LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Kekacauan kota surga (7)


__ADS_3

Enam pilar raksasa bangkit dari tempat berbeda dialam Cermin. Pilar yang begitu tinggi, besar, permukaannya dipenuhi tulisan tulisan kuno. Begitu agung.


Enam pilar memancarkan cahaya sesaat dan formasi array muncul dipermukaan tanah.


"Hah!" Gei Sha yang melihat itu jadi tercengang. Ia berada tepat ditengah tengah jangkauan wilayah pilar tersebut. Dia memandangi pilar roh disekitarnya dan tidak tahan untuk mengutuk Qin Yan dengan mata yang marah.


"Semuanya! keluar dari jangkauan pilar sekarang!"


Qin Yan menyampaikan pesan telepati kepada teman temannya yang berada didekatnya. Dan tentu mereka semua langsung meninggalkan Qin Yan tanpa ragu.


"Awasi dari luar. Jangan biarkan mereka menghancurkan pilar ini."


Qin Yan kemudian mulai membuka segel pilar yang akan segera aktif. Gei Sha yang tak tenang sejak tadi akhirnya mulai memberontak.


"Kau sialan!! Apakah kau pikir mainan ini bisa menghentikanku?"


Ia melompat dan langsung menerjang Qin Yan yang masih dalam kondisi fokus. Qin yan yang hendak diserang malah membuatnya tersenyum. Memandangi Gei Sha dengan penuh penghinaan.


"Kenapa kau begitu percaya diri? Kita belum mencobanya kan?"


Segel formasi berhasil terbuka dan masing masing pilar langsung mengeluarkan cahaya. Cahaya tersebut ditembakkan kearah Gei Sha dan pria itu langsung melemas.


Tatapan Qin Yan menjadi tajam seolah itu adalah sebuah kesempatan. Ia melesat dengan cepat dan menghantam Gei Sha yang masih melemah selama beberapa detik. Bahkan jika dia terpental pun, dia bagaikan makhluk menyedihkan yang kekuatannya dilemahkan.


Roh beast diluar yang tengah berperang melawan prajurit bayangan Qin Yan langsung bereaksi. Mereka tiba tiba langsung menyerang pilar, berusaha menghancurkannya. Untungnya ada Weisi dan lainnya yang berusaha menjaga setiap pilar. Pertarungan mereka juga tak bisa terhindarkan. Meskipun para roh beast itu begitu kuat, mereka juga tidak menyerah dan berusaha bertahan. Membeli waktu sebanyak mungkin untuk Qin Yan yang bertarung didalam.


"Ptank. ptank. Ptank."


Qin Yan mulai menyerang Gei Sha tanpa henti. mahluk malang yang sudah melemah tersebut hanya bisa berusaha menangkis setiap pedang yang berusaha melukainya. Meski begitu, fisik dan kondisi Gei Sha bukanlah sesuatu yang mudah untuk dikalahkan.


Sampai akhirnya, cahaya pilar mulai ditembakan lagi. Gei Sha tentu terkena cahaya itu. Kali ini, bukan cahaya pelemah. Yakni cahaya penghancur, yang mampu melukai tubuh Gei Sha.


"AAAAARRRGGH...!!" Gei Sha berteriak menahan rasa sakit. Qin Yan tidak melewatkan peluang tersebut. Ia melesat dan langsung menusukan pedang tepat ditengah dada Gei Sha.


"Slash" Bunyi suara pedang menembus dada terdengar jelas. Gei Sha memuntahkan darah sambil menatap Qin Yan. Dia masih bisa bertahan dari tusukan itu. Seolah tusukan itu bukan apa apa baginya.


"Brak" Tanpa diduga, Tang Liu terhempas kedalam jangkauan pilar. Akibat serangan para roh beast yang kuat, Tang Liu yang masih lemah tidak bisa menahannya. Qin Yan terkejut. Saat pandangannya teralihkan ke arah lain, Gei Sha yang sudah terluka diam diam tersenyum. Tangannya dengan cepat mencengkram Qin Yan dan memberi serangan balasan.


"Ukh..." Untungnya Qin Yan dengan cepat menyadarinya, ia berusaha menahan tangan Gei Sha yang hendak melukai Tang Liu.


Bukan menyerangnya, sebaliknya Gei Sha malah menyerang orang terdekat Qin Yan. Dia benar benar licik, karena mulai mengenali sifat dan kepribadian Qin yan. Gei Sha mulai tahu, kalau hal yang membuat anak ini menderita bukanlah mengalahkannya atau membunuhnya. Namun, dengan membunuh teman teman terdekatnya. Anak ini sudah sangat terpukul.


Itu jelas sekali. Qin Yan tidak pernah meragukan kekuatannya. Sekali pun ia kalah, ia tidak akan menyesal. Hal yang membuatnya menyesal adalah kehilangan teman temannya seperti dikehidupan sebelumnya.


Menghentikan serangan Gei Sha, membuat Gei Sha semakin yakin. Makhluk itu tersenyum seolah memahami Qin Yan. Ia melesat dengan cepat menuju Tang Liu.


Tepat sebelum dia datang, Xie Xie menggunakan kecepatannya yang mengerikan. Mengambil Tang Liu, dan membawanya pergi.


"Bocah!" Sekali lagi, Gei Sha kesal dengan tingkah mereka. Namun sebelum ia menyerang, Qin Yan sudah sampai dan berhasil menghadangnya.


"Cih!" Bibir Gei Sha hanya bisa mendecak tak senang.


"Hei, sifatmu yang pengecut sudah keterlaluan."


"Huh!" Mata Gei Sha membelalak saat melihat Qin Yan menghilang. Dia pun mundur waspada, nalurinya mengatakan kalau dia saat ini dalam bahaya.


"Siung!" Benar saja, Qin Yan sudah muncul disampingnya. Dengan kembali memasuki perubahan iblis kedua dan gerbang ketiga.


"Bukh" Qin Yan menendangnya, tapi Gei Sha berhasil menangkis. Meski begitu, Gei Sha tetap terpental.

__ADS_1


Gei Sha yang berguling guling ketanah, akhirnya berhasil mendapatkan keseimbangan. Hanya saja, baru saat ia bisa mendapatkan ketenangannya. Qin Yan sudah berada diatasnya dengan kakinya yang sudah terangkat.


"BOOM" Tanah menjadi retak, dan Gei Sha merosot kedalamnya dalam keadaan menangkis tendangan Qin Yan. Dia menggertakan gigi ketika menahan kekuatan Qin Yan yang bergejolak setara dengan tingkat Demigod, ditambah dengan kekuatannya yang melemah, serangan itu cukup memberikan pukulan berat baginya.


'Asalkan aku bisa keluar dari sini, maka aku bisa menghancurkan mereka.' Gei Sha mulai berpikir keras. Alih alih, menghentikan Qin Yan, dia malah menjauh. Dengan diikuti ratusan ular putih, Gei Sha menjauh sejauh sejauhnya.


'Anak ini aneh, darimana dia mendapatkan beast sekuat itu?' Keringat mulai bercucuran ditubuh monster itu.


Saat ia mengira dia telah cukup jauh, tiba tiba sebuah ular raksasa muncul didepannya. Ular itu membuka mulut dan memuntahkan Qin Yan. Mata Qin Yan yang menggila mulai menusuk Gei Sha yang merupakan mangsanya.


Qin Yan terjun dan menyerang Gei Sha dengan tangan kanannya yang merupakan cakar tajam.


Gei Sha menghindar, lalu kembali membalas. Tangannya mengeluarkan cahaya hijau dan langsung menembak mengenai tubuh Qin Yan.


Akibatnya, Qin Yan terpental. tapi tangannya kirinya yang merupakan kumpulan ular mulai kembali menjalar lagi. Kekuatan gila yang melonjak itu membuat Gei Sha resah. Ini sudah kedua kalinya Qin Yan memakai kartu itu, seharusnya tubuhnya sudah mencapai batasnya.


'Bocah manusia ini gila!' Ratusan ular putih mengelilinginya. Tapi dia dengan mudah menebas mereka. Darah cairan muncrat dimana mana.


'Tidak ada cara lain selain melawannya langsung sampai mode menjengkelkan itu selesai.' Gumamnya lagi.


Gei Sha mulai menyerang Qin Yan secara beruntun. Keduanya dalam keadaan seimbang. Pertarungan yang dilakukan dalam jangkauan pilar benar benar sangat luar biasa bahkan sampai membuat Weisi dan lainnya tercengang.


'Liar sekali.' Shue Bing er malah berkeringat melihat pertarungan mereka. Tidak ada keinginan didalam dirinya untuk ikut campur dalam pertarungan mereka. Sebaliknya, melawan para roh beast didepan mereka benar benar membuat mereka kewalahan. Jika bukan karena bantuan prajurit bayangan Qin Yan, apa mereka pikir mereka bisa bertahan?


"Ptank. Ptank. ptank"


Pertarungan terus berlanjut. Sudah lima menit Gei Sha menghitung waktu, tapi mode ganas milik Qin Yan belum berakhir juga. Dia terus terus menyerang anak itu hingga sampai batasnya. Tapi, dialah yang malah dipojokan sampai saat ini.


'Sial! Mau Sapan kapan? Aku mulai mencapai batasku. Harusnya dia juga sudah mencapai batasnya.'


"Krak" Sampai akhirnya terdengar suara bunyi retakan tulang ditubuh Qin Yan. Gei Sha langsung melesat dengan penuh kegirangan.


Qin Yan mundur sejenak dengan tubuh penuh keringat. Terlihat kelelahan diwajahnya, dan napasnya terengah engah. Dia memegangi bahu kanannya dimana tadi terdengar retakan tulang disana.


Gei Sha yang masih melayang diatas langit tersenyum sinis melihat kondisinya.


"Lihat itu, sekuat kuat dirimu. Perbedaan level kita menunjukan segalanya."


Qin Yan hanya diam mendengar perkataan makhluk itu. Tapi, efek gerbang tadi benar benar meninggalkan bekas untuknya butuh waktu bagi dirinya untuk memulihkan diri.


Qin Yan tersenyum pada Gei Sha.


"Apa yang kau senyumkan?"Ekspresi Gei Sha kembali muram karena tak senang.


Qin Yan yang masih tersenyum perlahan berdiri dengan tegak, ia membersihkan debu ditubuhnya seolah pertarungan baru saja dimulai.


"Lucu saja, bagaimana kau menyimpulkan secepat itu."


Ekspresi Gei Sha gelap. Qin Yan selalu memperhatikannya . Tidak pernah melepaskan pengamatan itu sedetik apapun.


'Neidan, kau sudah selesai?' Dia diam diam mengirimkan pesan kepada ular berkepala tujuh didalam dirinya.


"Baiklah, tunggu sebentar lagi. Semuanya akan selesai." Kristal yang redup dikepala Neidan kembali menyala seiring waktu berjalan. Masa pemulihan sedang berlangsung.


Sementara diluar, Gei Sha sama sekali tidak menyadari itu. Ia bersikap muram karena mulai terprovokasi ejekan Qin Yan.


"Manusia rendahan, berpikir seolah kau orang kuat. Jangan terlalu bermimpi!" Seolah tau apa yang direncanakan Qin Yan, Gei Sha kembali menyerang Qin Yan tanpa ragu. Dia tak mau membuang buang waktu untuk meladeni provokasi nya. Tidak tau apa yang direncakan anak ini, yang terpenting. Dalam kondisi lemahnya saat ini adalah kesempatan baginya untuk mengakhiri pertarungan ini.


Qin Yan berusaha menghindari serangannya, disaat bersamaan ia menghitung waktu mundur.

__ADS_1


'9'


'8'


'7'


.......


'3'


'2'


'1'


'Sekarang saatnya!' Mata Qin Yan langsung membesar. Tepat saat itu, pilar menembakan cahaya lagi. Dan Gei Sha kembali terkena cahaya itu. Tubuhnya sekali lagi melemas. Disaat yang sama, Neidan didalam dirinya bereaksi.


"Selesai!"


Pemulihan instan.


Tubuh Qin Yan langsung pulih dan mengeluarkan gelombang udara yang berhembus. Mata Gei Sha terbelalak.


"A-apa!" Disaat tubuhnya melemah, disaat itulah tubuh Qin Yan pulih. Dia benar benar tidak menyangka hal ini akan terjadi.


"Siung" Qin Yan melesat, dan Gei Sha tak bisa apa apa. Hanya bisa melihat dimana serangan Qin Yan akan mendarat.


Kejut mental.


Deg....


Kesadaran Gei Sha seakan terhisap, rasa pusing yang luar biasa menghantam kepalanya.


"Elemen petir! Tombak petir!"


"Zzzzttt....." Aliran listrik langsung menghantam Gei Sha saat tombak itu menikam tubuhnya. Tubuh Gei Sha berkedip dalam gemerlapnya petir. Gei Sha hanya bisa membuka mulut dengan darah keluar sambil menahan betapa menyakitkannya serangan itu.


"Elemen api! Bunga lotus biru naga api!"


"BOOOM" ledakan kembali terdengar. Sebuah proyeksi lotus raksasa dengan naga melingkarinya terlihat menghiasi langit. Semua orang jadi berbalik kearah itu memandanginya dengan kagum. Api biru menyebar, dan tubuh Gei Sha terlihat hangus terhempas kebelakang.


"Sialan!" Tapi itu masih belum bisa mengalahkan Gei Sha seutuhnya.


"Elemen kegelapan! Sentuhan kegelapan!"'Qin Yan mulai menyerang lagi. Tentakel bayangan hitam langsung melilit tubuh Gei Sha.


"Kelelawar malam!" Aura kegelapan muncul dan bersatu membentuk kelelawar, kelelawar itu menuju kearah Gei Sha.


"Uuuh...!" Gei Sha hanya bisa membuat perisai dari kedua tangannya untuk bisa melindungi wajahnya. Tapi ledakan dari serangan itu sangat jelas memperlihatkan kalau dia terkena serangan tersebut.


"Baiklah, ini yang terakhir!" Qin Yan mengangkat tangannya keudara. Sebuah rasenggan raksasa berwarna hitam berapi dan dilapisi petir sudah tercipta ditangan Qin Yan sejak meluncurkan kelelawar tadi. Bola berputar itu sangat besar, jauh lebih besar dari rasenggan biasa sebelumnya. Begitu besar hingga terlihat jelas oleh semua orang.


"Menjauh dari sini!!!!" Weisi langsung berteriak kepada semua orang. Aura kehancuran menekan energi Saint miliknya, bahkan energi Zenit milik QingZhu. Semua orang merasakan betapa berbahayanya serangan itu. Detik kemudian, mereka merasakan ada sebuah tangan menarik mereka. Prajurit bayangan milik Qin Yan langsung berubah menjadi asap dan membentuk pelindung darurat.


"HIYAAAAAAAAHHHH....!!!" Qin Yan dengan sekuat tenaga mengantarkan serangan itu ke arah Gei Sha berada.


Sementara itu, Gei Sha yang lemah juga berusaha membentuk bola energi untuk menahan serangan itu. Namun, belum sempat serangannya selesai, Rasenggan Qin Yan sudah menghantamnya. Gei Sha menatap bola besar itu dengan penuh ketakutan. Matanya membelalak, sambil berusaha menggeliat dari tempat dimana ia terkapar. Tapi, tekanan dari serangan itu, sudah cukup menekannya sampai tak bergerak ketanah. Sampai akhirnya, Gei Sha perlahan ditelah oleh cahaya gelap dari bola itu. Dan ledakan memekakkan telinga terjadi dialam Cermin. Waktu ledakan satu detik, terasa berjalan lambat. Waktu lambat itu, menunjukan bola besar tersebut perlahan meluas dan menghancurkan permukaan alam. Saat Indra pendengar dimatikan, yang terlihat dimata Qin Yan hanyalah kehancuran dan kehancurkan. Mata merahnya itu melihatnya dengan jelas. Dan Qin Yan hanya menyaksikan itu dengan diam disana. Skill keempat elemen spasial aktif, dan tubuh tembus diaktifkan.


"Krak"


Ledakan yang luar biasa tersebut, sedikit demi sedikit mulai meretakan cermin yang berada diaula sekte Hamparan surga yang hampir hancur. Tanda retak tersebut, memperlihatkan bahwa alam cermin telah sepenuhnya hancur oleh itentitas didalamnya.

__ADS_1


__ADS_2