
Pagi itu, dua hari setelah Qin yan menyelesaikan pekerjaannya. Selama itu Qin yan menghabiskan waktunya untuk beristrahat. Kemarin, Qian yu dan Qian qian akhirnya terbangun dari kultivasi mereka. Kali ini mereka akan membeli beberapa pil untuk dikonsumsi agar memperlancar kultivasi. Qian yu juga meminta supaya dibuat peralatan Kondolisasi untuknya. Yah, ia tidak bisa menolak permintaan tersebut. Tapi setidaknya ia akan melakukan pekerjaan itu disaat ia punya waktu luang.
Pagi itu, Qin yan pun berangkat keluar bersama Medusa. Hampir satu bulan Qin yan tidak mengetahui keadaan diluar sana, ia penasaran bagaimana perkembangan pembangunan yang terjadi saat ini.
Dan ternyata, sesuai harapan Qin yan. Sekarang sekte sudah berdiri dengan sempurna. Area dalam, area luar, are pusat, pravilliun, bahkan berbagai bangunan lain akhirnya terbentuk. Dengan lambang sekte Permata cakar merah, lambang Sekte instana Niwan pun akhirnya bangkit.
"Astaga!" Mulut Qin yan ternganga, tanpa sabar ia pun masuk kedalam.
"Berikan tanda pengenalmu." Dua penjaga dipintu masuk masih memperhatikan tampang Qin yan. Mereka tidak tau siapa dirinya. Namun setelah memperhatikan Medusa, mereka langsung ketakutan.
"Nona." Kedua orang itu pun jadi berlutut satu kaki. Namun jejak kebingungan terpampang diwajah mereka.
'Aneh, kenapa mereka tidak mengenaliku.' Batin Qin yan dengan alis bekerut, kemudian ia memeriksa tubuhnya.
"Mei ji, apakah selama satu bulan ini. Tubuh menurun drastis jadi kurus?" Tanyanya.
"Bisa dibilang, kau menyimpang dari penampilan aslimu. Kau benar benar jelek sekali." Perkataan Medusa menusuk hati Qin yan, bagaikan menembus jantungnya hingga berdarah.
"Kedengarannya begitu menyakitkan. Tidakah kau bicara seadanya saja." Qin yan merajuk sedih.
"Aku hanya berbicara berdasarkan fakta." Jawab Medusa dengan datar.
'Sialan.' Qin yan hanya bisa mengumpat dalam hati.
"Tapi, Qin yan. Beberapa hari lalu kau menyinggung raja Kalise, sepertinya mereka akan bertindak. Ditambah lagi, mereka ada dibawah kekuasaan Sekte Racun. Apa kau tidak menghawatirkan kerajaanmu ini?" Tanya Medusa.
Qin yan berbalik pelan, ia tersenyum padanya.
"Tenang saja, Jin kei dan Yao chen juga bukan sosok sembarangan. Aku menyuruh mereka membuat Formasi prasasti jebakan disetiap arah perempatan kerajaan. Hanya mereka yang pantas yang bisa lolos."
Perkataan Qin yan merujuk pada perbatasan kerajaan Sunmoon. Utara, selatan, timur dan barat. Masing masing dilengkapi formasi jebakan. Setiap ada orang yang masuk kedalam wilayah kerajaan tanpa identitas atau dengan niat yang buruk, maka akan langsung diketahui oleh intelijen sekte yang mengawasi seluruh wilayah.
Jika itu membahayakan kerajaan, maka mereka akan menyalakan formasi tersebut. Dan para penyelinap tersebut akan dikirim keluar bersadarkan dunia formasi itu.
Utara, Formasi dunia ilusi. Setiap orang yang terkena itu akan berhadapan dengan ilusi masa lalu kelam mereka sendiri. Butuh waktu berhari hari jika ingin lolos, atau bahkan seseorang bisa saja akan gila dengan ilusi itu.
Selatan, Formasi Dunia jiwa iblis. Mereka yang memasuki itu akan masuk kedalam dunia yang penuh jiwa Iblis yang melayang layang. Terkadang jiwa iblis tersebut dapat memakan manusia, makanya setiap orang yang masuk akan bertarung habis habisan dengan jiwa iblis tersebut dalam kurung waktu tak bisa ditentukan.
Barat, Formasi jalan kekosongan. Siapa pun yang masuk kesana akan masuk kedalam lorong tiada batas. Formasi itu menguji kesabaran sesorang dalam berlari dilorong yang sangat panjang tanpa menemukan jalan keluar.
Timur, Formasi dunia cermin. Formasi ini tidak akan disadari siapa pun. Karena mereka yang masuk kedalam formasi ini otomatis akan masuk kedalam dunia terbalik. Dunia nyata, tapi layaknya cermin. Seperti peniru dunia asli. Mereka yang akan masuk akan bingung dengan keadaan dunia tersebut.
"Dimana aku?" Begitulah yang dikatakan oleh murid Han genyu, Dou wei. yang sedang melintasi kerajaan Sunmoon yang kosong tak berpenduduk. Ia bingung mengapa kerajaan ini tidak berpenghuni sama sekali.
"Sial, aku menyerah." Begitulah yang dikatakan seorang pembunuh bayaran yang dikirim oleh kerajaan lain. Ketika memasuki formasi jalan kekosongan, wajahnya kurus dan tirus. Kelelahan terpaut diwajahnya, akhirnya mati di jalan tersebut.
"Bertahan! Kita harus bertahan. Serang! Habisi mereka." Begitulah yang ditanggung oleh suku Dark Demon snake yang hendak mengepung kerajaan Sunmoon. Mereka sekarang berhadapan dengan jiwa iblis dan bertarung habis habisan.
"Sial, dimana sebenarnya kami ini." Berkata tetua suku Darkdemon snake, tingkat Kaisar tersebut dengan heran.
"Argh...!! Hah hah! Ukh..." Beberapa orang lagi memegang kepala mereka dengan pusing saat masuk kedalam formasi dunia ilusi. Para bandit yang hendak menguasai jalan masuk kerajaan Sunmoon, menguasai jalan tersebut untuk merampok para pegadang, hanya saja mereka salah jalur dan memasuki jalur Utara yang dapat mempengaruhi pikiran ketika memasuki formasi tersebut.
__ADS_1
"Hah? Apa apaan papan peringatan ini." Berbeda dengan pejalan kaki yang berjalan di jalur aman yang sudah seharusnya di sediakan.
Mereka akan memasuki jalan aman yang dipenuhi pos pemeriksaan, untuk memeriksa identitas dan niat mereka ketika masuk kekerajaan ini. Setiap jalan di berbagai gerbang juga akan disediakan papan peringatan yang sama.
"Hati hati! Jangan pergi ke jalur lain selain jalur ini. Berbahaya untuk keselamatan anda."
"Hah? Perkataan bodoh macam apa ini?" Salah seorang remaja menendang papan penulisan tersebut. Teman teman dibelakangnya, juga hanya tertawa melihat tindakan itu.
"Akademi Sunmoon? Kalau bukan biayanya yang gratis, ditambah sang raja yang merekomendasikan ini. Aku mungkin tidak akan masuk keakademi sampah itu." Berkata mereka. Kemudian berjalan menuju kearah kerajaan Sunmoon.
Tidak lama mereka berjalan, ada kumpulan remaja lain yang menendang papan nama tersebut. Mereka pun mendatangi kumpulan pendatang baru itu. Menghalangi jalan masuk.
"Siapa kalian? Kenapa menghalangi jalan?"
"Ck, kami adalah pemilik jalan ini. Siapa pun yang lewat harus membayar pajak."
Kedua kelompok itu mulai menunjukan aura masing masing. Cincin kuning, putih, dan biru terpancar ditangan mereka.
"Dasar kumpulan bedeb*h bedeb*h sialan! Mataku jijik melihat kalian." Dua kelompok tersebut langsung memulai pertarungan, namun tiba tiba beberapa panah menghantam yang tanah yang ditengah. Hingga mereka berhenti.
"Apa ini, kalian menghalangi jalan saja." Satu kelompok remaja lagi mengepung mereka dari atas dahan pohon.
"Bukankah, mereka orang orang dari kota Rise Wing dan kota Blood gen. Padahal mereka berasal kerajan Dandun, kenapa mereka bertingkah begitu." Tidak jauh dari mereka kelompok remaja lain juga memantau pertarungan tersebut.
"Yang diatas pohon itu, mungkin dari kerajaan Geritimo. Wah aku tidak menyangka rupanya kerajaan lain juga mendaftar dalam akademi ini."
"Sudahlah, putri Zhang yuisha tidak memperbolehkan kita untuk membuat kekacauan disini. Bisa saja dia marah besar, lebih baik kita pergi saja." Kelompok remaja yang memantau tersebut berasal dari kerajaan Angin salju, penduduknya putri Zhang yuisha. Mereka akhirnya tetap menuju kedepan, meskipun begitu kacau. Tapi mereka tetap melaluinya.
Sekte Istana Niwan.
"Tenang saja, mereka juga tidak bisa memasukinya. Karena ada penghalang khusus yang menghubungan dari wilayah utara sampai wilayah selatan. Orang yang berada di bawah tingkat saint tidak akan bisa menembusnya." Jawab Qin yan, mengingat hari ini adalah datangnya para remaja dari berbagai kerajaan, ia hanya bisa tersenyum lega. Berharap, Elfes, Yao chen dan Jin kei dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik.
Ia pun melanjutkan masuk kedalam sekte diikuti dengan Medusa. Namun, dari kejauhan ia sudah melihat Qian yu didepan sana. Ia bersama Tang liu, gadis itu menggandeng tangannya dengan erat seperti biasa yang lakukan pada Qin yan.
"Sudah kubilangkan, aku ini bukan Qin yan." Berkata Qian yu dengan wajah memerah, ia berusaha melepaskan tangannya dari dekapan gadis itu.
"Apa kau sudah selesai bicara? Kalau begitu cepat sekarang ikut aku. Ji dai dan Yu zheng, kedua muridmu itu sudah menunggumu." Tarik Tang liu tak perduli dengan ocehan anak itu.
Qin yan yang tiba tiba berhenti, membuat Medusa bingung.
"Apa yang kau lihat?" Tanya Medusa.
"Ssstt..." Ia hendak berbicara lagi, namun dengan cepat Qin yan langsung membungkam mulutnya. Membawanya kesisi dinding agar mereka tidak melihatnya.
"Mmm..!! Hmm..!!" Medusa berusaha memberontak karena Qin yan berada tepat dibelakangnya. Memegangnya dengan erat, bahkan napas Qin yan pun terhembus ditelinganya. Wajahnya langsung memerah karena itu terasa sangat geli.
"Bisakah kau diam sedikit." Marah Qin yan padanya, soalnya ia tidak mengerti kenapa tubuh wanita itu gemetar disaat mereka hanya bersembunyi.
Tang liu dan Qian yu pun melintas kedepan, mereka keluar dari gerbang pertama. Namun tidak sekalipun berbalik kebelakang dimana Qin yan berada.
Akhirnya Qin yan melepaskannya juga, wanita itu, semakin ia mempererat bungkamannya. Ia semakin memberontak, makanya ia melepaskannya dengan cepat. Tapi diluar dugaannya, Medusa malah balik menginjak kakinya dengan keras hingga lantai yang ia pijak jadi retak.
__ADS_1
"Ukh... Dasar wanita gila." Ringis Qin yan memegang kakinya. Tapi Medusa tidak memperdulikan itu. Ia lebih memilih memperhatikan apa yang Qin yan waspadai tadi.
"Hei, bukankah itu adikmu? Dia berjalan dengan gadismu, apa kau tidak menghentikan mereka?" Tanyanya dengan bingung.
"Biarkan saja." Qin yan pun akhirnya masuk kedalam dengan langkah yang pincang.
Dihalaman luar, para prajurit militer sedang berlatih bersama sama. Tempat ini sudah menjadi layaknya tempat perguruan. Halaman kedua, yaitu tempat dimana prajurit lainnya sedang bermeditasi. Ada yang sedang sparing, berlatih senjata dan lain lain. Mereka semua diajarkan dalam tiga orang yang membimbing, Yao chen, Jin kei, dan Elfes. Sekali melihat Qin yan, tentunya mereka langsung mengenalinya.
"Kau sudah selesai dengan pekerjaanmu yah." Berkata Yao chen ketika melihat Qin yan.
"Ya. Kurasa aku sedikit membutuhkan kalian." Senyum Qin yan membuat Yao chen hanya menghela napas panjang.
"Merepotkan saja." Ucapnya dengan malas, namun meskipun begitu ia juga tetap akan pergi mengikutinya. Diikuti dengan Elfes dan Jin kei.
Qin yan membawa mereka bertiga sampai keakademi, dimana sudah banyak remaja yang mendaftarkan diri. Para komite pendaftaran pun juga melayani mereka dengan sigap, Zhang yuisha, Xing yun, pemimpin pasukan Pemanah, dan masih banyak lagi yang menjaga mereka agar tidak membuat kekacauan. Semuanya berada di tingkat Elder dan Saint.
Ketika Qin yan lewat, seperti biasa. Mereka pasti akan memberi hormat. Semua orang yang melihat itu, sangat penasaran dengan sosok Qin yan yang sangat dihormati ini.
Mereka pun akhirnya sampai disebuah menara dengan 9 lantai. Menara yang dibuat khusus sesuai keinginan Qin yan.
"Baguslah." Qin yan pun menyerahkan beberapa kertas pola prasasti pada Yao chen. Sekitar 55 kertas pendukung, 20 kertas fondasi, dan 3 kertas tiang utama.
Tanpa disuruh pun, Yao chen mengerti hal itu. Semuanya jadi meletakan kertas pola disetiap tempatnya masing masing. Kertas pondasi melingkari sekitar menara. Lalu kertas pendukung berada didalam menara dan kertas utama ada ditengah kertas pondasi.
Belum sampai disitu, Qin yan juga membantu pria itu menghubungkan setiap kertas yang ada hingga membentuk sebuah formasi. Formasi yang tidak pernah Medusa lihat.
"Aku siap." Ucap Yao chen dengan tenang, Qin yan pun jadi keluar dari jangankauan formasi itu. Karna Yao chen akan mengaktifkannya.
"Siung" Setelah Yao chen menghentakan tangannya kepusat formasi itu. Formasi pun menyala, berbagai ragam tekanan ditanggung oleh pria itu. Untungnya dia sudah berada di tahap yang melebihi tingkat kaisar, jika itu Qin yan sendiri mungkin ia tubuhnya sudah hancur.
"Hah hah.. Berhasil." Ucap Yao chen dengan rambutnya yang berantakan. Melihat itu, Qin yan menyuruh Jin kei untuk langsung melemparkannya pil ekstrasi roh.
Setelah formasinya selesai diaktifkan, isi pola dikertas tersebut akan langsung menghilang. Bukannya terhapus, tapi terhisap oleh garis formasi dan melekat pada Menara tersebut.
Dengan itu pun Qin yan akhirnya memasuki menara. Lantai pertama, tekanan energi yang berasal dari kertas pola pendukung sangatlah rendah, tapi tidak bagi Qin yan yang tubuhnya disegel. Agak sedikit kesulitan saat ia melewatinya, tapi ia juga berbeda dari kebanyakan orang. Hanya dengan tubuh biasa ia bisa bertahan diruangan itu.
'I-ini... Dia bisa membuat hal tidak mungkin seperti ini?' Batin Medusa dengan kagum, ia hanya menatap punggung Qin yan yang lebar didepannya.
'Anak ini... Dia benar benar monster.' Lanjutnya lagi.
"Jin kei, lantai pertama ini isikan dengan buku kultivasi dan buku teknik tingkat rendah. Nanti kau komunikasikan dengan Tian An jing, dia bisa mengimpor buku itu dari para ahli cendikiawan." Sebagai pengingat, Jin kei menulisnya semua instruksi Qin yan. Setelah itu menuju kelantai kedua.
Dilantai dua ini, Qin yan memang bisa bertahan. Tapi jika ingin rileks, ia harus menggunakan perubahan iblis. Karena jika hanya mengandalkan tubuh biasa, ia bisa kelelahan. Tapi itu tidak terjadi, Yao chen membantunya untuk bertahan dengan menggunakan energi penghalang agar tidak teritimindasi oleh tekanan tersebut.
Lantai kedua ini, Qin yan menyuruh Jin kei untuk mengimpor buku kultivasi tingkat menengah serta teknik yang lebih tinggi. Lantai ketiga, kini dilengkapi kertas kondolisasi desain senjata dan kertas pola prasati tingkat rendah. Lantai keempat di sediakan senjata senjata penempaan tingkat tinggi serta buku kultivasi langka. Semuanya, setiap lantai akan disediakan barang barang yang akan menjadi kejutan untuk setiap orang yang memasukinya. Termasuk lantai kesembilan, dimana ada buku Kultivasi tingkat dewa dan senjara roh yang diambil dari cincin penyimpanan Qin yan sendiri. Sehingga menara ini, bukan hanya digunakan sebagai berkultivasi saja, tapi sebagai media mencari benda berharga. Bukankah itu menyenangkan?
Balai pertama telah selesai dibuat, balai kedua yaitu sebuah altar dimana ketika masuk didalamnya. Para murid akan dibawa area pelatihan. Area itu berisikan jiwa jiwa iblis untuk bertarung, konsepnya sama dengan Formasi jebakan di perbatasan selatan kerajaan Sunmoon. Jika dibunuh akan menghasilkan energi yang dapat menguntungkan. Tentunya, disini juga akan diisi harta karun tergantung dari setiap zona. Ada zona hijau, kuning, merah, sampai hitam, area yang sangat terlarang. Jumlah jiwa iblis yang dibunuh juga bisa ditukarkan dengan koin emas.
Balai ketiga, yaitu tujuh pilar yang dapat mengantarkan murid kedimensi lain. Dimensi virtual dimana isinya adalah dunia yang terbagi empat area, padang pasir, hutan belantara, salju es, dan lahan gunung berapi. Masing masing area ditempati oleh beast yang menjaga area tersebut. Para murid bisa memanfaatkan itu untuk melatih diri.
Masih ada dua balai lagi yang belum bisa dijelaskan, yang penting Qin yan telah berhasil menyelesaikan semua fasilitas fasilitas yang sudah ia rencanakan saat membangun akademi ini. Dengan ini, semua sudah beres. Besok, ia akan berangkat menuju kerajaan Zhong tian.
__ADS_1
"Jin kei, dua hari lagi pendaftaran akan ditutup maka tutuplah itu. Sekali tutup, maka pendafatarannya tidak bisa dibuka lagi. Bahkan jika keluarga bangsawan yang sangat terkenal yang meminta itu. Jika dia memaksa jangan segan segan. Besok aku akan berangkat kekaisaran Zhong tian, kuserahkan masalah akademi ini pada kalian. Hari peresmian akan dilaksanakan setelah aku kembali." Berkata Qin yan dengan serius, memandangi pemandangan akademi tersebut dia atas batu melayang dilangit. Dengan kedua tangan dibelakang, aura Qin yan bahkan bisa membuat keempat ahli tahap tersebut menunduk padanya.
"Baik!!."