
Setelah membawa Qiu er kekamar, barulah Qin yan kembali keruangannya. Disana para petugas keamanan sudah menunggu. Mereka berdiri dengan kepala tertunduk.
"Siapa ketua diantara kalian?" Tanya Qin yan menuju kearah mereka, lalu duduk dikursi dengan santai.
Setelah Qin yan berbicara, salah seorang pun maju. Menghadap padanya.
"Master! Saya Po Chun, menghadap pada anda." Qin yan agak terkejut, ternyata diantara para pria paruh baya yang bertugas sebagai petugas keamanan, rupanya seorang pemuda berumur sekitar 26 tahun menjadi pemimpin mereka.
Mata Qin yan bergerak kesana sini, mengaktifkan pendeteksian Z. Mendeteksi kekuatan pria itu yang tengah duduk dengan penuh kegugupan.
"Pa chun, umur 26 tahun. Atribut fisik kekuatan, tingkatan Grandmaster, rank 7. Hm..." Qin yan berpikir sejenak, sementara wajah orang itu jadi kaget. Penuh keringat, tapi Z memberi tahu Qin yan kalau pria ini mempunyai rasa iri dan dengki kepadanya.
Mengetahui itu, membuat Qin yan hanya tersenyum tipis. Ada kecoak di sektenya, ini adalah awal dari kehancuran jika dibiarkan begitu saja.
"Kenapa kau diam saat pertarungan terjadi?" Tanya Qin yan dengan tenang.
Pria itu menunduk, berpikir keras. Mencari berbagai alasan. Mengingat kejadian tadi, ia hanya bersantai sambil menonton pertarungan dipinggiran dinding. Tidak perduli seberapa pun anak buahnya mencoba menghentikan mereka. Tapi dia malah melarangnya.
'Bagaimana ini, bagaimana ini. Aku harus mencari menjawabnya. Aku tidak boleh dihukum...' Memikirkan itu, pria itu tersenyum tipis. Terdapat tatapan kelician dibalik tundukannya kepada Qin yan. Dengan cepat ia mengangkat wajah.
"Ma-master, mereka sangat kuat. Ka-kami ingin menghentikan mereka. Ta-tapi...."
"Tapi kenapa....? Kalau kau merasa lemah, kenapa kau ditunjuk menjadi pemimpin? Kau kira aku tidak tau...?" Tatap Qin yan dengan mata melotot kearah pria itu. Menggenggam gadunya dengan kasar.
"Kau meremehkanku hanya karena aku terlalu muda yah....."
Sesaat kemudian, diluar pintu.
Yao chen datang menghadap kepada Qin yan. Ingin melaporkan semua yang terjadi selama Qin yan tidak ada. Namun belum juga ia menyentuh pintu, teriakan pilu sudah terdengar.
"AAAAAKKHHH!!!" Teriakan itu berasal dari dalam, sesaat kemudian setelah terdengar suara teriakan. Yao chen tetap memutuskan untuk masuk kedalam.
Ketika masuk, barulah ia melihat. Ketua keamanan malah terbaring dengan begitu menyedihkan. Air matanya keluar menahan rasa sakit. Tentu ia tahu siapa yang dapat membuatnya seperti ini. Membuat seseorang merasakan sakit dibanding kematian, itu adalah salah satu keterampilan Qin yan.
Melihat anak itu yang hanya duduk santai menatap orang yang ia hukum, Yao chen pun hanya menghela napas.
"Ada apa?" Tanya Qin yan dengan penasaran ketika melihatnya masuk.
"Ada sesuatu yang ingin kuberi tahu ketika kau pergi selama ini." Ucapnya dengan tenang. Mendengar itu Qin yan hanya mengangguk, meminta untuk memberinya sedikit waktu.
"Kau majulah." Tunjuk Qin yan pada seorang wanita diantara para pengawas keamanan ini.
"Siapa namamu?" Tanyanya lagi.
"Salam master, Namaku Fuu." Jawab Wanita itu sambil berlutut satu kaki.
"Kau mempunyai atribut pendengaran yang tajam kan? Dan kau juga mempunyai elemen tanah." Ucap Qin yan, wanita didepannya ini berada ditingkat Grandmaster. Sedikit lebih lemah dari Pa chun. Namun dia berumur 25 tahun, setahun lebih muda orang yang ia hukum.
__ADS_1
Melihatnya mengangguk, Qin yan pun berdiri. Wanita menutup mata dengan penuh ketakutan. Mengira Qin yan akan menendang atau menamparnya. Tapi Qin yan malah menuju kearah Pa chun. Mengambil simbol kuning di bahu orang itu. Lalu menempelkannya pada bahu wanita didepannya.
"Fuu, mulai sekarang kau adalah ketua dari pengawas keamanan. Mohon kerja samanya, dan saat ini kau menjadi orang kepercayaanku. Tapi jika kau bertingkah sepertinya, maka kau juga sama seperti yang dia rasakan. Mengerti!" Ucap Qin yan dengan tegas, membuat wanita tersebut mengangguk dengan tegang.
"Ba-baik master!" Melihat keadaan Pa chun disampingnya. Wanita itu jadi gemetar, tadi pada saat pria itu dihukum. Ia hanya melihat Qin yan menekan dua jarinya keperut pria itu. Lalu dinaikan keatas, entah apa yang terjadi. Setelah itu Pa chun berteriak kesakitan layaknya seperti disiksa dengan kejam. Sekarang, ia tidak akan berpikir sembarang lagi kepada Qin yan yang ia kira hanya anak anak. Rupanya dia lebih kejam dari apa yang ia pikirkan.
"Baiklah, kalian bisa keluar sekarang. Jalani tugas kalian, bawa dia pergi. Dia akan sembuh selama tiga hari." Suruh Qin yan, setelah itu, semua petugas keamanan keluar dengan membawa Pa chun.
"Yao chen, wanita itu. Kau latihlah dia." Ucap Qin yan lagi padanya, pria itu hanya mengorek telinganya ketika mendengar perkataan Qin yan.
"Haaah.. merepotkan sekali." Ucapnya dengan malas.
Tapi Qin yan tidak memperhatikannya, ia lebih memilih duduk ditempat duduknya.
"Jadi, apa yang mau kau laporkan?" Tanya Qin yan sambil melipat tangan didada. Menuangkan teh untuk Yao chen, tanpa disuruh pun pria juga akan duduk di depannya.
Pertama tama, Yao chen menyeduh tehnya dengan santai. Lalu berbicara pada Qin yan.
"Pada saat aku pergi untuk mengambil ijin membuka akademi, Sangguan Tian yu mengatakan akan ada Turnamen antar pemuda kelas dunia. Turnamen ini akan diselenggarakan salam waktu kurang dari dua bulan. Berlokasi dikerajaan Zhon tian. Semua kerajaan yang mempunyai akademi akan berpastisipasi dalam turnamen ini. Batas umur yang diijinkan yaitu mulai dari 17 sampai 25 tahun."
Mendengar itu, Qin yan pun jadi tertegun. Turnamen antar pemuda, seluruh kerajaan akan mengikuti turnamen ini. Dan tentunya kerajaan Sunmoon juga akan ikur serta dalam turmamen ini.
Berarti jika ingin mengikuti turnamen tersebut, Qin yan harus bersiap siap. Untuk waktu yang lama, ia cukup memikirkan ini. Bahkan sampai Yao chen pergi. Ia tetap berpikir keras, untungnya Qin yan sudah menemukan kandidat kandidat yang pas untuk mengikuti turnamen tersebut. Namun sebelum melakukan itu, ada sesuatu hal harus ia lakukan.
"Aku harus menemui ayah, masalah pernikahan Qian yu akan segera dilaksanakan." Dengan itu, Qin yan pun bergegas ke istana.
Didalam kamar pribadi, raja Sunmoon tengah berpikir keras. Memikirkan saran yang diberikan patriak keluarga Naga Bersayap. Mereka ingin mempercepat pernikahan Qian yu dengan putri ketiga mereka, Ning er. Waktu pernikahan bahkan akan dilaksanakan dalam waktu satu minggu kedepan. Tapi setidaknya Qin yan sudah pulang, ia akan menunggu kedatangan agar bisa berdiskusi dengannya.
"Tok tok tok" Terdengar suara ketukan dari luar.
"Yang mulia, ada seseorang ingin bertemu dengan anda." Mendengar suara pelayannya, dengan cepat raja pun berdiri. Tanpa ragu ia langsung membuka pintu. Terlihat seorang pemuda bertopeng berada didepan. Alis raja pun berkerut melihatnya. Namun setelah pelayannya pergi, pria itu membuka topengnya.
"Ayah." Ucap Qin yan dengan senyuman, melihat itu wajah ayahnya jadi berseri seri. Menyuruhnya masuk dengan cepat.
"Kau akhirnya datang." Berkata ayahnya dengan lega, menatap Qin yan lalu menuangkan teh untuknya.
"Ayah kelihatan lelah, apa yang ayah pikirkan?" Tanya Qin yan dengan santai, ia melihat mata ayahnya semakin dalam saja. Beberapa hari ini pasti ada masalah yang membuat ayahnya sampai berpikir keras seperti ini.
"Aku sudah mengirimkan surat kemarin, tentang pernikahan Qian yu. Mereka ingin mempercepat pernikahan itu, kupikir aku harus menunggumu selama seminggu, ternyata kau pulang begitu cepat." Ayahnya pun juga ikut rileks setelah meminum teh bersama Qin yan. Karna adanya anak ini, pikirannya pun tidak terlalu terbebani.
"Jadi, pernikahan mereka akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini?"
Mendengar perkataan putranya, ayah Qin yan pun mengangguk. Meletakan teh di atas meja.
"Yah, seminggu lagi, pernikahan Qian yu akan dilangsungkan. Meskipun aku tahu ini salah, namun ayah juga tak bisa apa apa. Keluarga mereka adalah keluarga terpandang dikerajaan ini. Mereka telah berkontribusi banyak untuk kerajaan ini, mulai dari biaya hingga para petarung yang mereka kirimkan. Jadi, aku hanya menunggu konfirmasimu sebelum melakukan sesuatu." Berkata ayahnya sambil menggelengkan kepala.
Mendengar itu, Qin yan pun juga ikur berpikir. Dulu ketika ia mengintrogasi salah satu orang yang ingin membunuh Qian yu, dia bilang kalau keluarga Taring putih (Huyan) adalah pelakunya. Ketika ia mengirim salah satu prajurit bayangan untuk memata matai mereka, keluarga Taring putih bekerja sama dengan Keluarga Naga bersayap. Dan terakhir, ketika mereka mengintrogasi salah satu pelaku yang hendak membunuh Qian qian, mereka berasal dari kerajaan Kalise.
__ADS_1
Selama pegintaian prajurit bayangannya juga, Qin yan mendapatkan informasi. Kerajaan Kalise berada dibawah dukungan tiga Sekte, yakni sekte Racun, sekte Darkdemon, dan Sekte darah merah neraka.
"Hm... Apa mau mereka sebenarnya?" Gumam Qin yan dengan bingung, ayahnya juga tak bisa menjawab apa apa. Namun saat Qin yan mengingat kata mahar ketika membaca surat kiriman ayahnya, ia pun makin penasaran.
"Ayah, bukankah disurat kemarin tertulis tentang mahar. Apa sebenarnya mahar yang kau berikan pada pengantin keluar Naga Bersayap?" Tanya Qin yan dengan penasaran.
Mendengar itu, ayahnya pun juga jadi serius. Untuk beberapa saat ia tidak menjawab pertanyaannya. Melihat itu, Qin yan semakin yakin kalau memang ada yang janggal dari maharnya ini. Bisa ditebak kemungkinan akar masalah ini berasal mahar yang akan ayahnya berikan.
"Ayah...." Panggil Qin yan dengan pelan. Membuat ayahnya tersadar, ia pun berdiri. Berjalan keluar, hingga Qin yan juga bingung melihatnya.
"Biar kuantarkan kau ketempatnya." Berkata ayahnya dengan pelan, mendengar itu Qin yan pun juga berdiri dan mengikutinya.
Sepanjang jalan, Qin yan terus menatap punggung ayahnya. Kenapa masalah mahar ini begitu serius. Sampai akhirnya ia diantarkan kejalan rahasia, ruang bawah tanah yang tersembunyi.
Barulah saat itu mata Qin yan membesar tak percaya. Disebuah ruangan, terdapat kotak kubus kecil yang mirip dadu bersinar keemasan. Melayang dan berputar ditengah ruangan. Mata Qin yan menyala melihat itu, ia bahkan hampir tak bisa menjaga keseimbangannya. Hingga harus meminta bantuan pada ayahnya untuk berdiri tegak.
"Ini adalah mahar yang akan kuberikan pada pengantin wanita." Berkata ayahnya dengan tenang, namun tatapan Qin yan tidak berbaling dari kotak itu.
"Qin yan. Kau tau ini?" Tanya ayahnya, membuat Qin yan tersadar.
"Apa maksudmu ayah, kenapa kau bertanya padaku. Kau tidak tau ini?" Alis Qin yan berkerut mendengarnya. Melihat ayahnya yang menggeleng, Qin yan makin terpukul dibuatnya.
"Aku tidak tau, karena leluhur kita memang tidak pernah mengetahui ini. Jaman dulu, sekitar 10 ribu tahun yang lalu. Leluhur kita selalu berjuang mati matian melindungi kubus ini. Tanpa tahu apa sebenarnya benda ini. Turun temurun sampai sekarang, kami berusaha melindungi benda ini. Banyak sekali kekacauan yang menimpa kerajaan kita, bahkan kekacauan 10 tahun yang lalu juga karena benda ini. Leluhur kami mengatakan, ketika penjaga saat ini sudah cukup tua atau tak bisa lagi melindunginya, maka akan diserahkan pada generasi berikutnya. Qin yan, aku telah memberi tahukan ini padamu. Jadi sebisa mungkin, jagalah ini." Ucapan ayahnya, semakin membuat Qin yan tak mengerti.
"Apa maksudnya? Kenapa ayah menyerahkannya padaku, sementara ini akan menjadi mahar untuk pengantin wanita." Berkata Qin yan dengan alis berkerut, ia semakin tidak mengerti dengan keadaan ini.
"Itu karena tiga sekte sudah mengetahui tempatnya, mereka akan menyerang. Tapi kami akan berusaha keras untuk melindungi ini. Kami sudah siap untuk kehilangan nyawa kami."
Jawaban ayahnya, membuat Qin yan kaget. Jika kerajaan kecil ini bertarung melawan tiga sekte, maka hanya akan menjadi debu dimata mereka. Dengan sumber daya manusia yang kurang, Kerajaan ini akan hancur dengan mudah. Qin yan memperhatikan wajah ayahnya yang pucat dan berkeringat. Pasti sulit untuk bertarung mempertaruhkan semuanya hanya karena benda yang tak dikenal.
Jika pemikiran Qin yan benar maka ayahnya pasti menyerahkan kubus kotak itu kepada keluarga Naga Bersayap dengan dua alasan. Pertama, memindahkan benda tersebut agar mereka menjaga dan menyembunyikannya. Atau tidak, ayahnya seharusnya sudah tau kalau keluarga mereka berhianat. Dan berencana menyerahkan itu dengan baik baik lewat mereka. Dengan begitu mereka akan bebas tanpa adanya pertumpahan darah. Memikirkan itu, Qin yan hanya menghela napas. Memegang bahu ayahnya.
"Aku mengerti ayah, kita bukanlah dewa yang bisa berbuat sesuka kita. Kita juga punya seseorang untuk dilindungi. Tapi karena akulah yang menjadi pelindung selanjutnya, maka tidak akan kubiarkan mereka mengambilnya." Ucap Qin yan dengan penuh semangat, mengepalkan tangan didepan ayahnya. Hal itu membuat ayahnya jadi tertegun, ia menatap semangat juang dalam diri putranya. Hal itu membuatnya tersenyum, bukan sekedar senyuman ringan atau senyuman ramah. Tapi senyuman bahagia yang membuat hatinya tenang.
"Sepertinya kau benar, setelah kejadian 10 tahun yang lalu. Kakekmu memberikan tugas itu padaku untuk menjaganya, tapi aku sendiri bingung. Karna sejak saat itu, tiga sekte mulai menindas dan mengitimindasi kami. Disaat aku bingung harus berbuat apa, keluarga Naga Bersayap menawarkan bantuannya untuk membatuku menyembunyikan kotak kubus itu. Saat itu aku sangat mempercayai mereka, bahkan sebelum kau datang aku masih sangat mempercayai mereka. Oleh karena itu, waktu itu aku menyutujui perjanjian dengan mudah. Yaitu dengan menikahkan Qian yu dimasa depan bersama putri mereka, kami akan menyerahkan kubus itu. Dan menjadi lebih kuat. Ditambah lagi, selama ini keluarga Naga Bersayap selalu melahirkan petarung kuat, jadi tidak ada alasan bagiku untuk menolak itu. Namun, aku tidak menyangka...."
"Sudahlah ayah, sudah kubilang kan. Semuanya akan baik baik saja jika aku yang menanganinya." Qin yan pun pergi menuju kearah letak kubus tersebut. Memandanginya dengan mata menyipit.
"Jadi, apakah kau punya rencana?" Tanya ayahnya dibelakang.
"Ya, aku punya jalannya. Ayah hanya harus mempersiapkan prajurit istana untuk siap berperang." Jawab Qin yan dengan tenang. Namun perkataannya membuat ayahnya bergidik kaget ketika mendengar itu. Keringatnya bercucuran, apa yang direncanakan oleh anak ini.
Qin yan hanya tersenyum tipis melihat reaksi ayahnya. Ia pun berbalik dengan santai.
"Tenanglah ayah, aku ada disini. Tidak akan terjadi apa apa." Senyum Qin yan dengan lembut, berusaha menenangkan ayahnya. Setelah itu, ia berbalik pada kubus didepannya. Menatap itu dengan lebih serius, bahkan setetes keringat bercucuran diwajahnya.
'Yah, aku tidak akan membiarkan ini terjadi. Benda ini, jika jatuh ditangan orang yang salah. Bisa saja berakibat fatal, perseteruan antar kesebelas sekte mungkin akan terjadi lagi. Dunia akan jatuh kedalam kehancuran.'
__ADS_1