
3 bulan setelah perang besar waktu itu.
Sudah tiga bulan berlalu sejak perang besar waktu itu. Kini kota surga hanya tinggal puing dan kehancuran. Kota ini benar benar kosong, tidak ada apapun disini. Hanya bekas bekas serangan dan beberapa pakaian mayat.
Tidak ada yang tersisa dari tanah ini selain tanah yang tandus dan dipenuhi kerusakan. Kota surga yang indah sekarang lenyap tanpa penduduk. Hanya menyisahkan puing puing reruntuhan. Para penduduk lokal yang dahulu tinggal di kota surga dipindahkan kekota pinggiran untuk bertahan hidup.
Tepat ditengah Medan perang, permukaan tanah. Sebuah percikan cahaya terlihat. Lalu sebuah benda transparan mulai terbentuk berbentuk armor. Setelah itu, armor tersebut melayang. Rangka tulang perlahan tumbuh, lalu diisi organ, diselimuti daging, darah, syaraf, sampai akhirnya ditutupi kulit. Mata dan wajah perlahan terlihat, mulut dan bibir sampai terbentuk. Rambut pun tumbuh. Lalu setelah itu, dua cincin muncul dikedua tangannya. Cincin itu bersinar dan memancarkan cahaya. Satu cincin penyimpanan dan satunya cincin Hitam. Sebuah kubus hitam juga dan muncul dan berputar didepannya. Raga itu perlahan bergerak, lalu meraih kubus itu.
Kubus tersebut bersinar dan menjadi percikan cahaya kunang kunang. Lalu setelah itu masuk kedalam tubuh. Kemudian, raga tersebut sedikit demi sedikit mulai melangkah sampai akhirnya ia dapat berjalan. Ia memandangi pemandangan didepannya. Dan kebetulan melihat sesosok mayat yang hanya menyisahkan rangka. Dia masih mempunyai pakaian. Dan pria itu mengambilnya lalu memakainya.
Akhirnya pita suara pria itu terbentuk. Dan dia tersenyum tipis.
"Akhirnya, sudah berapa lama yah waktu berjalan sejak perang itu." Mata merahnya aktif dan melihat sekeliling. Dari kota surga, ada sebuah kota kecil yang bernama kota Ye uo. Dia pun pergi kesana dengan menutupi wajahnya dengan jubah hitam.
Tempat yang dia singgahi pertama kali adalah sebuah restoran makan. Setelah terbentuk raga baru, dia benar benar lapar karena tubuhnya membutuhkan energi.
'Hm.... Apa yang terjadi yah setelah perang terjadi?' Dia duduk sambil memakan makanan yang sudah disediakan oleh pelayan.
Tiba tiba ia mendengar percakapan antar beberapa pelanggan dibelakangnya.
"Kudengar, pangeran Zhou Yuzhen sekarang diangkat menjadi raja baru kerajaan Zhongtian. Kota Indah yang awalnya cuma kota biasa sekarang menjadi ibukota yah."
"Setelah perang berakhir, banyak yang berubah akhir akhir ini."
"Oh Iyah, bagaimana perkembangan pekerjaanmu?"
"Pekerjaan? Oh, maksudmu poster pencarian itu.?" Terlihat pria itu menggelengkan kepalanya.
"Entahlah, tidak ada kemajuan sampai sekarang. Mungkin wanita itu sudah mati sekarang, dari banyaknya orang yang mencarinya. Tidak ada yang bisa menemukannya."
"Sayang sekali, padahal sekte menara Es suci membayar pekerjaan ini dengan mahal."
Ketika mendengar sekte Es menara suci, Qin Yan tertegun sejenak. Ia melihat kearah beberapa orang yang tengah makan tersebut. Berdiri dan bertanya pada mereka.
"Maaf, kalau boleh tau? Siapa wanita yang kalian maksud?"
Ketiga orang itu terbengong sejenak.
"Kau tidak tau? Padahal saat ini pencarian ini sedang ramai dibicarakan banyak orang?"
"Ini dia, lihatlah." Lalu salah seorang mereka memberikan Qin Yan sebuah poster. Mata Qin Yan langsung terbelalak. Tangannya gemetar.
"Jika kau juga tertarik mencarinya maka kau bisa mendaftar di guild sekitar." Ucap mereka acuh tak acuh. Qin Yan langsung membungkuk dan berterima kasih pada mereka. Kemudian segera berlari keluar.
"Ada apa dengannya tadi. Dia seperti orang yang tengah panik." Mereka yang melihat Qin Yan tentu heran, namun setelah itu mereka pun kembali melanjutkan makan mereka.
Tak butuh waktu lama, Qin Yan segera mengaktifkan mata merahnya. Wajah diposter ini adalah wajah ibunya. Itu berarti ibunya saat ini sedang diculik dan entah tidak tau dimana dia berada. Kenapa sekte es menara suci bisa seceroboh ini. Qin Yan sangat marah. Siapa yang berani menculik ibunya. Kalau sampai terjadi apa apa pada ibunya, dia tidak akan memaafkan mereka. Apalagi orang yang berani menculik ibunya. Akan dia kejar sampai ke ujung dunia. Seingatnya waktu itu, Qin Yan menyelipkan salah satu prajurit bayangannya kedalam bayangan sang ibu. Dengan itu, dia tentu dengan mudah mengetahui keberadaan ibunya.
Saat Qin Yan berusaha berkomunikasi dengan prajurit bayangannya tersebut. Sebuah percikan berbunyi dikepalanya. Prajurit bayangannya ternyata sudah mati, karena saat itu Qin Yan tidak ada, jiwa prajurit bayangan itu akhirnya berangkat ke alam baka.
Hanya saja, satu petunjuk terakhir yang ditunjukan oleh prajurit bayangan tersebut. Qin Yan tahu kapan dan dimana kali terakhir prajurit bayangan itu menghilang.
Kerajaan Lembah racun.
Hanya butuh waktu lima hari, Qin Yan sampai dikerajaan itu. Kerajaan ini tampaknya cukup ramai, dan ada beberapa murid dari akademi yang tengah lalu lalang.
Meskipun sangat ramai, tapi mereka tidak memperhatikan keberadaan Qin Yan yang berpakaian cukup misterius. Dan mereka tidak tau, bahwa salah satu bar tempat mereka bermabukan kini telah dihancurkan. Dan orang didalamnya telah terbunuh tanpa diketahui oleh mereka.
Satu petunjuk yang Qin Yan dapatkan. Di gunung kota sebelah.
Di perbatasan kota, Qin Yan berdiri diatas puncak bukit yang tinggi. Lalu ia menyentuh tanah dengan kedua tangannya.
Rumput rumput kecil yang hijau tumbuh sepanjang permukaan tanah di wilayah hutan. Pohon pohon bergoyang bagaikan terkena hembusan angin. Mereka menyambut kedatangan Qin Yan, aura Qin Yan pun mengalir mengikuti angin. Lalu ia mulai menyusuri dan mulai setiap sisi hutan sampai akhirnya ia menemukan sebuah goa yang dilindungi oleh formasi segel array penyembunyi.
Qin Yan mengaktifkan matanya, mengamati goa itu dengan teliti. Ternyata formasi itu menghalangi matanya untuk melihat kedalam goa lebih jauh.
Wajah Qin Yan dingin, lalu ia bersiap untuk menuju ke goa tersebut.
__ADS_1
"Srak" Tiba tiba semak semak bergoyang dan keluarlah gadis kecil. Gadis itu berlari tergesa gesa dengan keadaan penuh luka. Ia melewati Qin Yan tanpa memperdulikan apapun.
"Groaarr...!!" Setelah itu muncullah sebuah monster raksasa dibelakangnya. Bentuknya mirip dengan beruang, namun warna putih, matanya berwarna pink dan ada delapan. Qin Yan sendiri merasa aneh dengan hewan buas itu.
"Kenapa kau berdiri saja! Cepat lari!!" Gadis itu kecil berhenti dan berbalik pada Qin Yan. Menarik tangannya agar segera lari.
Jujur, Qin Yan melihat gadis itu mirip sekali dengan Tang Liu. Warna matanya yang kehijauan, lalu rambut yang hampir mirip dengan Tang Liu. Warna rambutnya hijau terang, sementara Tang Liu hijau tua. Yang terakhir, wajah mereka juga hampir mirip.
Gadis itu menangis sambil menarik Qin Yan kebelakang.
"Groaaaarrr..!!" Melihat Qin Yan menghalangi jalannya, beruang tersebut mengamuk dan langsung menerkam Qin Yan. Namun tangannya tiba tiba terhenti, karena ada sebuah jaring yang melilit tangannya.
"Cepat lari! Aku akan menahannya!" Teriak gadis kecil itu. Qin Yan hanya terbengong disana.
Karena kekuatan beruang itu yang kuat, gadis itu malah berbalik tertarik. Tapi tidak berhenti disitu, ia menciptakan banyak benang sutra sampai melilit beruang itu hingga seperti mangsa laba laba yang terjebak didalam rumahnya.
namun beruang itu kembali melepaskan diri lalu menghempaskan gadis itu. Kalau dilihat lihat, selama pertarungan yang singkat itu. Qin Yan melihat banyak luka disekujur beruang, sebanyak benang yang melilitnya. Ternyata gadis itu bukanlah gadis biasa, dia bisa menggunakan jaring dan mevariasikannya menjadi teknik teknik mematikan. Jika benang Tang Liu sangat kuat dan dipenuhi lendir racun, maka jaring gadis ini begitu tajam hingga bisa memotong apapun.
Karena kehabisan kekuatan dan luka ditubuhnya, gadis itu berada dalam keadaan terpojok. Dia merangkak ingin melarikan diri, namun ia terpojok sampai disebuah dinding batu. Gadis itu pun tak bisa berbuat apa apa.
"Graaaarrr...!!" Beruang itu kembali mengangkat tangannya, hendak menerkamnya lagi. Karena ketakutan, gadis itu berteriak menutupi kepalanya dengan mata tertutup. Bayangan tangan beruang itu cepat jatuh ke gadis itu. Seketika tangannya terhenti.
Karena terlalu lama tangan beruang itu tak menerkam nya. Gadis itu perlahan membuka mata, melihat apa yang terjadi? Dia melihat tangan beruang itu berhenti tepat didepannya. Dia benar benar bingung siapa yang bisa menghentikannya. beruang itu tak bisa bergerak untuk beberapa waktu dan terlihat tak bisa menghentikannya .
"Grr...!" Beruang itu berusaha menoleh namun tidak bisa bergerak. Tidak lama kemudian kepalanya langsung terpotong. Terpisah dari tubuhnya, dan ia langsung terjatuh tepat didepan gadis itu.
Hanya satu orang yang ada kepala gadis itu. Dia berbalik pada Qin Yan. Dia menyadari mata merah yang menyala dibalik kerudung gelap itu. Dan dia langsung ketakutan setengah mati. Qin Yan juga tidak memperhatikannya dan pergi meninggalkannya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Mungkin dia sudah jauh dari gadis itu, ketika Qin Yan hendak melesat menuju goa tersebut. Tiba tiba suara gadis berteriak terdengar dibelakanya.
"Tunggu!"
Qin Yan kembali terhenti. Gadis kecil itu berlari sampai kehadapan Qin Yan. Merentangkan kedua tangannya, lalu ia langsung bersujud.
"Tolong angkat aku menjadi muridmu."
Gadis itu bangun dan kembali mengejar Qin Yan. Lalu kembali bersujud didepannya.
"Aku mohon! Aku akan melakukan apapun semua perintahmu. tubuhku mungkin masih kecil, namun suatu saat nanti saat aku dewasa tubuhku akan menjadi bagus. Setidaknya itulah yang mereka katakan." Wajah gadis itu agak memerah mengatakannya.
"Gadis aneh." Qin Yan kembali melewatinya. Tapi matanya melirik ketubuh gadis itu. Qin Yan tidak melirik bentuk tubuhnya, melainkan kulit gadis itu. Sebelumnya dia dipenuhi luka yang cukup parah, namun dalam waktu yang singkat luka itu hilang dan kulit gadis itu kembali menjadi putih dan glowing.
Gadis ini bukan gadis biasa, setidaknya itulah yang dipikirkan Qin Yan.
Sedikit senyum muncul di wajah Qin Yan. Dia mau mempermainkan gadis ini, mengujinya apakah dia bersungguh sungguh.
Tapi itu tidak usah dipertanyakan bukan? Gadis itu sampai menangis terisak Isak yang tengah bersujud itu. Qin Yan agak kasihan melihatnya. Lalu ia pun mengangguk.
"Baiklah."
Gadis itu terkejut dan dia langsung berdiri dengan wajah ceria.
"Benarkah?" Dia langsung menuju ke depan Qin Yan. Menanyainya dengan wajah berseri.
Qin Yan mengangguk.
"Terima kasih!" Dia langsung memeluk Qin Yan meskipun tingginya hanya sebatas perut Qin Yan, tapi dia tetap memeluknya erat sampai Qin Yan pun heran dengan tingkahnya. Tidak lama setelah itu, ia melepaskannya. Lalu bertanya dengan wajah memerah.
"Ji-jika kau ingin menyentuhku sekarang, ka-kau bisa melakukannya." Wajah gadis itu menghindari tatapan Qin Yan kesamping, lalu ia menunduk malu.
Qin Yan sendiri agak menyerngit mendengarnya. Memangnya siapa orang tua gadis ini? Bagaimana bisa gadis kecil ini tumbuh sampai ia sudah mengenal yang begituan.
"Tak" Qin Yan langsung menjentikkan jarinya ke dahi gadis itu.
"Aduh!" Gadis itu langsung memegangi dahinya kesakitan. Qin Yan pun berjalan melewatinya.
"Kau benar benar gadis yang sangat aneh."
__ADS_1
Gadis itu kembali mengejar Qin Yan dengan wajah cemberut.
"Apanya yang aneh? aku ini gadis normal. Dan asal kau tahu saja, aku ini tidak perawan lagi."
Qin Yan hampir saja tersandung mendengar itu.
"Apa?" Ia berbalik pada gadis itu dengan tatapan aneh. Dan gadis itu menjelaskan dengan nada yang bangga. Melipat tangannya didada, dan mengangkat dagunya tinggi tinggi.
"Ya. Itu benar. Aku sudah tidak perawan lagi. Dan telah melakukannya lebih dari 1 kali."
"Hah? Berapa umurmu?" Tanya Qin Yan lagi. Ini benar benar aneh. Seharusnya gadis ini menderita trauma ketika mengalami hal seperti itu di masa kecil. Masa iya dia keenakan?
"Hehehe... Umurku baru 10 tahun. Dan namaku Tang Lili."
Tang lili, nama itu bergema di telinga Qin Yan. Sialan, dia baru pertama kali mendengar hal yang seperti ini. tapi bahkan dia tidak menemukan tanda tanda aneh dari gadis ini. Tidak, Qin Yan melihat sesuatu.
Dia melihat tangan gadis itu gemetar meskipun hampir tidak terlihat. Dibalik senyuman bangga itu ternyata terdapat rasa sakit yang luar biasa.
Qin Yan pun menghela napas. Lalu mengusap kepala gadis itu.
Gadis itu langsung tertegun saat kepalanya diusap seperti itu. Tapi itu tidak berlangsung lama. Ia pun tersenyum dengan mesum.
"Bagaimana? Kau tertarik berhubungan denganku?"
"Aku tidak tertarik dengan gadis cebol." Qin Yan kembali berjalan kedepan. Gadis kecil itu mendengus kesal. Tapi dia tetap mengikuti Qin Yan
"Guru, kita akan pergi kemana?" Tanyanya penasaran.
"Kesuatu tempat. Ada sesuatu yang harus aku lakukan." Qin Yan menjawab dengan nada tenang.
"Sesuatu yang harus kau kerjakan? Tunggu!" Gadis itu tiba tiba berhenti, tangannya gemetar dan wajahnya pucat. Matanya agak membesar melihat ke arah depan yang penuh dengan kelelawar berterbangan.
"A-arah ini!!"
"Ada apa?" Qin Yan berbalik dan bertanya. Gadis itu lalu tersenyum meskipun beberapa keringatnya menetes.
"Gu-guru, ada baiknya kita menuju kekota. Bukankah disana sangat luar biasa."
"Tidak, aku tidak akan kembali sebelum menyelesaikan pekerjaanku. Katakan saja dengan jujur, apakah disana ada orang orang yang melecehkan mu?"
Gadis itu terguncang, lalu kenangan menyakitkan terngiang-ngiang dikepalanya. Kakinya rasanya melemas.
Dia tak mau pergi ketempat itu lagi.
Tang lili membentuk tersenyum bangga dengan paksa.
"Y-ya... Tentu saja. 1 vs lima loh. Kau pasti...."
"Berhentilah mengatakan itu dengan wajah palsumu." Qin Yan mendekat ke wajah gadis itu.
"Katakan yang sebenarnya padaku, apa itu benar? Kalau iya, aku bisa membantumu membunuh mereka."
Tang lili kembali gemetar. Dia menatap wajah Qin Yan dengan air matanya yang hampir mengalir. Lalu dia memeluk Qin Yan, kali ini dia menangis tersedu sedu. Sampai Qin Yan pun tersenyum dan mengelus punggungnya. Setelah itu, Qin Yan melepaskannya. Hendak pergi, namun gadis itu kembali menarik ujung bajunya.
"Anu... Bisakah aku meminta satu lagi?" Ucapnya penuh harap. Qin Yan berbalik dan menanyakannya.
"Katakanlah."
"Disana ada ibuku dan juga kakak Perempuanku. Bisakah kau menyelamatkan mereka juga." Tanyanya.
"Ya." Qin Yan mengangguk tanpa pikir panjang.
"Be-benarkah?" Setelah itu, gadis tersebut melompat kegirangan.
"Baiklah, akan kulayani kau dengan baik nantinya. Yah, sebagai bonus aku akan memberikanmu ini." Tang lili hendak membuka dada ratanya. Qin Yan langsung melemparinya dengan kain. Lalu pergi tanpa memperdulikannya.
"Ayo pergi."
__ADS_1