LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Bertemu lagi


__ADS_3

Waktu pun terus berlalu, jalannya proses lelang juga membutuhkan waktu. Hingga tak terasa malam pun tiba. Saat ini didepan halaman istana kerajaan Zhong tian. Sudah ramai didatangi pengunjung. Banyak sekali, hingga memenuhi jalan utama. Tentunya mereka akan menyambut perayaan paling meriah, ulang tahun ke 17 putra legenda Zhou Weiqing, Zhou Yuzhan.


Diatas teras istana yang sedikit lebih tinggi dari kerumunan manusia, berjejerlah beberapa kursi tamu penting. Bahkan beberapa diantaranya sudah diduduki. Diantaranya yaitu tetua sekte Gunung es bersalju, Xu shian. Tiga tetua Sekte Hamparan Surga, Sangguan Tianyan, sangguan tianyi, dan sangguan Tianyu. Lima istri Zhou weiqing, Ratu dan pangeran kerajaan busur surgawi. Serta Ratu Elf dan master sekte bunga. Mereka semua berkumpul diatas teras tersebut. Penuh senyuman dan canda tawa, serta ketenangan saat menikmati teh, menunggu kapan perayaannya akan dimulai.


"Eh, aneh juga. Dari tadi aku tidak sekalipun melihat Zhou weiqing, kemana dia?" Long shiya, guru pribadi Weiqing. Dari tadi terus memperhatikan suasana. Sedari pertemuan tadi Weiqing tidak keliahatan, padahal ulang tahun putranya akan dimulai sebentar lagi.


"Entahlah, anak itu tidak bisa dimengerti. Katanya ia masih ingin berjalan jalan." Jawab Sangguan Tianyan menyeduh teh didepannya.


"Aneh sekali bocah itu, ulang tahun putranya akan dimulai tapi dia tidak ada. Bahkan ia meninggalkan istri istrinya."


Mendengar itu, istri pertama Weiqing hanya tersenyum lembut.


"Dia memang sudah begitu, sukanya mencari udara segar."


"Yah, kalau dia kembali. Kita bisa menghukumnya ." Berkata istri ketiga Weiqing sambil membengkokan jarinya. Seolah olah ada maksud tersembunyi dalam gerakan tersebut. Membuat para lelaki disitu yang melihatnya jadi ngeri tak berkutik. Tentu mereka mengerti gerakan tersebut.


'Istri Weiqing yang satu ini terlalu barbar.' Begitulah yang dipikirkan mereka satu persatu.


"Hm... Tak pernah kita bisa berkumpul begini. Entah kenapa aku tiba tiba mengingat anak itu." Gumam Xu shian menatap langit yang gelap.


"Um.. Benar juga, sudah dua tahun lebih. Tapi anak itu sama sekali tidak terlihat, apakah dia akan memenuhi perjanjian itu?" Sangguan Tianyan mengelus ngelus janggutnya.


"Entahlah, waktu itu ketika aku melihat ekspresinya yang serius. Kukira dia akan memenuhinya, tapi sebenarnya apa yang ia lakukan begitu ceroboh. Membuat perjanjian yakni menghadiri turnamen antar Sekte dalam waktu tiga tahun. Sungguh tindakan konyol, aku masih bisa mengingat ekspresinya saat itu. Kemarahan yang intens, dendam dan kebencian. Benar benar sudah memuncak, tapi aku tidak menyangka kalau dia bisa menahannya."


"Yah, walaupun dia marah saat itu. Dia juga tidak bisa apa apa. Saat itu aku juga ngeri melihatnya bisa menembus dua tingkat sekaligus seperti monster. Tapi, kita semua hampir mencapai tingkat Semigod. Bahkan Weiqing ada ditingkat Demigod, sekuat kuat apapun anak itu, mengalahkan kita adalah sesuatu yang mustahil." Mereka hanya menggelengkan kepala saat sedang membicarakannya.


"Kulihat dari tadi kalian terus membicarakan anak itu. Aku penasaran, bagaimana sebenarnya tampang anak itu. Weiqing juga terus menceritakannya." Long shiya yang sedari tadi selalu memperhatikan mereka, akhirnya berdiri tak senang. Ia menyesal saat waktu itu ia tidak mengikuti Weiqing saat meredakan kekacauan dua tahun lalu. Sebagai gantinya, sampai sekarang ia terus penasaran.


"Anak itu... Tatapannya, bahkan bisa membuatku menggigil. Kurasa dia bukan anak biasa." Lanjut Sangguan Tianyang.


"Kau juga merasakannya?"


"Ya... Entah kenapa aku merasa anak itu seperti semacam dewa yang sedang menempati tubuh seorang bocah."


"Eerr... Kau mungkin terlalu banyak berpikir, bisa jadi dia mengalami kehidupan yang lebih parah dari kita semua sehingga mempunyai tekanan seperti itu. Berbicara tentang dia, aku penasaran. Dia dimana sekarang." Senyum Ketua sekte Bunga memikirkan dimana keberadaan Qin yan saat ini.


"Hachi!" Tidak ada hujan atau angin, Qin yan bersin begitu saja. Tanpa penyebab yang jelas, ia tiba tiba saja merasa dingin.


"Ada apa denganmu?" Medusa kemudian mendekatinya, ketika melihat anak itu yang terlihat seperti ada sesuatu yang salah.


"Tidak, aku hanya merasa ada beberapa orang yang sedang membicarakanku." Qin yan memegangi tubuhnya dengan merinding.


"Kau terlalu banyak berpikir, tak usah dipikirkan lah. Semua itu hanya...."


"Tuan, anda disini rupanya." Belum lagi Medusa menyelesaikan perkataanya, Wanita pembawa acara tadi beserta dua pelayannya datang dan tiba tiba menyapa Qin yan.


"Mm? Kenapa kalian ada disini?" Tanya Qin yan dengan heran.

__ADS_1


"Kami hanya khawatir anda tidak menikmati acara disini, kulihat dari tadi tuan terlihat begitu murung. Apa anda baik baik saja?" Tanya wanita dengan senyum menggoda.


"Ya. Aku baik baik saja." Qin yan hanya menjawabnya dengan datar.


"Kurasa tidak begitu, kalau begitu begini saja. Kami akan membawamu keruang VIP, aku sendiri akan melayanimu disana." Wanita langsung mendekati Qin yan, didepan mata Medusa. Tubuh Qin yan menempel dengan tubuhnya yang lembut.


"Sudah cukup! Kau sudah bertindak diluar batas. Katakan, apa sebenarnya maumu?" Medusa dengan cepat langsung memisahkan mereka berdua. Menatap wanita dengan tajam.


"Tuan, apa dia istri anda?" Raut wajah wanita itu terlihat sedikit kecewa.


"Ya. Bisa dibilang begitu." Qin yan memalingkan wajah, mengorek telingannya.


"Tapi, kenapa dia tidak terlihat seperti istri anda. Malah terlihat seperti penjaga anda."


Perkataan wanita itu membuat Qin yan membeku, Medusa seketika langsung emosi. Cincin Emasnya bangkit dan auranya meledak, tatapannya penuh dengan niat membunuh. Membuat wanita itu langsung berlutut ketakutan.


"Tidak mungkin!" Ucapnya dengan gagab.


"GUBRAK"


Tiba tiba semuanya terkaget, saat dibelakang mereka terjadi sebuah ledakan. Ledakan yang membuat dinding jadi hancur dan dipenuhi asap debu.


'Apa yang terjadi disana?' Begitulah apa yang mereka pikirkan. Tanpa membuang buang waktu lagi. Mereka langsung menuju tempat tersebut.


"Hah hah hah! Gadis sialan, apa maumu sebenarnya?" Pria yang tadi duduk santai menyaksikan pelelangan, kini malah dalam kondisi buruk sekarang. Cincin Abu abunya bergetar dari tadi menahan tekanan dari cincin merah gadis itu.


"Tuan!" Dengan cepat, wanita yang tadi merayu Qin yan datang dan membantunya berdiri.


Tentunya Qin yan juga sudah sampai dikejadian tersebut, melihat kalung Liontin yang ada ditangan pria itu. Matanya langsung menyala.


"Hup" Dengan cepat ia langsung menggunakan teknik gerakan kilat. Mengambil kalung itu, namun ia tiba tiba terhenti saat gadis bercadar dibelakang menghentikan tangannya.


"Apa apaan kau! Le-lepaskan aku!" Qin yan berusaha melepaskan tangannya. Ia tidak tau kalau Yun zhi lah yang telah menggentikannya ini. Begitu pula dengan gadis itu, ia tidak tau kalau orang yang ia hentikan ini adalah Qin yan.


"Jangan menyentuh apapun, itu bukan milikmu." Nada gadis itu terdengar dingin, tapi sebenarnya samar samar ia mengingat wajah Qin yan yang terlihat familiar.


"Ukh...." Karena genggaman gadis itu yang terlalu kuat, hingga tangan Qin yan tidak bisa bergerak sedikit pun. Tidak ada jalan lain, Qin yan langsung memasuki Mode perubahan iblis Neidan.


"Huh!" Betapa terkejutnya gadis itu, saat merasa tangannya tiba tiba merasa lebur. Rupanya ia sudah menyentuh permukaan kulit penuh racun. Tanpa pikir panjang, ia langsung melepaskannya. Namun rupanya Qin yan tidak membiarkannya begitu saja. Ratusan ular langsung menghantam wanita itu.


"Slash slash slash" Dalam sekejap, Yun zhi langsung menebas semua ular itu sebelum mendekatinya.


"Ukh..." Ringis Qin yan kesakitan ketika tangannya terpotong seperti itu. Meskipun tangannya bisa beregenerasi lagi, tapi tetap saja ia akan merasa tersiksa.


"Siung siung siung" Gadis itu juga tak memberi Qin yan waktu, ia langsung mengirimkan beberapa gelombang tebasan pada Qin yan.


"Awas!" Medusa datang dan langsung melindunginya.

__ADS_1


"Siapa kau?" Tanya Medusa dengan dingin, dengan kekuatannya yang bergejolak. Membuat Yun zhi mundur dengan waspada.


"Seharusnya akulah yang bertanya. Siapa kalian? Kenapa membuat kekacauan di Pelelangan ku ini." Datang lagi seorang pria tua, dia memakai pakaian tradisional. Pria itu adalah kakek yang duduk dikursi goyang didepan pelelangan. Begitu tenang saat dia mendekati mereka. Cincin Orangenya bersinar terang mengeluarkan tekanannya. Tekanan seorang ahli tingkat Jenderal.


"Bukan urusanmu." Jawab Medusa dengan dingin.


"Bukan urusanku? Tentu saja ini urusanku, karna ini ditempatku. Kalian tidak boleh...." Mata pria itu membesar, napasnya jadi tak beraturan. Melihat cincin Emas melayang dan membesar ditubuh Medusa.


"Aaaa~~~ Tingkat Kaisar! Siapa kalian sebenarnya?" Ia langsung terduduk, dengan raut ketakutan diwajahnya.


Tanpa belas kasih, Medusa langsung mengirimkan kutukannya agar mereka semua menjadi batu. Namun entah kenapa, kutukannya itu berhenti dan tidak mencapai mereka. Seolah olah sudah dibatasi.


'Berhenti? Siapa yang menghentikanku?' Medusa kaget bukan main, jika ada yang menghentikannya. Itu berarti ada orang yang jauh lebih kuat darinya disini.


"Bukankah itu terlalu cepat? Aku bingung sekali, kenapa kalian membuat keributan. Mengganggu saja."


Mata Qin yan membesar melihat sosok itu, ia tak percaya kenapa Zhou Weiqing bisa ada disini. Kebetulan juga, api Neidan yang membakar tubuh Qin yan jadi menarik perhatian orang itu.


"Eh, kau.... Qin yan! Kau ada disini?" Panggil Zhou Weiqing dengan senyuman konyol.


Qin yan langsung membeku mendengarnya, orang itu menunjuk Qin yan dengan mudahnya.


'Kenapa orang itu bisa mengenalku dengan cepat' Tentunya Qin yan kesal dengan orang ini yang sudah membongkar identitasnya didepan banyak orang.


Bukan hanya dia yang terkejut, tapi semua orang juga ikut terkejut. Apalagi Yun zhi, pedangnya langsung terjatuh. Ia tidak percaya, orang yang ia tebas adalah orang yang ia cari selama ini.


'Jadi dia... Hanya ingin mengambil kalungnya kembali.' Entah kenapa ia merasa sangat bersalah dan menyesal, melihat Qin yan kesakitan akibat dirinya.


"Medusa! Bukankah ini ratu ular yang sangat terkenal? Kenapa bisa disini?" Zhou Weiqing perlahan mendekat, seberapa pun Medusa menyerangnya, itu tidak berpengaruh apa apa. Membuat wanita itu jadi ketakutan.


"Hentikan Weiqing! Kami disini bukan untuk mencari masalah." Qin yan maju dan melindungi Medusa.


"Aku tidak mempermasalahkan tujuanmu. Tapi, aku hanya ingin tahu mengapa ratu Ular yang sangat membenci manusia ini. Bisa keluar sendirian." Weiqing sama sekali tidak mendengarnya, ia tetap berjalan menedekati mereka.


"Kubilang berhenti disitu Weiqing!" Tiba tiba aura Qin yan meledak, ia menatap pria didepannya dengan tajam, membuat Zhou Weiqing secara refleks langsung berhenti. Dengan bantuan jiwa Neidan yang ada didalam tubuh Qin yan, ia bisa saja menekan orang ini meskipun hanya dalam waktu yang singkat.


'Anak ini.... Tekanannya lebih tinggi dari pada yang waktu itu.' Tentu saja, Zhou weiqing juga terpengaruh tekanan itu. Namun, itu malah membuatnya tersenyum. Ia juga punya harga diri, apalagi didepan semua orang. Ia adalah legenda yang membuat dunia gentar. Tidak mungkin ia akan mengalah pada anak ini. Yang sudah terang terangan meremehkannya.


"Aku ingin tahu, apa yang bisa kau lakukan padaku?" Auranya juga bergejolak, berbentrokan dengan aura Qin yan menyebabkan kejut angin yang luar biasa.


'Apa ini? Bagaimana anak ini mempunyai aura yang bisa melawan aura legenda Zhou Weiqing. Qin yan ini, sebenarnya dia berasal darimana?' Pria tua yang tadi ketakutan melihat kekuatan Medusa, kini terlempar oleh kejut angin itu. Ia lebih ngeri lagi melihat Qin yan yang tidak bergeming sedikit pun ketika berhadapan dengan orang dikaguminya.


"Qin yan! Dia itu berbahaya!" Teriak Medusa dengan khawatir, namun Qin yan tidak sekalipun menanggapinya.


Dengan tenang, tatapan Qin yan masih tertuju pada Zhou weiqing. Ia pun langsung menekan delapan titik meridiannya. Ia langsung memasuki gerbang kedua, aura dan tekanan yang diberikan jauh lebih kuat karena adanya tambahan perubahan iblis.


'Anak ini... sampai sekarang ia masih belum berubah yah. Sudah tau kalau teknik itu dapat merusak tubuhnya, namun tetap saja menggunakannya. Ceroboh sekali. Tapi, baiklah. kau sudah memenuhi kualifikasi dan sudah membuatku puas Qin yan. Andai kata kau tidak disegel waktu itu, aku khawatir dunia ini sudah berada digenggamanmu.' Senyumnya dengan puas, ia langsung menghilang dipandang mata. Menuju Qin yan dengan secepat kilat.

__ADS_1


__ADS_2