
Lin fin maju sekali lagi, dengan tangan kanannya siap siap untuk meluncurkan serangan.
Namun kali ini, Xiu xiu tidak akan tinggal diam saja. Ia pun menutup mata dengan tenang, mengingat saat pertama kali Qin yan memberinya sebuah kristal roh iblis pada saat ia latihan.
Demon Sand spirit, adalah inti roh beast yang cocok untuk Xiu xiu beratribut pasir. Beast ini tinggal didalam tanah yang dalam dan menggunakan waktunya untuk hibernasi selama beberapa dekade. Adapun bagaimana Qin yan mendapatkannya, saat itu ia mendapatkan kristal tersebut pada saat memasuki makam Penjara kuno dikerajaan Tian lei.
Selain memperoleh kristal Demon Sand spirit, ia juga memperoleh dua kristal lain yaitu Kristal flame phoenix dan satu kristal lagi yaitu Elderwood Guardian penguasa hutan. Salah satu kristal diberikan pada Xiu xiu, Qin yan rasa itu cocok untuknya dan pasti akan berguna jika berada ditangan anak ini. Dan satunya lagi, mungkin ia akan memberikannya keorang yang cocok nantinya.
Yang penting, ketiga kristal roh itu sangat langka karena masuk dalam pertumbuhan tingkat luar biasa. Dan tidak sebanding dengan pertumbuhan biasa seperti The Great titan Scale milik Lin fin. Karena saat itu, Qin yan hanya kebetulan bertemu dengan beast itu yang tiba tiba menganggu mereka saat upacara pemakaman orang tua Lin fin. Beast tingkat kaisar, kekuatan maksimal milik Lin fin akan setara dengan tingkat Kaisar jika dia benar benar bisa memanfaatkannya.
Tapi setelah anak itu mencapai tahap Kaisar, maka kemungkinan ia harus berintegrasi dengan roh iblis lain yang lebih kuat. Sementara roh iblis milik Xiu xiu, tidak ada yang tahu seberapa kuat beast miliknya.
Xiu xiu pun membuka mata, ia juga maju. Tangan kanannya membengkak dengan cakarnya yang besar.
"BOOMM" Dua buah kekuatan saling beradu dan berbentrokan satu sama lain. Menciptakan hembusan angin yang kuat. Menerpa semua orang. Kekuatan mereka begitu seimbang.
"Kheukh" Namun sebenarnya, Lin fin lah yang berada dalam kondisi tidak menguntungkan. Anak itu menatap mata Xiu xiu yang hitam, tatapannya dingin. Namun siapa sangka kekuatannya sangat kuat.
'Huh! Ekor!!' Tiba tiba mata Lin fin membesar, dari belakang Xiu xiu, sebuah ekor yang sangat besar langsung menghantamnya. Ia tak bisa menghindar sedikit pun karena anak itu sudah mengekang tangannya.
"BHUAK" Lin fin terhempas jauh hingga keaula utama.
"BRUUK" Ia langsung menembus dinding aula utama hingga masuk kedalam.
Melihat itu, mata Yao chen tiba tiba terkejut.
"Apa Qin yan ada didalam?" Tanyanya pada Jin kei disamping.
"Hm...? Memangnya kenapa?" Jawab Jin kei dengan polos, seolah tak tau apa apa.
"Bodoh! Anak itu mungkin akan marah!" Teriak Yao chen dengan panik, sementara Jin kei hanya bingung melihatnya. Seberapa pun Yao chen berusaha menyadarkan pria itu. Ia tetap tidak tau apa apa.
Elfes dari kejauhan hanya menghela napas tak berdaya atas kepanikan mereka disana. Kemudian tatapannya beralih kearah aula utama.
"Huh!!" Qin yan yang tengah mengupas buah buahan untuk diberikan pada Yue er, tiba tiba terkejut dengan ledakan itu. Ledakan yang tidak jauh dari mereka.
'Sepertinya ada pertarungan diluar sana.' Batin Tang liu dan Yuan ting bersama sama. Begitu pula dengan Qin yan, Medusa dan Yue er. Ledakan keras yang terjadi diluar, tentunya karena pertarungan.
"Sialan, siapa yang membuat kekacauan ditempatku. Apa mereka tidak tau, seberapa mahal aku berusaha membangun ini." Qin yan pun berdiri, meninggalkan buah buahan diatas meja. Keluar dari kamar sambil mengoceh sendiri dengan urat didahinya.
"Aku harus menghentikan mereka." Berkata Yao chen dengan serius ketika melihat pertarungan Lin fin dan Xiu xiu. Setitik keringat keluar diwajahnya yang tampan. Baginya, ia memang menyepelekan Qin yan. Namun, ketika anak itu marah. Banyak sekali cara yang anak itu gunakan untuk mempersulit dirinya. Apalagi, tubuh utamanya berada didalam tubuh Qin yan. Kalau anak itu sudah emosi, maka habis sudah dirinya. Tentunya Yao chen sudah berpengalaman akan hal ini.
Memikirkan itu, ia segera beranjak. Hendak menuju Lin fin, namun Jin kei menahannya.
"Eeeh... Mau kemana, mereka akan bertarung lagi tuh." Tunjuk Jin kei pada Lin fin yang keluar dari balik dinding. Anak itu mengaum, menunjukan kekuatannya.
"GROAAARRR!!!" Setelah mengaum, barulah ia mulai menyerang lagi.
"Hentikan Lin fin!!" Teriak Xiang xiang dengan wajah berkerut, ia khawatir. Tempat ini sudah dipenuhi banyak orang. Jika keadaannya terus berlanjut, bisa saja mereka masuk dalam masalah besar.
"Wah wah, aku mendengar ada ledakan. Siapa yang berani membuat kekacauan disini yah?" Yuisha keluar dengan penasaran, bersama murid murid lain yang masih berada didalam tempat masing masing.
Tentunya ia langsung terkejut melihat dua sosok monster yang tengah bertarung didepan mereka. Semua orang bahkan jadi penonton.
"Ini... Bukannya ini melanggar aturan? Apakah tidak apa apa?" Gumamnya dengan keringat bercucuran.
Mendengar itu, Xiang xiang semakin panik. Ia pun maju ditengah tengah mereka berdua.
"Hentikan!!!" Teriaknya dengan keras, merentangkan kedua tangannya. Namun Lin fin sudah terlanjur menggila, begitu pula dengan Xiu xiu. Keduanya tak bisa dihentikan lagi.
"Hahaha... Kau sekarang matilah!!" Teriak Lin fin dengan senyuman lebar.
"Kaulah yang harusnya mati!!" Ucap Xiu xiu dengan dingin, tangannya memunculkan bola cahaya. Mengarahkan serangan itu pada Lin fin.
'Dengan ini, selesailah sudah.' Cahaya ditangannya mengandung energi yang kuat, jika Lin fin terkena itu. Mungkin bisa memberinya kerusakan meskipun tubuh anak itu ditutupi cangkang yang keras.
"Hiyaaah!!!" Teriak keduanya bersama sama.
"Huh!!" Tidak lama kemudian mereka berdua langsung terkejut. Disaat serangan mereka hampir bertemu, seseorang tiba tiba muncul ditengah mereka. Memegang masing masing tangan mereka.
"Hup. Hup." Tangan Xiu xiu di arahkan keatas, energi cahaya ditangannya malah meledak keudara. Sementara tangan Lin fin diarahkan ke samping. Hingga serangan anak itu tidak mengenainya.
Dari tengah, mereka berdua melihat sosok monster yang satunya lagi. Ditutupi oleh api hijau. Mata Xiu xiu jadi lebih terbelalak.
__ADS_1
"Mas-master....." Pada saat ia berbicara, Qin yan menarik tangan mereka berdua. Dan membanting mereka bersama sama.
"BUKH" Bantingan begitu kuat, Lin fin dan Xiu xiu yang saling menabrak jadi pusing. Akibat kepala mereka yang terbentur saling sama lain.
"BUKH" Belum lagi mereka sadar, Qin yan kemudian menggenggam kepala mereka. Dan keduanya dibanting lagi ketanah. Anehnya, mereka tak bisa bergerak, bukan karena masalah kekuatan. Tapi karena tekanan Neidan didalam tubuh Qin yan yang menekan beast dalam tubuh mereka. Sehingga tanpa sadar, mereka juga ikut ketakutan.
"Lin.... Fin..." Xiang xiang tercengang, melihat Lin fin dijatuhkan dengan mudah. Tapi ia lebih tercengang lagi, mengetahui bahwa makhluk yang dilapisi api hijau itu adalah sosok yang ia kenal.
Tidak dipercaya, ia melihat Qin yan ada dua. Satu berdiri didepannya dan satunya terbaring disana. Apa yang terjadi sebenarnya, bahkan semua orang pun ikut tercengang melihat itu.
"I-ini....." Yuisha tak bisa berkata kata, Jia ya, Xing yun, Tang liu bahkan berkeringat dibelakang.
"Apa yang terjadi disini?" Berkata Qin yan dengan tenang, melihat tanah yang hancur, dinding yang bolong, membuat ia semakin marah saja. Setiap perkataannya disertai tekanan batin yang membuat siapa pun tak bisa membantah, bahkan bergerak pun mereka tidak bisa. Jantung mereka serasa berdetak satu kali dalam semenit, keringat dingin dan napas bahkan tidak teratur lagi.
Dengan cepat Elfes datang menghadap, berlutut satu kaki kearah Qin yan.
"Tuan, terjadi kesalapahaman diantara anak ini dan pangeran. Karena anak ini hendak mengamuk, jadi dia berusaha menghentikannya." Ucap Elfes sambil menundukan wajah.
"Jadi kenapa tidak diluruskan saja permasalahan ini?" Ucap Qin yan dengan tatapan dingin.
"Oh.. itu..." Elfes menatap kearah Jin kei dan Yao chen yang tengah bertengkar diatas sana. Merasa seperti ditatap oleh binatang buas, Jin kei dan Yao chen pun berhenti. Berbalik pada Qin yan.
"Dua binatang sialan itu." Tatapan Qin yan makin berkilau saja seperti pemburu. Tangannya menyentuh perutnya.
"Owh, astaga." Ucap Yao chen menghela napas melihat itu.
"Kenapa kau terlihat takut Kyubi? Tidak mungkin kan dia akan menoki kepala kita?" Tanya Jin kei dengan heran.
Melihat pria ini yang begitu polos dari tadi. Yao chen agak sedikit emosi melihatnya. Sepertinya orang ini harus dijelaskan dulu baru ia mengerti.
"Kyuki, apa kau tahu apa itu Ketentuan hak milik?"
Mendengar itu, Jin kei pun bertambah bingung.
"Ketentuan hak milik? apa itu?" Jin kei pun memiringkan kepala.
"Haish, mungkin kau akan segera tau akan hal ini." Ucap Yao chen sambil menghela napas.
Disana, Qin yan pun memasuki alam bawah sadarnya sendiri. Terdapat dua beast yang tengah tertidur disana dengan rantai ditubuh mereka.
"BUAKH" Yao chen dan Jin kei diatas atap tiba tiba terjatuh, dengan kepala mereka yang menghantam tanah.
"Kyubi, kepalaku rasanya. Ditimpah batu raksasa." Jin kei tak berdaya merasakan itu. Bahkan Yao chen tak bisa berkata kata, karena ia sendiri sangat susah bernapas.
'Anak itu...' Batinnya, tubuh utama mereka saat ini tengah ditimpah batu raksasa.
Semua orang menghadap kearah dimana Qin yan mengarahkan tangannya. Dan betapa terkejutnya mereka, dua orang yang mereka kira yang terkuat disekte ini tak bisa bergerak didepan Qin yan.
'Kukira mereka pedamping Qin yan, rupanya anak ini yang menguasai mereka sendiri.' Batin Medusa dengan ngeri melihat itu. Kali ini tatapan dan ekspresi wajah Qin yan begitu serius. Ia pun ikut tegang melihat itu.
"Dan kalian, bangunlah." Suruh Qin yan pada Lin fin dan Xiu xiu dibawahnya.
Lin fin pun bangun, bersamaan dengan Xiu xiu. Mereka kembali normal. Tapi saat ini Lin fin malah menatap Qin yan dengan rasa penasaran. Melihat itu, Qin yan hanya menghela napas.
"Ini mungkin salahku, aku terlalu memperhatikan Yue er. Sampai aku lupa dengan kalian. Maafkan aku." Qin yan memegang kedua bahu Lin fin, menunduk dengan rasa bersalah. Bahkan Qin yan juga menoleh kearah Xiang xiang.
"Ja-jadi... Yang disana siapa?" Tunjuk Lin fin kearah Qian yu yang tengah pingsan. Qin yan juga menoleh kesana, terlihat Jia ya menatapnya dengan waspada.
"Dia adikku, kau apakan dia?" Tanya Qin yan dengan pelan.
"Eeh... Adikmu? Setahuku...." Ucap Lin fin dengan kaget, tentunya Qin yan mengerti itu. Ia pun kembali mengelus bahu anak itu.
"Nanti aku akan menjelaskannya. Tapi sebelum itu, kalian sudah membuat kekacauan disekteku. Maka dari itu...."
"Apa! Ini sektemu!!!" Tatap Lin fin dengan mata terbelalak, ia pun jadi malah memegang bahu Qin yan.
"Apa aku tidak salah dengar? Kau... Ini.. Sejak kapan?"
"Ya, seperti yang kau lihat. Mereka semua adalah prajurit sekteku, dan Lin fin mohon maaf. Biarpun pun kau temanku, tapi Sekteku juga punya peraturan. Meskipun karena salah paham dan akulah yang salah, tapi jika itu peraturan maka harus ditetapkan dan dikenai sanksi jika dilanggar. Karna kalau tidak, mereka yang melihat apa yang terjadi hari ini. Akan berpikir, kalau peraturannya tidak ada." Mendengar itu, mata Lin fin langsung terbelalak. Ia ingin membantah, tapi dengan cepat Qin yan berbalik.
"Aku juga kecewa pada pengawas keamanan disini, bukannya melerai atau menyelesaikan masalah. Tapi kalian hanya menonton layaknya tontonan. Kalau mau menonton pertarungan, seharusnya bertarung diatas arena sparing. Bisa bertarung tapi ada tempat dan juga peraturannya. Dilarang bertarung sembarangan, karna akan dianggap sebagai pemerontak. Oleh karena itu, sebagai pengawas keamanan, kalian sebentar datanglah keruanganku. Sepertinya kalian butuh didikan langsung." Ucap Qin yan sambil meregangkan jari jarinya.
Mendengar itu, para pasukan keamanan hanya menelan ludah mereka dengan ketakutan. Qin yan yang turun tangan sendiri mengurus mereka, entah apa yang terjadi pada mereka nantinya. Memikirkan itu, keringat bercucuran dan mereka hanya menundukan kepala dengan takut.
__ADS_1
"Dan juga, mungkin hukuman kalian akan diringankan karena kesalah pahaman. Ini juga baru pertama kali, tapi akan menjadi yang terakhir. Jika kejadian ini terulang lagi, kalian akan berurusan denganku langsung. Jangan harap kalian bisa lolos." Ucap Qin yan dengan tatapan kejam. Ia pun berjalan kearah Qian yu. Hendak menggendongnya, tapi Jia ya malah menghunuskan pedangnya keleher Qin yan.
"Siapa kau? Kenapa wajahmu sama seperti pangeran!" Ucapnya dengan panik, bahkan tangannya juga gemetar.
Mendengar itu juga, Qin yan pun menghela napas. Ia juga berdiri. Menatap ratusan prajurit yang melingkari mereka, penonton pertarungan tadi jadi penasaran dengan sosok Qin yan yang ada dua ini.
"Sebelumnya aku minta maaf bagi kalian yang tidak mengetahui ini. Bukannya aku tidak ingin memberitahukannya, atau sengaja menyembunyikan identitasku. Tapi saat ini memang itu yang harus dilakukan, karena ada masalah yang tak bisa kuceritakan. Masalah internal, tapi bukan berarti indetitasku akan tersembunyi selamanya. Jika waktunya nanti sudah tepat, indentitasku akan keluar sendirinya. Oleh karena itu, aku minta pada kalian semua. Tolong jaga rahasia ini, meskipun kalian sebanyak ini. Tapi aku percaya pada kalian. Namun karena masalahnya cukup genting, melibatkan beberapa sekte. Jadi yang harus aku lakukan adalah ini." Selesai berbicara, ratusan prajurit bayangan pun keluar. Mereka masuk kemasing masing bayangan semua orang. Termasuk kedalam Jia ya sendiri.
"Apa apaan ini, bukannya dia bilang percaya pada kami? Tapi apa artinya ini." Semua orang jadi merasa tidak tenang saat ada orang yang mengawasi mereka. Yah, Qin yan tau ini bukan cara yang bagus. Tapi keadaan sudah terlanjut begini, maka ia juga tidak punya cara lain.
"Semuanya mohon tenang, makhluk ini tidak akan menganggu aktivitas kalian. Malah akan menjadi penjaga kalian disaat kalian dalam bahaya. Mereka juga akan membantu kalian jika ada yang masalah. Jadi sisi baiknya, kalian mungkin tidak perlu khawatir atas nyawa kalian. Mereka akan mengawasi semua apa yang kalian lakukan." Mendengar itu, semua orang jadi saling memandangi satu sama lain. Sisi baiknya dapat diterima, tapi sisik buruknya mereka akan diawasi. Tentunya mereka juga harus menerima itu, asalkan tidak ada yang berbicara tentang masalah ini. Kemungkinan mereka tidak akan apa apa.
Meskipun agak sulit diterima, tapi mereka lapang dada saja. Soalnya yang memerintahkan ini master mereka, tidak mungkin mereka akan menolak. Dengan serempak, mereka semua langsung berlutut.
"BAIK MASTER!!!" Ucap mereka bersama sama.
Masih ada beberapa juga yang berdiri, Jia ya, Xiang xiang, Lin fin, Tang liu, dan Yue er. Mereka terlihat bingung. Tapi Qin yan juga mengerti. Ia perlu menjelaskan ini pada mereka. Ia pun menggendong Qian yu, dan berjalan kearah aula.
"Ayo masuk, aku akan jelaskan kedalam."
...........
30 menit setelah Qian yu pingsan.
"Ukh...." Qian yu perlahan membuka mata, ia akhirnya siuman setelah menunggu beberapa lama.
"Kau sudah bangun?" Tanya Qin yan yang berada dihadapannya. Membuat Qian yu bangun dari tempatnya.
"Kakak ada disini? Ukh... Kepalaku pusing, tadi anak orang aneh yang menghajarku." Ia menyentuh kepalanya dengan pelan, dan tanpa sadar berbalik disamping. Dimana Lin fin berada, sedang memperhatikannya.
"Aah ini dia!! Ini orang yang telah menghajarku kak!!" Teriak Qian yu dengan kaget.
"Ehem ehem." Qin yan hanya terbatuk pelan melihat itu. Membuat Qian yu terdiam, setelah memperhatikan sekitarnya. Ia pun sadar, kalau saat ini ada Jia ya sedang berada disampingnya. Ada juga Tang liu, Xiang xiang, Yue er, dan bahkan Xiu xiu.
"I-ini...." Qian yu tidak tau harus berkata apa.
"Qian yu, dia namanya Lin fin. Orang yang memukulmu tadi, karena mengira kau adalah aku." Jelas Qin yan padanya, ia juga memperkenalkan Lin fin pada anak itu.
"Maafkan aku. Karena kami tidak bertemu selama dua tahun, aku jadi tidak bisa membedakan kalian." Ucap Lin fin sambil menunduk, menggaruk kepalanya sendiri.
"Jadi begitu." Qian yu hanya mengangguk mengerti.
"Tapi kenapa tadi pada saat aku memarahimu kau menjawabnya dengan mudah. Seolah olah kau juga tau siapa diriku." Tanya Qian yu pada Lin fin dengan heran.
"Itu karena kita itu keadaannya sama Qian yu." Qin yan tiba tiba menjawab.
"Huh!" Membuat semua orang jadi tertegun, menatap Qin yan dengan bingung. Kecuali Lin fin yang hanya diam menghela napas.
"Aku juga cacat sepertimu, aku membangkitkan kekuatanku diumur 14 tahun pertengahan."
"Tunggu, diumur 14 tahun? Jadi...." Alis Qian yu berkerut mendengarnya, jika dipikirkan itu benar benar tidak masuk akal.
"I-ini... Aku tidak mengerti sama sekali. Kau bangkit diumur 14 tahun, diumur itu pula kau membuat kekacauan dan disegel pada umur 15 tahun. Ka-kau bercanda padaku kan?" Tanya Qian yu tak percaya.
"Y-ya.. kalau dipikirkan begitu memang tak masuk akal. Tapi itulah yang terjadi." Qin yan juga tidak tau harus menjawabnya bagaimana. Saat umur 14 tahun ia langsung melarikan diri dari tempat tinggalnya. Setelah itu, setahun berlalu. Banyak sekali kejadian kejadian yang tidak tertuga. Memikirkan itu, ia hanya memegang dahinya.
"Waaah... Kau keren sekali kak." Qian yu didepannya memberinya jempol dengan mata berbinar. Membuat Qin yan makin pusing, dia mempunyai adik yang konyol juga rupanya. Qin yan pun melirik Yue er disampingnya, yang sedari tadi memegang tangannya dengan takut. Melihat itu Qin yan hanya mengelus kepalanya dengan lembut.
"Oh iyah, Qian yu. Ini Yue er yang pernah kubicarakan padamu."
Mendengar itu, Qian yu membeku. Matanya menatap Yue er dengan serius. Perlahan matanya tergenang air mata, namun ia tak mau mengeluarkannya. Sampai akhirnya ia berdiri, sedikit membungkuk pada Yue er.
"A-aku Qian yu... Salam kenal." Ucap Qian yu dengan gugub. Namun ia tetap tersenyum sambil mengulurkan tangannya pada Yue er.
"Qin yue er." Jawab Yue er dengan singkat, ia lalu lebih menggengam tangan Qin yan. Karena ia juga masih mencerna apa yang ia lihat ini. Dan dia butuh ketenangan. Qin yan juga lebih memperhatikan gadis itu, berusaha menenangkannya. Lalu mengangguk pada Qian yu. Sehingga dia bisa duduk kembali.
"Kakak, kenapa tak bawa dia ke ayah?" Tanya Qian yu. Mendengar itu, mata Yue er jadi membesar, menatapnya dengan penasaran. Lalu menatap Qin yan, mengharapkan konfirmasi.
"Nanti, aku akan membawanya kesana." Senyum Qin yan, ia pun mengangguk pada Yue er.
"Lin fin, Xiang xiang. Dia adalah Xiu xiu, dan sekarang menjadi anggota sekteku. Kalau kalian ingin tahu kenapa, nanti kalian bisa bertanya padanya. Kurasa hari ini cukup, dengan ini kalian tahu. Kalau aku adalah kakak Qian yu, tapi aku masih menyembunyikan identitasku. Aku juga sudah memperkenalkan kalian semua tentang adikku, dan kedua temanku ini. Semoga dimasa depan kalian tidak salah paham lagi." Qin yan pun berdiri, tapi ia juga berpaspasan dengan Tang liu yang juga berdiri. Gadis itu, wajahnya gelap dan tangannya terkepal. Tatapan agak tajam pada Qin yan, itu berarti ia sangat marah. Tampaknya penyembunyian identitas ini telah menyikiti perasaanya. Namun seberapa pun gadis itu marah, ia tetap menahan diri sampai akhirnya ia hanya menghela napas.
"Maaf aku harus ketoilet." Dia pun pergi meninggalkan mereka tanpa menunggu yang lain mengijinkan. Alis Qin yan juga berkerut melihatnya, namun untuk saat ini ia tidak akan menemuinya. Karena gadis itu juga butuh ketenangan. Tapi ia lebih berharap kalau Qian yu mampu menenangkan gadis itu. Itulah mengapa ia banyak berharap pada Qian yu, memberikan mereka dukungan.
__ADS_1
Pada akhirnya Qin yan keluar, namun sebelum itu ia memberi isyarat pada Qian yu agar nanti menemui gadis itu. Anak itu yang bingung, hanya mengangguk saja. Terlihat kegugupan didalam dirinya. Namun Qin yan malah menertawainya. Orang jatuh cinta ini memang lucu.