
Ratu Es langsung menghentikan tindakannya, batal membunuh pria itu. Sebaliknya ia menatap kearah langit, dimana seorang master Sekte lembah Vermillion tengah menatapnya dengan dingin.
"Oh, Rong Qiyu. Jadi benar yah, kaulah dalang dibalik semua ini." Berkata Ratu es dengan auranya yang mendominasi.
Tapi master yang diatas hanya mengabaikannya. Malah ia lebih memilih memperhatikan Qin yan.
"Heh..! Dua tahun tak bertemu, rupanya kau tak lepas dari sifatmu yang membuat kekacuan." Tatap Master Sekte Lembah fermillion pada Qin yan dengan niat membunuh tinggi. Namun disamping Qin yan, Medusa malah balik menatapnya dengan tajam.
"Ooh... Jadi kau menemukan pedamping baru yang kuat yah." Berkata pria itu dengan tak senang ketika melihat aura Medusa yang sudah mencapai tahap Kaisar. Apalagi melihatnya begitu sangat muda, siapapun pasti iri karenanya.
Namun lebih dari itu, Medusa yang berdiri dibawah dengan jelas merasakan tekanannya yang kuat. Ia ingin menyerang, namun Qin yan malah memegang tangannya dengan senyuman lembut. Membuat hati Medusa menjadi tenang, sementara pria diatas malah menatap mereka dengan mata menyipit.
"Tch, dua tahun lalu setelah membunuh kekasihmu. Aku tak menyangka kau mendapatkan pengganti yang lebih baik." Senyumnya dengan penuh hinaan.
Mendengar itu, wajah Qin yan berubah menjadi jelek. Mengungkit tentang masa lalu yang kelam itu, membuat Qin yan tidak tahan untuk mendengarnya. Wajahnya hitam dan tangannya terkepal erat. Bahkan Medusa sendiri sampai menatapnya dengan alis berkerut.
Melihat Qin yan nampak terprofokasi, senyum licik terpancar di sudut bibir pria itu. Hanya saja, sebelum ia berbicara lagi, Ratu es sudah menyelanya duluan.
"Berani beraninya kau mengabaikanku, Jangan lupa Rong Qiyu, masih ada aku disini. Jangan lupakan masalah kita." Berkata wanita itu dengan penuh kebencian.
"Huh, padahal aku hanya ingin menyapa anak itu saja. Tapi kau benar benar tidak sabaran yah, baiklah kalau begitu akan kujawab pertanyaanmu yang tadi."
Mendengar perkataannya, wajah Ratu es terlihat lebih serius. Ia pun memperhatikannya dengan seksama.
"Sepertinya kau terlalu banyak salah paham, aku hanya ingin melihat bagaimana kuatnya mahkota legenda keluarga Fairy Ice Frozen. Padahal legendanya bahkan sampai ditelingaku." Ucap pria itu dengan santai, seolah tak mempunyai dosa apa apa.
"Ka-kau..." Mendengar itu, ratu Salju dibuat menggigil. Pria licik itu, dia menghindari masalah dengan alasan yang tidak masuk akal.
"Swoosh" Dengan cepat ratu Es langsung menyerang Rong qiyu.
"Aku jijik dengan namanya omong kosong." Berkata dirinya dengan marah.
Wajah pria itu juga hitam, namun bibirnya tetap tersenyum dan ekspresinya masih tenang sekali.
"Ratu Es, apakah hanya karna hari ini. Kau rela menyebabkan perang antara Sekteku dan sektemu?"
Perkataan Rong Qiyu membuat ratu es terhenti, membawa alasan perang hanya untuk menekannya. Benar benar sangat memalukan. Memikirkan itu, ia hanya bisa menggertakan gigi. Namun perkataannya ada tekanannya juga. Jika hari ini terjadi konflik, maka perang pun tak bisa dihentikan. Para murid murid sekte akan menjadi korban dalam perang ini, dan itu hanya akan merugikan saja. Tapi, apa yang terjadi hari ini membuatnya tidak terima. Ia sudah seperti dipermalukan, dan bahkan ia tidak bisa membalas sedikit pun.
Ratu Es tetap yang terdiam, membuat pria itu makin tertawa dalam hati. Segera, ia mulai mengeluarkan kata katanya yang lain untuk menekannya kembali.
"Prok prok prok" Namun ia tiba tiba terganggu dengan suara tepukan tangan dari Qin yan. Seolah olah ia habis menyaksikan sebuah drama.
"Wah wah, luar biasa sekali yah. Sang master sekte Lembah Vermillion terkenal sebagai pilar kebijaksanaan, ternyata mempunyai sisi menarik juga. Kata kata yang keluarkan tadi benar benar bisa menekan Ratu Es, aku dibuat terharu."
Pria itu jadi tak senang melihat tingkah Qin yan, sementara ratu Es selalu memperhatikan anak itu.
'Apa yang direncanakannya sekarang.' Batinnya dengan bingung.
"Hm..." Qin yan pergi mengambil mahkota ratu Air beserta batu spirit yang sudah terpisah. Memamerkannya dimata semua orang.
"Coba lihat ini, Mahkota ratu Air dari kerajaan Air. Dan Spirit Stone Golden dragon king dari kerajaaan Zhong tian. Hm... Kedua benda ini sangat terkenal loh, bahkan dijadikan benda paling berharga. Tapi, bagaimana yah jika mereka tahu kalau benda ini telah dicuri oleh orang dari sekte Lembah Vermillion." Ucap Qin yan sambil pura pura berpikir.
Namun perkataan itu membuat wajah Rong qiyu berubah sepenuhnya. Wajahnya menjadi sangat jelek, benar saja. Ia benar benar tidak pernah memikirkan hal sejauh itu. Bukti itu membuatnya tak bisa berpikir dengan tenang.
"Bo-bocah.. kau.." Ia pun hanya menggertakan gigi melihat permainan Qin yan.
"Apa? Mau menyangkal? Oh, tentu tidak bisa orang tua. Karna bukti nyata ada disini." Qin yan menuju kearah pencuri yang diikat oleh Ratu Es, menggenggan dagunya dengan kasar.
"Lihatlah wajah polos ini, dia terlalu dangkal seperti dirimu." Senyum Qin yan dengan penuh penghinaan ketika menatap Rong Qiyu.
"HARRRGGHH!!! Bocah! Akan kubunuh kau sekarang juga!!" Aura pria itu langsung meledak, ia langsung menuju kearah Qin yan. Ingin mencengkramnya.
Dengan panik, Medusa maju hendak menghalanginya. Namun sekali lagi Qin yan menghentikannya. Awalnya Medusa berpikir kalau otak Qin yan sudah bermasalah. Melihat ahli tahap Kaisar hendak menyerang, itu bukan perkara main main. Tapi, ia melihat wajah Qin yan yang hanya tersenyum percaya diri. Apa yang dipikirkan anak ini.
"BOOOMM" Ledakan pun terjadi, menghancurkan halaman depan istana. Medusa dan orang orang yang ada disana jadi terpental.
"Qin yan!!" Teriak Yun zhi dan Qing zhu bersamaan.
Namun dari gumpalan asap tersebut, malah Rong Qiyu yang terlempar keluar. Ia mendarat dengan luka didada, memuntahkan seteguk darah segar. Membuat semua orang dibuat terkejut oleh hal tersebut. Dari debu yang mengepul, Qin yan pun keluar dengan santai tanpa menderita luka apapun.
"Apa kau bodoh atau pikun? Kau sendiri tahu, kalau tubuhku berisi Segel buatan kalian. Jejak sidik jari kalian ada di perutku, dan kau tahukan apa syarat penyegelan ini? Aku tidak bisa menyerang orang yang sudah menyegelku, begitu pula dengan kalian yang tak bisa menyerangku pula sampai perjanjian kita terselesaikan. Apa kau benar benar lupa tentang itu, otak udang?"
__ADS_1
Mendengar itu, Rong Qiyu hanya menggigil dengan kemarahan yang membara. Ia terdiam seribu bahasa.
"Dasar bocah licik." Berdecak mulutnya dengan penuh kemarahan.
Tapi Qin yan hanya menggeleng mendengar caciannya.
"Bukan licik, tapi ini karma. Apa yang kau rasakan itu adalah apa yang dirasakan Ratu Es sebelumnya." Perkataan Qin yan membuat ratu Es berbalik padanya, ia menatap anak itu dengan wajah yang tidak percaya. Benar saja, melihat keadaan Rong Qiyu. Ia benar benar terperangah, Qin yan mampu membalas sesuatu yang tidak bisa ia lakukan.
Tadi, ia benar benar sangat marah dengan tindakan gelap yang dilakukan Rong Qiyu. Namun ketika pria itu mengeluarkan kata perang untuk menekannya, membuat tak bisa apa apa. Ia berpikir dua kali, kalau yang namanya perang antar sekte. Jika itu terjadi maka tidak akan ada gunanya, bahkan sekte lain akan menggunakan kesempatan ini untuk merebut sektenya yang tengah sekarat karena perang tersebut.
Apalagi ia mempunyai banyak saingan musuh dari sekte lain, bahkan diantaranya yaitu Sekte Racun dan Sekte Darkdemon. Memikirkan itu, ia hanya bisa memendam rasa amarahnya dalam dalam. Berniat untuk tidak mengeluarkannya. Namun disaat ia putus asa, seorang bocah cerdik berhasil melempar batu yang sama dengan pada orang itu. Yang bahkan tidak pernah ia bayangkan, kalau Rong Qiyu juga bahkan memendam amarahnya dalam hati.
'Dia benar benar anak yang berbeda. Pemikirannya jauh diatas ekspetasi semua orang.' Tatap Ratu Es dengan kagum, kali ini tatapan matanya berubah menjadi sayu melihat wajah Qin yan. Namun tiba tiba ia menampar dirinya sendiri karena telah berpikir yang tidak tidak.
'Yuechan! Apa yang kau pikirkan, dia hanya seorang bocah. Kau terlalu terkesan padanya.'
Suara tamparannya bahkan membuat semua orang berbalik padanya. Menatapnya dengan heran tanpa ia sadari.
Rong Qiyu juga yang awalnya menatapnya, kini kembali menatap Qin yan dengan penuh kebencian.
"Begitu rupanya, aku tak bisa menyentuhmu. Tapi jangan harap keluargamu bisa lolos dariku, aku akan mencarinya keseluruh penjuru dunia ini."
Mendengar itu, Qin yan hanya tenang tenang saja. Namun sebenarnya ia sedikit tertegun, pria ini lebih hina tidak kalah dari atau Han genyu. Bahkan perkataannya saja lebih mirip dengan kata kata Kaisar Dewa sage. Memikirkan itu ia sebenarnya lebih tidak tenang, namun saat ini bukan waktunya untuk emosi.
"Wah wah, Master yang dikenal bijaksana malah melakukan tindakan memalukan. Apakah tidak takut reputasinya akan hancur." Qin yan memaksakan senyumnya.
"Reputasi? Hehehe... Hahaha..." Mendengar itu, Rong Qiyu jadi tertawa seperti orang gila.
"Dari awal reputasi itu hanya gelar saja, memangnya kenapa! Siapa yang bisa menghentikanku atau mengaturku. Kau pikir dirimu jauh lebih baik dariku?" Tunjuknya dengan tajam pada Qin yan.
'Ukh... pria ini tidak waras.' Batin Qin yan dengan lesu.
"Dengar baik baik yah. Aku tidak main main, aku akan....."
"SUDAH CUKUP!!!" Belum lagi pria tua itu melanjutkan ucapannya. Yun zhi yang tengah bercadar jadi maju didepan Qin yan. Wajahnya penuh dengan emosi, tampaknya ia benar benar sangat marah dengan ucapan Rong Qiyu tadi.
"Kalian pikir bagus menggunakan keluarga yang tidak bersangkutan untuk menekan musuhmu? Apa kau tidak malu?" Teriaknya. Qin yan sendiri bingung mengapa gadis ini bisa mempunyai keberanian untuk ikut campur dalam masalah yang besar ini.
Perkataannya, membuat Yun zhi mengepalkan tangannya dengan erat. Ia tak segan segan menatap pria itu dengan tajam.
"Jika kau berani mengatakan kalau kau menekan keluarganya lagi, maka kau akan berurusan dengan Sekte Bunga."
"Hah!!!" Semua jadi terkejut dengan perkataannya. Qin yan, Ratu Es, Ratu Medusa, Ratu salju, bahkan para murid murid sekte Menara es Suci dan penonton lain yang mendengar itu jadi terbelalak. Apa yang dilakukan gadis ini, secara sembrono membawa sektenya dalam konflik ini. Bukankah ini tidak ada hubungannya dengan mereka.
"Eeerrr... Maaf, sepertinya anda sudah salah bicara. I-ini bukan masalah sepele loh, kau bisa menyesalinya. Anda seharusnya tidak melakukan itu untuk orang tak dikenal. Kau juga tidak ada hubungannya dengan in...." Berkata Qin yan dengan pelan, namun ia hanya mendapat tatapan tajam dari gadis itu.
"Bisakah kau diam sebentar, salah satu hal yang paling aku sesali adalah tidak bersamamu disaat kau dalam keadaan terpuruk waktu itu."
"Apa!" Qin yan terkejut bukan main sekali lagi, mendengar perkataannya, ia pikir sudah ada yang salah telinganya. Namun dari belakang, matanya kemudian membesar. Astaga, kenapa ia tidak menyadari hal ini. Cadar itu, mengingatkannya pada seseorang. Namun ia tidak menyangka kalau akan banyak perubahan pada gadis ini. Dari rambutnya yang memendek, dikuncir dibelakang. Serta lambang yang berbeda didahinya, membuatnya jadi tidak mengenalnya. Tapi siapa lagi yang berani membantunya bahkan mengeluarkan perkataan seperti ini selain gadis itu.
"Yu-yun Zhi!!" Ucap Qin yan dengan gagab. Mata master sekte lain juga membesar mendengarnya.
"Yun zhi murid Yang Qinying kah, aku sudah mendengar namamu. Siapa sangka kalau bocah itu memprovokasimu juga, benar benar bocah nakal." Walaupun perkataan Rong Qiyu nampak iri, namun perkataan itu serasa menusuk Qin yan dalam dalam. Mata Medusa berkilauan dengan niat membunuh dari belakang, bahkan membuat punggung Qin yan jadi berkeringat dingin.
'Hah? Ternyata bukan satu dua yah?' Batin Ratu Es sambil menggelengkan kepalanya. Kekagumannya pada Qin yan kini hilang sepenuhnya, ia pun mulai memandang Qin yan seperti pria lain.
"Tapi, meskipun kau membawa bawa nama Mastermu kesini. Memangnya apa yang bisa dia lakukan." Senyum pria itu dengan penuh hina. Tidak lama setelah ia berbicara, wajahnya tiba tiba terkejut. Akar hijau muncul dan langsung mengarah kearahnya, hendak melilitnya namun pria tua itu berhasil menghindarinya dengan mudah. Meskipun begitu, satu goresan muncul di wajah Rong Qiyu, mengeluarkan tetesan darah.
"Kau jangan meremehkanku Rong Qiyu, apa yang tak bisa aku lakukan disaat muridku berada dalam masalah." Seorang wanita cantik muncul didepan Yun zhi, berambut Ungu pendek, dengan hiasan bunga anggrek disamping kepalanya. Meskipun ia berumur seratus lebih, namun kecantikan dan tampilannya yang seksi membuatnya jadi seperti wanita dewasa yang begitu menggoda. Membuat semua pria menjatuhkan air liur ketika menatap bentuk tubuhnya yang indah.
Lady Femini ungu, sebutan untuk wanita ini. Tatapannya dingin mengarah ke Rong Qiyu yang tengah berdiri diudara. Sejenak ia berbalik pada Yun zhi dibelakang, mulutnya berdecak dengan penuh kekesalan.
"Hmph... Gadis kecil." Mendengar itu, Yun Zhi pun menunduk dengan wajah memerah. Kemudian wanita itu berbalik pada Qin yan dengan tajam.
Melihat Master sekte bunga yang menatapnya seperti itu, Qin yan juga memalingkan matanya sambil berpura pura bersiul. Bibir wanita itu bergerak pelan, memarahi Qin yan.
"Bocah nakal." Qin yan yang mendengar itu hanya pura pura tidak mendengar apapun. Kemudian mereka berbalik pada Rong Qiyu yang juga tengah diambang kemarahan.
"Yan Qinying kau...." Auranya menyebar sekali lagi, Ratu Es dan Master sekte bunga hendak mengeluarkan auranya juga. Namun Xiao Xin er juga datang mengacau.
"Kau mau apa sekarang hah? Sudah ketahuan mencuri tapi masih mau membuat masalah." Seorang pria berjalan kedepan, perlahan ia pun berubah menjadi gadis elf berumur 17 tahun. Tatapan matanya tajam menatap pria itu.
__ADS_1
Semua orang kembali terkejut dengan kemunculannya, namun tidak untuk Qin yan yang sudah sesak napas akibat niat membunuh tinggi oleh dua ahli tingkat Kaisar. Master sekte Bunga dan ratu Medusa menatapnya dengan mata berkilau baik didepan maupun dibelakang.
'Apa! Situasi macam apa ini?' Batin Qin yan penuh keringat.
"Hei hei, kalian jangan salah paham dulu. Dia tidak ada hubungannya denganku." Ia pun berusaha menenangkan mereka. Membuat mereka bertiga berbalik dengan tak senang.
'Eh, apa apaan hawa dingin ini?' Tak sadar pula, Qin yan berbalik kearah murid Sekte Es menara suci yang ada diudara. Betapa terkejutnya dia lagi, ketika ia melihat Qing zhu menatapnya dengan dingin.
'Apa! Sejak kapan dia disana?' Batin Qin yan dengan ternganga melihatnya. Rupanya gerak geriknya sudah diawasi dari tadi. Apalagi ratu Es, wanita itu seperti ingin memakan Qin yan saja.
''Hei, berapa sebenarnya wanitamu.' Diam diam Medusa mengirimkannya telepati. Membuat bulu kuduk Qin yan berdiri.
"Anu, ayolah ini hanya kebetulan saja kita bertemu disatu tempat.." Jawab Qin yan dengan penuh keringat, ia semakin canggung dengan situasi ini.
Dari kejauhan juga, Qing Zhu terus memerhatikannya. Memikirkan itu, ia langsung memalingkan wajah tak perduli.
'Oh, aku tak pernah melihat Qing zhu cemburu seperti ini.' Batin senior disampingnya.
Kembali kesituasi awal, Rong Qiyu menatap Xiao Xin er dengan penuh kemarahan.
"Lancang sekali kau, jangan mentang mentang kau itu dari ras Elf, kau bisa membuat kekacauan seenaknya." Teriaknya dengan keras.
"Oh... siapa yang kau tuduh pembuat kekacuan hah?" Dalam sekejap, tanah pun retak. Menurun kebawah, seperti adanya gravitasi kuat. Tapi itu adalah tekanan menakutkan dari seorang ahli tingkat Semigod. Yah, begitu menakutkannya sampai sampai Rong Qiyu terbering diatas tanah, berteriak kesakitan tanpa ada kesempatan untuk bangun.
'Tingkat Semigod?' Itulah dipikiran semua orang, bagi ketua sekte yang berada ditingkat Kaisar. Mereka semua jadi berkeringat, karena level ini tidak bisa mereka singgung begitu saja. Itulah alasan mengapa kesepuluh sekte menjadikan Sekte Perlees sebagai pemimpin mereka karena tingkatan mereka kebanyakan sudah bertahap ditingkat dewa. Jika dilihat dari sudut manusia biasa.
Seorang ratu Elf pun muncul perlahan dilangit, begitu megah hingga semua manusia seperti ingin bersimpuh kepadanya. Tidak lama ia muncul, ahli ahli lainnya juga muncul. Zhou weiqing, salah satu istrinya Wu yuehan tingkat Semigod, Salah satu dari tiga bersaudara Sangguan dari sekte Hamparan surga, Sangguan Tianyue. Dan terakhir, ratu Air yang juga mendatangi konflik tersebut.
"Ka-kalian...." Ucap ratu es dan master sekte bunga dengan gagab. Mereka pun tanpa sadar jadi menunduk.
"Aaah... jadi ini dalangnya kekaucauan di ulang tahun putraku." Berkata Weiqing dengan tatapannya tertuju pada Rong Qiyu.
'Sudah kuduga, kalau itu dia.' Batin Sangguan Tianyue yang juga melirik Rong Qiyu.
"Bu-Buk-kan Be-gi-tu Lord. A-ku bi-sa men-je-las-kan-nya." Ucap Rong Qiyu susah payah dibawah sana. Namun sayangnya, ia sama sekali tidak dihiraukan oleh Weiqing. Pria itu malah mencari keberadaan Qin yan kesana sini.
"Kekacuan sebesar ini, biar kutebak. Dia juga pasti ada disini." Gumamnya sambil menatap ratu es dan master sekte bunga. Namun ketika melihat kebelakang, barulah matanya membesar. Dalam sekejap, ia tiba tiba muncul didepan Qin yan.
"Sudah kuduga! Kau pasti ada disini, kenapa kau ada dimana mana!! Setiap ada kau, pasti ada kekacauan besar. Kau ini bocah!!" Teriak Zhou weiqing sambil menoki kepala Qin yan.
"Tok" Ketukan itu begitu keras, hingga tonjolan besar muncul dikepala Qin yan.
"Akh... sakit! Apaan kau ini pak tua, kenapa kau datang tiba tiba dan langsung memukul kepalaku?" Teriak Qin yan dengan marah.
"Memangnya kenapa, kau bahkan tidak menghadiri acara ulang tahun anakku. Malah pergi setelah membuat kekacauan!!"Zhou Weiqing menoki kepala Qin yan sekali lagi, membuat dua benjolan besar muncul dikepala anak itu.
"Kau ini... Sudah kubilang kan, aku sedang mengejar pencuri bukan membuat kekacauan. Apa apaan kau ini..." Qin yan berdiri, langsung menoki kepalanya. Membuat semua orang langsung terkejut bukan main. Walaupun mereka seperti bermain layaknya anak anak, tapi siapa juga yang berani memperlakukan legenda kuat seperti itu.
"Jika tidak ada pencuri, aku pun dengan senang hati menghadiri acara itu." Teriak Qin yan.
"Brens*k kau."
Disaat mereka bertengkar, semua orang memandangnya dengan penuh keringat. Bahkan Sangguan Tianyue sampai berbatuk berkali kali.
"Anak itu, tidak bisakah ia menjaga imagenya didepan umum." Gumamnya ketika melihat Weiqing malah bertengkar dengan anak kecil.
"Tidak apa paman, biar aku yang urus ini." Istri Weiqing, Wu yuehan jadi mengkretekan jari jarinya yang kaku. Kemudian tiba tiba muncul dibelakang Qin yan dan Zhou weiqing.
"Plak plak" Satu tamparan didapatkan masing masing diwajah kiri mereka, lima tangan merah terpampang jelas di wajah Qin yan dan Weiqing.
"Tingkah kalian seperti anak anak, tidakah kalian malu?" Berkata dirinya dengan kesal.
"Maaf." Semua orang dibuat kaget sekali lagi, Qin yan dan Weiqing secara spontan mengucapkan kata maaf bersama sama. Pertunjukan apa ini? kenapa tingkah mereka seperti anak anak.
Sebenarnya bukan niat Qin yan melakukan hal memalukan ini, tapi ia juga tak bisa menunjukan niat membunuhnya pada orang ini sekarang. Karna didepannya adalah orang terkuat dialam ini, maka dia tidak bisa sembarangan menyinggungnya. jika itu menjadi pendukung, maka Qin yan benar benar beruntung daripada menjadikannya musuh yang akan menghambat perkembangannya dimasa depan.
Setelah mereka ditampar, orang lain didekat mereka malah menggelengkan kepala dengan heran. Qin yan dan Weiqing hanya diam seribu bahasa. Tapi setelah beberapa saat kemudian, Auara Weiqing yang sangat mendominasi akhirnya muncul. Kini gantian mereka yang terdiam, suasana yang awalnya ribut kini menjadi hening. Weiqing perlahan berjalan kearah pria yang diikat oleh ratu Es.
"Jadi, mari kita kembali kepermasalahan awal. Jelaskan apa motif kalian mencuri benda berharga kami?" Ucapnya dengan dingin menatap pria tersebut dengan sedikit tekanan.
***********
__ADS_1
Minal faizin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Selamat merayakan hari raya idul fitri. Saya benar benar minta maaf, dua hari ini author benar benar sibuk menyiapkan persiapan perayaan kemenangan kami. Sampai akhirnya tak sempat untuk mengupdet cerita ini.