
Hawa panas berapi api memenuhi arena yang sudah retak, bagaikan sumbu api yang akan melahap semuanya. Qin Yan hanya diam bertahan dari sana, namun sebenarnya dia diam diam menyerap energi itu. Pelan dan lambat, agar gadis tersebut tidak menyadarinya. Dan ia juga tak bisa menyerang. bagaimana pun, gadis itu sedang dalam kondisi maksimalnya. Qin Yan akan menunggu waktu yang tepat untuk menyerang.
Namun, tidak disangka. Sebuah rantai panas tiba tiba muncul. Meskipun Qin Yan menyadari itu, namun ia tidak berbuat apa apa. Dan ia tidak bergerak seolah olah tidak menyadarinya
Sesaat berikutnya, rantai tersebut melilitnya. Meskipun begitu, tidak ada efek apapun didalam tubuh Qin Yan. Bahkan, alis Tang Xinglian saja jadi berkerut.
Itu dikarenakan artefak kelas tiga yang sedang ia pakai. Meskipun bajunya robek dan kulitnya terlihat tergores. Namun sebenarnya itu hanya tipuan mata saja. Faktanya, Qin Yan tidak mengalami apa apa.
Jangankan serangan tingkat Saint, serangan tingkat Semigod saja mungkin belum tentu melukainya. Itulah sebabnya ia menyerahkan enam lainnya kepada Weiqing. Benda itu sangat berguna untuk melawan sosok itu nantinya.
Namun, ada satu yang Qin Yan perhatikan. Fakta bahwa artefak ini terlalu kuat bagi mereka yang ada disini, membuatnya agak tidak bersemangat. Karena benda kuat seperti itu harusnya dipakai untuk lawan yang kuat pula. Oleh karena itu, dalam pertarungan kali ini. Qin Yan menonaktifkan skill artefak ini.
Meskipun begitu, ia juga takkan membiarkan tubuhnya terluka.
Sesaat setelah Qin Yan tertangkap rantai, Tang Xinglian maju dengan tangannya yang sudah terkumpul energi inti roh api padat. Hanya saja, ketika tangannya hendak menyentuh wajah Qin Yan. Tiba tiba mereka berdua berkedip.
Qin Yan bertukar posisi dengan gadis itu. Dan sebaliknya gadis itu yang berada diposisi Qin Yan dalam keadaan terikat rantainya sendiri.
Dalam kondisi tidak sadar, gadis itu ditendang tepat diwajahnya.
"Bum" Satu tendangan Qin Yan membuat penonton terbelalak, dan teman teman gadis itu terdiam.
"Bum" tendangan kedua membuat penonton ternganga. Bahkan orang yang tengah menonton dibalik layar sampai berdiri dengan keterkejutan diwajah mereka.
"Bum" Tendangan ketiga, barulah membuat Tang Xinglian sadar sepenuhnya. Setetes darah mengalir dibibir gadis yang cantik itu.
Saat Qin Yan melayangkan tendangan keempat, rantai yang melilit gadis itu terbuka. Dan ia terpental karena ledakan energi api gadis itu berikutnya.
Dengan kemarahan yang memuncak gadis itu bukan hanya mendorong Qin Yan. Tapi, sesaat kemudian ia membentuk sebuah kekuatan api yang sangat dashyat berbentuk phoenix. Dalam seperkian detik, phoenix nya melengking keras diatas sana. Dan dengan cepat menuju Qin Yan dengan kecepatan dan hembusan energi yang sangat menakutkan.
Qin Yan yang ada disana hanya menelan ludahnya sendiri. Ia kemudian mengumpulkan seluruh kekuatannya.
Sesaat kemudian, Phoenix itu menabrak Qin Yan dengan keras. Namun setelah itu, sebuah aura ungu langsung menghalanginya. Alhasil, serangan tersebut meledak.
Ledakan dashyat terjadi, penonton terkesima saat melihat dua buah energi yang sangat memukau. Mata mereka menyala dengan kekaguman dan mulut terbuka.
"Astaga....! Apa itu...."
"I-itu.....!! Adalah keagungan dari inti roh api. Ta-tapi.... ada dua..?"
Sinar sinar merah dan ungu memenuhi lapangan. Suara melengking burung Phoenix bergema bersama auman naga yang berputar mengelilingi sebuah bunga yang terbentang lebar, bunga lotus api ungu.
Tang Xinglian bahkan sampai menutupi dirinya karena aura kedua api itu sangat kuat.
Setelah terjadi, terlihatlah Qin Yan yang sudah tertuduk dengan keringat bercucuran.
Ternyata, sekuat kuatnya dirinya setelah segelnya terbuka. Tetap saja mempunyai batas. Ternyata para master sialan itu telah menekan kekuatannya hingga batas tertentu. Apakah mereka menyadari kalau kultivasinya sebenarnya sudah mencapai tingkat Jenderal. Qin Yan masih mempertanyakan hal itu. Mereka pasti menekan kekuatan Qin Yan hingga ketingkat Grandmaster atau Elder. Tapi, mereka sudah melupakan satu hal. Batasan itu bukanlah batasan sebenarnya. Selalu ada lebih untuk Qin Yan, tingkat kultivasi dan kekuatannya tidak akan sebanding. Dan kekuatannya yang mereka perkirakan tidak terduga.
Oleh karena itu, Qin Yan mengerti betul. Ia menggertakan gigi dan mengepalkan tangannya.
Tidak boleh kalah disini, apapun yang terjadi. Ia harus memenangkan pertarungan ini. Memangnya mereka kira mereka siapa.
Qin Yan kemudian menyeka keringat dipipinya. Ia mengeluarkan sebotol pil dari cincin penyimpanan nya. Dan menelan tiga pil sekaligus. Setelah itu, tubuhnya bersinar dan Qin Yan kembali pulih lagi.
__ADS_1
Qin Yan berdiri, menatap gadis itu dengan tajam. Kali ini harus menyelesaikannya dengan cepat.
Ia mengetuk kakinya beberapa kali, setelah itu langsung berlari menyerang gadis itu.
Tang Xinglian memusatkan fokusnya, dia adalah kultivator tingkat Saint. Pertarungan tadi hanya menguras sedikit kekuatannya. Berbeda dengan Qin Yan yang hampir kehabisan energi, ia masih mempunyai banyak energi yang tersisa untuk mengalahkan Qin Yan.
Namun ia tidak bisa meremehkan Qin Yan, anak itu mempunyai inti roh api dan mempunyai kesempatan untuk mengalahkannya, jika ia tidak berhati hati dan melakukan kesalahan sekecil apapun. maka bisa dipastikan ia akan kalah.
Perlahan gadis itu melihat Qin Yan mendekat, namun sayangnya pandangannya mulai kabur. Samar sama ia melihat Qin Yan ada dua, tapi ia menganggap itu hanya kesalahan pandangan. Yang dapat ia lihat jelas yaitu mata merah Qin Yan yang bersinar menusuk matanya.
'Apa itu... Atribut mata?' Tang Xinglian masih dalam keadaan berpikir, namun Qin Yan telah memukulnya pada bagian armor yang retak. Akibatnya, armor tersebut semakin retak karena serangan Qin Yan yang lumayan kuat.
"Bum, bum, bum," Pukulan ditempat yang sama terjadi berkali kali. Tang Xinglian tidak bisa apa apa karena pandangannya kabur.
Namun karena kemarahannya, dengan mudahnya ia lepas dari pengaruh tersebut.
Ia langsung menangkap Qin Yan. Dan membantingnya dengan kuat kelantai.
Sayangnya, orang yang ditangkap hanya pengalihan saja. Meskipun bukan klon, tapi Avatar jiwanya yang tidak terlihat sudah terjun kearahnya.
Sementara Qin Yan yang asli masih bertatapan dengan gadis itu, ketika lehernya sedang di cengkram. Mata merahnya menyala dan gelombang emas pun terlihat.
'Kejut mental!'
'Ilusi....!'
Dua serangan tersebut cukup membuat Tang Xinglian kehilangan kesadaran. Bukan hanya gelombang pusing yang luar biasa yang ia rasakan. Sebagai tambahan ia berada didunia ilusi. Di sebuah padang rumput hijau yang luas. Gadis itu yang awalnya bingung, kini perlahan mulai menikmati dan menari nari disana seperti seorang putri, ia membentangkan tubuhnya diatas rumput hijau tersebut dan menikmati bunga bunga bermekaran disana.
"Nona Tang, nona Tang!!"
Saat ia terbangun, ia tersadar kalau dirinya sudah berada diluar perbatasan. Dengan teman temannya yang berusaha membangunkannya dengan tatapan khawatir.
"Dimana aku? Bukankah aku ada di kebun bunga?"
Mendengar itu, teman temannya hanya terbengong dan saling berpandangan. Mereka pun menggelengkan kepala dengan bingung.
"Nona Tang, anda tidak sedang dikebun bunga. Anda sedang berada diluar arena karena terlempar. Sekarang anda telah kalah."
"Apa!!" Baru saat mendengarnya, gadis itu langsung cepat cepat bangun. Ia memperhatikan lingkungan sekitar. Arena yang sudah hampir hancur sepenuhnya, serta bekas bekas pertarungan. Para ahli berusaha memperbaiki tempat itu. hanya saja, ia tidak melihat lawan yang mengalahkannya. Ia kemudian berdiri, matanya berbalik kearah sana sini mencari keberadaan Qin Yan. Sampai akhirnya ia menyerah dengan perasaan kecewa.
"Apa kalian tahu, siapa yang orang tadi?" Tanyanya dengan penuh harap. Namun teman temannya hanya menggelengkan kepala.
Diarea Lobby, Qin Yan berjalan keluar. Saat ini, ia sudah nampak lelah. Ia beralasan kepada teman temannya untuk keluar sebentar, menghirup udara segar. Pertarungan malam ini, meskipun hanya satu kali. Namun benar benar sangat menguras tenaga. Bohong kalau ia mengatakan kalau dia tidak lelah.
Saat Qin Yan menuju pintu keluar, ia tiba tiba dihentikan oleh seorang gadis. Rambutnya merah pendek, dan ia menghalangi jalan Qiin Yan didepan.
"Apa maumu, tidakkah kau merasa jalan ini bukan milikmu?" Qin Yan berjalan kesamping untuk melewatinya. Namun gadis itu tetap menghentikannya. Ia menatap Qin Yan dengan tajam dan penuh kebencian.
"Aku ingin kita bertarung."
Ucapnya membuat Qin Yan tersenyum dingin. Bagaikan mendengar sebuah lelucon.
"Tch.... Kau pikir aku siapa? Seenaknya saja berkata seperti itu." Qin Yan berjalan melewatinya, namun gadis itu menghentikan tangannya.
__ADS_1
Qin Yan merasakan tangannya panas, ternyata gadis itu berani mengujinya. Namun dengan malas ia menghempaskan kasar tangan gadis itu.
"Urus saja urusanmu sendiri, jangan menggangguku." Ia pun berjalan kedepan, sampai benar benar keluar dari tempat itu. Namun, ketika sudah berjauhan, gadis datang lagi. Dan kali ini menodongkan pedang kepadanya, hingga menarik banyak perhatian orang orang disekitar.
"Aku tidak akan membiarkanmu pergi." Gadis itu tetap tidak mau berhenti menghentikan Qin Yan. Hal itu jelas membuat Qin Yan kesal, ia langsung menangkap tangan gadis itu yang memegang pedang. Melototinya dengan mata merah.
"Aku lelah, jika kau menggangguku lagi maka aku........." Sampai disitu, Qin Yan berhenti. Ia melewati gadis itu begitu saja. Tanpa harus memperhatikan bagaimana ekspresi gadis itu yang mengepalkan tangannya sendiri.
"Aku tidak takut padamu! Lakukan saja apa yang kau mau!! Hei, berhenti kau!!" Gadis itu mulai berteriak, namun Qin Yan tidak menghiraukannya. Ia tetap berjalan menjauh.
"Kubilang kau berhenti!!" Bahkan sampai gadis histeris meneriakinya, Qin Yan tetap tidak memperdulikannya.
Ia cepat cepat pulang malam ini. Sesuatu yang membuatnya tidak enak untuk bersantai santai. Firasatnya mengatakan, jika dia tidak mengambil langkah maka sosok itu akan terus mengamatinya.
Sesampainya di rumah, ia mengunci pintu rapat rapat. Bagaimana pun, ia harus meminta bantuan Yao Chen agar membuat sebuah penghalang.
Dia duduk ditempat tidurnya sambil mengeluarkan sebuah benda ditangannya. Kubus hitam yang berputar, kubus misterius ini adalah kunci untuk membuka mural mural yang berisikan sejarah. Meskipun begitu, benda ini memiliki kekuatan yang belum bisa ia deteksikan. Bahkan kubus ini bisa membuka segel didalam dirinya secara keseluruhan tanpa diketahui oleh 11 master.
"Z , bisakah kau periksa. Apa sebenarnya kekuatan benda ini." Perintah Qin Yan, matanya pun mulai memindai, setelah itu terdengar jelas dengungan dikepalanya.
..."Tuan, ini adalah satu dari pecahan kubus misterius yang berisikan kekuatan alam ruang dan waktu. Bisa dibilang kubus ini ada sejak masa peradaban dewa Zailong."...
"Apa!!" Baru saat itu langsung Qin Yan terkejut.
dari dulu sampai sekarang ia bertanya siapa sebenarnya dewa Zailong ini. Dewa yang mengantarkannya kembali kemasa lalu dan memberinya Z sebagai asistennya. Siapa yang menyangka kalau batu ini adalah petunjuk untuk mengetahui siapa sebenarnya orang itu. Meskipun ia tidak terlalu yakin, namun Qin Yan masih memiliki harapan agar batu ini bisa membawanya ke jati diri dewa itu.
"Jadi, apa didalamnya ada informasi tentang dewa Zailong?" Tanya Qin Yan lagi.
..."Ya, tuan. Hanya saja, anda perlu menggabungkan pecahan kubus ini dengan pasangannya jika anda ingin mengetahui lebih dalam."...
"Apa itu?"
..."Pasangan batu ini berada didasar lautan dan perlahan menjadi lautan itu sendiri. Batu itu bernama Piramida keagungan lautan. Aku tak bisa memberi tahukan lebih dari itu. Sampai disitu saja."...
Z pun berhenti.
Setelah mendengarnya, Qin Yan merenung sesaat. Ia menatap kubus ditangannya, karena rasa penasarannya memuncak. Ia harus tahu apa yang ada didalam batu ini.
Detik kemudian, ia mendekatkan benda itu ke dahinya. ia pun sampai dibawah alam sadarnya sendiri. Dimana ruang dan waktu disana ditentukan oleh kubus itu.
Ruang yang gelap sunyi, ia tidak melihat apapun. Hanya sebuah kubus yang berputar didepannya.
Karena penasaran, Qin yan mencoba meraih kubus itu. Siapa yang menyangka, sebelum ia mencapai kubus itu. Ia serasa menginjak ruang hampa dan akhirnya terjatuh kedalam layaknya jurang.
"Aaaaaaaaaaaaaa.....!!" Saking kagetnya, Qin Yan sampai berteriak. Suaranya berdengung disepanjang teriakannya. Kemudian, ia pun berbalik, melihat kubus itu yang perlahan lahan menjauh sampai akhirnya tidak terlihat. Ia hanya bisa mengarahkan tangannya keatas berusaha meraih kubus itu namun semuanya sia sia. Akhirnya ia pun pasrah dan menunggu sampai dimana ia jatuh.
Tidak tau berapa lama Qin Yan terjatuh, dirinya mulai curiga. Sebenarnya ada apa ini, ia terus memperhatikan dinding sekitarnya. Rasanya ia tidak jatuh, malah lebih dikatakan melayang. Tapi sensasi dan berat tubuhnya yang menuju kebawah, ia sudah tau kalau ia sedang terjatuh.
Ketika ia berbalik lagi, matanya terbelalak mendapati jurang tanpa batas. Apa ini? Apa yang terjadi? Qin Yan terus merasakannya beberapa kali. Tidak salah lagi kalau ia terjatuh, ditandai dengan hembusan angin yang ia hadapi. Ini benar benar terjatuh. Lalu apa yang salah.
Setelah beberapa lama, Qin Yan mulai panik. Ia berusaha maraih dinding disekitarnya. Namun semuanya sia sia. Ia akhirnya pasrah, sebenarnya sampai kapan ia terjatuh begini.
Waktu berlalu, Qin Yan merasa ini sudah satu hari, meskipun ia tidak terlalu yakin. Namun apa yang ia bisa ia perbuat. Sampai akhirnya ia tak bisa menghitung hari.
__ADS_1
Disisi lain, dalam sudut kubus tersebut. Waktu menunjukan sudah sepuluh hari, dua puluh hari sampai akhirnya sebulan.
Pikiran Qin Yan melayang, rasanya ia akan gila.