
Energi mental menyebar keseluruh kota, menyapu bagaikan angin yang berhembus. Mereka yang ada, terpengaruh oleh energi itu. Meski efeknya tidak sefatal yang dirasakan, namun bagi petarung yang berada dibawah tingkat Saint. Semua pingsan ketika terkena energi itu. Termasuk prajurit istana, keluarga Ning, keluarga Huyan, keluarga De dan beberapa prajurit dari keluarga Black bear. Hanya menyisakan patriak keluarga Ning dan putrinya Ning er, patriak keliarga Huyan dan putrinya juga, beberapa tetua juga masih sadar. Begitu pula dengan keluarga De, patriak dan putrinya juga masih sadar.
Selain itu, semua orang yang merasakan energi tersebut. Berbalik pada arah yang dimana energi itu berasal, mereka terdiam dengan ekspresi kaget sekaligus kagum melihat Qin yan yang mempunyai cincin kuning berputar dibelakang kepalanya. Tentunya mereka tak pernah melihat hal seperti itu, dalam pikiran mereka. Sosok Qin yan ini seperti sosok baru yang akan mereka ingat seumur hidup mereka.
"Huh! Apa yang terjadi dengan anak itu? Kenapa segelnya terbuka?" Berkata Jin kei dengan bingng, tubuhnya dipenuhi asap. Energi yang luar biasa mengalir didalam tubuhnya. Ia pun memandangi kedua tangannya.
'Aku bisa merasakannya.' Mulut Jin kei mengeluarkan asap, giginya membengkak dan menjadi tajam. Pupil matanya berubah menjadi biru fertikal. Tangan kanannya, membengkak membentuk cakar dialiri arus listrik biru. Tatapannya mengarah kedepan, dimana seorang pria dan wanita mempunyai pita melayang layang diatas langit. Sebenarnya ketiga sosok itu sedang melakukan pertarungan diatas sana. Hanya saja, karena Jin kei merasakan energi asing. Ia pun jadi tidak tenang dibuatnya.
Namun, ia tidak memperhatikan hal itu. Matanya penuh niat membunuh, kepada orang orang dari sekte Darah merah neraka ini. Sejauh pertarungan berlanjut, kedua orang itu bahkan tidak bisa menghadapi Jin kei yang hanya sendirian. Keduanya bahkan mengalami beberapa luka ditubuh mereka.
Tapi, saat ini mereka merasakan atmosfir mulai berbeda. Entah kenapa, rasa ketakutan muncul didalam diri mereka. Dunia menjadi gelap, awan hitam menutupi matahari menjadi mendung. Gemuruh gemuruh petir menggetarkan langit.
Mata mereka semakin terbelalak, menyaksikan sepasang sayap naga muncul dibelakang Jin kei. Tiga pasang tanduk tumbuh dikepalanya. Ekspresi pria itu tersenyum tipis kepada mereka.
"Guld" Bunyi air liur ditelan pun terdengar, sang wanita berpita mengeluarkan api. Api itu memenuhi kota, bagaikan awan langit merah yang jatuh kebumi. Lalu sang pria mengeluarkan hembusan angin. Mereka pun saling berpegangan tangan, mengerahkan seluruh energi mereka kedalam satu serangan.
Badai api raksasa.
"HAAAAH!!!" Semua orang yang menonton dibalik lingkaran pelindung sekte jadi tercengang. Beberapa dari mereka ada yang berlutut, menangis, dan berdoa seperti menyaksikan hari kiamat.
Bukan main, kota yang awalnya dipenuhi bangunan. Kini hangus meninggalkan lapangan tanah. Seluruh energi yang tersebut melaju kearah Jin kei seorang diri. Pria itu juga hanya mengangkat tangannya dengan santai. Lautan air, dipenuhi aliran petir bagaikan stunami menelan kota.
Ratu Es Yuechan bahkan sampai berkeringat sedikit melihat itu.
'Dua ahli tahap Kaisar tingkat menengah bersatu, kekuatannya mereka setingkat dengan tingkat kaisar akhir. Namun, pria itu berada ditingkat mana?' Alisnya pun berkerut menatap sosok Jin kei disana, tangannya mengeluarkan percikan es. Lalu mengaktifkan skill barrier tingkat tinggi, berniat untuk melindungi mereka semua yang ada disini. Ia berasumsi, bahkan pelindung sekte ini mungkin tak bisa menahan serangan ketiga orang itu yang begitu kuat.
"BOOOOOOOOOOOMMMM" Tanah pun bergetar, gempa bumi. Qin yan berbalik kearah selatan, terlihat sangat jelas. Pusaran air, api, angin, dan petir berputar diatas sana. Menembus awan, layaknya menuju kelangit ketujuh. Bahkan, puing puing serangan serangan mereka, membanjiri seluruh kota. Air bergerak seperti gelombang pasang surut dan ombak. Dalam sekejap, kota pusat sudah tidak lagi. Hanya menyisahkan air yang sudah menimpa kota seperti layaknya lautan.
Mata semua orang terbelalak dibalik halaman sekte. Mulut mereka ternganga, menyaksikan seekor naga biru berputar melindungi sekte mereka diatas sana. Naga itu bahkan meraung ganas, mengisyaratkan keagungannya.
Yuechan yang melihat itu, jadi menggigil. Hewan kuno yang ia lihat dua tahun lalu akhirnya muncul lagi. Ketika ia mencari informasi tentang naga itu dibuku kuno, ia menemukan. Kalau beast kuno itu adalah piaran para dewa dikehidupan kuno.
"Haaaah, ular itu. Apakah dia akan menghancurkan akademi yang sudah dibuat susah payah?" Berkata Yao chen dengan malas, ia menatap kearah selatan. Dimana Jin kei berada, saat ini. Mata pria itu berwarna merah dengan pupil vertikal didalam matanya. Telinga panjang virtual muncul dikepalanya, bahkan seluruh tubuhnya dipenuhi api kuning. Sembilan ekor muncul dan menari nari dibelakangnya.
Yao chen pun berbalik kearah akademi, Kyubi ekor 9 raksasa menjaga akademi tersebut dari lautan tsunami yang menutupi kota.
"Kerja bagus" Senyumnya, ia pun berbalik lagi kearah sekte Darkdemon dengan tatapan dingin. Tubuh mereka saat ini dipenuhi keringat. Wanita bertopeng tengkorak burung, sudah terluka parah. Sekarang, ketiga ahli yang kaisar tersebut sudah tidak lagi mempunyai penutup wajah. Masing masing menampilkan wajah satu persatu. Keadaan mereka, tidak bisa dikatakan lagi. Palu ditangan pria kekar sudah hancur, pria itu sudah kehilangan satu matanya. Sementara pria kurus yang botak itu, sekarang satu tangannya sudah tidak ada. Bumerang yang ia pegang sekarang hanya tersisa satu, karna satunya lagi sudah hancur.
Yao chen tetap dingin menatap mereka. Mulutnya berdecak dengan penuh penghinaan.
"Makanya, jangan sok jagoan kalau datang dikerajaan orang lain." Ucap Yao chen dengan senyum tipis. Setelah ia berbicara, ia pun menghilang. Ketiga ahli itu jadi panik ketika melihatnya mulai beraksi lagi.
"DUAAAARRR" Sesaat berikutnya, terjadi ledakan besar besaran dibagian timur. Bagian Yao chen berada.
Elfes yang melihat itu pun berbalik, satu tangannya dengan santai menahan gejolak tsunami yang mengarah kewilayahnya. Apa yang ia lakukan, bukan hanya melindungi wilayahnya sendiri. Tapi para musuh malah menggunakan itu sebagai tempat bertahan hidup mereka.
"Dia dengan santainya menahan itu?" Wanita beekor kalajengking berkata dengan penuh keringat. Saat ini ia melirik ekor yang tertebas jauh disana, raut wajahnya menunjukan kebencian dan kemarahan. Tangannya terkepal, namun ia tak bisa apa apa. Sekarang ia sudah terluka parah, begitu pula dengan dua lainnya. Pria bermasker, sekarang maskernya telah hancur. Lalu pria besar tersebut, sekarang sudah kehilangan separuh lengannya. Ahli ahli dibelakang pun juga seperti itu, banyak yang tertebas.
Melarikan diripun itu sangat sulit rasanya.
'Sial, siapa sebenarnya dia?' Batin mereka dengan penuh ketakutan. Sejauh yang mereka bertarung. Mereka tak mengerti, sejak kapan dan bagaimana anggota tubuh mereka bisa tertebas. Bahkan pria itu tidak bergeming ditempatnya sedikit pun, hanya melihat pedangnya yang bersimpuh darah, dan dimasukan kembali kedalam sarung pedangnya.
Jika tidak bertarung dengan serius mempertaruhkan nyawa, kemungkinan mereka bisa mati konyol disini.
'Apapun yang terjadi, meskipun kami semua mati. Aku harus mengetahui teknik apa itu, setidaknya jika aku mengetahuinya maka itu sebuah kehormatan sebelum aku mati.' Rasa penasaran sudah membuat mereka tampak gila. Mereka semua sudah bertekad untuk mengetahui skill apa yang digunakan pria ini hingga mereka tak mengerti apapun yang terjadi.
Ditempat Qin yan, Prajurit bayanganya yang berada ditingkat Kaisar, semuanya bersatu, tingkat raja, tingkat Jenderal juga ikut bersatu. Mereka mengelilingi sekitar istana, lalu mengeluarkan semua kekuatan mereka untuk menahan gelombang lautan itu agar tidak menghancurkan istana.
"Ugh..." Namun, bagaimana pun mereka mengeluarkan kekuatan. Sebenarnya kekuatan mereka berasal dari tubuh Qin yan, baik itu hidup atau gerak geriknya mereka itu tergantung pada pemilik utamanya. Makanya, ketika mereka mengeluarkan kekuatan besar besaran seperti ini. Qin yanlah yang tersiksa.
"HAAAAAAAAAKKHHHSSS.....!!!!!" Qin yan tidak bisa menahan teriakan kerasnya, tubuhnya penuh keringat. Saat tangannya menempel diatas tanah. Ia melakukan penghisapan energi besar besaran, hal itu membuat tubuhnya cukup tersiksa karena tubuhnya yang setara dengan tingkat Saint tak bisa menahan energi alam yang lebih dari tingkat Kaisar. Jika bukan karena ada Neidan yang mengoptimalkan tubuhnya didalam sana. Mungkin tubuh Qin yan sudah lama meledak.
"Hah. Hah. Hah. Ukhukh" Napas Qin yan tak beraturan, dirinya menggigil serta memuntahkan darah segar lewat mulutnya. Demi agar istana ini tidak tersapu oleh gelombang tsunami, ia menggunakan seluruh kemampuannya untuk menahan rasa sakit ini.
"Di-dia... Mampu menahan gelombang ini?" Berkata orang orang yang melihat itu, stunami yang begitu deras dipenuhi energi. Sekarang melingkari mereka karena ditahan oleh Qin yan.
"Luar biasa." Bahkan tingkat ahli Kaisar dari sekte Darah merah neraka saja berkeringat melihat itu. Wanita berarmor api disana, alisnya berkerut saat melihat Qin yan yang nampak tersiksa.
__ADS_1
Perlahan wanita itu melirik Wuang shen, pria itu lebih memilih masuk dalam wilayah yang aman daripada membantu menahan gelombang ini. Entah itu karena takut atau hanya memanfaatkan situasi, karena Qin yanlah yang menahannya. Sekarang anak itu tampak melemah. Jadi sekarang mungkin itu adalah kesempatan yang bagus untuk membunuhnya.
Sebenarnya alasan mereka tak mau menahan itu, karena mereka tahu. Rekan mereka yang berada diahli raja dibelakang disapu dengan bersih hanya karena ingin bertahan dengan kekuatan sendiri. Itupun jika mereka berusaha menahan, kemungkinan tenaga mereka akan habis seperti anak itu.
Lalu apa alasan sebenarnya, kenapa Qin yan yang kelihatan lemah. Kenapa bisa menahan gelombang yang kuat ini. Wanita dari sekte Darkdemon memperhatikan itu, ia melihat dengan jelas. Qin yan menarik energi besar besaran yang ada didalam tanah. Hal itu membuat matanya menyala, teknik macam apa yang bisa berbuat mengerikan seperti itu. Ia menatap Qin yan bagaikan harta karun, pertama caranya membangkitkan Newcromantik dengan mudah membuatnya gila. Ia sudah terobsesi dengan keterampilan itu, lalu sekarang menyerap energi besar besaran.
Jika dia memiliki semua itu, tidak ada yang tidak mungkin untuknya didunia ini.
Wanita itu tersenyum gila, kuku panjang hitam tercipta ditangannya. Dengan secepat kilat, ia menyerang Qin yan. Ia harus memiliki ingatan anak ini. Yah, harus ia miliki. Dengan begitu ia bisa mendominasi segalanya.
'Hihihi...' Tawanya dalam hati, sekarang Qin yan terlihat tak berdaya karena menahan tsunami itu.
"Ptank" Namun ia ditahan sekali lagi, kukunya yang hampir menyentuh Qin yan. Kini sekarang ditangkis oleh sesuatu. Tangan medusa yang dipenuhi sisik mampu menangkis kuku tajam tersebut.
"Kau lagi!" Ucap wanita itu dengan suara serak. Ia menggertakan giginya ketika melihat keterlibatannya.
Tatapan Medusa mendingin, namun alisnya berkerut ketika menatap Qin yan yang bersusah payah menahan gelombang tsunami itu. Semua orang disini, selamat karena dia. Tapi mereka malah...
"Kau seharusnya bersyukur karena jika bukan karena dia. Kau sudah mati ditelan gelombang." Ucap Medusa dengan dingin pada wanita itu. Namun wanita dari sekte Darkdemon tersebut hanya tersenyum getir.
"Hahaha... Masa bodoh dengan itu, kau pikir aku khawatir?" Satu tangan wanita itu terangkat, para mayat hidup pun keluar dari atas tanah.
"Sekarang matilah ditangan para Zombie ku!!!" Teriaknya dengan penuh kesenangan, namun ia terkejut sekali lagi. Semua mayatnya membatu dan hancur menjadi puing.
"Ka-kau...." Wanita itu menggertakan gigi dengan tangan terkepal melihatnya.
Mata Medusa menyala, tangannya dipenuhi aura angin. Semua disekitarnya jadi membatu. Wanita didepannya mengerutkan keningnya melihat itu, ia berusaha mengingat, siapa wanita didepannya ini.
"Wanita itu kemampuannya lumayan. Tapi dia mengingatkanku pada seseorang." Pikir Wuang shen. Ia berusaha mengingat, wanita dengan kemampuan bawaan khusus itu memang mengingatkannya pada seorang wanita yang pernah ia lawan dulu. Matanya terbelalak, ketika sosok wanita bertubuh ular muncul dikepalanya. Hal itu membuatnya berkeringat. Wanita beramor api disampingnya juga menyadari itu.
"Kenapa ratu Medusa ada ditempat ini?" Berkata wanita itu dengan alis berkerut pula, namun ia terkejut ketika melihat Medusa berusaha melindungi Qin yan. Hal itu membuatnya sadar, kalau ada sesuatu yang salah pada wanita yang ia lihat ini.
"Jangan jangan, dia jatuh cinta dengan manusia." Gumam Wuang shen.
Wanita itu juga cukup terguncang mendengarnya, bagaimana bisa. Beast yang dulu sangat dingin dan tenang, sekarang bersikap feminim. Mengapa bisa begitu, ia pun melirik Qin yan. Anak itu, ia memang masih remaja, tapi dia selalu memberi kejutan kepada semua orang setiap kali bertindak. Mungkin hal itulah yang membuat Medusa ingin sekali mengikutinya. Bahkan ia sendiri juga sangat penasaran, berapa banyak kejutan disembunyikan oleh anak ini.
Memikirkan itu, membuatnya tersipu sendiri dengan wajah memerah.
Wuang shen berbalik dengan heran kepada wanita itu. Sikapnya yang biasanya cemderung berapi api, selalu menjadi incaran setiap pria. Sekarang bertingkah Feminim didepannya.
"Mungkin aku bahkan rela menyerahkan tubuhku." Lanjut wanita itu, imajinasinya membawanya keatas ranjang. Dimana Qin yan dengan telanjang dada berada diatasnya dengan wajah yang tegas.
"Ah, pikiranku mesum sekali." Wanita itu pun memegang pipinya yang memerah dengan malu. Pahanya dirapatkan, dan pipinya sangat panas.
Wuang sheng yang melihat itu hanya melongo dengan ternganga lebar. Ia tak menyangka kalau wanita ini bisa saja tersipu.
"Imm... Jadi ini yang namanya masa muda?" Senyum wanita itu lagi seperti orang gila.
"Hei, nenek tua. Sadarlah dengan pikiranmu, kau itu sudah berumur ratusan tahun!" Teriak Wuang sheng dengan kesal, di tengah tengah situasi hidup dan mati ini. Wanita itu malah bersikap seperti gadis muda yang sedang jatuh cinta.
Mendengar itu, mata wanita tersebut membesar. Ia pun menatap Wuang sheng dengan tajam. Ia sangat tersinggung dengan perkataanya barusan.
"Hei, dasar kau pak tua!! Aku memang berumur ratusan tahun, tapi aku tak pernah menua sepertimu yang sudah dipenuhi keriput diwajahmu!" Teriaknya dengan marah. Membuat Wuang sheng juga terpancing dengan omongannya.
"Apa kau bilang! Sudah keriput. Kau mau bergelut denganku hah? Sudah tua begini tapi aku sudah banyak mempunyai pengalaman. Tidak seperti wanita sepertimu yang tidak mempunyai pasangan, bahkan tidak tahu apa apa yang namanya surga dunia." Teriaknya dengan marah pula.
"Ka-kau... kau meremehkanku? Kau bla bla bla....."
Semua orang berbalik kearah sana, sebuah pertengkaran konyol yang memperdebatkan tentang berhubungan intim membuat Weisi yang lainnya yang masih bertarung jadi terhenti. Mempernontonkan sesuatu yang menarik diatas sana.
"Hm.., apa yang mereka perdebatkan?" Tanya Xing yun, lin fin pun juga begitu. Namun wajah Yuisha sudah memerah mendengarnya. Ia tak tahan mendengar itu.
Tang liu dan lawannya juga berhenti dengan wajah memerah. Bahkan sang raja yang masih tersadar sampai terbatuk agar suasana tersebut berhenti. Wajahnya juga sedikit memerah, namun ibu Qian qian lebih memerah mendengar itu.
Weisi menelan ludahnya ketika melihat pertengkaran diatas.
"Apa kepala mereka terbentur sesuatu atau bagaimana. Kenapa mereka bahas masalah pribadi?"
__ADS_1
Qin yan yang lagi tersiksa menahan gelombang tsunami, tiba tiba terkecoh dengan perkataan wanita disana.
"Hei! Meskipun aku menstruasi setiap hari. Tapi aku juga punya kesempatan untuk berlarih diri. Agar nanti tidak kaget saat melakukannya, bahkan sebesar ini bisa masuk!!"
Perkataan itu begitu menusuk telinga, Qin yan tak tahan untuk menoleh. Ia melihat wanita itu mengeluarkan empat jari, mengisyaratkan apa yang ia katakan. Bahkan ia heran mengapa wanita itu berbicara sembrono.
"Wanita itu...." Berkata wanita dari sekte Darkdemon dengan wajah yang panas. Ia juga tak tahan mendengar itu.
Tiba tiba, pertahan untuk menahan gelombang air jadi bobol. Akibat Qin yan tidak fokus, hal itu membuat semua orang jadi panik. Bahkan jika itu Qin yan sendiri. Ia tak menyangka kalau hal seperti ini akan terjadi. Lalu ayahnya dan kawan kawannya yang masih ada, bagaimana dengan mereka.
Air pun dengan cepat masuk, tanpa sempat bagi Qin yan untuk menahannya.
"Tidak mungkin!" Mata Qin yan jadi panik, ia pun menggigit ibu jarinya hingga mengeluarkan darah. Hendak memanggil Neidan. Namun tiba tiba air pun terhenti, seperti ada yang menghentikannya. Ternyata wanita dari sekte Darah merah neraka disana yang menghentikannya.
"Eh!" Tentu Qin yan terkejut melihat itu, bahkan ia menatap wajah wanita itu yang tersipu.
'Tunggu, jangan jangan...' Qin yan tidak mau berpikiran yang tidak tidak, ia harus berpikir jernih untuk mengatasi semua ini.
"Huh, dasar wanita bodoh." Wuang sheng mendengus dingin pada wanita itu, tatapannya kemudian terarah pada Qin yan disana. Boneka yang ia miliki langsung melesat dengan cepat.
"Siung siung siung" Seluruh senjata didalam boneka itu dikeluarkan. Medusa ingin menahannya, namun ia tidak bisa meninggalkan wanita didepannya begitu saja. Ia seperti harimau yang tengah menunggu kesempatan dan bisa saja menjadi penyebab situasi ini makin memburuk.
Kalau begitu siapa yang akan melindungi Qin yan, ditambah kondisi anak itu sekarang. Ia masih belum memulihkan seluruh energinya.
"Bubububububu....." Tiba tiba sebuah pasir memadat melindungi Qin yan, cairan lengket yang menghalangi senjata senjata para boneka itu yang mendekat. Penjara tulang dan ratusan jaring yang menahan serangan itu. Lalu cahaya laser yang berasal dari Lin fin dan senjata buatan Weisi.
Dalam sekejap, mereka semua berkumpul didepan Qin yan.
"Huh!" Wuang sheng lebih dikejutkan lagi, tiba tiba bonekanya didatangi oleh Xing yun dan Yuisha yang hendak menghancurkan bonekanya. Dengan cepat ia menggerakan jarinya, boneka itu menghindar dan hendak menyerang balik. Namun sebuah pasir datang melilit Xing yun membawa kebelakang, begitupula dengan Yuisha yang dililit jaring, ia juga ditarik kebelakang.
"Anak anak itu, bukan anak biasa." Gumam Wuang sheng, wajahnya makin jelek mengetahui bahwa dirinya gagal lagi untuk membunuh Qin yan.
Weisi pun berjalan kearah Qin yan, ia mentransfer energi Saintnya kedalam tubuh anak itu. Namun Qin yan malah mengolahnya menjadi energi biasa hingga berbalut dengan energi alam. Kedua energi itu pun bersatu dan membentuk Lifesaint energy. Dalam sekejap, cincin hitam bangkit didalam tubuh Qin yan. Semua orang berbalik melihat itu, hanya menganga kagum. bukan sesuatu yang mengejutkan lagi bagi semua orang. Dengan kultivasi serendah itu, Qin yan mampu menahan serangan yang begitu kuat.
Namun yang terjadi selanjutnya membuat mereka tercengang sekali lagi. Cincin hitam itu retak dan akhirnya digantikan cincin Abu abu.
'Di-dia, menerobos disaat saat seperti ini?'
'Tidak mungkin, jika ingin menerobos seharusnya dibutuhkan konsentrasi yang betul betul prima. Tapi ini, setahuku ia sudah kehilangan banyak kekuatan. Mana mungkin ia bisa menerobos.'
"Ding!" Satu kali lagi membuat mereka melemas, cincin abu abu itu. Hanya dalam beberapa menit, berubah menjadi cincin merah. Bahkan orang disekitarnya saja jadi menganga.
'Monster.' Batin semua orang bersama sama.
Rupanya Qin yan tidak berhenti disitu, ia pun menjalankan teknik yang selama ini ia pakai. Ditambah dengan buku kultivasinya yang bekerja sama, ia pun menyerap energi alam dalam jumlah yang besar. Hal itu membuat tubuhnya dipenuhi energi yang melimpah.
"Dia gila! dia ingin menerobos ketingkat Jenderal. Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi!!" Teriak Wuang sheng dengan khawatir, ia langsung mengerahkan ratusan bonekanya. Ditangannya juga mengeluarkan elemen tanah.
"Hiyaaaaah!!!" Pria itu langsung melancarkan serangannya pada Qin yan, semua orang yang mengelilingi Qin yan jadi mengerahkan seluruh kekuatan mereka pula. Mati matian menahan serangan itu nantinya. Namun tanpa mereka sadari dari tadi, Qin yan sudah tidak ada ditempatnya.
"Siung" Ia tiba tiba muncul didepan Wuang Sheng, memberi pria itu sebuah kejutan.
"Huh!" Tentunya mata Wuang sheng membesar, melihat Qin yan hendak meninjunya.
"BUKH..." Wuang sheng terpental ketanah saat menangkis serangan itu, namun ia masih berdiri tegak. Padahal tadi, anak ini tidak sekuat dari apa yang ia perkirakan. Tapi sekarang, ia makin waspada ketika melihat bekas pukulan berasap yang membekas tangannya.
Setetes keringat jatuh dipipinya, belum mengeluarkan perubahan iblisnya saja. Dia sudah jadi seperti ini. Bagaimana jika dia mengeluarkan mode dewa seperti dua tahun lalu, akankah dia dapat bertahan.
*********
Jauh dari wilayah pertarungan, bagian utara.
Seorang kakek tua, berdiri melayang diatas langit. Ia menatap ke tiga arah yang berbeda. Selatan, timur, dan barat. Terdapat pertarungan sengit antar para ahli yang tidak kalah kuat darinya. Hal itu membuatnya berpikir, sambil mengelus janggutnya sendiri.
"Luar biasa, dalam sekajap kerajaan ini jadi hancur. Tapi, setahuku. Tidak ada sedikit pun disekte kami yang mempunyai elemen air. Lalu siapa yang mengelarkan elemen air sebanyak ini?" Kakek itu bingung, melihat lautan luas yang terbentang sepanjang mata. Tentunya ia penasaran siapa yang bisa berbuat seperti ini.
Namun yang lebih membuatnya tertarik yaitu dibagian pusat. Tepat dibagian istana kerajaan.
__ADS_1
"Hmm... Aku merasakannya dengan jelas, lonjakan energi tertarik dan berpusat kearah sana.." Dia pun tersenyum dengan mata yang penuh kerakusan.
"Devoring, itu pasti ulah Devoring." Dengan cepat, ia langsung melesat menuju kearah sana. Meninggalkan para ahli dari Darah Merah Neraka yang sudah ia bantai habis habisan.