LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Tambahan chapter


__ADS_3

Sehari sebelum pertarungan. Pagi itu...


"Hah... Hah.." Seseorang keluar dari bilik gang yang gelap. Dia adalah Rong gui. Berjalan susah payah, dengan satu tangan menopang didinding. Sementara tangan yang lainnya memegang perutnya. Darah bercucuran dari luka yang berusaha ia tutupi. Wajah Rong gui pucat, banyak sekali bekas bekas luka diseluruh tubuhnya.


Semalam, ia berusaha bersembunyi. Hendak melarikan diri. Siapa yang menyangka kalau Cui Xie mendapatinya. Pria itu tidak mau membiarkan ia lolos dari Kematian. Alhasil, dia pun terluka parah. Namun, jika bukan karena artefak pemberian kakeknya. Bisa jadi, Rong gui sudah tewas hari ini ditangan Cui Xie.


Wajah Rong gui terlihat melepuh. Keriput terlihat jelas. Ia pun terduduk bersandar di dinding. Sepertinya hidupnya akan berakhir disini. Tapi itu tak apa, daripada mati ditangan pria brensek itu dan menjadi bonekanya. Ia hanya akan membuat kakeknya kecewa.


Rong gui perlahan menarik kulit wajahnya. Yang ternyata adalah sebuah topeng. Tidak lama kemudian, terlihat sosok cantik yang luar biasa. Dengan rambut hitam yang panjang terbentang kebelakang.


Bibir pucat gadis itu menggertak penuh kebencian.


"Xie Xie! Jika bukan karena mu, aku takkan mengalami hal ini." Ia mengepalkan tangannya dengan erat. Bersiap untuk menutup mata. Namun, siapa sangka ada seseorang yang tidak sengaja melihatnya dijalan.


Dia berhenti dan memandangi gadis itu dengan wajah terbengong. Sementara gadis itu juga melihatnya. Matanya terbelalak sesaat. Baru saja dibicarakan, sekarang orangnya datang.


Xie Xie berdiri dengan makanan ditangannya. Ia berencana untuk berkeliling pagi pagi ini sambil menikmati makanan yang ia beli. Tapi, siapa sangka ia malah melihat seseorang yang tengah dalam kondisi sekarat.


"Hei, kau baik baik saja?" Tanya Xie Xie tanpa sadar.


Gadis itu menoleh kearah lain.


"Tinggalkan aku. Jangan datang kesini." Wajah gadis itu muram karena Xie Xie memang musuhnya. Namun tidak lama kemudian ia menjadi kaget. Xie Xie datang mengangkatnya.


"Apa! Apa yang kau lakukan!"


Xie Xie tidak mendengarnya. Ia tetap menggendong gadis itu.


"Omong kosong. Jelas sekali kau terluka parah. Masa iya aku membiarkanmu sendiri disini." Ia pun melompat dari atap keatap menuju rumah sakit. Sementara gadis itu sendiri berusaha meronta ronta, namun karena ia terluka parah. Ia jadi tak bisa bergerak banyak.


Mereka melewati Xiu Xiu yang tengah membeli sesuatu dibawah sana.


'Eh, kemana mereka pergi? Siapa yang digendong Xie xie.' Batin Xiu Xiu dengan bingung. Tapi ia tidak mengikutinya, sebaliknya melanjutkan pembeliannya.


"Ini tuan, kembaliannya." Pedagang itu memberikan beberapa koin perak kepada Xiu Xiu.


"Terima kasih." Xiu Xiu menerimanya dan ia pun pergi menuju pulang. Tidak lama kemudian, seorang gadis mendatangi pedagang itu.


"Tuan, apakah barangnya masih ada?" Seorang gadis datang menanyai pedagang itu. Tapi pedagang itu menggelengkan kepala.


"Maaf nona, kristal surgawi nya itu dibeli oleh seorang pemuda tidak lama sebelum anda datang."


"Apa!" Jelas gadis itu kaget mendengarnya.


"Dimana dia?" Tanyanya lagi. Pedagang menunjuk kearah Xiu Xiu yang berjalan tidak jauh dari mereka.


Dengan segera, gadis itu mengejar Xiu Xiu.


"Hei!" Panggil gadis itu tepat dibelakang Xiu Xiu.


Xiu xiu berbalik. Matanya sedikit berkerut melihat gadis didepannya.


"Kau!" Dia dan gadis itu sama sama terkejut. Ternyata Tang Xinglian yang menghentikan Xiu Xiu. Gadis itu melipat tangannya didada dengan angkuh.


"Berikan padaku barang yang baru kau beli tadi. Aku akan membayarnya dua kali lipat"


Nada bicara gadis itu tidak sesopan yang Xiu Xiu bayangkan. Dan karena sikapnya itu, Xiu Xiu jadi malas untuk berhadapan dengannya terlalu lama.


"Maaf nona, tapi aku sudah membeli barang ini. Silahkan anda mencari toko lain yang menjual barang yang sama." Xiu Xiu membungkuk sedikit kemudian berbalik dan pergi tanpa menoleh lagi.


"Ka-kau..!!" Tentu gadis itu terkejut dengan sikap acuh tak acuh Xiu Xiu. Xiu Xiu tidak tau kalau kristal surgawi itu tidak ditemukan dimana pun. itu sangatlah langka. Gadis itu pun menghentakan kakinya dengan kesal kemudian mengejarnya. Ia segera meraih bahu pria itu dan memaksanya untuk berbalik.


"Hei, aku sudah memintanya baik baik padamu. Berani beraninya kau menolaku." Ucap gadis itu dengan marah.


Alis Xiu Xiu sedikit terangkat.


"Memangnya kau mau apa kalau aku tidak mau?."


Nada Xiu Xiu tetap acuh tak acuh, tapi ditelinga gadis itu bagaikan sikap provokasi yang akan menantangnya.


"Jadi, kau tak ingin memberikannya yah." Wajah Tang Xinglian gelap, api merah bangkit dan menggelegar. Hembusan angin yang panas menerpa semua orang.


"Berikan kristal itu padaku. Jika tidak, jangan salahkan aku!" Tang Xinglian menyerang dengan tangannya yang dipenuhi bara api. Namun Xiu Xiu menangkisnya dengan tangannya yang dilapisi pasir.


Keduanya pun mundur, lalu kembali mengeluarkan serangan mereka.


"BOOM" Ledakan keras terjadi, akibatnya para pedagang disekitar mereka jadi terkena dampaknya .


Tang Xinglian mundur beberapa langkah, sementara Xiu Xiu tetap ditempatnya. Gadis itu tak menyangka kalau Xiu Xiu sekuat ini. Ia pun menggertakan gigi lalu menyerang lagi.


Api yang panas, berhadapan dengan sebuah pasir yang padat. Keduanya bertarung terus menerus. Dan tidak memperdulikan apa yang terjadi disekitar mereka.


"Hentikan! Apa yang terjadi ini?"


Tang Xinglian dan Xiu Xiu terhenti. Seorang pria dengan perawakan kekar dan berotot datang menghentikan pertarungan mereka berdua bersama seorang wanita disampingnya. Tampaknya mereka sedang berpatroli dan tidak sengaja melihat pertarungan disini. Makanya mereka jadi datang untuk memeriksa.


Ternyata benar saja, seseorang telah mencari masalah. Alhasil, Tang Xinglian dan Xiu Xiu ditangkap dan dibawah kekantor keamanan.


Kerajaan Zhongtian begitu ketat kalau dalam pengawasan keamanan. Ini disebabkan karena tempat ini adalah tempat yang sering dikunjungi para peserta yang datang dari berbagai kerajaan. Untuk menghindari adanya kekacauan yang merugikan masyarakat. Pihak kerajaan membentuk petugas keamanan untuk menjaga dan mengawasi keadaan kota surga.


Tang Xinglian dan Xiu Xiu dibawah sampai ke pemimpin mereka.


"Apa yang mereka berdua lakukan?" Tanya pemimpin petugas keamanan yang tengah duduk didepan mereka.


"Pemimpin, sepasang kekasih ini tengah bertarung dipinggir pasar. Mereka banyak menghancurkan tempat dagangan para pedagang." Lapor seorang bawahan. Sementara Tang Xinglian dan Xiu Xiu terkejut mendengar perkataan bawahan tersebut.


Sepasang kekasih?

__ADS_1


"Tuan, aku bukan kekasihnya. Kami juga tidak berteman." Xiu Xiu dan Tang Xinglian berkata bersama sama.


Rupanya pria itu tidak mendengarkan mereka.


"Jadi begitu yah." Ketua berpangkat tinggi mengangguk mengerti. Kemudian menatap mereka berdua dengan galak.


"Hei, kalian. Kalau ada masalah, lebih baik kalian selesaikan dirumah. Jangan sembarangan bertarung. Ini bukan kota nenek moyang kalian."


Tang Xinglian langsung membanting tangannya ke meja dengan marah.


"Tuan, pria ini tidak mau menyerahkan kristalnya kepadaku. Jadi aku memaksanya untuk memberikannya."


Xiu Xiu hanya menggelengkan kepalanya. jelas sekali kalau gadis ini mengatakan dirinya sendiri bersalah.


"Bukan begitu tuan. Aku yang pertama membelinya. Tapi dia menginginkannya. Meskipun aku tidak mau tapi dia tetap memaksa. Apa tuan pikir akan rela memberikannya jika tuan berada diposisi saya."


Wajah Tang Xinglian jadi muram. Terlihat jelas urat dilehernya.


"Tapi bukankah sudah kubilang kalau aku akan membayar dua kali lipat. Lagi pula, aku tidak meminta cuma cuma."


"Tapi aku tidak mau menyerahkannya kepadamu. Jadi mengertilah, kenapa kau keras kepala sekali?" Xiu Xiu menjawab dengan datar.


Jawaban datar itu tentu membuat Tang Xinglian semakin kesal.


"Ka-kau... Lebih baik kau serahkan kristal itu. jika tidak...." Percikan api terlihat ditangan Tang Xinglian.


"Aku tidak mau, kau mau apa?" Pandangan Xiu Xiu kemudian menjadi dindin. Pasir pun bangkit disekitar tubuhnya.


Mereka hendak bertarung lagi namun si ketua didepan mereka jadi membanting tangannya kemeja dengan emosi hingga Xiu Xiu dan gadis itu jadi terhenti.


"Kalian pikir kalian siapa? Apa kalian tidak sadar kalau kalian ada dimana. Dengar yah, aku tidak mau tahu tapi kalian harus membayar ganti rugi akibat kerusakan lingkungan yang kalian berdua sebabkan. Sekarang kalian keluar untuk bertemu dengan beberapa pedagang yang sudah kalian hancurkan tempat mereka."


Xiu Xiu dan Tang Xinglian terdiam. Mereka saling memandangi untuk sesaat. Tidak lama kemudian, dari pintu masuk. Beberapa pria paruh baya masuk kedalam ruangan itu. Ada yang gemuk ada juga yang kaya. Mereka semua adalah para pedagang pedagang yang tempat mereka hancur akibat pertarungan tadi.


"A-apa! Sebanyak ini!" Tang Xinglian sendiri tak percaya dengan apa yang ia lihat. Mereka semua langsung memberontak dan merudung Xiu Xiu serta Tang Xinglian. Meminta ganti rugi dan menunjuk nunjuk mereka dengan sikap tak sopan.


"Jadi kalian berdua yah. Dasar pembuatan masalah! Cepat bayar kerusakan toko ku yang sudah kalian hancurkan."


"Ya. Mereka telah menghancurkan buah buahan ku yang ku jual. Padahal buah buahan itu belum laku tapi mereka sudah menghancurkannya."


Kalimat demi kalimat dilontarkan oleh para pedagang itu. Xiu Xiu tak bisa berkata apa apa. Sementara Tang Xinglian tentu tidak senang dengan ucapan mereka yang terlalu kasar. Bagaimana tidak, mereka menunjuk nunjuknya dengan tak sopan. Apa mereka tidak tau bagaimana cara memperlakukan gadis cantik.


"Kenapa kau diam saja nona. Cepat keluarkan uangmu dan bayar kerugian kami. Dasar tukang pembuat masalah."


Kata kata itu langsung membuat gadis itu emosi. Ia pun menghampiri orang yang telah mengatainya.


"Apa yang kau katakan tadi pria botak. Kau ingin mati yah."


"Heh... Ingin membunuhku. Coba saja kalau bisa. Kau sudah berbuat kekacauan di kota surga. Apa kau pikir kau bisa lolos dari anggota kerajaan?"


Tampang pria botak itu malah lebih kesal. Ia mengolok ngolok Tang Xinglian habis habisan. Sampai akhirnya gadis itu tak bisa lagi menahan amarahnya. Dan meninju pria botak itu sampai terhempas kebelakang.


"Hei, bocah. Kenapa kau tidak mengajari kekasihmu itu untuk bersikap tenang. Dia bahkan tidak mengakui kesalahannya." Ucap wanita yang berpakaian ketat disamping Xiu Xiu.


"Sudah kubilang kan, kami tidak ada hubungan apa apa. Jadi berhenti menganggap kami sebagai pasangan kekasih." Xiu Xiu dan Tang Xinglian menjawab bersamaan. Sementara wanita itu hanya memutar matanya dengan acuh tak acuh. Ia lalu melipat tangannya didada.


"Kalau begitu bayar saja ganti ruginya. Atau tidak aku akan melaporkanmu ke pihak yang berwajib. Aku yakin, kalian akan mendapatkan sanksi yang lebih berat."


Tang Xinglian semakin emosi mendengar perkataan wanita itu. Ia menggertakan gigi dengan tangannya yang terkepal.


"Baiklah, akan kubayar." Ia pun mengeluarkan harta miliknya dari dalam cincin penyimpanan. Hanya saja, setelah diperiksa. Ternyata uangnya tersisa sedikit. Hanya cukup untuk membeli kristal tadi. Sementara sisanya hanya untuk membeli makanan sehari hari.


Tang Xinglian membeku tak percaya.


'Oh, Iyah. Aku lupa, aku terlalu banyak belanja selama datang kesini dan selalu kalah dalam taruhan.'


"Ada apa nona! Cepat berikan uangnya!" Salah seorang pedagang meraih uang gadis itu. Namun ia langsung terdiam setelah melihat isi didalamnya.


"Ini mana cukup. Kau orang miskin yah."


Kali ini, gadis itu tak bisa mengatakan apa apa lagi. Tapi melihat Xiu Xiu yang polos, senyum dibibirnya langsung terpancar.


"Suamiku, kenapa kau tidak membantuku." Gadis itu langsung merangkul lengan Xiu Xiu dan menggesek gesekkan lengan itu ke miliknya yang lembut.


Para pedagang didepan mereka hanya menyaksikan itu dengan air liur yang mengalir.


Mata Tang Xinglian memancarkan cahaya aneh. Dia menggunakan atribut penggoda. Namun ternyata atribut penggoda itu tidak mempan untuk Xiu Xiu yang memang tidak tertarik dengannya.


"Hentikan omong kosongmu. Bayar sendiri." Xiu Xiu berkata dengan datar. Wajah Tang Xinglian menjadi gelap seketika.


"Aku berjanji untuk mengganti uangmu."


"Kau pikir aku akan percaya?" Tatap Xiu Xiu tak perduli. Tang Xinglian jadi semakin marah. Atribut penggoda miliknya tidak berguna dan sekarang ia berada diposisi terpojok. Apa yang harus ia lakukan.


Lagi pula dia hanyalah wanita penipu yang suka mempengaruhi para lelaki. Dimata Xiu Xiu, wanita ini hanyalah wanita rendahan. Tapi, ada yang membuatnya penasaran. Mungkin ia tak semesum Lin Fin, atau sehebat Qin Yan dalam mencari gadis. Ia juga tak bisa menyamakan dirinya dari Xie Xie yang ceria atau Jung Kyun yang cerdas. Tapi dia penasaran akan sesuatu.


"Um.... Sepertinya aku bisa membantumu." Ucapnya pelan setelah berpikir cukup lama.


"Benarkah? Kau mau membantuku. Aku akan membayar kebaikanmu ini nanti." Tang Xinglian jadi bersemangat, ia mendekatkan wajahnya ke Xiu Xiu. Namun ia tidak sadar, kalau Xiu Xiu juga mendekatinya. Alhasil, keduanya bertemu. Bibir mereka saling bersentuhan. Kebetulan mulut Tang Xinglian juga terbuka.


Tang Xinglian membeku dengan mata membesar. Xiu Xiu sendiri menutup mata. Semua orang hanya menyaksikan itu dengan mulut ternganga. Bahkan wanita dibelakang mereka sampai terkejut. Bisa bisanya mereka bermesraan didepan umum.


Setenang tenangnya Xiu Xiu, dia juga manusia. Ia penasaran akan sesuatu. Bagaimana rasanya ciuman.


"Rasanya hambar. Tapi aneh." Pikir Xiu Xiu setelah merasakan bibirnya yang masih basah karena disentuh bibir Tang Xinglian yang terbuka.


Ia tidak memperhatikan ekspresi Tang Xinglian yang wajahnya gelap disampingnya.

__ADS_1


"Berani, beraninya kau.....!!!" Api mulai berkobar lagi disekitar gadis itu. Ekspresinya marah namun masih meninggalkan jejak kemerahan dipipinya.


"Aku akan membayar ganti ruginya sekarang." Xiu Xiu tidak memperdulikannya, ia mulai mengeluarkan uang dari cincin penyimpanan miliknya.


"Aku tidak perduli lagi. Kau harus mati karena berani mengambil keuntungan dariku." Tang Xinglian hendak menyerang Xiu Xiu lagi. Namun wanita penjaga keamanan dibelakang mereka menghentikannya.


"Tenanglah nona, kau akan menambah masalah lagi."


"Kau pikir aku hanya diam setelah aku diperlakukan seperti itu?" Marah Tang xinglian yang tidak terima.


"Eh, bukankah kalian kekasih? Kenapa harus marah begitu."


"Kami bukan...." Tang Xinglian hendak membantah lagi. Namun ia terhenti. Ia tidak bisa berkata kata lagi setelah mendengar omongannya. Dia pun hanya terdiam menahan malu, wajahnya memerah sampai ke telinga. Tubuhnya menggigil karena kemarahan tapi masih membiarkan Xiu Xiu membayar semuanya.


Diluar dugaan, ternyata biaya ganti rugi yang dikeluarkan cukup banyak hingga membuat Xiu Xiu kehabisan uang. Ia pun hanya menyesali nasibnya kenapa bisa bertemu dengan gadis ini. Uang yang ia kumpulkan selama ini, hasil taruhan, hasil kerja, semuanya habis hanya untuk membayar ganti rugi yang bukan sepenuhnya kesalahannya.


Ketika semuanya beres, disaat itulah Tang Xinglian mulai beraksi. Ia hendak menangkap Xiu Xiu. Tapi Xiu Xiu sendiri tidak panik. Ia hanya menatap gadis itu dengan tenang. Tidak lama kemudian, ia pun lolos dari cengkraman gadis itu.


"Xiu Xiu!!" Tang Xinglian hanya bisa meneriaki nama Xiu Xiu dengan penuh kebencian. Ia tentu tahu dimana letak tempat anak itu. Tanpa membuang waktu, ia pun mengejar pria itu sampai kesana.


Cerita berganti ke Jung Kyun yang tengah berbaring santai dibawah pohon. Angin sepoi Sepoi menghembus, membuatnya rileks dan segar. Dia berada di taman, tepat disamping rumah sakit. Sepanjang hari, ia terus melihat orang orang yang berlalu lalang didepannya. Semuanya memiliki pasangan. Membuatnya iri.


Ia pun tanpa sadar berbalik kearah ruangan dimana Qin Yan dirawat. Bosnya itu, bagaimana bisa ia membuat banyak wanita cantik tertarik padanya. Bahkan itu bukan wanita biasa. Latar belakang mereka tidak terkira bagaikan bumi dan langit baginya.


Tapi Jung Kyun hanya menghela napas. Dia tak sebanding dengan tuan Qin Yan. Tuan Qin Yan adalah orang yang luar biasa, wajar baginya untuk disukai banyak gadis gadis.


"Hm?" Tapi Jung Kyun tidak sengaja melihat seorang pengungkit yang tengah bersembunyi dibalik pohon. Pengungkit itu sedang memata matai Qin Yan dibalik jendela.


"Siapa itu!" Ia langsung beranjak berdiri.


Pengungkit itu tengah memandangi Qin Yan didalam sana. Tiba tiba dirinya langsung diserang dengan senjata pisau yang melaju kepada dirinya.


Dia menghindar, dan pisau itu hanya tertancap dibatang pohon.


"Siapa kau!" Jung Kyun langsung menghadang pengungkit itu.


Pengungkit itu buru buru melarikan diri, dan Jung Kyun mengejarnya.


"Berhenti kau!" Dalam situasi kejar dikejar. Jung kyun mendapati kalau pengungkit itu juga menyerangnya balik. Senjata yang dimiliknya sangat berbeda dengan senjata biasanya. Dia terus menembakan senjata senjata itu kearahnya.


Jung kyun terus menghindar dan menangkis. Tapi saat ia melihat celah, ia pun tersenyum tipis.


"Dapat kau." Bayangannya aktif dan langsung mengunci pengungkit itu. Jung Kyun bergegas dan langsung membuka kedoknya. Ternyata, sebuah keindahan terpampang didepan matanya. Seorang gadis cantik berambut coklat yang panjangnya sebahu. Membuat Jung Kyun terpana. Butuh waktu bagi Jung Kyun sadar dari apa yang ia pikirkan. Hingga kemudian gadis itu memanfaatkan momen tersebut untuk melarikan diri. Dia menggunakan senjata rahasia miliknya yang mengeluarkan jaring. Jaring itu dilapisi listrik, hingga Jung Kyun hang tersengat, tak bisa bergerak.


'Sial, lepas.' Jung Kyun terduduk lemas disana, jaring yang mengikatnya membuatnya tak berdaya. Tubuhnya sudah berasap akibat listrik yang ditimbulkan oleh jaring itu.


Meskipun Jung Kyun menyalahkan dirinya sendiri karena gagal. Namun sejujurnya dalam hati ia merasa iri. Mengapa gadis secantik tadi harus menjadi pengungkit. Itu pun harus mengawasi keberadaan Qin Yan. Haish.... Jung Kyun mulai merasa kalau dirinya menyedihkan. Haruskah ia bilang kalau ia tak berguna, atau menyalahkan bosnya yang terlalu menyebar pesona hingga tak mengisahkan gadis cantik untuk yang lain.


"Sial." Jung Kyun pulang dalam suasana hati yang buruk.


Setelah dipikir pikir, ia sepertinya mengingat gadis tadi. Tang Yuyun dari kota logam, keluarga penghasil senjata rahasia. Dia berasal dari keluarga dengan latar belakang tinggi. Lagi lagi dia harus tertarik kepada bosnya.


Dari balik jendela, jauh dari kamar Qin Yan. Rong Gui versi gadis duduk diatas ranjangnya memperhatikan Jung kyun dari kejauhan. Sekarang ia sudah sadar, lukanya sudah diobati. Namun ia harus berada dirumah sakit ini selama beberapa hari karena lukanya belum sepenuhnya pulih.


"Kau sudah bangun?" Terdengar suara tabib disamping. Tabib itu memberikan Rong gui beberapa makanan.


"Ini, pria yang membawamu memberikan ini padamu ketika kau sudah bangun. Katanya kau pasti lapar setelah tidak sadar sepanjang hari."


Rong gui melirik makanan didepannya. Ia tak mau makan, tapi ia tak bisa membohongi perutnya yang berbunyi. Alhasil, karena rasa malu pada tabib yang ada di ruangan ini. Wajah gadis itu memerah.


"Kau harus makan. Karena kau butuh energi." Senyum sang tabib. Ia pun memberikan sebuah kertas dan kuas.


"Tulis namamu disini. Agar kami tidak kesulitan mengenalmu."


Rong Gui mengambil kuas itu, menuliskan namanya dikertas. Nama yang bertuliskan, Rong Rong.


*******


"Ceklek" Terlihat Xiu Xiu memasuki ruangan. Ia mengeluarkan kristal yang baru ia beli tadi dan menyerahkannya pada Xiang Xiang. Gadis itu, dia tengah mengupas apel untuk diberikan kepada Qin Yan.


Sementara Lin Fin juga tengah makan disana. Melihat Xiu Xiu masuk, ia tidak tahan untuk bertanya.


"Kenapa kau lama sekali. Sekarang bagianmu sudah habis dimakan Liu er."


"Apa! Kau menuduhku yang memakannya. Bukankah kau yang menghabiskannya tadi? Kau mau mati yah!" Tang Liu mengangkat tangannya untuk meninju Lin Fin. Jika bukan karena anak itu yang memohon ampun, mungkin dia sudah terbang keluar karena pukulannya.


Xiu Xiu hanya menggaruk kepalanya dengan malu.


"Maaf, tadi ada sedikit kendala ditengah jalan."


"Kendala?" Tanya Lin Fin lagi.


"Ya." Xiu Xiu mengangguk. Qin Yan pun hanya tersenyum.


"Sudahlah, saudara Xiu terlambat karena aku. Ambillah bagianku." Senyum Qin Yan. Sesaat kemudian, senyumnya menghilang. Diluar jendela, tiba tiba ada sebuah bola api besar menghantam masuk.


"BOOOM" Ledakan terjadi. Setengah dinding hangus.


"Xiu Xiu! Keluar kau! Dimana kau, bajingan!" Terdengar suara Tang Xinglian berteriak keras didepan rumah sakit. Para petugas datang menghentikannya. Tapi Tang Xinglian tetap tidak mau pergi. Meskipun ada ahli tingkat raja disana. Emosinya membuat otaknya buntu.


"Jadi, kendala maksudmu adalah itu." Tanya Qin Yan, matanya berkerut ketika melihat Tang Xinglian disana.


"Kau apakan gadis itu saudara Xiu? Hingga dia sebenci itu padamu" Tanya Lin Fin disamping.


"Aku menciumnya." Jawab Xiu Xiu dengan polos. Qin Yan dan lainnya tentu langsung terkejut.


"Kau bajingan mesum! Keluar kau!" Tang Liu langsung menendang Xiu Xiu keluar hingga terjatuh dihadapan Tang Xinglian.

__ADS_1


"Akhirnya kau keluar juga yah, bajingan mesum." Tang Xinglian memandangi Xiu Xiu dengan niat membunuh.


"Hari ini, aku menantangmu bertarung. Jika kau kalah, aku akan membunuhmu, bebas dari hukum apapun."


__ADS_2