LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Menekan ketiga sekte


__ADS_3

"Serahkan benda itu." Tanpa banyak bicara ia langsung keintinya. Matanya menatap Qin yan dengan tatapan menyipit. Mengeluarkan tekanannya. Melihat sebuah kotak ditangan Qin yan, ia langsung melesat dan tiba tiba muncul didepan Qin yan.


Secepat kilat, ia berhasil meraih kotak itu. Qin yan sendirk tak sempat bereaksi namun ia tiba tiba mengambilnya. Disaat wanita itu hendak, melangkah kembali, sekte Racun dan sekte Darkdemon sudah menghalanginya.


"Sekte Darah merah neraka cukup kurang ajar juga yah. Bisa bisanya mereka tak punya etika dan langsung menerobos begitu saja." Berkata wanita dari sekte Darkdemon dengan ekspresi tak senang.


"Baru datang dan langsung mengambil barang saja. Kami ada disini dan kau tidak menghargai kami untuk meminta ijin?" Wuang sheng juga menghadang dibagian kirinya.


Mendengar itu, wanita dari sekte Darah Merah neraka hanya menghela napas. Senyum merendahkan menghiasi wajahnya.


"Kalian dua sekte rendahan, mana mungkin dibandingkan dengan sekte kuat seperti kami."


Perkataan itu bagaikan api yang membuat kedua tingkat Kaisar tersebut jadi mendidih karena emosi. Mata mereka melotot menatap wanita sombong didepan mereka.


"Apa yang kau bilang tadi?" Ucap mereka bersama sama.


"Tidak perlu kuulangi lagi, aku malas." Wanita itu berbalik, kemudian melompat keatas langit. Disertai dengan munculnya burung phoenix yang mendominasi.


Ketika burung itu hendak melaju, tiba tiba ratusan boneka menutupi jalannya. Wanita itu jadi terhenti diudara.


"Mau kemana kau?" Ucap Wuang shen dengan suara serak dibelakang. Kedua jarinya dipenuhi benang energi, tanpa menunggu waktu lagi. Ia langsung menarik benang itu. Ratusan boneka tersebut melaju dengan cepat menyerang wanita tersebut.


"Hm...?" Wanita itu hanya tersenyum melihatnya kedua tangannya memunculkan percikan api. Ia berputar ditempat, setelah itu badai api raksasa langsung berputar hingga kelangit.


Semua orang yang menyaksikan itu jadi tercengang, jadi inikah kekuatan tingkat kaisar.


'Gawat! Apa yang sebenarnya mereka lakukan. Jika mereka berdua bertarung, Maka kota ini bisa saja kena imbasnya.' Berpikir Yuechan diantara para hadirin yang menonton pertarungan tersebut. Ia hendak menghentikan mereka, namun seseorang menghentikannya. Rupanya Qin yan sudah muncul disampingnya dengan wajah bertopeng, mengatasi wanita ini agar tidak mengacaukan rencananya.


"Diam dan saksikan saja." Berkata Qin yan dengan pelan. Yuechan awalnya ingin melepaskan tangannya, namun ketika mendengar suara itu, matanya langsung menyipit. Menatap pria bertopeng yang memegangnya.


"Kau.... Apa kau sudah merencanakan semua ini?" Tanyanya dengan curiga.


"Heeeh... Aku tidak punya cara lain." Ucap Qin yan sambil mengangkat kedua tangannya. Ia pun menghadap kelangit, dimana kedua ahli tersebut masih bertarung.


Yuechan yang mendengar itu juga tidak bisa berkata apa apa, ia pun juga mengikuti anak itu mengamati pertarungan.


"Hahaha.... Kau pikir bisa menangkapku dengan boneka sampahmu itu?" Tawa wanita itu dengan angkuh. Namun ia merasa ada yang aneh. Dari tadi, sepanjang apinya menyebar luas. Ia tidak sekalipun melihat bekas boneka itu yang yang terjatuh.


'Mungkin boneka itu berubah menjadi abu.' Pikirnya.


Namun tiba tiba, apinya tiba tiba tertembus. Ratusan jarum besi beracun langsung menyergapnya.


"Huh!" Ia terkejut melihat itu, phoenixnya bergerak cepat. Ia berusaha menghindari jarum jarum itu. Namun ada juga beberapa jarum yang menggores armornya. Hal itu membuatnya emosi, apinya langsung berbentuk phoenix. Melaju kencang menghancurkan semua jarum tersebut. Ia bahkan berputar dan langsung menciptakan bola api pelindung.


"Bhuahaha.... Bagaimana sekarang!! Bahkan apimu pun tak bisa menghancurkan bonekaku. Api macam apa ini?" Tawa Wuang shen yang terbang dengan boneka buatannya.


Api pun akhirnya menghilang, tatapan wanita berapi itu semakin dingin saja. Sementara didepan, Wuang shen menatapnya dengan penuh senyuman licik.

__ADS_1


"Hehehe... Jangan lupakan aku!" Tiba tiba wanita dari sekte Darkdemon muncul dibelakang. Cakarnya dipenuhi percikan kegelapan.


Bahkan ketika tengah diambang bahaya, wanita berapi itu masih saja tetap tenang. Ternyata seorang pria paruh baya yang merupakan rekannya. Juga maju menghadang wanita dibelakang tersebut.


"Ptank" Cakar kegelapan berbentrokan dengan kapak api. Wanita dari sekte Darkdemon mundur kebelakang.


"Heeeh, bisa juga kau menangkis seranganku yah." Senyum wanita itu dengan penuh ketertarikan. Menatap pria didepannya yang memegang dua kapak menyala dipenuhi api.


"Kami punya pasukan yang banyak, kau pikir kalian berlima bisa mengatasinya?" Ucap pria itu dengan dingin.


"Hm...? Pasukan? Tentu saja kami punya. Kau pikir kami akan pergi kesini tanpa persiapan apapun?" Senyum wanita itu.


Dibawah, ketua bisnis dari keluarga Black bear, akhirnya berdiri. Tangannya melambai kemudian ratusan prajurit seperti ninja pun langsung mengepung.


"Tuan, kami sudah melakukan apa yang anda perintahkan." Berkata pria botak itu dengan patuh.


Dou wei yang ada dibawah juga menyalakan cincinnya, setelah itu ratusan para ahli juga muncul diatas langit. Disekitar istana sudah dipenuhi banyak para petarung yang akan berperang.


"Ini gawat, para warga disini." Berkata raja Sunmoon dengan khawatir, ia pun berbalik menatap Qin yan disana. Tentu Qin yan tahu itu, ia pun mengangguk padanya. Agar tidak perlu panik. Kemudian ia pun menatap Jin kei, disana ia juga mengangguk. Kemudian berdiri lalu membanting tangannya ditanah.


Sebuah formasi biru langsung tercipta. Semua orang kaget melihat itu. Bahkan empat orang ahli yang hendak bertarung berbalik kearah cahaya yang menarik perhatian tersebut.


"Apa itu!" Berkata mereka dengan heran.


"Aaaah!!! Tu-tubuhku bersinar!!" Semua tiba tiba terkejut lagi, banyak sekali diantara para hadirin yang tubuh mereka tiba tiba bersinar. Bukan hanya dihalaman kerajaan, bahkan dikota yang masih dipenuhi orang pun juga bersinar. Para murid murid akademi, raja Geritimo, raja Dandun. Satu persatu mulai menghilang, sampai akhirnya semua orang dikota ini jadi sepi dan kosong.


"Astaga, tu-tubuhku juga..." Berkata Yuechan dengan heran, tiket yang ia pegang. Didalam tiket itu, sebuah pola prasasti berpindah ditubuhnya. Karena terkejut ia langsung membuang kertas itu.


"Apa maksudmu dengan mengambilnya juga? Ini... Apa yang terjadi sebenarnya!" Teriak Yuechan dengan panik, namun Qin yan hanya melambaikan tangannya.


"Maaf yah, sepertinya kau pergi bersama yang lain." Sekejap, Yuechan dan Qing zhu disamping jadi menghilang. Meskipun mata mereka terbelalak, tapi mereka tak bisa melakukan apa apa.


Setelah mereka semua menghilang, kota pun kosong. Menyisahkan Qin yan, Qian yu, ayahnya, ibu Qian qian dan masih banyak lagi. Termasuk empat keluarga besar yang mengabaikan tiket tersebut. Tentu tiga sekte yang hendak bertarung disana juga masih ada. Mereka semua menatap Qin yan dan lainnya.


"Ada yang aneh dengan mereka." Gumam mereka dengan alis berkerut. Entah kenapa, sisa orang yang berada dibawah hanya tenang menatap mereka.


"Tampaknya kita sudah dipermainkan." Berkata Dou wei dengan curiga. Tatapannya mengalisis semua orang, selain anggota kerajaan, ia tidak bisa mendeteksi kultivasi Qin yan, Elfes, Jin kei dan yao chen.


"Mereka, bukan orang biasa." Ahli kaisar disana juga menyadarinya. Mereka pun mulai waspada dengan apa yang terjadi.


"Siapa sebenarnya kalian?" Tanya Dou wei dengan penuh ingin tahu.


Qin yan pun maju, berjalan dengan tenang. Sementara yang lain hanya diam ditempat.


"Kalau tidak salah, kau itu muridnya Han genyu kan?" Tatap Qin yan padanya, membuat Dou wei mundur dengan khawatir.


"Ka-kau.... Siapa sebenarnya kau, kenapa kau bisa tahu tentang diriku?" Ucapnya dengan penuh keringat. Ia mundur dengan waspada.

__ADS_1


"Tentu saja aku langsung tahu, dari baumu saja sudah tercium. Bekas tangannya serta aura masih melekat pada dirimu." Qin yan perlahan tertawa.


"Han genyu, Cui xie, Chi tae. Kalian bertiga mengirimkan utusan kalian kesini yah." Qin yan pun menghela napas, topengnya jatuh kelantai.


Mata semua orang terbelalak melihat itu. Wajah yang nampak seperti Qian yu terpampang dihadapan mereka. Empat keluarga besar langsung tercengang melihat itu, Qian san dan ibunya. Mata mereka membesar melihat sosok Qian yu yang ada dua ini.


'Ja-jangan dia...' Ibu Qian qian menutup mulutnya yang menganga, ingatannya kemudian terbawa kesebelas tahun yang lalu. Dua orang putra Qian ji yang berwajah sama itu terpisah oleh insiden sepuluh tahun lalu. Dan sekarang anak kembar yang satunya telah berdiri dihadapan mereka, tanpa takut atau gentar sekalipun ketika beberapa sekte berada disekelilingnya.


"Um... Boleh kutahu, siapa kau?" Ucap Dou wei dengan bingung, ia menggaruk garuk kepalanya tanpa sadar.


Tatapan mata Qin yan menjadi lesuh dihadapannya, ia pun berbalik pada Wuang shen diatas langit. Wajah pria tua itu, penuh keterkejutan dan keringat. Ia benar benar tidak menyangka kalau sosok dua tahun lalu yang menghilang sekarang ada dihadapannya.


"Dou Wei! Menjauh dari sana, dia berbahaya!!" Teriak Wuang sheng dengan panik, membuat ketiga ahli lain jadi tertegun. Ahli tahap Kaisar itu, takut pada seorang bocah remaja yang tidak mempunyai kultivasi.


Dengan cepat, Dou wei mundur. Ia menjauh dari Qin yan.


"Paman, siapa dia? Kenapa anda takut padanya?" Tanyanya dengan bingung.


Sementara Wuang sheng masih terguncang dengan keberadaan Qin yan.


"Dua tahun, kami mencarimu. Rupanya kau, ada disini, aku tidak mengenalimu karena wajahmu dulu dipenuhi stempel biru. Ternyata wajah aslimu seperti itu yah."


"Apa!" Semua orang terkejut mendengar itu. Dua tahun lalu, siapapun pasti mengerti hal itu. Tatapan mereka semua mengarah pada Qin yan disana. Tapi Qin yan hanya tenang tanpa mengeluarkan ekspresi apapun.


"Tunggu paman! Dua tahun disini? Berarti..." Mata Dou wei kemudian membesar, ia pun menatap kearah Jin kei, Yao chen, Elfes, Weisi, Tang liu Xiang xiang, Mao jin dan lain lain yang tak bisa disebutkan semua.


"Yah, pasti sektenya sudah berdiri." Jawab Wuang shen dengan keringat dingin bercucuran. Kedua sekte lain, yang tadi hendak bertarung kini menelan ludah sendiri. Mereka tidak punya keinginan lagi untuk bertarung satu sama lain.


"Memangnya kenapa! Kenapa kalau dia punya sekte sendiri. Bukankah kita lebih banyak, lagian mereka hanya beberapa kan? Sementara kita mempunyai tiga ahli tingkat Kaisar." Teriak wanita yang mengendarai burung phoenix.


"hanya berada ditingkat awal kaisar, kenapa begitu sombong?" Elfes pun berdiri, ia menghentakan kakinya. Seketika aura langsung menyebar. Penyamarannya jadi menghilang. Meski saat ini cincin emasnya tidak bangkit, namun auranya bahkan membuat ketiga ahli disana jadi ketakutan. Elfes, pria yang menekan mereka berada jauh ditingkat Kaisar.


Raut wajah panik muncul diwajah mereka masing masing. Satu hal yang mereka lalukan saat ini.


Berhati hati saat orang itu menyerang.


'Darimana anak itu mendapatkan ahli sekuat ini.?' Batin Wuang sheng dalam hati. Menatap Elfes yang berdiri tegak didepan mereka.


"Kurasa aku sendiri cukup melawan kalian semua." Ucapnya dengan santai. Setelah perkataannya berlalu, tiba tiba dirinya langsung menghilang. Menyerang pria berkapak dua.


"Buakh" Tanpa mengelak sedikit pun, pria itu langsung terkena tendangannya dibagian perut. Ia langsung terpental ketanah, menghancurkan satu perumahan.


"Ukhuk Ukhuk" Pria itu langsung memuntahkan darah segar sambil memegang perutnya yang sakit. Semua orang yang melihat itu jadi ketakutan. Para penghianat yang tadi begitu sombong, kini menyesal karena telah berbuat sembrono. Sekarang, nyawa mereka kemungkinan tidak akan tertolong lagi.


"Qin yan, bukankah ini terlalu mudah? Sudah jelas, kalau tetua Elfes memang menanganinya sendiri." Berkata Xing yun yang berada disana. Tapi Qin yan hanya menggelengkan kepala dengan pelan.


"Bukan itu yang kupikirkan, kalau masalah ini. Aku mungkin juga hanya akan bersantai. Tapi masalahnya, mereka juga mengatur rencana. Yang kau lihat ini hanya sebagian kecil saja. Tapi perang yang sebenarnya menyusul kebelakang." Alis Qin yan berkerut ketika menghadap kearah luar kerajaan ini.

__ADS_1


"Ada mata mata yang tak bisa kudeteksi didekat kita. Mata mata yang mengirimkan informasi detail mengenai kita semua."


Mata Dou wei membesar mendengar itu, bagaimana mungkin Qin yan mengetahuinya. Bahkan mata mata yang sekte mereka kirimkan selama bertahun tahun ini tidak pernah melakukan kesalahan, tapi anak ini bisa mengetahuinya. Dan juga hanya dia yang mengetahui hal ini. Ini benar benar berbahaya, ia hanya berharap. Bala bantuan kiriman sekte mereka sudah sampai dikerajaan ini.


__ADS_2