
"Tentu, dia adalah sosok yang terkenal akhir akhir ini. Namanya Na er, pencuri paling susah ditangani. Dia dikenal sebagai Water Bunglon. Karena atribut fisiknya yang dapat berkamuflase, dia menjadi pencuri paling merugikan masyarakat. Umurnya baru 19 tahun, dan setahuku baru baru ini ia resmi menjadi anggota Seven Picker."
"Seven Picker?" Alis Qin yan merajut dengan penuh pertanyaan.
"Ya, mereka adalah kelompok berandalan paling menyusahkan. Kelompok itu sudah banyak mencuri barang berharga diberbagai kerajaan. Banyak orang sudah menargetkannya, namun sejauh ini belum ada yang bisa menangkap mereka biar pun satu."
Qin yan pun mengangguk dan merenungkan informasi itu, Seven Picker, itu berarti kelompok ini sang ahli dalam hal mencuri. Pantas saja gadis tadi bisa lolos begitu saja.
"Jadi, dimana markas mereka?" Tanya Qin yan lagi.
"Aku tidak tau persis dimana markas mereka, rumah mereka tidak menetap dan terkadang tinggal ditempat yang tidak ketahui. Tapi yang pasti, lambang anggrek dibahunya itu. Merujuk pada sebuah rumah bisnis di kerajaan Zhong tian......."
Qin yan mencermati semua perkataan pria berambut hijau itu. Mulai dari informasi kemampuan mereka, lokasi, sampai hal hal dalam yang pasti berkaitan dengan Seven Picker.
"Baiklah, terima kasih informasinya. Kami akan pergi dulu." Ia pun berdiri, meninggalkan ratu air dan pria itu. Berjalan kembali ke kota.
"Sama sama Bung, oh yah. Panggil saja aku Ziwei, Xuan ziwei." Senyum pria berambut hijau itu melambaikan tangannya. Ia juga tidak percaya bisa bertemu dengan Qin yan disini.
"Tentu Wei wei, sampai ketemu nanti."
"Hei! Panggil aku Ziwei baj*ngan!" Teriak pria itu tak senang saat Qin yan memanggilnya dengan nama tak pantas. Namun Qin yan tidak sekalipun berbalik hingga ia hanya menghela napas panjang. Menatap kepergiannya, lalu membereskan semua barangnya yang berantakan.
"Qin yan, ambillah ini." Ratu air pun juga melemparkannya sebuah kartu biru. Qin yan menangkapnya, tapi tidak tahu apa gunanya.
"Itu adalah kartu khusus ijinku untuk keluar dari gerbang penjaga yang nanti menghalangimu."
Qin yan hanya bisa tersenyum menerima itu, dengan ini tidak ada lagi hambatan saat mereka keluar.
"Baiklah, terima kasih." Ucapnya, kemudian menghilang dari pandangan.
Sementara ratu Air juga memandangi kekacauan disekitarnya, hari ini terbanyak kejadian yang terjadi diluar dugaannya. Mulai dari bertemu Medusa, Qin yan, sampai tidak menyangka kalau gadis pencuri itu bisa lolos. Ia pun memandangi pria berambut hijau yang sedang mengambil pedangnya.
"Xuan Ziwei sang pemburu bayaran."
Pria itu tiba tiba terhenti langkahnya, saat sang ratu memanggilnya dibelakang. Matanya sedikit membesar karena wanita itu mengetahui identitasnya.
"Aku butuh bantuanmu, tentunya dengan harga yang lebih tinggi."
Mata Ziwei makin membesar mendengar permintaan ratu itu. Tugas ini berhubungan dengan pengejaran Qin yan. Tapi karna harganya yang menggiurkan, ia pun langsung menyetujui itu cuma cuma.
Disisi lain, perbatasan kota.
Qin yan dan teman temannya, kini menunggangi kuda mereka kembali. Bersiap untuk pergi keluar.
"Hei, bagaimana jika bocah tadi berbohong?" Tanya Medusa disamping Qin yan.
__ADS_1
"Entahlah, dilihat dari raut wajahnya. Dia sepertinya tidak berbohong, mungkin karna kita sama sama korban dia jadi memberitahukan semuanya pada kita." Berkata Qin yan, sambil menyuruh kudanya berjalan.
Sampai di gerbang keluar, mereka tetap saja ditahan oleh penjaga. Dengan alasan sedang terjadi masalah. Namun setelah dilempar kartu itu tepat didepan wajah penjaga, barulah mereka mempersilahkan kelompok Qin yan pergi.
"Bagus, sebelum kita bertemu dengan raja Zhong tian. Kita harus menangkap pencuri itu dulu, apapun yang terjadi. Kalung itu harus kudapatkan kembali." Ucap Qin yan dengan wajah serius.
Jauh setelah mereka pergi, dua orang lagi keluar dari gerbang tersebut. Dia adalah Xuan Ziwei si pendekar tiga pedang, dimana satu pedangnya tercuri. Dan satunya lagi si koki mesum penggemar wanita, Dai Yueheng. Rupanya saat restorannya hancur, modal yang ia simpan selama ini juga sudah tercuri. Ditambah dengan tugas ratu yang diberikan, ia makin bersemangat mencari pencuri itu.
"Sialan, sudah kubilang jangan mengikutiku. Kenapa sang ratu harus mengirimmu untuk menyelesaikan misi bersamamu." Teriak Dai yueheng dengan tak senang.
"Heeh, kenapa kau tidak komplain saja saat bertemu ratu tadi?" Xuan ziwei hanya mengorek lubang hidungnya dengan santai.
"Ka-kau... Kau sebaiknya jangan memasang ekspresi itu saat berbicara denganku." Aura koki itu langsung menyala.
'Sial, anak yang aneh.' Melihat anak itu yang tidak menghargai dirinya, Xuan ziwei pun turun dari kudanya.
"Baiklah baiklah, mari kita lihat. Apa kau punya hak berbicara seperti itu padaku?" Ia pun langsung mengangkat pedang bladenya, cincin Ungu bersinar ditangannya, menatap koki itu dengan satu matanya yang sombong.
"Cih, akan kubuat kau menyesal karena telah menyetujui permintaan sang ratu." Dai yueheng juga turun dari kudanya, menatap tajam pada pria memegang pedang tersebut. Seketika cincin ungunya juga bangkit, kakinya langsung diairi listrik. Melangkah maju dengan cepat, menyerang pria itu.
"Ptank"
Disaat mereka sedang bertarung untuk menentukan siapa pemimpinnya, disaat yang sama kerajaan Zhong tian sedang merayakan ulang tahun pewaris mereka.
Zhou Yuzhen, anak laki laki putra ketiga dari Zhou weiqing kini memasuki umurnya yang ke 17 tahun. Semua kerabat kerabat mereka datang ke kerajaan tersebut, termasuk anak Weiqing yang tersebar ke seluruh sekte. Memang, pria itu mempunyai banyak sekali istri tapi anaknya juga tidak kalah banyak.
Bukan hanya mereka yang datang, tapi tiga sekte sahabat juga mendatangi acara tersebut. Sekte Gunung es bersalju, sekte Peerles, dan sekte Bunga. Kerajaan Busur surgawi juga mengikuti acara itu. Perayaan yang akan dilakukan pada malam ini.
Pulau Terapung, Pulau permata Surgawi.
Yun zhi duduk merenung diatas ujung pulau, merasakan angin berhembus ke rambutnya yang hitam dan panjang. Memandangi pemandangi pemandangan keseluruhan kerajaan Zhong tian yang ada dibawah. Bayangan Qin yan selalu saja mengahantui pikirannya.
"Sudah dua tahu lebih kita tidak bertemu. Setelah kau membunuh kekasihmu, dimana kau sekarang?" Suara lembut yang dapat menyenangkan hati itu sayangnya terdengar begitu memilukan. Malam itu, disaat ia merasakan sesuatu yang sangat ganjil. Rupanya saat itu pula terjadi insiden menggemparkan dunia yang berkaitan dengan Qin yan. Namun anak itu sepenuhnya menghilang dari dunia ini. Lama sekali ia sangat rindu padanya.
"Kau memikirkannya lagi?" Seorang pria seumurannya berdiri dibelakangnya. Pria ini, umurnya sekitar 29 tahun, sedari dulu selalu menyukai Yun zhi yang umurnya dua tahun lebih muda darinya. Sikap dingin dan keras kepalanya, membuatnya tidak berhenti menganggumi gadis ini. Namun terjadi sesuatu yang aneh saat gadis ini pulang dari misinya mencari Inti roh api. Dia selalu saja termenung dan kebanyakan melamun disaat ia sedang berbincang atau sedang bersemedi. Ia jadi cenderung lebih feminim.
Jika saja, ia mengikutinya saat itu. Mungkin ia akan tahu apa penyebabnya.
Tiba tiba Yun zhi langsung terkejut, cincin giok yang terhubung dengan kalung Liontin yang ia berikan pada Qin yan jadi bersinar.
'Huh, Qin yan!' Ia tiba tiba berdiri dengan panik, cincin itu semakin lama semakin bersinar saja. Pertanda kalau jarak kedua benda tersebut semakin mendekat. Ia pun menutup matanya dengan fokus.
"Apa yang terjadi padamu?" Pria dibelakangnya jadi heran dengan tingkah wanita ini. Namun pertanyaannya hanya diabaikan.
Kemudian Yun zhi tiba tiba tersenyum bahagia, ia merasakan dimana keberadaan kalung tersebut. Dengan cepat, ia langsung terjun ke daratan bawah, mengejar keberadaan kalung tersebut yang terus terusan mendekat.
__ADS_1
'Qin yan.!' Teriaknya dalam hati.
"Tunggu Yun zhi! apa yang kau lakukan?" Pria yang dibelakangnya tadi juga ikut melompat. Mengejar wanita itu. Ia tidak pernah melihat gadis pujaannya sebahagia ini. Jadi ia penasaran apa yang membuat jadi begitu bahagia.
Terowongan bawah tanah, Salah satu Seven Picker, Black hat.
Seorang pria gendut, bertopi hitam dan memakai pakaian bangsawan yang mewah. Sedang menikmati pertunjukan tikus tikusnya yang ia kurung untuk bertarung dalam satu pertandingan. Tikus yang ia beri sebutan pada sekumpulan manusia pecandu obat terlarang saat ini sedang bertarung habis habisan. Ia menciptakan itu hanya demi mencari kesenangan semata. Dengan bermodalkan satu pelet kenikmatan, ia bisa membuat kompetisi hidup dan mati diantara kumpulan manusia tersebut dengan jaminan siapa yang tersisa akan mendapat pelet itu.
"Aku menang~~ Aku menang~~~" Seorang pria super kurus, kelihatan tinggal kerangka berjalan maju meminta obat tersebut. Dialah yang tersisa dari puluhan orang yang bertarung habis habisan tadi.
"Menarik, kau memberiku pertunjukan menarik nomor 8. Ambillah." Ia hendak melemparkan pelet itu padanya, tapi ia malah menghancurkan pelet tersebut menjadi bubuk, dengan senyum gigi kuning serta cerutu berasap dimulutnya. Ia tertawa puas saat melihat orang itu bersedia menjilat lantai yang kotor, bekas bangkai dengan rakusnya seperti orang gila yang kelaparan.
"Menjijikan!" Karena bosan melihat itu, ia pun langsung mengiinjak kepala pria itu hingga hancur menjadi daging.
Tiba tiba, dari lorong luar terdengar suara yang sedang berjalan. Pria gendut itu berbalik, melihat pencuri yang habis berurusan dengan kelompok Qin yan tadi berdiri didepan pintu. Water Bunglon, Na er.
"Hooo~~ Kau berhasil kembali? Apa yang kau bawa?" Senyum pria itu yang kelihatan menjijikan.
"Bukan urusanmu, dimana No 3." Tanyanya dengan serius.
"Oh, wanita j*lang itu. Dia sedang bersenang senang dengan budak pria tampannya." Perkataan pria itu merujuk disebuah rumah lelang, dimana di suatu kamar. Ada seorang wanita seksi, cantik dan menggoda sedang bersenang senang melawan tiga orang pria. Sementara dua orang pria lainnya telah mati setelah dipotong itunya.
Tentunya, tiga orang pria yang sisanya sangat ketakutan menjalankan jalannya kenikmatan tersebut. Bukannya menikmati, tapi mereka malah menggigil ngeri melihat wanita ini membunuh teman temannya setelah dinikmati.
"Nenek tua, nomor tujuh ingin menemuimu." Salah seorang pria muda berdiri didepan pintu, sedang mengetuk dengan wajah yang tenang. Seolah olah ia sudah terbiasa mendengar desahan lembut nan keras milik wanita itu.
"Bam" Tiba tiba mata pria itu berseru kaget, ketika pisau yang dilempar wanita itu hampir menusuk matanya yang menembus pintu.
"Sudah kubilang jangan memanggilku nenek tua. Aku ini gadis muda perawan yang nikmat. Siapa yang berani mengganggu kesenangku?"
"Nomor 7, dia sudah berhasil mencuri barangnya." Setelah pria itu berkata, Na er pun datang disampingnya.
Jawaban itu, membuat mata wanita didalam jadi membesar. Ia langsung mempercepat tariannya dengan ganas, hingga cairan putih kental seorang pria keluar membasahi seluruh tubuhnya. Dengan nikmatnya, ia menjilat cairan tersebut. Setelah itu, kulitnya kembali halus dan wajahnya semakin muda nan kencang seperti gadis berusia 20 tahunan.
"Cairan pria adalah obat untuk awet muda." Senyumnya dengan puas, lalu ia keluar dalam keadaan yang tidak berubah.
"Wukh..." Kedua orang yang menunggu tersebut jadi ingin muntah melihatnya. Apalagi Na er, wajahnya gelap dan muak melihat itu. Namun ia tetap menyerahkan mahkota itu padanya.
"Oooh... Pencuri kita yang handal, jadi kau berhasil yah. Aah... tuan pasti sangat terkesan padamu tentang ini. Janji itu pasti akan segera terlaksana." Wanita itu tersenyum sambil mengambil mahkotanya. Senyumnya membuat gadis itu membeku, ia senang mendengar itu. Dengan senang hati ia langsung memberikan dua barang yang tidak kalah berharganya lagi. Topeng kondolisasi tingkat Kaisar dan liontin kuno yang langka.
"Ini dua tambahan lainnya, semoga diterima."
Mata wanita itu langsung terkejut, ia pun memeriksa kualitas kedua benda tersebut. Dan berapa kagumnya dia setelah mengetahui itu.
"Thehehe... Ini akan diperlelangkan sore ini. Pasti banyak orang yang membuang uangnya untuk ini." Wanita itu tertawa senang sampai akhirnya menutup pintu.
__ADS_1
Qin yan yang saat ini hampir mencapai gerbang perbatasan kerajaan Zhong tian, kini masuk dengan wajah serius. Ia pastikan, siapapun yang mencuri benda berharganya ini akan ia mendapatkan balasan yang setimpal.
"Lambang Anggrek ungu, lambang pelelangan giok Anggrek."