
Semua orang terdiam. Qin Yan juga terdiam bahkan wasit pun juga begitu.
Yi Shuang membeku tak bergerak lagi. Setelah itu, ia pun jatuh dengan kepalanya yang sudah tidak ada.
Lin Fin dan lainnya menganga.
"I-ini.....!!"
"Huyan Wu menang!" Teriak mereka tak percaya.
Semua penonton mulai berseru kagum karena pertarungan mereka tadi benar benar luar biasa. Meskipun kemenangan ini didasari oleh sifat yang terlalu meremehkan lawan. Namun hal yang lebih mereka perhatikan, adalah kemenangan tak terduga. Yakni seorang Grandmaster ternyata bisa menang dari ahli tingkat Elder.
"Kan, sudah kubilang. Kerajaan Sunmoon ini tak boleh diremehkan." Sang bandar judi mengelus ngelis kumisnya sambil menghitung banyak uang. Para penonton mulai bertaruh dengan lebih banyak lagi dan itu sangat menguntungkannya.
Qin Yan disana tersenyum. Ia berbalik keatas, melihat wajah Yao Chen.
"Bagaimana? Keberuntungan itu kadang datang disaat yang tidak terduga kan?" Tanyanya dengan percaya diri. Yao Chen pun hanya diam tak menjawab.
Dilapangan, wasit mulai menolong Huyan Wu yang terjebak oleh cairan panas. Huyan Wu dibawa oleh petugas medis ke ruang perawatan. Huyan Wu melirik kearah teman temannya. Disana, Lin Fin dan lainnya mengacungkan jempol mereka dengan senyum lebar. Hal itu membuat Huyan Wu bergembira karena telah membanggakan nama kerajaan. Ia pun tersenyum, selanjutnya ia pun tertidur dengan tenang.
"Pemenangnya, adalah kerajaan Sunmoon!!" Pada penonton bersorak gembira. Sementara Rong gui malah memukul dinding dengan keras.
"Sial! Dasar tidak berguna!" Geramnya dengan marah.
'Kalau begini terus. Master bisa membunuhku.' Rong gui menatap kearah Cui Xie. Dimana pria itu, menatapnya dengan niat membunuh membuat langsung menggigil ketakutan.
"Ketua." Tiba tiba ada yang menyentuh bahunya. Seorang wanita yang wajahnya hampir sama dengan Yi shuang berbicara dengan nada datar.
"Aku akan maju."
"Yi nalan?" Rong gui menatap gadis itu.
"Mungkin adikku ceroboh. Tapi aku tidak. Aku akan membunuh mereka semampu yang kumiliki." Ucap gadis itu lagi. Rong Gui akhirnya mengangguk.
"Pergilah." Setelah diberi ijin, Gadis itu pun langsung menuju kelapangan.
Sementara Xiu Xiu, hendak bergegas lagi. Tapi ia dihentikan oleh Xie Xie.
"Kakak, bukankah aku juga belum mendapat giliran bertarung?" Senyum anak itu. Membuat Xiu Xiu terdiam. Pada akhirnya, Xie Xie lah yang maju bertarung dilapangan.
"Kerajaan Sunmoon, Xie Xie."
"Kerajaan Dark Clife, Yi nalan."
Xie Xie memandangi wajah wanita itu. Dia tampak dingin dan datar. Tidak tau apa yang ada dipikirannya tapi sifatnya sangat bertolak belakang dengan peserta yang maju sebelumnya.
"Swosh swosh" Pancingan pertama, Xie Xie menembakan beberapa cairan lemnya kearah wanita itu.
"Tang tang" Tentu saja Yi nalan dengan mudah menangkisnya. Namun, bukan itu yang terpenting. Cairan cairan lem itu, menempel dan melekat erat ditangan wanita itu.
"Hehehe.... Bagaimana dengan milikku. Bukankah hampir sama dengan gadis tadi?" Tawa Xie Xie. Tapi tidak lama kemudian wajahnya menunjukan keterkejutan. Cairan lengket yang melekat ditangan gadis itu mulai luntur dan terlepas. Lebih tepatnya, ada sebuah cairan lain yang membuat cairan milik Xie Xie tak bisa melekat lagi.
"Kau...." Ucap Xie Xie.
"Ternyata kau memiliki atribut yang hampir mirip denganku yah." Xie Xie langsung melesat dengan girangnya. Karena ia mempunyai atribut ganda, Kecepatan dan cairan langka. Ia langsung menerjang gadis itu dengan kecepatan disertai cairan lengket yang memang sudah tersedia ditangannya.
Wajah gadis itu hanya datar. Ia pun mundur selangkah, menghindari terkaman Xie Xie. Membentuk perisai dari cairannya untuk menahan cairan milik pria itu.
"Cairan Miasma. Lumpur!" Ucap gadis itu pelan. Seluruh permukaan lapangan dipenuhi dengan cairan. Kali ini bukan cairan hitam, melainkan cairan putih, kental seperti susu.
__ADS_1
"Heeeh kau pikir bisa menangkap ku?" Tawa Xie Xie. Tangannya mengeluarkan cairan lengket yang memadat menjadi karet. Membentuk jalan untuk pijakannya. Namun disela sela ia berlari, ternyata cairan putih membentuk tentakel yang menghambat bahkan menghalangi pergerakan Xie Xie.
"Slash slash Slash" Xie Xie menebas itu semua dengan pisau yang ia miliki. Ia memiliki pisau ganda dan itu menebas semuanya dengan bebas. Namun, percikan cairan yang menempel ditubuhnya. Mulai bergerak dan bersatu.
"Ukh...." Xie Xie mulai kesulitan bergerak karena ia mulai dikekang oleh cairan yang menempelnya.
Cairan itu bagaikan tentakel kecil yang berusaha menempel di tubuh Xie Xie.
Tentakel tentakel lain mulai menyerangnya. Xie Xie berusaha menebas semua itu. Namun, lambat laun ia jadi tidak bisa mengontrol dirinya lagi. Cairan itu sudah mulai memenuhi dirinya.
"Hm... Bagaimana rasanya?. Adikku memang ceroboh tadi. Tapi tidak denganku!" Cincin Abu abu pun bangkit dari tubuh gadis itu.
"Tranformasi! Venom genetik!" Cairan yang sama mulai menggorogoti Yi nalan. Setelah menutupi seluruh tubuhnya, sosok Yi nalan digantikan menjadi sosok yang lebih menakutkan. Matanya tidak kelihatan, hanya menampilkan dua buah garis hitam panjang bagaikan topeng. Mulutnya terbuka lebar dengan gigi gigi yang tajam. Dan lidahnya yang panjang keluar bagaikan lidah ular.
"Graaaah!" Ia langsung melesat menyerang Xie Xie.
Xie Xie yang tak bisa bergerak, menjadi sasaran empuk yang dihantam oleh mahkluk itu.
"Slash slash slash" Secara cepat, makhluk itu menyerang Xie Xie dengan cakarnya yang tajam. Terakhirnya, Xie Xie ditendang sampai terpental kebelakang.
"Hah... Hah.. hah.." Napas Xie Xie jadi tidak teratur. Ia kembali berdiri, seluruh tubuhnya dipenuhi bekas cakaran. Untungnya, dengan armor kondolisasi yang melindungi tubuhnya. Xie Xie terbebas dari rasa sakit.
Hanya saja, kepalanya saat ini. Tadi terbentur, dan sekarang mengeluarkan darah cukup banyak. Wajahnya Xie Xie dipenuhi darah yang mengalir dari kepala. Ia menatap sosok itu. Saat ini ia tak bisa menyembunyikan kartunya lagi.
"Hei, mau lihat sesuatu yang menarik?" Tanya Xie Xie dengan senyum sinis. Yi nalan hanya diam disana. Tapi Xie Xie menganggap itu sebagai tanggapan "ya"
Akhirnya, aura hitam langsung menutupi seluruh tubuh Xie Xie. Cairan lengket bagaikan karet sekarang berwarna hitam dan saat ini berkumpul ditubuh anak itu. Dan berubah menjadi sebuah zirah.
Qin Yan yang menonton disana, ia langsung tersenyum tipis.
"kekuatannya sudah ditingkat seperti itu rupanya. Heeh, tidak buruk. Dia bahkan tidak kalah hebat dari Xiu Xiu atau Lin Fin." Ucapnya dengan kagum.
"Astaga. Sejauh yang kulihat, kerajaan kecil ini memberikan banyak sekali kejutan." Ucap Sai Hwang disana. Ia benar benar tertarik dengan pertarungan ini. Dia duduk bersama Du Bu Gang. Namun untuk Duan tianlang, pak tua itu tidak kelihatan.
Para penonton yang melihat situasinya semakin tegang, mereka semakin bersorak saja. Pertarungan ini benar benar sangat membuat jantung mereka berdebar debar.
Sementara itu, Cui Xie yang ada disana. Mengepalkan tangannya dengan geram.
'Bagaimana mungkin kerajaan kecil ini dipenuhi bakat bakat yang luar biasa. Sebenarnya apa yang telah diperbuat anak itu?'
Disampingnya, Chi Tae hanya duduk menonton dan menikmati pertarungan ini.
'Cih, mereka benar benar lumayan. Tapi sayang, tidak lama kemudian, kalian akan musnah ditangan kami.' Batinnya penuh seringai.
Dilapangan.
Xie Xie saling berhadapan dengan Yi nalan. Gadis itu, melihat perubahan pada lawannya, membuatnya menggertakan gigi. Tatapannya yang datar sekarang di gantikan tatapan tajam. Karena lawannya sekarang, tidak bisa diremehkan lagi.
"Siung"
Yi nalan hendak menyerang. Tapi Xie Xie tiba tiba muncul didepannya. Tangan kanannya terangkat dan hendak menebasnya.
"Hah!!" Yi nalan menghindari bilah pisau ditangan anak itu. Bukan hanya sekali, tapi Xie Xie menyerangnya bertubi tubi.
"Ptank" Terkadang, serangan Xie Xie ditangkis. Mereka bertarung dengan kecepatan yang menakutkan, hingga para penonton tidak bisa melihat pergerakan mereka. Bahkan Qin Yan sendiri harus menonton itu dengan mata merahnya.
"Wah wah, kita menyaksikan petarung tipe kecepatan tertinggi yah." Senyum Qin Yan. Ia semakin semangat menonton pertarungan itu.
Lawan Xie Xie benar benar bisa menyamai kecepatannya. Dalam hal menyerang bahkan menghindar, semuanya setara. Sekarang, bukan lagi tentang siapa yang tercepat atau siapa yang terkuat. Tapi, siapa yang bertahan dan siapa yang akan kehabisan energi duluan.
__ADS_1
Dan saat ini, Xie Xie tengah kesulitan. Penggunaan zirah ini sangat menguras energi. Begitu pula dengan Yi nalan, perubahan ini semakin lama semakin menekannya.
'Dia ini, cepat sekali.' Xie Xie dan Yi nalan membatin bersama sama. Mereka saling mengakui kekuatan masing masing.
'Aku harus lebih cepat darinya.' Batin mereka bersama sama lagi. Yi nalan meningkatkan kecepatannya. Menyerang Xie Xie.
Xie Xie menangkisnya, lalu membalasnya. Kali ini kecepatannya juga bertambah lebih kuat dari gadis itu.
'Aku harus lebih cepat darinya!' Teriak Yi nalan dalam hati. Kecepatannya semakin bertambah. Namun kecepatan Xie Xie juga bertambah. Ia menyerang Xie Xie kembali, namun Xie Xie berhasil menghindar.
'Menyebalkan!' Aura ditubuh Yi nalan pun bangkit. Ia sudah mengeluarkan seluruh kecepatan tertingginya sekarang. Sekarang, ia mengharapkan serangan terakhirnya ini.
"Siung" Namun, siapa yang menyangka, Yi nalan yang sudah mengira mengenai Xie Xie. Malah menyerang udara. Xie Xie yang ada didepannya sudah tidak ada. Menghilang dan tiba tiba muncul dibelakang.
'Apa!' Sekarang Yi nalan menyadari. Kalau Xie Xie tidak ada didepannya dan sekarang malah ada dibelakangnya. Ternyata, kecepatannya kalah dengan anak ini.
"Slash" Terdengar suara tebasan. Tangan Yi nalan berhasil ditebas.
"Ukh....!" Yi nalan mundur sambil memegangi bahunya. Namun Xie Xie tidak memberinya kesempatan. Tangan kirinya menghantam Yi nalan kembali. Yi nalan menggunakan seluruh kekuatannya untuk menangkis itu. Namun hasilnya tetap membuatnya terpental. Meskipun tak membuatnya terjatuh, namun itu cukup membuatnya tak mampu berdiri.
"Ukh...." Darah mengalir keluar dari mulut Yi nalan. Tangannya yang tadi tertebas, kini mulai merambat dan bersatu dengan tubuh aslinya. Kening Xie Xie berkerut menyaksikan itu.
"Benar benar tak masuk akal yah. Apa yang kalian lakukan hingga kalian menghasilkan hal aneh seperti itu!" Xie Xie kembali maju. Tangan kanannya yang merupakan sebuah pisau, mulai terarah dan hendak menikam Yi nalan.
Gadis itu, mendengar perkataan Xie Xie. Ia menggertakan gigi. Dengan perasaan berkecamuk, ia bangkit dan kembali menyerang Xie Xie.
"Kalian juga sama! Kalian semuanya aneh, mengapa mengatakan kami aneh!"
"Hiyaaah!!!" Teriaknya. Tangan Yi nalan dan pisau Xie Xie saling bertemu. Menghasilkan gelombang ledakan yang luar biasa. Tanah tanah disekitarnya retak dan terhempas.
"BOOM" Setelah itu, keduanya terpental kebelakang bersama sama.
Tangan Yi nalan hancur, sementara pisau Xie Xie juga ikut hancur. Keduanya memuntahkan darah segar. Tapi mereka tidak ada niat untuk menyerah.
Keduanya kembali terbangun. Xie Xie yang yang merasa kalau pertarungan ini sudah terlalu lama. Mulai merasa gelisah, jika ini berlanjut terus. Maka dia akan kehabisan energi nantinya. Sementara tujuannya disini adalah mengalahkan mereka, bukan hanya satu orang tapi setidaknya dua atau lebih.
Xie Xie akhirnya mulai serius. Tidak ada lagi ekspresi apapun diwajahnya. Hanya wajah dingin dan tenang. Karena jarak mereka yang cukup jauh. Tidak ada diantara mereka yang akan maju duluan atau bertarung jarak dekat lagi. Kini, keduanya mulai menggunakan serangan jarak jauh mereka.
Yi nalan mengangkat tangannya. Beberapa cairan tercipta, menajam yang bahkan jauh lebih berbahaya dari sebilah pisau. Cairan yang sudah memadat itu langsung menyerang kearah Xie Xie.
Xie Xie menciptakan sebuah dinding. Hingga serangan Yi nalan tertahan. Detik berikutnya, Yi nalan tidak memadatkan cairan padat itu lagi. Malah menggunakan serangan nya yang bersifat korosif dalam jumlah yang sangat besar.
Serangan itu memang mengenai Xie Xie. Dan serangannya mampu meleburkan karetnya. Namun, Yi nalan tidak melihat keberadaan Xie Xie disana.
Ia langsung menyadari, Xie Xie ternyata ada dibelakangnya. Ia pun berbalik, ternyata benar. Karena Xie Xie masih mempunyai energi, ia pun menggunakan kecepatannya. Namun karena serangan seperti ini sudah pernah dialami Yi nalan. Maka serangan ini serasa tidak berguna lagi.
"Heh, trik lama!" Ia hendak mencengkram pria itu. Namun, siapa sangka gerakannya terhenti. Dan ia pun terlambat menyadari. Ternyata ia berpijak diatas cairan lem yang sudah memenuhi area sekitarnya.
"I-ini....! Sejak kapan....?' Gumam Yi nalan dengan panik. Tetapi, ia sudah tidak bisa bergerak. Kakinya tak bisa digerakkan. Jika ia menyentuh cairan ini, maka tangannya pun ikut terjerat.
Xie Xie hanya diam disana dengan wajah tenang.
"Sayang sekali yah, pertarungan kita hanya sampai disini. Aku akui, kau lawan tercepat yang pernah aku lawan."
Setelah itu, tangan kanan Xie Xie yang sudah kembali semula, kini memegang pisau.
"Selamat tinggal." Ucapnya.
"Slash" Terdengar suara tebasan yang membuat semua orang terdiam.
__ADS_1