
"Apa yang kau lihat?" Xiu Xiu bertanya dengan heran ketika melihat Xie Xie menatap burung dilangit sana.
Mata Xie Xie menyipit.
"Aku merasa ada yang aneh dengan burung itu."
"Itu mungkin hanya perasaanmu saja. Cepatlah, kau bisa saja ketinggalan." Tang Liu menghentikan kudanya. Lalu berbalik pada Qin Yan didepan.
"Lihatlah Qin Yan, dia sendiri tidak merasa ada yang aneh."
Ketika Tang Liu membicarakan dirinya, Qin Yan hanya diam dengan kudanya yang berjalan. Tatapannya tiba tiba mengarah kesamping, dimana sebuah jurang berada. Lalu disamping yang lain, ada tebing yang tinggi. Disana, Qin Yan melihat seseorang yang tengah membututi mereka.
"Bagaimana, apakah mereka sudah kelihatan?" Seorang pria bermata satu dengan rambut keriting bertanya dengan santai. Dia duduk bersandar di dinding, sambil menghisap sebuah cerutu rokok. Anak buahnya yang tengah mengamati kelompok Qin yan dengan sebuah teropong mengangguk.
"Ya. Mereka sedikit lagi sampai."
"Baiklah." Bos rambut keriting tersebut melambaikan tangannya sebagai kode. Dan setelah itu, ternyata anak buahnya yang lain pun muncul. Kira kira ada dua puluh orang. Mereka berjaga dibelakang sebuah batu raksasa, menunggu aba aba ketika batu itu akan diluncurkan.
"Sekarang!" Orang yang mengamati memberi kode, bosnya juga mengangguk dan memerintahkan anak buahnya untuk mendorong batu tersebut. Alhasil, batu pun tanpa terhentikan jatuh menggelinding kebawah. Melaju ke arah kelompok Qin Yan dengan kencang.
"Yah, mungkin cuma perasaanku." Xie Xie menghela napas, berhenti menatap elang yang diatas. Dia dengan acuh tak acuh, kembali menjalankan kudanya.
"Dududu..." Tiba tiba mereka mendengar sesuatu dari atas. Bongkahan batu yang besar membawa bongkahan lainnya jatuh kebawah. Mata mereka membelalak.
Xie Xie mengeluarkan cairan lemnya, Xiu Xiu menghentikannya dengan pasir. Dan Tang Liu mengikat batu diatas sana dengan jaring laba labanya.
Meskipun batu itu sangat besar, namun itu sama sekali bukanlah ancaman bagi mereka.
"Wah...!" Gerakan cepat mereka membuat Tang lili si gadis kecil jadi terpana. Dia menatap mereka bertiga dengan mata berbinar.
"Siapa yang menyerang kita?" Wajah Tang Liu menjadi dingin, dia menatap keatas. Orang orang disana jadi bersembunyi.
"Jadi ada orang yang membuntuti kita yah?" Xiu Xiu berbicara dengan tenang. Sementara wajah Xie Xie sudah gelap dari tadi.
"Siung" Tanpa banyak bicara Xie Xie langsung melesat, berlari secepat kilat melewati tebing yang miring.
__ADS_1
"Bos, kita gagal." Salah satu anak buah bandit menggigil ketakutan. Sementara bos berambut kriting yang tengah merokok akhirnya berdiri meregangkan tubuhnya dengan santai.
Ia kira dunia segampang yang dia pikirkan. Pria tersebut tengah menikmati angin sepoi sepoi, menghirup udara segar dengan tenang dan mata tertutup. Namun ketika ia membuka mata, ia mendapati Xie xie sudah berada didepannya dengan kepalan siap siap untuk menyerang.
"H-Hah!"
"Bum" Terdengar benturan keras. Pria berambut kriting tersebut terhempas, meskipun ia sudah sempat mengeluarkan perisainya, ia tetap saja terhempas ketika menerima serangan itu. Cincinnya langsung bangkit dan menyala, pria itu berada ditingkat Saint dengan cincin berwarna Abu abu.
Tangan pria tersebut menggigil, bukan karena takut tapi karena kekuatan yang diberikan oleh serangan tadi membuat tangannya agak kesemutan.
'Orang macam apa dengan kekuatan sekuat ini? Oh....!' Dia terkejut, ternyata tamengnya retak. Dia pun tertegun. Saat ia melihat kearah Xie Xie. Dia tercengang.
'Apa itu?'
Di tangan Xie Xie, ada sesuatu yang melekat. Sebuah lem panjang seperti tali karet, berada memanjang ke bawah. Sepertinya Xie Xie tengah menarik sesuatu dengan karet itu. Dan hal yang tidak terduga terjadi. Mata pria bermata satu itu terbelalak.
Batu yang mereka dorong tadi kembali tertarik seperti tali katapel yang menarik kerikilnya. Lalu secepat kilat batu itu mengarah kearahnya.
"H-Hah!" Dalam kengerian pria itu dengan ketakutan menciptakan perisai. Namun tetap saja ia tetap terhempas seperti benda yang terkena tembakan. Batunya menjadi pecah, tapi di lain hal itu. Pria yang terhempas karena batu mengalami patah tulang yang parah. Dia memuntahkan banyak darah. Tapi pada saat membuka mata, rupanya Xie Xie sudah ada didepannya. Dalam sekejap mata, padahal dengan jarak sejauh itu. Pria yang sudah sekarat itu menyadari, kalau atribut Xie Xie adalah kecepatan. Bukan kekuatan. Namun mengapa atribut kecepatan dapat berbuat seperti tadi? Dan apa tali lengket ditangannya.
Pria itu merasa menyesal karena sudah dengan ceroboh mencari perkara dengan mereka. Ia menggigil ketakutan sambil memohon ampun.
"To-tolong lepaskan aku..." Ia bahkan tak tanggung tanggung untuk menangis.
Seluruh anak buahnya yang menyaksikan pertarungan tadi pun langsung melarikan diri. Xie Xie tak perduli dengan permohonan bajingan itu. Dia mengangkat pisau kecilnya. Namun saat ia hendak membunuh pria itu. Sebuah suara yang sudah lama dan menjadi traumatis bagi Xie Xie pun terdengar ditelinganya.
"Ah, Xie Xie. Kau sudah tumbuh kuat rupanya."
Xie Xie tertegun dan dengan cepat berbalik. Melihat seorang pria berdiri di atas sana tepat diatas dinding dimana bos bandit itu terhempas. Pria pucat itu ditemani seorang pria berkacamata mata yang seumuran dirinya. Dan juga, elang yang dinaikinya tadi, berubah menjadi kecil. Saat melihat elang itu, mata Xie Xie menyadari sesuatu. Ternyata yang dia lihat tadi bukanlah sekedar elang biasa.
Pria pucat itu tertawa menatap Xie Xie.
"Lama tak bertemu, tidak disangka kau malah sekuat ini yah, Xie Xie."
Setetes keringat mengalir dipipi Xie Xie. Hatinya jadi waspada, apa yang di inginkan oleh pak tua itu. Mengapa mereka harus bertemu lagi setelah sekian lama ia berusaha melupakannya.
__ADS_1
"Apa yang kau inginkan sebenarnya." Tanya Xie Xie dengan dingin. Pria pucat itu malah mengeluarkan lidahnya yang panjang bagaikan lidah ular.
"Memangnya kenapa? Toh, aku juga kebetulan bertemu muridku."
Xie Xie menggertakan gigi dengan wajah mendung.
"Bedebah! Betapa busuknya mulutmu sampai mengatakan aku adalah muridmu. Jangan mimpi!" Xie Xie mengeluarkan sebuah pisau. Lompat dan melaju ke arah pria pucat itu.
"Hehehe...." Tapi, pria pucat itu malah tertawa ketika Xie Xie menerjang kearahnya. Lalu pria berkacamata dibelakangnya melakukan sesuatu yang aneh. Ia membentuk lingkaran dengan dua jari dikedua tangannya. Lalu satu matanya mengintip Xie Xie dibalik lubang lingkaran jari itu, bagaikan menggunakan teropong.
"Dag" Satu mata pria kacamata dibalik lubang jarinya itu membesar seketika. Pupilnya mengecil seolah ada sesuatu yang terjadi. Saat itu juga, Xie Xie yang tengah menerjang merasakan sesuatu yang aneh.
"Huh!" Tubuh yang biasanya bebas ia gerakan, kini menjadi kaku. Xie Xie sekarang bagaikan menjadi pengamat. Entah itu di ruangan mana, tapi Xie Xie melihat pria berkacamata itu mengambil alih tubuhnya.
'Teknik apa ini!' Xie Xie menegang. Pria berkacamata itu berbalik dan tersenyum sinis padanya. Hal itu membuat Xie Xie sangat marah. Aura beast "The hell civet" Akhirnya aktif dan mengamuk tanpa sadar. pria berkacamata itu langsung gemetar karena tekanan yang Xie Xie miliki, dan jiwanya tiba tiba kembali ketubuhnya semula. Sementara Xie Xie mendapatkan kembali alih tubuhnya. lalu menjauh sesegera mungkin dari jangkauan mereka.
"Dung Go, ada apa?" Pria pucat didepan pria berkacamata itu bertanya dengan kening berkerut.
"Entahlah master, anak itu mempunyai aura mengerikan." Wajah pria berkacamata itu berkeringat dingin karena masih mengingat tekanan itu sampai sekarang.
"Aura mengerikan?" Pria pucat bertanya dengan bingung.
"Ya. Tidak salah lagi. Dia mempunyai kelebihan itu. Perubahan iblis."
Pria pucat didepannya terkejut bukan main. Dia berbalik menatap Xie Xie. Rupanya benar, saat ini Xie Xie berada dalam kondisi yang aneh menurutnya. Matanya berwarna berwarna hitam pekat dengan pupil merah menyala.
'Bukankah dia tidak memiliki perubahan iblis ketika dia masih kecil? Lalu bagaimana bisa dia mempunyai perubahan iblis sekarang.'
Pria itu bertanya dengan hati hati.
"Ternyata kau mempunyai perubahan iblis yah, Xie Xie. Aku penasaran, bagaimana caranya kau bisa mendapatkannya." Pria itu tersenyum kejam. Rasa ketertarikan yang gila akan mengerikannya kekuatan perubahan iblis membuatnya sangat terobsesi. Dia melakukan penelitian selama ini untuk mewujudkannya, sayangnya dia bahkan belum bisa mengetahui rahasia bagaimana menciptakan prajurit yang memiliki perubahan iblis. Jika dia bisa mempunyai teori perubahan iblis ini, maka dia pasti bisa mengubah esitensi benua ini. Dari kultivator menjadi prajurit yang sempurna.
Pria pucat itu menatap Xie Xie sambil mengeluarkan lidahnya yang panjang.
"Kalau kau tidak mau berbicara, biarkan aku yang memaksamu."
__ADS_1