
Beberapa menit kemudian...
Setelah Qian yu dipanggil, seperti apa yang mereka pikirkan. Anak itu hanya membeku didepan pintu. Menatap Qin yan tak percaya.
"Qian yu, datanglah kesini. Sapa kakakmu." Ucapan ayah mereka masih belum ia kelola dalam otaknya. Ia masih saja terdiam melihat Qin yan. Untungnya didalam ruang permandian itu, hanya ada mereka bertiga. Tidak ada siapa pun diluar yang bisa menguping pembicaraan mereka.
Lama ia membeku, pada akhirnya Qian yu juga mendekat kearah mereka berdua. Tapi, ia tidak tau kata apa yang harus ia keluarkan saat berhadapan dengan Qin yan.
"Tuk"
"Hei, kau ini. Kenapa kau diam seperti itu." Qin yan langsung memukul kepalanya.
Tapi setelah mendengar suara asli Qin yan, barulah matanya lebih terbelalak.
"Pa..." Ia ingin melanjutkannya, namun ucapannya ia telan kembali. Bagaimana bisa ia memanggilnya paman, pada anak yang mirip dengannya.
"Jadi, kau..." Ia ingin berbicara lagi, tapi tidak bisa melanjutkannya.
"Aku hanya kebetulan saja melihatmu disana. Karna aku juga sedang dikejar, makanya sekalian aku membantumu." Qin yan meluruskannya.
"Oooh..." Anak itu mengangguk mengerti.
Kecanggungan mereka berdua akhirnya terhenti saat ayah mereka terbatuk.
"Baiklah anakku, aku akan menceritakan ini. Qian yu, bukankah kau selalu bertanya padaku siapa ibumu?"
Qian yu dengan cepat mengangguk, lalu duduk disamping kanan ayahnya. Demikian dengan Qin yan, ia juga duduk disamping kiri ayahnya.
"Kisah kami, dimulai pertemuan tak sengaja kami saat berada dihutan. Ayah mengajakku berburu, dan tanpa sengaja aku melihat ibumu terluka saat itu didekat kolam. Karena merasa kasihan, aku pun menolongnya. Tapi, ternyata pada saat kami berpandangan, aku sadar. Aku jatuh cinta dengan ibumu."
__ADS_1
'Cih, aku berharap ia tidak menceritakan malam pertama mereka.' Batin Qin yan dengan penuh harap, Memandang Qian yu yang memperhatikan cerita ini dengan serius. Ia pun juga ikut memperhatikannya dengan serius.
"Ibumu begitu cantik saat tersenyum, aku sampai tersipu padanya. Semakin lama kami bersama, kami juga semakin akrab, sampai akhirnya aku juga tahu kalau ibu kalian juga mencintai ayah. Tapi, ternyata kami terpisah oleh jurang yang dalam. Ibumu adalah salah satu murid dari Sekte Menara es suci yang paling berbakat. Dan aku hanyalah pangeran dari kerajaan kecil. Tapi, itu tidak menghentikan kami. Karena keinginan kami yang kuat serta kepercayaan kami pada cinta membuat kami tabah menghadapi kehidupan.
Kami pun menikah diam diam, dibawah restu ayahku. 1 tahun kami menikah, akhirnya kami dikaruniai anak kembar. Qian yan, kau lahir yang pertama. Lima menit kemudian, kau juga mengikutinya Qian yu. Empat tahun, kami melalui hidup kami dengan bahagia. Saat itu aku belum menjadi raja, jadi kami tinggal digubuk yang kecil dengan suka duka. Tapi ternyata tiga tahun itu, sekte Menara suci mengetahui keberadaan kami dan mereka tidak terima dengan pernikahan itu. Sampai akhirnya mereka datang kekerajaan ini.
Saat itu juga kerajaan kami juga dipenuhi kekacauan. Dari awal, kerajaan ini sebenarnya berada dibawah tekanan Sekte Racun. Ditambah kerja sama mereka dengan kerajaan Dandun dan kerajaan Kalise, mereka melansungkan serangan dadakan pada malam itu. Aku tidak punya cara lain selain menyelamatkan kerajaan ini. Aku juga sudah menyuruh Qin yin untuk menjauh, tapi ia tak mendengarkanku. Dan bertarung disampingku. Malam itu, kami hampir kalah, tapi sekte Menara es suci datang dan menambah kekacauan.
Pada akhirnya, demi aku, dan kalian berdua, ibu kalian membuat perjanjian. Yakni merawat kalian selama sepuluh tahun. Setelah itu, ia rela menanggung hukuman seumur hidupnya pada Sekte Menara es suci. Rupanya situasi masih tidak mengijinkan, sekte racun berusaha membunuh ibumu dan aku mengorbankan nyawa untuk menyelamatkannya. Tapi ternyata, ayahku yang datang mengorbankan nyawanya pula. Sampai beliau akhirnya mati ditangan mereka. Masalah pun terselesaikan dengan adanya sekte Menara es suci, namun sebagai gantinya. Kami harus harus berpisah, kalian berdua jatuh kedalam jurang yang dalam waktu itu. Dan sejak saat itu kalian tidak keliahatan lagi."
Mata Qin yan menunjukan simpati, cerita ayahnya ini mengingatkannya pada Huo lan. Hatinya saat itu pasti sangat sakit, entah berapa lama ia mengalami keterpurukan.
"Aku kira saat itu, kalian berdua tewas disana. Karena kami tidak menemukan kalian saat melakukan pencarian. Malah kami menemukan darah kalian begitu banyak. Ditambah lagi, jurang itu sangat terkenal akan keankerannya. Orang yang jatuh disitu, mayatnya akan menghilang. Saat itu aku.. Hanya Qian yu yang bisa kuselamatkan." Matanya yang bergenang air mata, tak tertahankan untuk mengalir.
"Padahal saat itu, aku mendengar dia pernah mengatakan kalau dia sedang mengandung." Dalam suaranya terdapat kekecewaan begitu mendalam.
Sekte Racun ini, mendengarkan apa yang terjadi dimasa lalu membuat Qin yan mengepalkan dengan erat.
"Kau salah, kami masih hidup. Bahkan kandungannya juga ikut selamat."
"Apa!" Perkataan Qin yan membuat ayahnya jadi terkejut sekaligus senang mendengarnya.
"Ya. Namanya Yue er. Dia gadis kecil yang manis, mungkin umurnya sekarang 13 tahun. Setahuku tiga tahun yang lalu ia mencapai tahap Warrior dengan membangkitkan elemen Air."
Mereka berdua jadi penasaran mendengarnya, sampai akhirnya Qin yan menceritakan semuanya. Tentang ibunya yang memisahkan diri, sampai kasih sayang yang ia berikan. Semuanya Qin yan ceritakan.
"Awalnya aku orangnya cacat juga, diumur 14 tahun aku belum membangkitkan kultivasiku. Sehingga aku sering dibuli oleh teman sekelasku. Tapi, pada akhirnya aku menemukan cara untuk membangkitkannya. Dan setelah kuperiksa tubuh Qian yu tadi, dia juga berhak mendapatkannya."
"Benarkah?" Dengan senangnya, Qian yu bertanya dengan wajah berseri.
__ADS_1
"Um, tentu saja. Mungkin akan butuh waktu sebulan. Aku juga akan membantumu untuk latihan."
Akhirnya Qian yu bersorak dengan gembira, dia tidak sabar untuk membangkitkan kekuatannya. Sampai sampai ia ingin sekali melakukannya malam ini. Yah, Qin yan juga tidak ada cara lain untuk menyetujuinya. Hingga akhirnya sebuah rencana terbentuk dipikiran ayah Qin yan. Selama Qian Yu sedang membangkitkan kekuatannya, Qin yan akan menyamar untuk menjadi pangeran Qian yu. Dan itu juga disetujui oleh Qian yu sendiri. Bukan hanya dia, Qin yan juga ikut setuju, karena masih terlalu cepat mengungkap dirinya sekarang.
Dan tentunya, panesahat tadi. Ia masih ingin berbicara dengannya.
Malam hari...
Disaat para anggota keluarga kerajaan sedang makan, Qin yan dan Qian yu berada di ruang rahasia. Ayah Qin yan beralasan kalau Qian yu saat ini tidak enak badan, makanya ia perlu beristrahat.
Dengan sebuah kolam dibawah sinar bulan purnama, Qin yan kini menyuruh Qian yu untuk beredam didalamnya. Kolam yang sudah berisikan bahan bahan tertentu, dan dengan bunga darah naga yang mewarnai kolam menjadi warna merah. Qian yu juga diberi pil untuk ditelan, agar bereaksi dan mengelola meridiannya. Disekeliling kolam, Qin yan juga mengukir sebuah pola formasi dimana Qian yu sebagai pusatnya.
"Malam ini adalah malam pertamamu. Kau harus bertahan hingga akhir, formasi ini akan membuatmu untuk tidak merasakan lapar atau lelah, hanya saja pil yang kau telan akan sedikit sakit. Aku harap kau bisa menahannya. Karna itu memang ujian dalam teknik ini. Hanya tekad kuat yang bisa berhasil, ingat itu baik baik."
"Ya." Jawab Qian yu dengan tegas, membuat Qin yan juga ikut bersemangat.
"Semoga berhasil." Qin yan menepuk bahunya beberapa kali. Kemudian mengaktifkan formasinya.
'Entah atribut apa yang kau bangkitkan nanti. Apakah itu akan sama denganku atau tidak? Jika itu sama, seharusnya aku akan membimbingmu baik baik. Agar kau tidak salah jalan nantinya. Namun tidak lepas dari itu, semuanya tergantung darimu.' Qin yan langsung membanting tangannya ketanah, formasi pun mulai menyala.
"Formasi pengendali, diaktifkan!"
Cahaya langsung bersinar terang, naik keatas langit. Sementara Qian yu berteriak kesakitan, hanya saja tidak ada yang bisa mendengarnya. Qin yan juga melakukan segala upaya agar adiknya yang satu ini tidak kesakitan. Sampai akhirnya semuanya selesai, baru ia menghela napas lega. Dan meninggalkannya dengan hati yang tenang.
"Bagaimana keadaannya sekarang?" Ayah mereka sudah berada didepan pintu, dengan ekspresi khawatir diwajahnya. Bertanya dengan sepenuh hati.
"Tenang saja ayah, dia akan baik baik saja. Selama ia dapat bertahan, maka ia akan berhasil." Untuk menghapus kekhawatirannya, Qin yan menbawanya masuk kedalam. Setelah melihat keadaan Qian yu, barulah ia juga menghela napas lega.
"Baiklah, marilah kutunjukan kamarmu. Mulai sekarang juga, kau juga akan tinggal dikekerajaan ini." Ucap ayah Qin yan dengan senyuman, lalu mengantarnya sampai kekamar.
__ADS_1
********
Oke sluur, jangan lupa vote, like dan komen yah. Nanti chapter baru akan menyusul😊😊