Mau sampai kapan kau menghancurkan ruangan lagi. Ini sudah ruangan ketiga yang kau hancurkan." Medusa bersandar didinding dengan santai sambil melipat tangannya didada.


Setiap hari ia terus menyaksikan Qin yan berlatih mengendalikan perubahannya. Terkadang, saat melihat sosok monster itu, ia akan terbawa keingatan dimana ia dianiaya. Sosok mengerikan yang terus menusuknya dengan napas berat dan senyum yang menakutkan. Hal itu membuat adanya gejala trauma padanya.


Namun trauma itu perlahan menghilang, saat api hitam yang mengairi tubuh Qin yan kini berubah menjadi hijau. Sosok sempurna setelah mengendalikan perubahan tersebut. Ia pun makin lama makin terbiasa dengan perubahan Qin yan.


"Apa ada orang yang mencariku?" Alis Qin yan berkerut menatap Medusa yang terus melamun dari tadi. Ia pun mengambil pakaiannya, bersiap siap untuk pergi. Karna ia sudah mendengar langkah kaki diluar dan berhenti untuk mengintipnya dari sana.


"Yah, kurasa dia sedang menunggu tontonan menarik." Medusa pun juga tahu itu, si idiot yang hobinya tidak berhenti bicara sedang diam diam mengintip diluar.


"Ayolah Xing yun, masuklah. Kenapa kau hanya ada diluar."


Setelah mendengar panggilan Qin yan, Xing yun pun masuk. Reaksi pertama yang ia lihat adalah kekaguman saat melihat bentuk tubuh Qin yan yang semakin proposional. Dia sudah mengendalikan kekuatan iblis itu, bersamaan dengan hal tersebut. Kekuatan itu juga mempengaruhi penampilannya.


Lambang V didahinya berkedip, itu adalah lambang kyubi. Segel karma yang berada ditangan kirinya yang ada dibalik lilitan perban putih, adalah lambang kepemilikan milik kyuki. Dan sekarang, lambang Neidan berada di tengah pipinya. Garis hijau yang melintang dari bawah kelopak mata kanannya kini sudah terbentuk secara permanen. Hanya saja, garis itu tidak terlalu panjang, hanya beberapa inti saja. Hingga wajah Qin yan tidak begitu terganggu dengan garis itu.


"Waah.. Qin yan, makin lama kau semakin tampan saja. Takutnya banyak gadis yang akan jatuh hati padamu." Puji Xing yun kepada Qin yan.


"Pintar sekali bicaramu, selalu membuat orang lain bangga. Jadi, katakan. Apa yang membuatmu datang kesini?" Tanya Qin yan dengan tenang.


"Heeeh dia ini.." Xing yun hanya menghela napas tak berdaya kemudian menjelaskan.


"Tetua Mao Jin ingin anda datang mengecek pembangunan. Katanya dia sudah menyelesaikan setengah pembangunan."


Mendengar itu, mata Qin yan membesar. Belum lagi Xing yun menjelaskan lebih jauh. Qin yan sudah keluar membawa Medusa ketempat sektenya.


Betapa terkejutnya dia, saat melihat bangunan sektenya sudah terbentuk. Rasa terkejut bercampur aduk dengan kagum, ia benar benar tak menyangka kalau sektenya akan seindah ini. Ada lima menara disini, masing masing menara terhubung hingga terbentuklah sebuah aula. Menara yang paling tengah adalah menara yang paling tinggi. Dan keempat menara lain mempunyai tinggi yang sama.


Ketika ia sedang terharu melihat sektenya terbangun. Mao jin datang menghampirinya, ia terbatuk sebentar kemudian menjelaskan.


"Kami baru bisa membentuk aula utama, kira kira ini bisa menampung sekitar 3000 jiwa. Mungkin aula luar akan disusul minggu depan. Tapi kurasa ini cukup untuk anda dan pasangan anda." Sesekali Mao jin bercanda pada Qin yan, tapi ia tidak tahu. Dibalik candaannya, ia sukses membuat Medusa tersipu.


"Oh, ya. Aku juga lupa menunjukan akademi yang kami buat. Akademinya ada disekitar sini." Mao jin kemudian membawa Qin yan berjalan jalan, sesekali ia juga menyapa para pekerja yang istrahat maupun sedang bekerja. Tentu juga mereka dengan senang hati membalas sapaan Qin yan, bahkan ada yang wajahnya memerah baik itu pria maupun wanita. Karna sosok Qin yan tidak pernah bersikap dingin atau sombong didepan mereka. Bagi mereka, Qin yan menyapa saja sudah merupakan kebahagiaan tersendiri. Lebih senang lagi saat Qin yan benar benar memperhatikan mereka.


Sedikit lebih jauh dari lingkungan sektenya, kini Qin yan dibawa kebangunan yang biasa disebut Akademi. Tentunya semua fasilitas sudah hampir terpenuhi, halaman, ruangan kultivasi, ruang latihan, sampai ruang bertarung pun sudah tersedia. Qin yan benar benar bangga, Mao jin pernah mengatakan dia akan menyelesaikan sektenya sekitar seminggu. Tapi itu tidak terpenuhi karena ia sedang membuat pembangunan akademi. Meskipun begitu, ini sudah sangat cepat baginya.


"Apa anda menyukainya Master?" Mao jin juga diam diam tersenyum senang saat melihat orang yang ingin dia banggakan kini puas melihat kinerjanya yang sudah ia usahakan selama ini.


"Tetua Mao jin, anda benar benar bekerja keras. Aku pastikan anda akan mendapatkan imbalan yang layak untuk ini." Qin yan sedikit membungkuk padanya, tapi Mao jin menghentikannya. Melihat anak yang sudah menyelamatkan klannya dari kemiskinan, ia sudah sangat senang. Sekarang, yang perlu ia lakukan yaitu berkontribusi dalam pembangunan ini untuk membalas jasa budi anak ini.

__ADS_1


"Master, anda tidak perlu sopan begitu. Anda adalah master kami, meskipun kami lebih tua. Tapi kami punyai hak untuk membungkuk pada anda seperti yang anda lakukan tadi." Mao ji tersenyum, lalu membungkuk pada Qin yan.


"Oh yah, master. Ada seseorang yang juga ingin bertemu denganmu. Katanya dia adalah Tian An Jing. Seorang pembisnis yang anda kirim untuk melakukan kontribusi pada pasar."


Mendengar itu, Qin yan akhirnya teringat pada pria paruh baya setengah botak yang ia percayakan seminggu yang lalu. Ia juga penasaran bagaimana perkembangan bisnisnya selama seminggu ini.


Ketika mereka bertemu, Qin yan melihat beberapa perubahan pada diri orang ini. Seperti yang Qin yan duga, tidak semua orang yang kita percayakan dapat setia, terkadang mereka akan menghianati inang mereka demi mencari inang baru yang lebih nikmat.


"Mari kita bicara." Ajak Qin yan, membawanya diruang pribadi, diam diam ia tersenyum jahat. Pria ini belum mengenalnya rupanya, semua orang akan setia jika mendapat timbal balik yang berarti bagi mereka. Tapi ada juga yang harus diberi tekanan pada pada orang orang yang mudah berhianat. Contohnya orang ini.


"Tuan, semua kertas kondolisasi yang kau berikan padaku waktu itu benar benar sangat luar biasa. Dalam sekejap hubungan kita dengan kerajaan Dandun dan Geritimo menjadi sangat akrab. Mereka ingin bertemu dengan sosok Master yang bisa membuat kertas kondolisasi ini." Senyum Pria itu menggosok tangannya.


'Ingin bertemu dengan master kondolisasi yah. Bukan denganku?' Qin yan juga menunjukan senyum palsunya.


"Jadi, berapa banyak pendapatan yang kita hasilkan. Dan apakah masih cukup untuk membiayai pembangunan ini?" Tanya Qin yan lagi.


"Tentu saja tuan. Sejauh yang kita bangun selama ini, semuanya menghabiskan sekitar 1,5 Millyar koin emas. Tapi uangnya juga mempunyai sisa, sekitar 700 juta. Itu akan cukup untuk pembangunan sekte ini. Semuanya sudah kuatur, mulai dari biaya pajak, upeti, pemotongan, biaya pembangunan, serta kontilasi kerajaan juga ikut kuatur."


Mendengar itu, Qin yan hampir tertawa gila. Sialnya, kenapa kertas kondolisasi yang dia buat selama beberapa bulan itu hanya berpenghasilan sedikit. Pemahamannya tentang bisnis ia sudah ahli dari kebanyakan. Harga serta tingkatan kertas kondolisasi sangat berbeda beda, dan harga yang ia simpulkan dari ratusan kertas kondolisasi tersebut itu mencapi 5 millyar. Sementara modalnya sekitar 0,7 millyar. Dan penghasilan ini hanya 2,2 milliyar. Bukannya namanya Qin yan rugi. Jika dikontribusikan dalam pembangunan ini, Qin yan jelas rugi.


Dimana uang sebanyak itu. Memikirkannya, Qin yan jadi terkesima dengan pria ini. Pemikiran licik melalui gugatan bisnis juga terbilang cukup membuat bos bos jadi meronta ronta.


"Jadi tuan, kerajaan Dandun dan kerajaan Geritimo sangat ingin bertemu dengan master kondolisasi dibelakang anda. Setidaknya itu akan menambah popularitas kita dimata dunia." Pria itu tersenyum mengelus elus cincin berliannya.


"Hm.. Mereka ingin bertemu dengannya yah. Memangnya apa alasannya?" Tanya Qin yan.


Sekali lagi, Qin yan tersenyum mendengarnya. Padangannya kearah pria itu dengan kedua tangan yang ia gunakan untuk menopang dagunya.


"Bagaimana jika aku bilang, akulah master kondolisasi itu."


Pria itu membeku, setetes keringat jatuh dipipinya. Bagaimana mungkin anak semuda Qin yan dan tubuh yang tak mempungai jalur meridian adalah seorang master kondolisasi. Terlebih lagi, ia sudah banyak mendengar tentang reputasi pangeran ini. Oleh karena itu, ia selalu ingin menipunya demi keuntungannya sendiri. Dan dia sendiri tidak suka untuk dibohongi seperti ini.


"Ah... Pangeran pandai bercanda. Hehehe..." Pria itu tertawa seolah menganggapnya lelucon.


"Tidak, aku serius mengatakannya." Tatapan Qin yan menjadi lebih serius, hingga membuat pria itu jadi terdiam. Tangannya yang sedang menggaruk kepalanya kini gemetar dibelakang.


'Aura anak ini...' Dia pun menunduk tak berkutik, namun ia juga memaksakan senyumnya.


"Ka-kalau begitu baguslah. Ak-aku tidak menyangka kalau anda seorang jenius." Ucapnya dengan gagab, melihat sudut bibir Qin yan yang terangkat sedikit menunjukan senyum. Ia pun jadi sedikit lega. Mengira kalau pujian bisa mendapatkan hati anak ini.


"Hm.. jadi begitu yah. Kerajaan Dandun dan kerajaan Geritimo ingin bertemu denganku. Tapi, harusnya kau tau. Setiap kerajaan punya rahasia sendiri. Kenapa kau mengungkapkan ada master kondolisasi disini?"


Pria itu langsung membeku mendengar pertanyaan Qin yan. Tanpa sadar ia sudah masuk kedalam jalan percakapan mematikan yang dapat membuatnya jadi terpojok.

__ADS_1


"Hahaha... Tuan bercanda, bagaimana mungkin mereka tidak tahu kalau disini ada Master Kondolisasi dengan begitu banyak kertas buatan anda. Masa iy...."


"Bagaimana kalau aku bilang kertas itu kudapatkan dari pemburuan harta karun. Atau membunuh seorang pembisnis kaya, kau mau percaya? Jadi bagaimana jika kau ingin mempertanggung jawabkan tentang master kondolisasi dikerajaan ini. Kau mau kasih alasan apa kemereka.?"


Mata pria itu kembali terbelalak, ia menunduk dengan ragu. Memikirkan jawaban yang akan ia keluarkan. Namun sejauh berjalannya percakapan ini, ia sadar ternyata ia sudah dipermainkan oleh anak didepannya ini.


'Beraninya kau mempermainkanku.' Memikirkan itu, ia menjadi sangat marah. Kini giliran dia yang balik mengecoh Qin yan.


"Bukannya anda tadi bilang kalau anda adalah Master kondolisasi, kenapa anda malah membalikan alasan. Apa anda pikir..."


"Dari awal aku memang sudah berpikir, perbedaan antara penampilan serta karakteristikmu jadi berbeda. Kau lebih menyanjungiku dan mengatakan keuntungan yang hanya bertujuan membuatku bangga. Tapi sebenarnya, kau sudah salah dalam berdalih. Topeng serta ekspresimu hanyalah kebohongan belaka. Lagian siapa juga yang akan percaya kalau sisa uangnya hanya 700 juta. Lalu biaya pembangunan 1,5 millyar."


Ekspresi pria itu menjadi jelek, keringat bercucuran diwajahnya.


"Ahaha... Tuan sudah kubilang kan. Semuanya telah terpotong oleh biaya pajak beserta..."


Sekali lagi Qin yan memotong pembicaraannya.


"Memangnya siapa menyuruhmu mengerjakan itu. Dan juga apakah semua memakan biaya banyak?"


"Pa-pangeran, apa maksud anda?" Alis pria itu berkerut, dia sedikit takut dengan situasi ini.


"Maksudku, dimana sisa uang yang lainnya. Aku sudah mentotalkan semua kertas gulungan kondolisasi itu. 200 kertas gulungan tipe senjata, 100 gulungan tipe armor dan 5 gulungan yang dilengkapi dengan soket. Dan semua dibuat oleh master tingkat 2. Kau pikir itu hanya lelucon? Kira kira harganya sekitar 5 millyar lebih. Kau pikir sedang membohongi anak kecil hah? Dan untuk apa kau menjual nama Master kondolisasi pada kerajaan Dandun dan Geritmo, kau ingin membawaku kemereka? Lalu terjadi sebuah tawar menawar harga antara mana yang lebih tinggi, supaya mendapatkanku. Sementara kau yang akan meraup keuntungannya. Kau telah mengambil sebagian uang dengan iming iming dibalik pajak, upeti dan semua tipu dayamu itu." Mata Qin yan menyala dengan penuh kekejaman.


'Oh tidak. Aku sedang berhadapan dengan siapa sebenarnya?' Pria itu terjatuh dari tempat duduknya, namun ia masih bersikap tenang. Selayaknya pembisnis handal, dia sangat kagum pada kemampuan intelektual Qin yan yang dapat mengungkapkan semua kelicikannya. Namun ia masih menganggap Qin yan hanyalah anak anak, tidak ada ancaman darinya. Kecuali orang yang ada diluar. Jadi ia harus keluar baik baik tanpa sepengetahuan mereka.


"Pangeran, anda rupanya tidak mempercayaiku. Aku cukup kecewa, kalau begitu kita sudahi saja kerja sama kita. Aku pamit dulu." Ia pun berdiri, membersihkan debu dipakaiannya, hendak keluar dari ruangan.


"Hei, kau akan pergi dengan keuntungan yang kau sudah dapatkan. Tapi tidak mau mengembalikannya?" Berkata Qin yan dengan serius lagi, satu kakinya terangkat diatas pahanya. Duduk dengan santai memandangi pria itu keluar.


Mendengar itu, pria tersebut yang hendak pergi malah tersenyum dengan kekejaman diwajahnya. Ia sudah memberikan kesempatan pada Qin yan, tapi mau bagaimana lagi tampaknya ia tidak punya cara lain. Selagi dia ada didalam sini, maka ini adalah kesempatan untuk menekannya.


Dia pun berbalik mengeluarkan cambuknya, menatap Qin yan dengan senyum psikopat.


"Kau tahu, aku cukup kagum dengan ketenanganmu. Memang layak untuk seorang pangeran. Tapi sayangnya, kau tidak ada apa apanya dibandingkan denganku. Kau itu hanya sampah, jadi jangan menunjukan sikap aroganmu didepanku." Ia menepuk cambuknya bersiap untuk mencambuk Qin yan disertai dengan cincin birunya yang bangkit. Tingkat Elit.


"Oh yah?" Qin yan pun merentangkan tangannya diatas meja. Ia bahkan menertawai kebodohan pria ini. Setelah itu, beberapa prajurit bayangan pun muncul. Salah satunya datang memijat dan melayani Qin yan, sementara lainnya menatap pria itu dengan tajam.


"Ini..." Pria itu mundur hingga sampai kepintu keluar, ingin melarikan diri namun pintunya terkunci. Pada akhirnya ia hanya gemetar ketakutan dengan kencing yang keluar dicelananya.


"Pa-pangeran... Kita bisa bicarakan ini baik baik." Ucap pria itu dengan penuh ketakutan. Tapi Qin yan tidak mendengarnya, hanya bertepuk tangan dan beberapa prajuritnya langsung menyiksanya.


"AAAAAAKKKHH!!!" Teriak pilu pun terdengar, namun sayang. Ruangan ini dibuat khusus agar kedap suara, makanya disebut ruangan rahasia, khusus untuk percakapan pribadi.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Qin yan berdiri. Kemudian berjongkok padanya, mengangkat dagu pria itu yang penuh luka dan darah.


"Jadi, beritahu padaku. Apa alasan kau melakukan ini?"


__ADS_2