LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Bersujudnya seorang pangeran sombong


__ADS_3

Aula kerajaan..


Raja Qian ji, ayahnya Qin yan tengah duduk di kursi singgasananya dengan penuh martabat dan kemuliaan. Wajahnya menunjukan ketenangan serta ketegasan saat menyambut tiga raja dari kerajaan yang berbeda. Tapi sebenarnya ia sedang pusing tujuh keliling sedang memutar otak bagaimana ia bisa menghindari topik yang mereka bahas ini.


Pasalnya tiga raja ini, kerajaan Dandun, kerajaan Kalise, dan kerajaan Geritimo dari tadi selalu berulang kali membahas tentang bisnis yang diluar pemikirannya. Diam diam ia mengutuk Qin yan, bagaimana bisa anak itu memancing ketiga raja ini untuk datang kekerajaannya yang kecil.


Raja Dandun, Dong fang. Sejak kejadian besar besaran dua tahun lalu, kekuasaan kerajaan diambil alih oleh pasukan Distrik Revolusioner. Selama beberapa bulan waktu itu, terjadi perang besar besaran antara pasukan Distrik revolusioner dengan pasukan istana tanpa raja. Dalam kasus perang tersebut, Distrik revolusioner meminta bantuan dari kerajaan Sunmoon dengan janji semua wilayah yang pernah diserang dan diambil alih oleh raja Mo akan dilepaskan. Bukan hanya itu, kerajaan itu akan membayar ganti rugi semua kerusakan yang pernah dialami kerajaan Sunmoon serta tanpa sadar terjadi kesepakatan persahabatan dari dua kerajaan ini.


Tentunya itu adalah tawaran yang sangat menggiurkan bagi kerajaan Sunmoon. Raja pun menyepakati kesepakatan tersebut, dan hasilnya sekarang mereka benar benar sudah menikmatinya.


Sama halnya dengan kerajaan Dandun, kerajaan Kalise juga adalah musuh mereka. Namun sejak sepuluh tahun lalu, kejadian sejarah yang juga tidak kalah dengan kekacauan yang Qin yan buat dua tahun lalu juga mengubah seluruh nasib kerajaan ini. Tepat pada saat dia berpisah dengan ibu Qin yan. Dua kerajaan bekerja sama untuk menguasai kerajaan Sunmon. Dan tiga sekte diam diam membantu mereka bahkan ikut serta dalam kejadian tersebut. Sekte racun, Sekte Dark demon, dan sekte darah merah neraka. Ditambah lagi, Sekte menara es suci juga ada ditempat kejadian itu tapi tidak bersangkutan dengan mereka.


Raja sebelumnya, Qian chen. Kakek Qin yan berhasil membunuh raja Kalise, Jue Huan. Hal itu pun menjadi kekacauan besar, perebutan tahta juga pasti akan terjadi. Oleh karena itu, kesepakatan pun terjadi dimana keempat sekte menjadi saksinya. Kesepakatan untuk menghentikan permusuhan antara dua kerajaan tersebut. Dimana kerajaan Kalise menyetujuinya untuk berdamai dengan kerajaan Sunmoon. sementara kerajaan Dandun tidak setuju. Tapi yang pasti, setelah kejadian itu terjadi. Perlahan lahan, raja baru kerajaan Kalise ini akhirnya memulai awal yang baru untuk menjalin persahabatan dengan kerajaan ini.


"Qian ji, anda tak perlu menyembunyikan hal seperti itu. Aku benar benar kagum sekali rupanya kalian mempunyai master Kondolisasi dikerajaan ini. Sesuai namanya yah, wilayah kecil ini menyembunyikan banyak rahasia." Raja Kalise sesekali bercanda sambil meminum anggur yang sudah dituangkan pelayan.


Sebenarnya, diantara ketiga raja tersebut. Dua istri ayah Qin yan juga ada dipertemuan itu, Huyan Xing lu dan ibunya Qian qian. Tentunya penasehat kerajaan pun juga ada disana, tetua Huyan.


"Raja, bagaimana kalau kita manfaatkan ini. Kita gunakan kesempatan ini atas nama master kondolisasi tersebut. Kita bisa meraup banyak keuntungan, masalah caranya aku punya ide." Bisik penatua tersebut dengan wajah penuh kerakusan, berniat merayu sang raja akan termakan imingannya.


'Hehehe.. setelah itu, kau akan masuk dalam jebakan ini raja. Setujulah raja, setujulah.' Rupanya ia dan raja Kalise sudah merencanakan ini, ia disuruh untuk membujuk raja agar mau mempertimbangkan tawaran menggiurkan milik raja Kalise. Dan membuat ayah Qin yan berjanji pada raja Kalise, sisanya penasehat akan mengarahkan janji tersebut ke arah penipuan. Agar semua kesalahan dan tuduhan akan ditanggung oleh raja sendiri. Disaat reputasi raja sudah rusak, giliran mereka menyerang, baik itu didalam maupun diluar kerajaan.


'Eh!' Tapi anehnya, raja dari tadi hanya diam berpikir terus menerus dan tidak menanggapinya sedikit pun. Hal itu membuatnya kesal, apalagi raja Kalise diam diam mengirimkan pesan agar ia membujuknya lebih jauh lagi.


"Raja kau mendengarkanku?" Saran penasehat tidak didengarkan. Meskipun ia sudah menjelaskan itu beberapa kali, namun pada akhirnya sarannya ditolak mentah mentah. Hal itu membuat penasehat benar benar marah, karena tak senang ia pun sengaja meminta ijin buang air kecil untuk keluar.


Raja Kalise pun juga kehabisan ide, ia memandangi raja Dandun dan raja Geritimo. Betapa irinya dia saat kedua kerajaan ini dijadikan rekan bisnis, salah apa sebenarnya dia sehingga dia tidak dihargai begini. Ia pun hanya menggertakan gigi, tangannya terkepal erat. Namun ia masih saja memaksakan senyumnya, jika dia memulai dengan kasar, maka itu akan sia sia.


"Qian ji, kalau tawaranku ini terlalu rendah, aku bisa menambahkan dua kali lipat. Mari kita jalani kerja sama ini dengan baik."


Ayah Qin yan yang sudah lama terdiam, kini juga memaksakan senyumnya. Entah kata apa yang harus ia ucapkan agar raja satu ini bisa percaya.


"Jue Shong, bukannya aku tak mengijinkanmu. Harus berapa kali aku katakan, aku benar benar tidak tahu siapa master kondolisasi tersebut."


"Ayolah Qian ji, kau kan seorang raja disini, mana mungkin kau tidak tau siapa Master tersebut, setidaknya kau punya jaringan untuk mencarinya." Paksaan raja itu membuat ayah Qin yan hanya menghela napas sambil menggelengkan kepala tak berdaya.


"Baiklah, aku kuusahakan." Ia pun memanggil pelayannya untuk mencari Qin yan, sebagaimana raja Kalise yang tak bisa berbicara kasar. Ia juga tak bisa berbicara kasar disini, karena mulut bisa menyebabkan perang badar.


"Seperti yang diharapkan raja Sunmoon, selalu memberikan yang terbaik. Tenang saja, aku raja Kalise juga akan berjanji memberikan yang....."


"Bruk" Tiba tiba dinding aula pun retak, pangeran Jue ji terhempas sampai kemeja raja Kalise.


"Apa! Apa yang terjadi?" Semuanya langsung kaget, suasana yang awalnya diam kini digantikan suasana ricuh.


Debu yang bertebaran pun akhirnya menghilang, betapa kagetnya raja Kalise menyaksikan putranya tersungkur dalam keadaan mulut terbuka.


"Jue ji! Apa yang terjadi padamu!?" Raja Kalise pun berusaha membangunkannya.


"A-ayah... Bocah itu... Bocah itu singting!" Berkata Jue ji dengan ketakutan ngeri diwajahnya, menatap jauh dari dari lorong dinding yang rusak.

__ADS_1


Diluar kamar Qin yan, Qian yu dan Qian qian yang tengah duduk bercerita, kini ikut dikejutkan dengan kerusakan tiba tiba disamping mereka. Mata mereka membesar serta mulut mereka ternganga menatap apa yang terjadi.


"Heeeh.. bocah sialan, dia kira sedang berhadapan dengan siapa?" Qin yan keluar dari kamarnya lewat lubang tersebut, perubahan iblis dalam tubuhnya juga menyusut, karna ia tak mau mengeluarkan jika sudah berada diluar.


Ia berjalan dengan wajah serius menatap kedepan, jauh didepan sana mata ularnya dapat melihat dengan jelas, melihat anak itu yang tengah terkapar di tengah aula.


"Bisa bisanya kau semarah itu sampai menghancurkan dinding istanamu sendiri." Medusa juga heran dengan apa yang Qin yan lakukan. Namun perkataannya tidak dibalas oleh anak itu, tampaknya ia begitu serius. Hingga ia sendiri saja jadi tertegun.


Dengan pelan, Qin yan berjalan kearah aula. Semuanya memang sudah menunggu disana, terutama raja Kalise. Namun saat melihat Qin yan yang keluar, mereka jadi menyerngit.


"Apakah dia yang sudah membuat putraku begini?" Berkata raja Kalise tak percaya dengan apa yang ia lihat.


"Qian yu!" Ibu Qian san lebih terkejut lagi saat melihatnya.


Walaupun mereka semua tidak percaya kalau Qin yan yang melakukannya, tapi Jue ji menjadi bukti kalau Qin yan lah yang telah membuatnya seperti itu.


"A-ayah... tolong aku.. di-dia.. Gila!" Jue ji mundur perlahan, melihat Qin yan mendekatinya.


"Hentikan! Apa yang kau lakukan?" Ayah Jue ji datang menghalanginya. Cincin merah bangkit dan berputar ditangan kanannya.


Meskipun ia berada ditingkat Sage tapi Qin yan tidak berhenti maju, tidak ada ekspresi apapun diwajahnya yang serius. Bahkan orang lain diruangan itu mengira Qin yan sudah gila, kecuali ayahnya yang tenang, Qian qian yang sudah tiba, serta raja Dandun yang matanya terbelalak melihat kedatangan Qin yan.


"Ka-kau..." Raja Kalise ingin menggertak Qin yan, tapi Qin yan malah lebih dulu menggertaknya dengan mengeluarkan senjata roh pedang berat cahayanya kearah leher pria itu.


"Minggir." Satu ucapan dingin Qin yan membuat mata semua orang langsung terbelalak sekali lagi, bagaimana tidak. Seorang anak remaja mengancam seorang raja dengan pedangnya. Terlebih lagi pedang itu tampak aneh, setelah diperiksa mata mereka makin terbelalak ketika tau kalau pedang itu adalah senjata roh.


'Di-dia... bagaimana Qian yu mempunyai senjata selangka itu?' Batin penasehat dengan heran, diam diam ia juga melirik ayah Qin yan yang juga ikut kaget, tampaknya ia tidak tau apa apa.


"Bocah, kau kaya juga. Benar benar tidak disangka yah." Raja Kalise tersenyum sungging, tapi sebenarnya dalam hatinya ia bertanya tanya kenapa Qin yan mempunyai harta karun itu.


"Kau raja Kalise kan? seharusnya kau mengerti kenapa kau tidak diterima dalam bisnisku. Jangan datang kesini jika putramu saja tidak mempunyai etika." Tatap Qin yan dengan tajam, perkataannya membuat raja Kalise sadar. Ia langsung menatap ayah Qin yan untuk mengonfirmasi, melihatnya mengangguk ia jadi lebih terkejut lagi.


'Di-dia... Tidak mungkin.' Raja Kalise menolak kenyataan itu, ia benar benar tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Serasa ia sedang dipermainkan oleh bocah ini.


"Bocah, kau jangan bercanda padaku." Tatapnya dengan lucu.


"Mei ji!" Panggil Qin yan, setelah itu mata semua orang membesar sekali lagi. Raja Geritimo saja bahkan sampai lupa mengangkat gelasnya, ketika menyaksikan sosok wanita giok keluar dari lorong dinding tersebut bekas dimana Qim yan keluar.


Namun segera orang orang itu menarik tatapan mereka kembali saat melihat cincin emas bersinar di kedua tangan wanita itu.


Tingkat Kaisar.


Yah, itu tingkat kaisar. Mereka benar benar tak percaya ada sosok yang sangat kuat menetap dikerajaan ini. Sosok yang bahkan jarang sekali ada dikerajaan lain, tapi kerajaan di kecil ini ternyata bersembunyi sosok yang dapat mengobrak abrik satu kerajaan.


Semuanya menganga, ayah Qin yan, ibu Qian qian, Huyan Xing lu, penasehat kerajaan, bahkan ketiga raja tersebut juga ikut ternganga. Raja Kalise yang terus menatapnya begitu lama karena kecantikannya, kini langsung membatu. Membuat semua jadi kaget, dalam sekali kedipan.


Seorang raja jadi tidak berdaya.


"Guld"

__ADS_1


'Dari mana Qian yan mendapatkan wanita ini?' Suara ludah yang ditelan pun terdengar, dan yang menelan ludah tersebut adalah ayah Qin yan sendiri yang sangat terkejut melihat itu.


"Aduh, kau seharusnya tidak membuatnya seperti itu." Ditengah keseriusan dalam suasana mengerikan tersebut, Qin yan malah melucu. Tingkahnya benar benar santai diluar pemikiran mereka.


"Banyak bicara kau, aku sudah bilang kalau aku tidak suka ditatap." Jawab Medusa dengan datar.


"Ta-tapi bagaimana bisa kita bicara dengannya kalau seperti ini?" Qin yan bingung dengan kesensitifan wanita ini.


"Bisakah kau tidak menyuruhku seperti itu. Kau tidak pernah memahamiku yah." Tunjuk Medusa dengan kesal, perkataannya membuat semua orang menatapnya dengan aneh. Hal itu membuat wajahnya memerah karena malu, tapi reaksinya makin membuat mereka tambah merasa aneh. Mereka pun menatap Qin yan dengan tatapan lebih aneh lagi, tentu ada juga yang iri dengannya.


"Ka-kau... kau menyebalkan!" Medusa berbalik cepat dan pergi menuju kamar dengan gugub. Meninggalkan Qin yan yang hanya terbengong sendiri. Kemudian Qin yan berbalik pada patung raja Kalise.


"Aduh, bagaimana aku menyelesaikan ini yah." Qin yan sendiri menggaruk garuk kepalanya dengan pusing. Kalau sampai terjadi apa apa dengan pria ini, pastinya akan terjadi perang. Jika seperti itu, bagaimana pembangunan sektenya akan berjalan lancar.


"Aaah.. Sialan, kenapa aku harus melakukan ini." Terpaksa Qin yan pun mengangkat patungnya, membawanya ke Medusa langsung. Meninggalkan suasana ruangan itu yang hening meskipun banyak orang. Ia tidak menyangka, wanita dingin dan datar seperti Medusa bisa juga merasa malu saat salah berdalih didepan banyak orang.


Beberapa menit kemudian, masih dalam suasana hening. Tidak ada yang bergerak satu pun di ruangan tersebut.


"Buakh" Kali ini lubang kedua terbentuk, raja Kalise terlempar dan mendarat disamping anaknya. Tapi kondisi pria itu tidak apa apa dibanding anaknya yang parah. Namun jelas, semua orang melihat ekspresi ngeri diwajahnya.


"Sialan kau bocah." Ucap raja Kalise memegangi dadanya, tempat dimana Qin yan menendangnya tadi.


"Siung" Ia ingin bangun, namun tiba tiba pedang berat cahaya milik Qin yan menimpa lantai, tepat didekat sisi lehernya. Tidak lama setelah itu, Qin yan pun keluar dari sana.


"Dua pilihan untukmu, suruh putramu untuk berlutut didepan Qian qian. Atau pergi tanpa membawa hasil apapun." Tatap Qin yan dengan serius padanya.


"Be-beraninya kau..." Mata raja Kalise membesar, namun mengingat Qin yan yang menendangnya tadi dalam mode mengerikan. Ia pun jadi tertegun.


"Aku hitung sampai tiga, satu.." Berkata Qin yan dengan datar, tanpa sadar pun orang itu jadi panik. Karena tekanan batin yang ia rasakan akibat tekanan Qin yan, ia jadi tidak normal. Tubunya sedikit gemetar karena tatapan dan aura anak itu.


"Dua...." Hitungan kedua, raja Kalise langsung menjambak kepala putranya. Menyeretnya langsung kehadapan Qian qian.


"A-ayah! Apa yang kau lakukan?" Jue ji berusaha meronta, namun ayahnya langsung menamparnya.


"Dasar anak tidak tahu diuntung! Ternyata kaulah yang telah mempermalukan wajahku selama ini." Tamparan itu membuat Jue ji terdiam, ia akhirnya berhenti memberontak.


"Ti...."


"Tolong maafkan kesalahan putra saya! Sa-saya salah tidak mendidiknya dengan baik." Bibir raja Kalise gemetar saat mengucapkannya. Ia sendiri tidak menyangka kalau ia akan melakuan hal memalukan ini. Semuanya karena perbuatan anak itu, hanya anak itu. Anak yang sudah membuat harga dirinya tidak ada lagi didepan raja lain.


Qian qian sendiri sangat terkejut, melihat raja Kalise berlutut, sementara tangannya menghentakan dahi Jue ji dilantai. Memaksanya bersujud. Apa yang dia lihat ini seperti rasanya bermimpi, ini tidak nyata karena ini tidak mungkin.


"Cepat minta maaflah anak brens*k!" Pukul sang raja lagi, Qin yan sendiri jadi menggaruk kepalanya sendiri ketika melihatnya. Sudah terlihat dengan jelas, kalau dia bukan ayah yang baik.


Jika itu dia, mungkin Qin yan lah sendiri yang berlutut karena sebagai orang tua tidak memberikan pendidikan yang baik untuk anaknya. Tapi orang ini, dia begitu egois. Dia lebih mementingkan ego dan serta harga dirinya dibanding situasi. Hal itu membuat Qin yan tertawa jijik melihatnya.


'Menarik sekali, bagaimana jika aku mempermainkanmu lebih jauh.'


*******

__ADS_1


Terimah kasih karena mau membaca, silahkan Like, Komen dan jangan lupa Votenya. Mumpung hari ini hari senin๐Ÿ˜๐Ÿ˜


__ADS_2