LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Kubus misterius


__ADS_3

Dengan dibantu prajurit bayangan, Tang liu berhasil memukul mundur ahli tahap raja tersebut. Meskipun ia tidak terlalu membantu banyak dalam pertarungan. Namun, sedikit serangannya cukup membantu. Karena hal sepele apapun bisa menjadi kunci kemenangan.


Disana, ia melirik Qin yan, yang tengah menatap patriak Huyan.


Kalau dilihat lihat, selama pertarungan berlansung, keluarga Ning dan keluarga Huyan belum melakukan penyerangan. Mereka hanya berdiri diam menonton pertarungan yang dilakukan antar para ahli. Memangnya, siapa juga yang berani maju. Yang terkuat diantara mereka hanya berada ditahap Saint atau sage. Itu pun hanya ada satu atau dua orang saja.


Meski mereka lemah, tapi pertarungan antar sekte ini layaknya taruhan nyawa bagi mereka. Karena mereka berada dipihak lain, makanya mereka juga sangat berharap untuk menang agar bisa selamat.


Melihat ketiga sekte lebih unggul dalam jumlah, membuat mereka bernapas lega. Bahkan patriak Huyan pun mengolok ngolok Qin yan karena berani melawan mereka.


"Hahaha.... Kau sangat bodoh raja, kau begitu bodoh. Tinggal kau serahkan benda itu, maka kerajaanmu tidak akan seperti ini." Tawa patriak Huyan dengan senang. Meskipun tangannya gemetar karena ngeri, namun ia sangat menikmati situasi ini karena akhirnya bisa menguasai kerajaan ini nantinya.


Ia pun menatap raja, ibu Qian qian, dan Qian yu yang hanya marah sambil menggertakaan gigi. Tapi ia tidak puas melihat wajah Qin yan yang tetap tenang tak berekspresi, mengamati jalannya pertarungan.


"Hei, kenapa kau diam. Kau takut hah? Hahaha... anak kecil sepertimu seharusnya tidak sombong. Aku dengar dua tahun lalu kau membuat kekacauan. Tapi lihatlah ini, situasinya berbeda dengan dua tahun lalu. Sekarang kau akan mati!" Tatap patriak Huyan dengan mata melolot, Qin yan sendiri hanya menatapnya saja. Dibelakang, Qian san dan ibunya langsung tertawa terbahak bahak. Mereka juga menatap Qin yan dengan penuh hina.


Selain mereka, tidak satu pun dari yang lain tertawa. Bahkan putri mereka yang katanya cantik, dari keluarga Huyan. Hanya diam menatap Qin yan, tampak sebuah penyesalan terpaut diwajahnya. Sepertinya ia tipe gadis yang tidak mengikuti ambisi keluarganya.


Selain dirinya, keluarga Ning pun hanya diam. Mereka tidak mengatakan apapun ketika melihat anggota keluarga Huyan yang lain tertawa terbahak.


Bahkan, di kursi tempat duduk. Keluarga De juga hanya diam bersama cucu perempuannya. Bagi mereka yang tidak tau jelas kekuatan Qin yan, tidak pantas bagi mereka untuk tertawa. Apalagi ketika menyaksikan Wuang sheng yang tadi ketakutan dan mengatakan kalau anak didepan mereka itu adalah Qin yan dua tahun lalu. Hal itu makin membuat mereka segan, artinya tak ceroboh dalam mengambil keputusan.


"Puih." Tiba tiba patriak Huyan meludahi wajah Qin yan. Melihat itu, Qin yan yang hanya melirik ludah itu diwajahnya, membuat patriak Huyan makin tertawa terbahak bahak.


"Hahaha... Lihatlah, dia bahkan tidak berani marah."


"Hahaha." Apa yang ia lakukan, disambut tawa dari keluarganya dibelakang.


"Kipikir dia agak mengerikan seperti yang mereka katakan. Tapi, ternyata dia cuma penge..." Ia hendak menyelesaikan perkataannya. Namun dirinya tiba tiba membeku. Beberapa ular kecil menggorogoti tubuhnya. Raut ketakutan dipenuhi keringat langsung dirasakan patriak Huyan. Semua orang yang melihatnya langsung membeku.


Patriak Huyan perlahan berbalik pada Qin yan. Melihat tangan tangan kiri anak itu berubah menjadi aneh, matanya makin terbelalak. tangannya berubah menjadi ratusan ular yang melata kearah dirinya.


"Kau banyak bicara sekali, bahkan disaat seperti ini bukannya tenang tapi kau malah seperti orang gila. Jadi akhirnya aku menemukan orang yang sesuai dengan pepatah itu yah, "Katak yang berada didalam sumur begitu sombong tanpa mengetahui betapa luasnya dunia luar." Perkataan Qin yan serasa begitu menusuk, semua orang tertegun dengan mata yang besar.


Patriak Huyan terdiam sejenak, wajahnya gelap dan ia menggertakaan gigi dengan tubuh menggigil.


"Tidak mungkin! Aku berada ditahap Saint. Aku tidak mungkin mati!!" Teriak patriak Huyan dengan histeris. Ia ingin melepaskan diri namun tubuhnya melemas karena racun yang sudah menggerogoti tubuhnya.


"Percuma, racun itu bahkah jauh lebih kuat dari racun manapun. Kau tidak perlu berbicara lagi, itu hanya akan mempersingkat nyawamu." Setelah perkataan Qin yan selesai, tubuh patriak Huyan membeku. Dirinya kemudian melebur hingga menyiksakan kerangka.


Semua orang tercengang ketika melihat itu, Dou wei disamping mereka saja jadi tertegun. Setahunya, racun mereka yang paling mematikan membutuhkan waktu satu jam untuk membunuh jika itu tidak ada penawarnya. Tapi ini, ia bahkan melihat. Qin yan membunuh seseorang kurang dari satu menit dengan keterampilan racun yang ia miliki.


'Bukan, ini bukan keterampilan racun. Dia pasti memiliki darah hewan beast kuno itu.' Batin Dou wei dengan penuh keringat.


Ibu Qian san yang melihat ayahnya hanya menyisahkan kerangka jadi terguncang. Hal itu membuat tidak berdaya, ia hanya terjatuh dengan matanya yang mengeluarkan air mata.


"A-ayah... Ayah!!" Teriaknya menuju kearah patriak Huyan. Ia mengangkat kerangka tersebut, namun kerangka itu malah hancur karena begitu rapuh.


"Ka-kau... Bajingan kau!!" Ibu Qian san langsung mengeluarkan pisau, hendak maju melawan Qin yan. Namun ia ditahan oleh penatua kerajaan.


"Hentikan Xing lu, bukankah kau lihat sendiri. Sedari awal kita tidak harus memprovokasinya. Bahkan tingkat Kaisar saja ngeri melihatnya. Kita jangan memprovokasinya lagi." Penatua Huyan, berusaha menahan tubuh ibu Qian san yang ingin maju.


"Tidak, aku akan membunuhnya. Dia telah membunuh ayahku. Aku tidak akan memaafkannya." Ibu Qian san berusaha memberontak, ia hampir melepaskan diri. Namun untungnya Qian san datang menghentikannya lagi.


"Kau ingin melihat ayahmu?" Tanya Qin yan pada wanita itu, membuatnya tertegun. Ia pun menatap Qin yan dengan tak percaya.


"Hehehe hahaha... Kau pikir aku bodoh! Kau pikir kau bisa membodohiku? Hahaha..." Tertawa ibu Qian san dengan gila. Dilihat dari kondisi mentalnya, dapat dipastikan kalau ibu Qian san ini sudah tidak waras.


"Tidak ada yang bisa menghidupkan seseorang yang sudah mati. Kau itu bukan tuhan bodoh!! Kau itu adalah anak kotor, kau lahir dari wanita yang sangat kotor. Merayu seorang raja kemudian menikahinya, semua tahu kalau ibumu adalah seorang pelacur!"


Mata Qin yan membesar mendengarnya, mendengar ibunya dikatai seperti itu. Emosi dalam tubuh Qin yan perlahan bangkit, matanya terbelalak ketika ia berusaha menahan amarahnya.


Melihat Qin yan yang juga terguncang membuat wanita itu makin tertawa keras. Suara wanita itu perlahan mengecil sampai akhirnya tidak terdengar. Qin yan pun terjebak dalam kemarahannya sendiri.


"Sial, aku masih tidak bisa mengendalikan emosiku jika ada sesuatu mengenai ibuku yah." Senyum Qin yan, ia pun menarik napas lalu menghembuskannya. Dirinya kembali tenang, menatap wanita itu yang terus berteriak. Dan raja yang terus menghentikannya.


Qin yan pun mendekati wanita itu, berjongkok dan menatapnya dengan tenang. Meskipun wanita itu terus berteriak padanya, tapi Qin yan tetap tidak terpengaruh apa apa.


"Jadi, kau merasa lebih baik dari ibuku?" Tanyanya dengan pelan. Membuat ibu Qian san makin tertawa.

__ADS_1


"Hehehe... kenapa tidak" Jawab ibu Qian san dengan percaya diri. Hal itu membuat Qin yan hanya menggelengkan kepala sambil menahan tawa.


"Lalu kenapa kau tidak diterima saat kau mendaftar untuk menjadi murid sekte Istana Es suci?" Pertanyaan Qin yan, membuat Huyan Xing lu terdiam. Ia tidak bisa menjawab apapun.


"I-itu... Karena aku tidak punya bakat. Memangnya apa urusanmu! Kenapa kau mengatakan hal yang tidak penting seperti itu. Kau mau menghinaku? Yah, aku akui aku ini memang lemah. Jadi lakukanlah sesukamu."


Mendengar itu, Qin yan makin menggelengkan kepala. Malah menatapnya dengan penuh hina.


"Aku bertanya seperti ini padamu, anggap saja sebagai penghinaan. Faktanya, kau dan ibuku waktu itu mempunyai kekuatan yang sama. Kultivasimu tidak kalah dari ibuku, namun kenapa kau tidak diterima. Padahal kalian berdua sama sama berbakat. Bahkan umur kalian sama sama 16 tahun." Pertanyaan Qin yan begitu menusuk. Raut wajah Xing lu makin ketakutan mendengar itu, ia pun menutup telinganya sembari berteriak meminta untuk berhenti. Namun Qin yan tidak menghiraukannya, malah lebih memegang tangannya dengan kuat. Tatapan matanya makin melotot kearah wanita itu.


"Kau tidak sadar pada dirimu sendiri, kau menghina ibuku karena kau merasa ia berasal dari rakyat jelata. Fakta bahwa kau tidak diterima oleh sekte Menara es suci, itu karena kau tidak suci lagi waktu. Diumur yang memasuki 16 tahun, tindak kriminal apa yang kau lakukan hingga kau sendiri mengekpos dirimu yang sudah melakukan **** puluhan kali." Qin yan langsung menjambak rambut wanita itu dengan kejam. Meludahi wajahnya tanpa rasa kasihan. Putranya dan penatua Huyan yang melihat itu, ingin menghentikannya. Namun prajurit bayangan Qin yan sudah mengekang mereka.


"Kau tidak punya hak mengatakan kata kotor pada ibuku, karena kau itu bahkan jauh lebih kotor dari para wanita lain. Penipu, Pelacur, dan kau bersikap sok suci didepan ayahku. Kau pikir aku tidak tau, disaat aku dan Qian yu bekerja sama untuk berganti identitas. Aku melihatmu sendiri merayu seorang pedagang kaya hanya untuk keperluanmu sendiri. Jika dikata kalau dibandingkan dengan keluarga Huyan milikmu. Keluarga Qin kami jauh lebih baik daripada keluarga kalian. Ibuku bukan berasal dari kalangan bawah, tapi dia juga berasal dari keluarga bangsawan yang terkenal dikerajaan kami. Yang bahkan lebih dari ekspetasimu."


Setelah mengatakan itu, Qin yan mengulurkan tangan kearah tulang belulang milik patriak Huyan.


"Bangkitlah." Ucapnya dengan singkat, setelah itu mata semua orang kembali terbelalak. Sebuah asap hitam keluar dari tulang itu, dan akhirnya muncullah sesosok prajurit bayangan yang baru.


'I-itu, jadi begitukah proses Newcromantik? Tapi setahuku, mereka melakukan ritual dibawah sebuah formasi jika ingin membangkitkan jiwa orang. Sementara dia, hanya sesimpel itu.?' Kening Dou wei berkerut melihat itu, ia tak mengerti bagaiamana jadinya sebenarnya proses tadi. Ia pun menyaksikan apa yang terjadi selanjutnya.


"Cepat bersihkan ludahmu tadi." Ucap Qin yan dengan dingin, tanpa banyak bicara prajurit bayangan milik Huyan langsung melakukan apa yang disuruh. Mengelap ludahnya diwajah Qin yan. Hal itu membuat Huyan Xing lu terperangah ketika melihatnya seperti pelayan. Bahkan semua anggota keluarganya tidak bisa berkomentar apapun.


Setelah dibersihkan, Qin yan pun berdiri. Ia mendekat pada prajurit bayangan itu.


"Aku akan memberikan tugas pertama yang harus kau lakukan. Bantai keluargamu sendiri. Ups, bukan. Bantai mereka semua yang merupakan mantan keluargamu. Dimulai dari wanita ini." Tunjuk Qin yan pada Huyan Xing lu. Awalnya prajurit bayangan itu tak bergerak sama sekali, namun tak lama kemudian tatapannya pun menjadi tajam. Ia pun mulai menyerang, hendak membunuh Huyan Xing lu.


"Ptank" Tiba tiba penatua kerajaan datang menolongnya, menangkis prajurit bayangan itu. Dan membantunya pergi.


"Cepat, kita harus lari dari sini. Kita bisa saja mati!" Penatua tersebut langsung melompat dan menjauh dari mereka.


Qin yan juga berbalik kearah Qian yu dan raja yang tengah berdiri disana.


"Ayah, Qian yu. Kerahkan pasukan kerajaan untuk menangkap mereka. Jika para keluarga penghianat ini menentang, maka paksa mereka. Jika terjadi perang maka terjadilah itu. Tidak cara lain untuk bertahan disituasi ini."


Ayah Qin yan yang masih terbengong, akhirnya mengangguk mendengar itu. Ia pun mengeluarkan seluruh pasukannya yang tengah bersembunyi. Melawan keluarga Ning dan keluarga Huyan. Bukan hanya itu, bahkan keluarga De juga ikut membantu raja. Setelah mengetahui kekuatan disisi kerajaan, mereka tak tanggung tanggung untuk mengeluarkan bantuan mereka. Karna mereka tahu, jika mereka menang, maka bukan hanya keselamatan atau bertahan hidup. Kemungkinan kehormatan juga akan mereka dapatkan.


"Ptank ptank ptank ptank" Perang internal dikerajaan pun dimulai. Pasukan kerajaan melawan dua keluarga bangsawan. Pertempuran terjadi cukup sengit, raja bertarung dengan dibantu ibu Qian qian.


"Qian yu, sadarlah. Qian yu, bangun Qian yu. Kau tidak berada di kamar empuk. Kau ini sedang berada dimedan peperangan! Hei!" Qin yan beberapa kali menampar pelan pipi anak itu. Namun, ekspresinya tetap sama. Tidak berubah sedikit pun. Membuat Qin yan curiga, ada yang salah dengan anak ini.


"Apa ini? Apa yang terjadi padamu?" Tanya Qin yan dengan khawatir.


"Thehehe... Sekarang kembaranmu berada ditanganku, apa yang akan kau lakukan?" Wanita tingkat Kaisar dari sekte Darkdemon muncul tiba tiba dibelakang Qian yu. Dia adalah wanita bersembunyi dari genjatan sekte musuh dan dari tadi selalu memperhatikan apa yang mereka lakukan.


"Ka-kau...." Qin yan mengeluarkan pisau Ying yang. Hendak menyerangnya, namun wanita malah menghentikannya.


"Jika kau bergerak sedikit, kembaranmu ini bisa berubah menjadi mayat hidup loh." Senyum wanita itu dengan penuh kesenangan.


Ancaman itu membuat Qin yan tidak berani mendekat, keringat bercucuran diwajahnya. Ia melihat dengan matanya sendiri, asap jiwa mulai keluar dari berbagai saluran lubang didalam tubuh Qian yu. Seperti hidung, mulut, dan telinga. Qin yan juga menemukan, dipunggung anak itu sudah ditempelkan sebuah kertas pola prasasti.


"Ka-kau... Ugh!" Tanpa Qin yan sadari, Sebuah pisau dipenuhi api hijau menyala langsung menembus tubuhnya.


"Ukhuk ukhuk" Qin yan terbatuk mengeluarkan darah.


Ia ditikam dari belakang, ternyata Dou wei sudah menunggu kesempatan ini dari tadi. Bukan hanya menikamnya, ia bahkan sampai melukai leher Qin yan menggunakan pisau lain. Hingga darah merembes keluar.


"Ka-kau..." Tatap Qin yan dengan tajam padanya. Keringatnya menetes berusaha menahan sakit. Bukan main, api yang anak itu keluarkan ternyata adalah salah satu dari inti roh api. Poison flame, atau dikenal api beratribut racun. Racun itu perlahan menggorogoti tubuhnya. Membuat asap yang beraroma nikmat keluar dari sana. Sementara apinya sudah mulai membakar tubuh Qin yan.


"Heeeh, kau takkan bertahan dari Poison flame ku. Sekarang biarkan kau mati disini." Dou wei semakin memperdalam tikamannya, hingga tubuh Qin yan bergidik karena rasa sakit.


Sementara wanita dari Sekte Darkdemon yang mengekang Qian yu jadi menjilat bibirnya sendiri ketika mengamati cara kerja Dou wei.


"Hm... Seperti yang diharapkan dari murid Han genyu, kau rupanya sangat licik." Senyum wanita itu dengan penuh menggoda.


"Nanti tubuh anak itu berikan pada kami yah. Aku sangat senang jika dia menjadi mayat hidupku." Lanjutnya lagi. Namun Dou wei menolak itu mentah mentah.


"Tidak, master kami menginginkannya. Jadi, dia sekarang berada ditanganku. Aku akan membawanya pulang baik hidup maupun mati." Ucapnya dengan tegas.


"Hoooh, kau anak yang cukup keras kepala juga yah." Berkata wanita itu dengan tenang. Ia hendak menyerang namun ayah Qin yan sudah berteriak disana.

__ADS_1


"Qian yan! Qian yu!" Teriak raja dengan panik, menyaksikan dua orang putranya berada disituasi sulit. Ia hendak menolong mereka. Hal itu membuat Dou wei tersenyum tipis. Jia ya datang dan langsung menikam perut sang raja. Membuat mata Qin yan membesar melihatnya.


"J-jia ya, Ka-kau... mengapa kau..." Mata raja penuh keterkejutan, ia pun terjatuh lemas dengan pedang cahaya Jia ya menembus perutnya.


"Ukhuk ukhuk" Raja pun terbatuk dengan mengeluarkan darah segar.


"Qian ji!" Teriak ibu Qian qian disana. Ia tak sanggup melihat hal itu terjadi. Namun tiba tiba ia juga terhenti, raut wajahnya penuh ketakutan.


Seorang pria berjubah hitam menekan pisau keleher wanita itu.


"Hehehe... Sudah lama aku menunggu ini. Meski ratu meminta pangeran Qian yu, tapi setidaknya aku juga harus bersenang senang."


Hal itu membuat ibu Qian qian membeku, Qin yan sendiri tak tahan melihat situasi itu terjadi. Dalam sekejap, pasukan kerajaan banyak yang terjatuh. Ketika menyaksikan raja dan ratu mereka berada disituasi kritis.


Wanita dari sekte Dardemon tersebut mendekat kearah Qin yan. Ia menatap wajah Qin yan yang nampak kesakitan.


"Hehehe... Qin yan, aku akhirnya bertemu denganmu yah. Aku tak menyangka, kalau kau semuda itu." Wanita itu menjilati leher Qin yan.


"Katakan dimana kubus itu sebenarnya." Ia mulai menghisap leher Qin yan dengan penuh nafsu. Hingga Qin yan mengejang, dan ia tiba tiba memasuki perubahan iblis tipe Neidan.


"Hup" Wanita itu menjauh ketika beberapa ular bersiap untuk menangkap. Tapi untuk Dou wei dibelakang, tanpa sadar pria itu tidak menyadari kalau ular Qin yan sudah mematuk tangannya.


"Ukh..." Ia pun mulai menjauh, memegangi tangannya yang mati rasa. Racunnya dengan cepat menyebar, ia tidak punya cara lain selain memotong lengannya sendiri.


Tanpa banyak bicara, Qin yan langsung melesat menyerang wanita itu. Namun tiba tiba Qian yu berteriak histeris disamping.


"Aaakh..!!" Hal itu membuat Qin yan terhenti sekali lagi, ketika melihat jiwa Qian yu mulai dihisap oleh wanita itu. Qin yan pun jadi tak berdaya. Hingga wanita itu memanfaatkan kesempatan dan langsung mencekik lehernya.


"Sekarang kau pilihlah, adikmu mati dan jadi mayat hidup, atau diam disini dan bersenang senanglah denganku." Wanita itu tersenyum kearah Qin yan, mendekatkan bibirnya. Hendak mencium anak itu, namun tiba tiba tangan mencekik leher Qin yan tiba tiba membatu. Ia kaget dengan itu, hendak melepaskan tangannya. Namun siapa sangka tangannya malah pecaha seperti batu yang rapuh.


"AAAAAAKKHH...!!! TANGANKU!!!" Teriaknya dengan keras ketika menyaksikan tangan kanannya yang sudah menghilang.


"Kau berani menekannya disaat aku ada disini?"


Ia pun menoleh kearah suara tersebut, ternyata Medusa sudah berdiri disamping mereka.


"Ka-kau...."


"Sial, dia punya kartu lain rupanya." Berkata Dou wei ketika melihat kedatangan Medusa. Mata wanita itu menyala dengan mata Ular, cincin emasnya bangkit. Tatapannya sangat marah ketika melihat Qin yan terluka. Ia kemudian menyerang dengan cepat kearah wanita tersebut.


"Jangan Mei ji!!" Teriak Qin yan, membuat Medusa berhenti, menatapnya dengan heran. Wanita dari sekte Darkdemon tiba tiba menempelkan sebuah kertas pola lain sehingga tubuh Medusa jadi membeku. Menatap Qin yan dengan penuh keterkejutan. Bukan hanya dia, Qin yan sendiri terkejut melihat itu.


"Hehehe... Kalian terlalu bodoh rupanya. Sekarang aku sudah mendapatkan mayat baru yang berasal dari tingkat Kaisar." Wanita itu menari nari dengan riang, ia sangat senang ketika mendapatkan sandra yang baru.


"Apa sebenarnya yang kau inginkan!" Teriak Qin yan dengan terpaksa, membuat wanita itu terhenti. Lalu kembali menatap Qin yan.


"Hm... apa yah. Kalau begitu, aku ingin bertanya. Kubus yang diambil wanita itu palsu kan?" Tanya wanita itu.


Qin yan pun terpaksa mengangguk, ia pun mengeluarkan kubus yang sebenarnya. Sekarang keluarganya lebih penting dari pada benda ini. Untuk masalahnya nanti, ia akan mengurusnya kebelakang.


"Benar, benda yang kalian cari sebenarnya ada disini."


Ketika melihat benda itu, mata wanita makin terbelalak. Ia kemudian tertawa lebih senang. Entah keberuntungkan apa yang ia alami hari ini.


Dou wei juga tertegun, begitu pula dengan raja. Namun ia hanya menunduk dengan rasa bersalah. Karena dia sama sekali tak bisa melindungi kedua putranya.


"Wah wah, jadi itu bendanya yah." Wanita itu perlahan mendekat. Hendak menyentuh kubus itu, namun kubus tersebut malah bersinar. Dan memasuki tangan kanan Qin yan. Berubah menjadi segel yang mirip segel karma ditangan kirinya.


"AAAAAAAAAAKKHH......!!!!" Teriak Qin yan dengan keras, sampai suaranya habis. Masuknya kubus itu, serasa tubuhnya dicabik cabik dengan rasa sakit yang luar biasa. Ia terjatuh lemas sambil berteriak terus menerus kearah langit. Tangannya begitu sakit, bahkan ia sendiri tak bisa menangani rasa sakit itu.


Hal itu membuat wanita tersebut jadi menjauh, ia bingung dengan apa yang terjadi.


'Apa yang terjadi sebenarnya.'


Medusa juga panik melihat itu. Tampaknya Qin yan tidak main main dengan rasa sakitnya. Sesakit apa sebenarnya, hingga Qin yan berteriak seperti itu.


'Ukh.... Tu-tubuhku rasanya seperti terkoyak.' Keringat bercucuran, Qin yan menggertakan gigi berusaha bertahan menahan rasa sakit.


Tiba tiba ia merasa ada yang salah dengan perutnya. Serasa segel dalam perutnya tersebut diotak atik oleh sesuatu. Berputar kearah kanan dan kiri dengan bebas. Memikirkan itu, membuat mata Qin yan terbelalak.

__ADS_1


'Tunggu! Jangan jangan.....'


..."Tuan, segel ditubuh anda otomatis terbuka dengan sendirinya"...


__ADS_2