LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Pasukan sekte


__ADS_3

"Memangnya ada apa dengannya?" Mata Yao chen sedikit menyipit menatap pria yang dirasuki Asral.


Belum sempat Qin yan menjawab, akar akar pohon pun langsung menyerbu mereka.


"Sraat sraat sraat sraat" Namun semuanya tertebas dengan lihai oleh pedang Elfes.


"Hei, bukankah ini bukan masalah serius?" Yao chen memandang Qin yan dengan malas, hampir saja ia berpikir kalau Qin yan mulai manja dengan keadaan.


"Bukan hanya itu, tapi yang ada dibawah." Tunjuk Qin yan kebawah, setelah itu barulah wajah Yao chen menunjukan sedikit keringat.


"Ini... Apa ini..."


"Itulah yang aku pikirkan.!" Qin yan menjawab sambil menebas akar akar pohon yang menyerang. Disana bukan hanya dia yang sedang kesulitan. Tapi juga Ratu Medusa beserta klannya serta si kucing manis yang telah berubah menjadi macan namun sekarang tengah sekarat dengan akar itu yang ingin menikamnya.


"Roaaarr!" Macan putih itu mengaum dengan ganas, namun tubuhnya menggigil, tanda ia tak bisa melepaskan diri. Disaat akar tajam itu hampir menusuk dirinya, Qin yan melesat dengan cepat dan langsung menebas akarnya.


"Slash slash" kemudian dilanjutkan dengan tebasan yang melilit macan itu.


Setelah lepas, rupanya macan itu tidak mempunyai kekuatan untuk bertahan. Bahkan tubuhnya saja kembali menjadi kucing kecil. Disaat ia hampir jatuh kedalam kumpulan para roh ular terkutuk yang tengah lapar dibawah sana. Qin yan langsung menangkapnya, diam diam kucing itu menatap Qin yan dengan heran saat Qin yan membawanya sampai ketepi jurang.


"Yao chen! Lebih baik kau serang dia saja." Teriak Qin yan.


Setelah Qin yan mengucap, Yao chen, Jin kei, dan elfes langsung menyerang pria itu bersamaan. Begitu cepatnya, sampai sampai ia tak bisa melarikan diri.


"Slash" Elfes menebas lehernya, Jin kei dan Yao chen menebas kedua tangannya hingga ia tewas. Gerakan akar itu juga ikut terhentikan. Seluruh klan Medusa dibuat takjub oleh gerakan itu. Namun mereka dibuat bingung saat melihat mereka ternyata berada dalam suruhan Qin yan yang nampak lemah.


'Ketiga orang itu sangat kuat, tapi kenapa rasanya mereka tunduk pada anak itu?' Batin ratu Medusa dengan heran, ketika melihat Yao chen bertanya pada Qin yan apa yang harus dilakukan setelah ini. Dan lagi ia menyebutkan nama Qin yan, mendengar itu saja matanya sudah membesar.


'Qin yan! Jangan jangan memang dia.....' Ia tak percaya dengan apa yang ia lihat, legenda yang ia dengar anak ini mampu menekan ketiga sekte. Oleh karena itu ia disegel karena perbuatannya sebagai hukuman.


"Jadi dia, masuk akal jika dia memang membuat masalah." Entah kenapa memikirkan Qin yan yang sudah membuka goa ini membuatnya jadi sangat kesal. Goa ini sudah disegel selama ratusan ribu tahun. Dan belum ada yang bisa memecahkannya. Tapi yang dilakukan Qin yan sekarang benar benar telah membawa bencana.


Belum lama pria itu mati, barulah asap hitam keluar dari tubuhnya dan membentuk sebuah sosok tubuh manusia dengan kepala rusa.


"Hahahaha..... Manusia manusia sialan, kalian sudah membuatku marah. Maka kalian harus mati!"


Roh itu kembali kekeadaannya semula, yaitu ahli puncak semigod.


"Wosh"


Yao chen dan Jin kei langsung melindungi Qin yan, sementara Elfes kembali menyerangnya.


"Lebih baik kau pergi dulu! Biar kami yang membereskannya disini." Berkata Yao chen dengan sedikit kesulitan.


"Apa? Memangnya kalian mau pergi kemana? Kalian tidak akan bisa kemana mana kok." Ucapnya dengan tawa ringan, setelah itu semua makhluk roh ular terkutuk yang ada dibawah, kini berhasil memanjat dinding dan langsung melompat keatas. Kemudian menyerbu Qin yan secara menyeluruh.

__ADS_1


"Ukh..." Ringis Qin yan saat berusaha menangkis mereka. Kini kucing kecil itu ia masukan di celah pakaian ditengah dada. Agar ia bisa nyaman tidur disana.


"Tank tangk tank tangk"


'Mereka terlalu kuat, tidak mudah untuk membunuh mereka.' Batinnya dengan kesulitan ketika menghadapi para roh ular ini, bagaimana tidak. Dari tadi ia hanya mendapat tangkisan dari mereka. Apalagi melihat para ular terkutuk itu yang datang terus menerus, bahkan alisnya ikut berkerut.


"Sialan! Bangkitlah!" Tepat setelah Qin yan mengatakannya, ratusan ribu parjurit bayangan milik Qin yan muncul memenuhi goa itu.


"Wah wah! Banyak juga yang kau punya rupanya. Tapi sayang, aku mempunyai lebih banyak pasukan!" Ia tertawa dengan gila, dan benar saja. Pasukannya mereka mempunyai jutaan jiwa.


Sementara Qin yan hanya bisa menggertakan gigi, jika saja kultivasinya tidak disegel. Ia pasti bisa menghadapi mereka semua.


"Bagaimana bocah? Kau puas sekarang?"


Roh itu tertawa terbahak bahak melihat Qin yan yang keliatan kewalahan.


"Kau itu cuma sendiri, kelemahan mereka semua itu berasal darimu. Selama kau mati maka mereka juga akan mati. Hehehe.... hahaha...."


"Kau kira master kami cuma sendiri?"


Roh itu yang sedang tertawa gila, kini berhenti menengok kesuara itu. Matanya membesar saat melihat dimensi gate yang terbuka disamping Qin yan. Ribuan orang orang keluar dari sana.



"Kenapa kalian keluar? Ini berbahaya!" Teriak Qin yan dengan panik.


"Hei kenapa kau panik begitu, kudengar dari Xing yun kau sedang kesulitan. Jadi kami keluar." Zhang yuisha menjawab Qin yan dengan datar.


"Tapi ini bukan segampang yang kau kira!" Teriak Qin yan lagi.


"Master, apa anda meragukan kami? Bukankah kau selama ini selalu melatih kami untuk bertarung. Jadi apa gunanya jika kami tidak bertindak disaat saat seperti ini. Kami tidak mau lagi melihat master bertarung sendiri seperti dua tahun yang lalu." Jawab Ling han dengan tegas.


"Ka-kalian..." Qin yan sendiri tak bisa berkata kata. Melihat mereka yang sudah melepaskan senjata masing masing. Senjata kondolisasi bimbingan Qin yan selama ini.


"Sudahlah Qin yan, biarkan saja mereka bertarung hari ini." Jin kei datang memegang bahu Qin yan.


Qin yan jadi linglung, pasukan musuh bukanlah pasukan biasa. Mereka bisa membuat manusia menjadi batu. Ia sedikit khawatir, namun melihat mereka yang terlihat begitu bersemangat, tak ada jalan lain selain mengijinkan mereka. Ia pun hanya menghela napas tak berdaya.


"Tapi ingatlah, diantara kalian jangan ada yang mati. Dan juga hati hati dengan mere...." Belum lagi Qin yan menyelesaikan perkataanya, para roh ular terkutuk tersebut langsung menyerang.


"REGU ENAM!! BUAT FORMASI!" Teriak ketua divisi enam. Mereka langsung membuat formasi lingkaran dimana Qin yan ditengah. Lalu mengangkat senjata laser cahaya tipe F1 05.


"TEMBAAAK!!!"


"SUUUNNGG.... BOM BOM BOM BOM"

__ADS_1


Qin yan jadi ternganga sendiri, laser cahaya penghancur itu langsung membunuh satu atau dua musuh dalam sekali tembak. Sekuat inikah senjata ciptaannya?


"Serahkan semuanya pada kami master." Mereka langsung mengacungkan jempol padanya.


"I-ini..." Tanpa sadar, Qin yan sendiri jadi terharu. Air matanya keluar begitu saja.


"Ya. Lakukan!" Teriak Qin yan dengan tegas, menyeka air matanya. Mereka semua pun jadi tambah bersemangat.


"REGU LIMA, SERANG MEREKA!!!" Pasukan panah pun langsung menghujani mereka dengan anak panah dengan skill yang beragam. Ada panah api, panah es, panah ledakan, panah angin, sampai panah listrik.


"REGU TIGA! SERAAANG!!" Kali ini Zhang Yuisha yang berteriak. Semua prajurit tipe aglity, menyerang musuh dengan secepat kilat.


"REGU EMPAT! MAJUUU" Diikuti dengan Xing yun yang menunjuk kedepan. Semua petarung dengan tombak itu jadi ikut menyerang.


"Sraat sreet slash Wosh" Beragam mayat roh ular berjatuhan dengan cepatnya. Formasi yang mereka lakukan mampu memukul mundur musuh yang menyerang tanpa arah dan tidak teratur.


"Kenapa kalian lemah sekali! Cepat bunuh mereka semua!!"


Teriak roh Asral dengan marah, saat ini ia sedang kewalahan melawan Elfes.


"Sialan, siapa sebenarnya kau?"


Ia tidak tenang melihat tebasan Elfes yang begitu brutal, namun seberapa banyak ia bertanya, Elfes tak pernah menjawabnya.


Kini para roh yang diteriaki oleh Asral langsung menjadi murka. Mereka menembakan cahaya mereka yang bisa membatu kearah pasukan Qin yan.


"REGU DUA!!! BERTINDAAAK!!!" Pasukan yang dikenal sebagai pasukan defense langsung maju melindungi pasukan didepan. Setelah itu pasukan khusus bertarung maju membawa pedang mereka dari regu satu. Dipimpin oleh Hei jin, sang pendekar pedang, bahkan Yu zheng dan Jia dai juga ikut bertarung dalam regu ini.


Diikuti dengan pasukan tujuh, pasukan khusus untuk pengguna atribut elemen jarak jauh. Xie xie si pengendali pasir dan Xiu xiu si pengendali karet juga ikut berperang dalam regu itu.


Sementara pasukan delapan dan sembilan adalah pasukan pendukung dan pasukan tabib yang bertugas mengobati. Tang liu dan She lin ikut dalam regu ini.


Semuanya bertindak teratur sesuai formasi, tenang, keras dan berani mengorbankan diri. Membuat Qin yan sendiri jadi bangga karena telah membimbing mereka. Sekarang ia tidak perlu khawatir lagi, hanya tinggal mencari jalan keluar. Memikirkan jalan selanjutnya, kini ia teringat tentang satu benda pemberian ayahnya.


"Oh iyah, kunci ini. Apa manfaatnya?" Qin yan mengeluarkan kunci itu dan memandanginya, begitu berkilau hingga membuat mata ratu Medusa menjadi terbelalak.


"Serahkan kunci itu padaku!" Teriaknya, ia tiba tiba muncul didepan Qin yan dan mendorongnya hingga mereka berdua terjatuh kebawah sana beserta kucing manis dalam dekapan Qin yan.


Karna terlalu cepat, hingga para pasukannya jadi terlambat bertindak. Mereka hanya bisa menyaksikan Qin yan perlahan jatuh dan akhirnya menghilang dalam pandangan mata mereka.



********


Oke, makasih telah membaca. Silahkan like, komen dan vote yah.

__ADS_1


__ADS_2