
"Kau sudah bangun? Hhffh.... Aku sudah menunggumu begitu lama."
Tiba tiba Ma Quin mendengar seseorang berbicara disampingnya. Suara itu tidaklah asing, ketika berbalik, ia mendapati Fi Ang tengah terduduk dengan posisi tangan tergantung dan terlilit tali perban.
"Fi Ang! Bag-bagaimana mungkin! Apa yang terjadi padamu?" Tanya Ma Quin dengan mata terbelalak.
Sementara Fi Ang hanya menghela napas panjang.
"Sebaiknya kau periksa dulu tubuhmu. Apa kondisimu sudah membaik?"
"Ya. Sekarang coba jelaskan apa sebenarnya yang terjadi?" Ma Quin bertanya dengan tidak sabar. Sejenak, ia melihat sebuah kesedihan dan kekecewaan Dimata Fi Ang. Meski begitu anak itu tetap memberi tahu apa yang terjadi.
"Tepat setelah kau pingsan, aku yang sedang mati matian bertarung melawan Lin Fin, tiba tiba dihadang oleh Qian Yan. Aku tidak tahu kenapa, tapi mata merahnya itu adalah alasan mengapa kita ada disini. Meskipun aku menggunakan elemen tanah atau jurus rahasia bonekaku. Tetap saja, pria itu menemukan celah kelemahan ku. Dia juga berhasil mematahkan satu tanganku." Pria itu bercerita dengan menghela napas berat, ia kemudian menatap Fi er dan Gao lu yang terbaring disampingnya.
Mereka berdua cukup mengalami luka serius, tubuh fi er dimasuki beberapa racun dan butuh waktu untuk dihilangkan. Sementara tubuh Gao lu juga dimasuki beberapa butir pasir dan keadaannya sekarang masih belum sadar.
"Tidak kusangka kerajaan kita benar benar akan mengalami kekalahan seperti ini. Ini benar benar kalah telak." Ma Quin juga menghela napas, cerita Fi Ang tadi membuatnya cukup terpukul dan merenung. Ternyata kekuatan kelompok Qin Yan tidaklah selemah yang dia bayangkan.
Sekarang nasibnya tergantung pada kesempatan kedua, karena dalam babak penyisihan ini. Masih ada kesempatan untuk maju kedalam 16 besar dengan cara mengalahkan para kelompok yang kalah lainnya.
Tiba tiba salah satu teman mereka masuk kedalam kamar.
"Tuan Fi, nona Ma. Aku mendapatkan informasi, setelah ini kita akan bertarung melawan kerajaan Nerta."
Mendengar laporan itu, Ma Quin mengangguk pelan.
"Baiklah, persiapkan diri kalian. Mungkin kami belum bisa bertarung karena keadaan kami yang belum pulih. Kami akan berharap pada kalian berenam."
********
Stadion tempat duduk para penonton.
Qin Yan sendiri tengah berdiri santai menonton pertarungan. Setelah kemenangan mereka diumumkan, dia sama sekali belum mempunyai keinginan untuk pulang. Lebih tepatnya, ia masih ingin menonton beberapa pertarungan kelompok lain.
Dan saat ini ia tengah menonton kerajaan Feili melawan kerajaan lain, disusul kerajaan Angin salju melawan kerajaan Angin barat. Dalam pertarungan, kerajaan Angin salju pernah mengalami kekalahan ketika melawan salah satu kerajaan kuat, yaitu kerajaan Dark Clife. Kerajaan itu sendiri sepertinya berada dibawah naungan salah satu sekte, dan Qin Yan berasumsi kalau kerajaan itu adalah bawahan sekte Darkdemon.
Oleh karena itu, dalam babak pertarungan ini mereka mempertaruhkan segalanya. Hasilnya, Yuisha mengalami luka parah dan dua anggota mereka tewas saat dipertarungan. Untungnya, Xing Yun berhasil berupaya untuk melanjutkan pertarungan. Dan akhirnya mereka mengalami kemenangan.
Setelah pertarungan mereka, kali ini disusul oleh pertarungan lain yaitu kerajaan Great gun melawan kerajaan Geritimo.
Qin Yan menyipitkan mata saat melihat anggota kerajaan Great gun, ternyata ada seseorang yang ia kenal disana. Xuan ziwei, anak yang pernah Qin Yan temui dikerajaan Air. Meskipun awalnya ada beberapa salah paham, pada akhirnya ia membantu mencari keberadaan kalung batu giok miliknya.
Sepertinya ia akan bertarung dalam pertarungan ini.
Ketika Qin Yan sedang asik menonton, Jung Kyun yang tadi juga sedari tadi menonton tiba tiba berseru kaget.
__ADS_1
"Bukankah dia Hu Bai?" Tunjuk anak itu dengan kagum.
"Hu Bai?" Lin Fin dan Qin Yan bertanya bersama sama, mereka menatap Jung Kyun dengan penasaran. Sebagai tanggapan, Jung Kyun mengangguk semangat.
"Ya. Hu Bai adalah seorang pendekar pedang kembar, semua anggota kerajaan Great gun ini adalah para pendekar pedang. Selain Hu Bai yang begitu terkenal, Ba Dai juga cukup ganas diantara mereka. Dia mempunyai pedang tumpul yang dikenal Blade Counter. Hanya saja, dibanding Hu Bai, Ba dai masih kalah dalam reputasi. Pasalnya, Hu Bai adalah salah satu dari sepuluh Jenius surgawi."
Mendengar kata jenius surgawi langsung membuat Qin Yan tertarik. Kata kata itu pernah ia dengar disuatu tempat, dan jujur saja. Tidak orang yang tidak penasaran ketika mendengarnya.
"Bisakah kau jelaskan? Apa itu jenius surgawi?" Tanya Qin Yan.
Jung Kyun kembali mengangguk, kali ini wajahnya sangat bersemangat.
"Sepuluh Jenius surgawi adalah sepuluh orang terkuat yang sangat dihormati. Biasanya mereka adalah orang meraih reputasi di turnamen ini. Bukan hanya kuat, semua orang mengangguminya dan memberikan julukan masing masing. Seperti Hu Bai, dia dikenal sebagai pendekar pedang Kembar."
"Ooooh..... Sepertinya mereka memang bukan orang biasa. Kalau kita mendapatkan julukan itu, reputasi kita akan meningkat pesat kan?" Tanya Lin Fin dengan begitu semangat dan penuh kekaguman.
"Tentu saja." Jung Kyun juga seperti itu.
"Jadi, apa kau tahu siapa saja yang dianugerahi jenius surgawi itu?" Tanya Qin Yan serius.
Jung Kyun mengangguk sejenak, ia kemudian memperlihatkan sebuah catatan dari sakunya.
"Aku mendapatkan informasi terpercaya, 99% mungkin benar adanya. Sepuluh Jenius surgawi sudah tertulis disini." Jung Kyun menyerahkan catatan itu pada Qin Yan. Dengan penuh keseriusan Qin Yan membaca daftar nama tersebut. Yang paling membuatnya tertarik, bukan hanya sekedar nama. Tapi Jung Kyun bahkan mencatat latar belakang bahkan gambar mereka sudah tersedia.
Diantara banyaknya daftar nama, Qin Yan mulai melihat dari bawah. Diantaranya yaitu,
Fang Bei
Rong gui
Shi Jang
Gei sha
Mong Yi
Zhang Lizian
Gu Yimbing
Ling Qingzhu
Zhi yunzhi.
__ADS_1
Qin Yan membaca keseluruhan daftar tersebut, perhatiannya tertuju pada dua orang gadis. Yaitu Lin QingZhu dan Zhi yunzhi yang berada diperingkat pertama dan kedua. Entah kenapa hal itu sendiri membuat Qin Yan terkejut. Jadi ia bertanya pada Jung kyun lagi.
"Zhi yunzhi ini bukankah umurnya sekarang 26 tahun yah. Apakah daftar namanya masih berlaku?"
"Tentu saja, semua daftar nama ini adalah daftar nama 10 jenius di turnamen sebelumnya. Meskipun kebanyakan para peserta lainnya sudah berumur lebih 25 tahun, tapi nama mereka masih terpampang didaftar nama ini. Fungsinya agar generasi muda bisa mengetahui nama mereka. Tapi, apa kalian sudah dengar berita terpanas saat ini?"
Qin Yan dan Lin Fin saling berpandangan, kemudian mereka menggelengkan kepala.
"Apa itu?"
Jung Kyun pun menjawab. "Katanya, posisi 10 daftar jenius surgawi ini akan segera diganti. Aku dengar ini berkaitan dengan berpastisipasinya putra putri legenda Zhou weiqing. Ditambah terkenalnya anda, posisi turnamen tahun ini akan sangat menegangkan."
"Ooooohh..." Qin Yan dan Lin Fin mengangguk bersama sama. Kemudian mereka mendapati orang orang tengah menatap mereka dengan aneh. Hal itu membuat Qin Yan tidak nyaman, segera mereka meninggalkan tempat itu.
"Ayo kita pulang." Qin Yan menarik mereka semua, kali ini Yao Chen datang mendekat. Seperti biasa, ia akan menjadi penjaga bagi sosok yang membututi mereka.
Setelah keluar stadion, Qin Yan yang tengah pulang bersama teman temannya, tiba tiba didatangi oleh dua orang asing. Salah satunya orang yang Qin Yan kenal baru baru ini.
"Kita bertemu lagi anak muda, sudah kedua kalinya." Senyum pria itu membetulkan kaca mata dimata kanannya.
"Kau lagi? Apa maumu? Apa kau tidak bosan kehabisan uang waktu itu?" Ejek Lin Fin disamping. Pria didepan mereka adalah seorang anak kaya yang pernah menantang Qin Yan taruhan waktu itu. Namun hasilnya, pria itu bangkrut dan ia pun melarikan diri. Siapa yang menyangka pria itu kembali dan kali ini membawa seseorang. Makanya Lin Fin tidak tahan untuk menghinanya.
Mendengar cibiran anak itu, pria tersebut hanya tersenyum ramah. Ia sama sekali tidak menghiraukan Lin Fin, tapi tatapannya tetap tertuju pada Qin Yan.
"Baiklah, karena ini adalah pertemuan kedua kita. Ijinkan aku memperkenalkan diri, namaku Lin chinmi. Aku adalah pengusaha bangsawan yang mempunyai beberapa usaha yang cukup terkenal. Karena dipertemuan kita yang lalu, tampaknya tidak ramah. Maka ijinkan aku memperbaiki hubungan kita." Senyum pria itu mengulurkan tangannya kearah Qin Yan.
"Senang bertemu denganmu tuan Lin, namaku Qian Yan. Aku bertanya tanya apa yang membuat tuan Lin datang menemuiku seperti ini." Qin Yan juga tersenyum menjabat tangan pria itu.
"Hahaha.... anda memang anak yang cukup cerdas tuan Qian. Mari ku perkenalkan, ini adalah temanku, Syu Dengqi. Dia adalah pembisnis yang cukup berpengaruh di kota ini."
Qin Yan melirik pria paruh baya disamping Lin chinmi setelah pria itu memperkenalkannya. Kemudian pria paruh tersebut juga mengulurkan tangannya seraya tersenyum ramah.
"Salam kenal tuan Qian, aku sudah banyak mendengar cerita anda dari tuan Lin. Bagaimana pun anda sepertinya mempunyai beberapa keistimewaan. Sehingga tuan Lin waktu itu kalah taruhan dengan anda. Hehehe.... Maafkan saya membicarakan masa lalu. Saya sadar tidak sopan kita berbincang bincang disini. Kalau anda berminat, maukah anda mengikuti kami untuk meminum teh bersama?" Tawar pria paruh baya itu dengan sangat ramah. Hal itu tentunya membuat Qin Yan sedikit tersanjung. Meskipun dia sendiri mempunyai beberapa kecurigaan pada mereka. Namun, melihat kesopanan mereka, Qin Yan merasa tidak enak untuk menolak permintaan orang ini.
"Hahaha.... tidak perlu meminta maaf tuan Syu. Masa lalu memang sudah biasa untuk dibicarakan. Mengenai minum teh bersama, sepertinya itu ide yang bagus. Tapi kalau saya boleh bertanya, tempatnya dimana?"
Setelah mendengar pertanyaan Qin Yan, kedua pria tersebut saling memandang. Mereka mengangguk dengan semangat, dan bahkan penuh senyuman. Entah itu senyuman sinis atau senyuman biasa saja. Tapi yang penting, Qin Yan merasa cukup tertarik untuk mengetahui apa rencana mereka.
"Aku tahu dimana tempat yang cocok untuk meminum teh tuan. Kalau begitu, mari ikut kami."
Qin Yan pun meminta ijin pada teman temannya, meskipun mereka agak ragu pada kedua orang itu. Tapi Qin Yan meyakinkan, semuanya akan baik baik saja. Alhasil, ia pun mengikuti kedua pria tersebut.
Setelah Qin Yan pergi, beberapa orang yang tengah membuntuti mereka. Kini mulai menampakan diri, melihat kelompok Qin Yan yang berjalan pulang sendiri. mereka langsung menghampirinya. Namun sebelum itu, ada beberapa master yang memanggil Yao Chen agar mengikuti rapat penting. Hingga kelompok tersebut hanya tinggal sendiri.
__ADS_1
"Bagus, mari kita bergerak!"