LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Bencana setelah kemanangan.


__ADS_3

30 menit telah berlalu setelah kematian Rong Qiyu. Qin Yan masih dalam keadaan memulihkan energinya dijaga oleh Ling Qingzhu disampingnya.


"Haah...!" Setelah memulihkan cukup lama, Qin Yan akhirnya selesai. Ia menghela napas kemudian berdiri.


"Jadi, setelah ini apa yang akan kau lakukan?" Weiqing tiba tiba bertanya dalam keadaan mengendalikan pilar tidak jauh dari sana.


Qin Yan yang tenang, akhirnya mengaktifkan mata merahnya. Niat membunuh terpancar dimatanya.


"Aku harus mencari sisanya!"


******


Saat itu, kebetulan Cui Xie tengah bertarung melawan empat orang ahli. Pertarungan mereka cukup instens. Cui Xie yang ingin melarikan diri selalu dihalangi oleh mereka. Satu diantara mereka adalah istri pertama Weiqing. Xu tian er.


"Sial sial sial!" Cui Xie membangkitkan domain miliknya, lalu Avatar, dia bertarung melawan mereka mati matian yang mengurungnya dengan menggunakan domain mereka pula. Dalam hati benar benar sangat tidak terima, kenapa mereka bisa kalah. Dan kenapa juga mereka tak bisa memenangkan pertarungan ini, padahal persiapan yang mereka lakukan sangat matang. Mereka tidak menduga jika ternyata musuh yang mereka serangan jauh lebih siap dibandingkan mereka.


'Sial! Ini pasti ulah anak itu!!' Cui Xie menggertakan gigi dengan penuh kemarahan. Namun, tepat diwaktu ia mengutuk Qin Yan. Orang yang ia kutuk sudah berada dibelakangnya. Tatapan dingin itu yang berisi niat membunuh yang tinggi. Membuat punggung Cui Xie berkeringat dingin.


'anak ini... bagaimana bisa dia sekuat ini dalam waktu singkat.'


Cui Xie menggertakan gigi lalu mundur dengan hati hati. Keempat ahli yang melawannya hendak menyerang. Namun dengan tatapan Qin Yan ke mereka, mereka langsung terhenti.


Qin Yan mengeluarkan pedangnya, pedang panjang dan ramping, pedang roh angin.


"Akan kucincang kau dengan pelan, untuk menggantikan kematian Huo lan waktu itu. Kalian benar benar biadap, menangkap Huo lan bahkan membuatnya mati dengan fisik seperti monster. Aku tidak pernah mengampunimu!"


"Heh... Itu salah gadis itu kenapa dia mengenalmu." Cui Xie memaksakan senyumnya meskipun ia sudah terpojok sekarang.


Mau bagaimana lagi, melarikan diri pun kini tak sempat. Dia harus memikirkan sebuah cara agar bisa lepas dari anak ini. Lalu ia menatap Qin Yan yang wajahnya pitam. Ia pun menyeringai, kalau Qin Yan yang biasanya tenang dan dingin bisa terprofokasi. Apakah dia bisa memanfaatkan itu?


"Heh? Ada apa? Kau masih mengingat gadis itu yah. Aduh, sampai segitunya."


"wush" Belum sempat Cui Xie tersenyum. Sebuah pedang sudah mencapai lehernya. Mata Cui Xie membesar, ia tidak bisa memprediksi gerakan anak ini.


'Te-terlalu cepat!'


Namun untungnya ia masih sempat menghindar. Qin Yan kembali menyerang namun Cui xie berhasil menangkis meskipun agak kesulitan.


"Pang pang pang." Qin Yan juga tidak berhenti menyerang, kecepatannya sangat menakutkan bahkan membuat Cui Xie kewalahan. Jika bukan karena insting bertahan hidup, mana mungkin Cui Xie mampu bertahan dengan tekanan kematian ini.


'Sial!' Cui Xie mulai khawatir, kecepatan Qin Yan terus bertambah setiap ia melesat.


"Slash." Sampai akhirnya ia tidak sempat menangkis lagi, bahu kanannya tersayat cukup dalam.


"Slash slash slash." Tiga tebasan dilancarkan berturut turut, Cui Xie semakin terpojok dan akhirnya tidak mampu berdiri. Saat luka sudah cukup banyak ditubuhnya, Qin Yan kembali melesat dengan pedang ditangannya. Dia akan menebas Cui Xie kali ini, lalu mengakhiri semuanya.


Pedang Qin Yan terangkat, lalu bergerak secepat kilat untuk menebas.

__ADS_1


"Pang" Hanya saja, Cui Xie menciptakan dinding hitam yang pekat. Menghantam lajunya pedang.


"Kegelapan! Tanah kematian!"


Cui Xie langsung mengerahkan seluruh kekuatannya. Kekuatan kegelapan menyebar disekitarnya, melapisi tanah, dan udara. Qin Yan melompat mundur, tanah kegelapan itu bagaikan lumpur. Menghisap benda yang berpijak. Ratusan tangan berukuran raksasa keluar dari tanah tersebut. Menggapai Qin Yan, ingin menangkap, mengoyak dan menghancurkan Qin Yan sampai menjadi gumpalan daging. Tak perduli seberapa Qin Yan menjauh, tangan raksasa itu terus memanjang dan mengikuti kemana pun Qin Yan pergi.


Menghindari tangan tangan ini, membuat Qin Yan semakin jauh dari Cui Xie. Cui Xie bisa saja memanfaatkan kesempatan ini untuk melarikan diri. Dia sengaja menciptakan peluang. Dan Qin Yan tidak terima itu. Dia lalu maju dengan menginjak udara, seberapa pun banyak tangan tangan ini. Qin Yan pun tidak akan membiarkan Cui Xie mempunyai celah untuk melarikan diri.


"Slash slash Slash" Dia pun juga mulai menebas dan menghancurkan tangan tangan tersebut. Cui Xie memang pintar, dia bahkan menambahkan jumlah tangan raksasa yang menyerang menjadi ratusan kali lipat. Sebanyak apapun Qin Yan menebas, tangan tersebut terus tumbuh yang menyerang. Percikan listrik, api, angin, kegelapan, selalu berganti dipedang Qin Yan.


"HUAAAARRRGGHHH....!!" Cui Xie pun kembali mengerahkan seluruh tenaganya sampai titik penghabisan untuk menghancurkan Qin Yan. Sampai tangan itu tumbuh melebihi kecepatan ketika Qin Yan menebas. Lalu tangan tersebut menutupi Qin Yan seutuhnya.


Ketika tangan itu sudah tertutup rapat, pedang Qin Yan melesat melewati celah kecil yang masih belum tertutup.


"Huh!" Tentu Cui Xie tahu itu, ia langsung menunduk. Ternyata timingnya tepat sekali, tepat ketika dia menunduk, Qin Yan muncul dan hendak menebasnya.


Namun, hanya saja ia agak terlambat menyadari perubahan gerakan pedang Qin Yan. Dan akhirnya, pedang itu langsung menusuk ke dada kanannya.


"Urgh...!" Cui Xie langsung memuntahkan darah. Belum sampai disitu, aliran listrik mengalir. Tubuh Cui Xie langsung menderita karena listrik.


"UAAARRRGGHH....!!" Dia berteriak sampai tubuhnya tumbang.


Qin Yan mencabut pedangnya dengan kasar. Lalu menendang Cui Xie sampai terhempas dengan sangat menyedihkan.


Kali ini, Cui Xie tidak mampu lagi berdiri. Ia terkapar ditanah dengan kesadaran yang masih utuh. Meksipun dia saat ini sudah mencapai batasnya. Namun, napasnya masih terdengar ditelinga Qin Yan.


"Ukh..." Selanjutnya ia meringis ketika Qin Yan menginjak kepalanya. Menekannya ketanah, sampai mengeluarkan darah.


"Jadi, inilah akhirnya yah." Cui Xie perlahan kehilangan kesadarannya.


"Pinjamkan aku tubuhmu."


"Huh!" Cui Xie terkejut di tengah ambang kematiannya. Sebuah suara terdengar dikepalanya. Ia perlahan menutup mata, namun sedikit senyum tipis terlihat dibibirnya. Suara ini, tentu ia begitu mengenalnya. Jadi dia belum mati yah.


Jika ini benar, maka Cui Xie tidak punya pilihan lain. Demi menghancurkan Qin Yan, ia rela melakukan apapun.


'Asalkan dapat membunuh anak itu. Aku rela kau memakai nyawaku sebagai kekuatanmu.'


Qin Yan tiba tiba merasakan aura aneh lagi. Tidak, aura ini tentu Qin Yan mengenalnya.


'Demon Magicstal ini belum mati? Apa apaan ini, dia bisa lolos dari energi Zenit atau... dia pasti mempunyai kedudukan di klan iblis. Kalau tidak, bagaimana ia mengetahui trik menghindar dari energi Zenit.'


Qin Yan melompat mundur.


Tubuh Cui Xie perlahan terbangun dengan dilapisi energi jahat. Tangan Cui xie kembali memanjang dengan kuku yang tajam. Wajahnya perlahan ternodai dengan corak hitam. Terakhir, matanya terbuka dengan nyala hijau.


'Apalagi yang dia lakukan.' Qin Yan mendengus tak senang. Ketika tangan Cui Xie terangkat, Qin Yan langsung bertindak. Menghalangi rencana jahatnya.

__ADS_1


"Pang" Tebasannya di tangkis. Cui Xie menggeram dengan liar.


"Grrrr...!!" Ia langsung menyerang Qin Yan dengan cepat. Namun, dibalik serangannya, ternyata Cui Xie yang sudah dikuasai tubuhnya ini malah memanfaatkan kesempatan untuk menjauh.


Qin Yan langsung menyadari itu dan mengejarnya. Peristiwa kejar mengejar terjadi. Saat ini, yang lain juga tidak tinggal diam. Yan Qinying, Feng Diuliu, Chu yuechan bahkan Xu Tian er juga mulai menghalanginya. Ternyata Cui xie menuju kearah Weiqing, sang pengendali pilar. Dia dengan kecepatan kilat langsung sampai dihadapan Weiqing.


Weiqing yang tidak sempat menghindar saja hendak berteleportasi. Tapi, jika dilihat dari timing, Qin Yan tahu kalau Weiqing akan gagal berteleportasi. Dan akibatnya dia akan dilepaskan dari kendali pilar. Lalu Cui Xie akan mengambil alih pilar dan mengendalikannya leluasa. Jika itu terjadi, maka masalahnya akan semakin rumit.


Penghentian waktu!


Qin Yan kembali menggunakan kartu asnya yang selalu menghabiskan kekuatan. Dalam waktu 10 detik, dunia di seluruh benua ini berhenti bergerak. Meski membutuhkan energi yang besar, tapi Qin Yan tidak berhenti. Ia langsung mengaktifkan teleportasi dan muncul didepan Cui Xie.


"Slash" Pedang Qin Yan berhasil melukai punggung pria itu. Dalam waktu lima detik, tidak sia sia Qin Yan menggunakan skill ilahi tersebut.


Disaat berikutnya, Qin Yan menendangnya agar menjauh dari Weiqing. Lalu maju tanpa memberinya celah.


"Tembak dia!" Qin Yan berteriak memberikan isyarat. Weiqing yang cukup tersentak akhirnya mengangguk. Ia lalu menembak beberapa tembakan cahaya.


"Swosh swosh swosh" Tiga tembakan cahaya datang dari pilar dilepaskan. Namun tidak satupun yang mengenai target. Qin Yan dan Cui Xie saling bertukar serangan dengan kecepatan menakutkan. Mereka selalu berganti tempat dan bertarung mati matian.


Sampai tembakan kelima pun, Cui Xie dan Qin Yan tidak berhenti.


"Bocah!" Energi jahat mulai menyebar, menyerang Qin Yan.


Qin Yan juga menghindar, lalu prajurit bayangannya menyerang pria tersebut. Meskipun hanya pengalihan, namun setidaknya pria itu sibuk dengan pertarungan melawan mereka.


"Formasi!" Chu yuechan, Feng Diuliu, Yan Qinying dan Xu Tian er yang mengejar mereka mulai mengaktifkan formasi pengekang seperti situasi Rong Qiyu. Sayangnya, Cui Xie menggunakan formasi iblis untuk memecahkan formasi itu dan menggagalkan rencana mereka.


'Kuat sekali!' Keringat bercucuran diwajah mereka. Terutama Feng Diuliu yang kekuatannya paling lemah.


"Huh!" Saat itu, Feng Diuliu melihat Cui Xie sudah berada dihadapannya. Tanpa sempat menghindar, Feng Diuliu hanya bisa menggertakan gigi karena terkejut. Jadi, meskipun dia berusaha keras. Tetap saja kekuatannya yang lemah tidak berarti apa apa. Dia hanya akan menjadi beban.


"Pank" Sekali lagi, Qin Yan muncul dan menghalanginya. Kemudian, pertarungan Qin yan dan Cui Xie kembali terjadi.


"Jangan tinggal diam! Bantu aku!" Qin Yan berteriak kepada pria paruh baya tersebut. Feng Diuliu yang sudah merasa merendah kembali sadar. Melihat kesulitan Qin Yan, ia tidak tinggal diam. tombak ditangannya bersinar. Dan semangat bertarungnya telah kembali.


'Bodohnya aku sampai berpikir seperti tadi. Saat ini kami berada dimedan perang. Aku seharusnya mengerahkan seluruh kekuatanku untuk membantu mereka.'


"HIYAAAAHHH....!!!" Dia langsung melemparkan tombaknya yang sudah dipenuhi seluruh kekuatannya. Tombak melaju dengan kecepatan dan kekuatan yang cukup menakutkan. Menuju kearah Cui Xie, dan Qin Yan yang membelakangi tombak itu.


Kejut mental!


Qin Yan langsung mengirim serangan tersebut kearah Cui Xie. Saat pria itu masih dalam keadaan pusing, Qin Yan menghilang dan akhirnya tombak itu menghantamnya. Cui Xie sampai mematahkan tangannya demi mendapatkan kesadaran, lalu ia menangkis serangan itu meskipun tetap terhempas. Kedua tangan Cui Xie cukup mengalami luka parah akibat serangan tersebut. Feng Diuliu langsung jatuh lemas karena kehabisan kekuatan.


"Kuserahkan sisanya pada kalian."


Yan Qinying mengangguk. Lalu ia mulai berfokus. Akar berbunga langsung muncul dan melilit Cui Xie. Bunga dari akar tersebut mengeluarkan serbuk yang dapat membuat ilusi. Cui Xie sampai sempoyongan. Disaat itu, jantungya kembali membeku akibat serangan Chu yuechan. Dan terakhir Xu Tian er langsung menerjang dengan pedang cahaya miliknya.

__ADS_1


"Pedang malaikat!" Pedang tersebut mengeluarkan cahaya keemasan. Dengan lambang yang agung, cahaya berkilau dengan kesucian yang menerangi hati yang gelap. Cui Xie melihat pedang itu bersinar kearahnya.


"BOOOM" Ledakan terjadi. Cui Xie terhuyung huyung sampai ratusan meter. Belum sampai ia mendarat, penjara akar langsung mengurungnya. Saat itu, tembakan cahaya pilar yang masih belum mendarat berkumpul kearahnya.


__ADS_2