LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Tenang sebelum badai


__ADS_3

Semua orang menikmati setiap hidangan yang disediakan. Bercanda gurau, hingga menjalin hubungan dengan sesama keluarga yang hadir. Guna memperketat hubungan, tali bisnis atau persaudaraan. Anggur anggur yang disiapkan, semua dinikmati oleh para hadirin. Kecuali Qin yan yang tengah duduk diam, menatap makanan didepannya. Tidak tau harus bagaimana memasukan makanan kedalam mulutnya yang tertutupi topeng.


Mungkin dari tampilan luar, dia terlihat nampak tenang. Tapi sebenarnya Qin yan sendiri hampir berada di batas kesabarannya, ketika makanan lezat didepannya ini menguji dirinya.


Sebenarnya, dia tidak duduk sendiri. Medusa, Yao chen, Jin kei dan Elfes. Mereka duduk berjejer disampingnya. Mungkin untuk Medusa dan Elfes, Qin yan masih mentoleransinya. Tapi dua beast disamping kanannya ini. Mereka benar benar tak punya adap, hidangan khusus untuk orang terhormat kini mereka habiskan dengan cara makan seperti orang rakus.


Ingin sekali Qin yan menendang mereka keluar, bagaimana tidak. Kelakuan mereka benar benar mempermalukan reputasinya. Bahkan mereka sengaja menyantap makanannya dengan sangat nikmat didepan Qin yan tak bisa makan.


Sungguh memalukan, apalagi didepan mereka yang duduk ini adalah anggota keluarga kerajaan. Meskipun ia sudah terbiasa dengan ayahnya dan Qian yu, tapi sekarang ia memakai indetitas lain. Masa iya dari pertama bertemu reputasi Qin yan sudah hancur duluan.


'Huuuhh.... Sial, mereka berdua ini..' Batin Qin yan dengan kesal, sungguh merusak pemandangan saja.


"Silahkan dimakan master." Suruh raja kepada Qin yan, membuat Qin yan makin kesal saja. Sudah tau ia tidak bisa makan karena ia memakai topeng, ayahnya bahkan malah memperburuk keadaannya. Membuat suasana jadi canggung karena ia tidak makan. Karena dikira makanannya tidak terlalu enak.


"Um.. Master. Apa makanannya tidak enak? Kami bisa meminta pelayan membawakan makanan baru." Senyum ibu Qian san dengan palsu. Membuat Qin yan ingin sekali tertawa. Disini, sebenarnya dialah yang mempersilahkan mereka makan. Atau mengatakan seperti tadi, tapi wanita itu membalikan perkataan itu padanya. Menyimpan sedikit penghinaan didalam perkataannya.


"Tidak perlu, kalian menikmati makanannya. Sudah membuatku senang, kalau kalian ingin tambah. Aku bisa memanggil pelayan untuk kalian." Ucap Qin yan dengan ramah, membuat ibu Qian san hanya tersenyum. Setelah itu ia tidak berkata apa apa lagi, hanya duduk sambil menikmati makanannya.


Tanpa sadar, Qin yan berbalik kearah lain. Tetua tetua lain seperti Mao jin, dan ahli ahli tingkat Raja juga menghadiri perayaannya ini. Kebanyakan dari mereka bersalaman dengan keluarga bangsawan, bahkan ada yang datang hanya untuk merayu gadis wanita cantik.


Tanpa Qin yan duga, tiga kepala keluarga utama datang menyapanya. Yah, mereka adalah Paman Ning, De faqi, dan Huyan Chou. Pertama tama, mereka bersalaman dulu dengan raja, lalu meminta ijin pada mereka untuk duduk bersama.


"Master X, aku tadi menganggumimu. Bagaimana caranya kau melakukan itu tadi." Berkata De faqi dengan senyuman ramah, mengelus janggutnya.


Melihat mereka yang datang, Qin yan hanya tenang tenang saja. Agar suasana tidak canggung, lebih memilih makan, meskipun itu cukup sulit.


"Oh tadi hanya menggunakan keterampilan khusus saja." Jawab Qin yan dengan tenang, membuat mata mereka jadi makin tertarik.


"Hahaha... aku tak menyangka ada juga keterampilan seperti itu didunia ini." Tawa Huyan Chou sambil menikmati minuman anggurnya.


"Saudara Huyan, tidak ada yang tidak mungkin didunia ini. Semuanya hanya tergantung dari kita saja." Qin yan juga menikmati anggurnya, menggunakan sedotan buatan untuk meminumnya.


"Ohohoho... Aku percaya padamu Master. Aku benar benar kagum anda bisa menggunakannya. Guru anda pasti sangat kuat. Hahaha..." Bercanda Huyan Chou sambil menatap Qin yan dengan kagum.


"Tidak Saudara Huyan, jika guruku yang mewariskan keterampilan itu. Kemungkinan anda sudah lama mendengarnya." Perkataan Qin yan membuat semuanya tertegun, keyerampilan yang tidak diturunkan. Mungkinkah..


"Sungguh tidak dapat dipercaya, anda dapat menciptakan jurus seterampil itu. Meskipun bukan untuk pertarungan, namun sangat berguna untuk memberi informasi." Berkata Paman Ning dengan segan. Qin yan juga mengangguk, menanggupi perkataannya.


"Ya. Jurus itu memang sangat berguna, aku juga menyimpannya diperpustakaan akademiku." Perkataan Qin yan kembali membuat mereka tertegun. Jurus yang begitu istimewa dimata mereka, Qin yan taruh diperpustakaan akademinya. Kemungkinan malam ini, para kabut malam akan mulai beraksi.


"Hahaha... Ini benar benar percakapan yang bagus. Setelah mendengar penjelasan anda saat dipanggung, aku benar benar tertarik ingin memasukan anak anak kami kesana." Tertawa Huyan chou menatap Qin yan.


Sebelum Qin yan menjawab, tamu yang lain juga datang dan mengajak raja berbicara. Namun karena pembicaraan mereka agak begitu pribadi, raja pun jadi berdiri meninggalkan mereka.


"Maaf, ini mungkin agak lancang. Tapi kalian bisa melanjutkan percakapan kalian." Berkata Raja dengan ramah.


"Ooh, tidak perlu mengatakan itu yang mulia." Senyum mereka juga hingga raja pergi dengan tenang.


Setelah ia pergi, Qian yu dan yang lain, satu per satu juga meninggalkan meja tersebut. Hingga meninggalkan mereka saja.


Qin yan tetap tenang menatap mereka, ia masih meminum anggurnya dengan anggun.


"Huyan Chou, takutnya kalian hanya akan mendaftar tahun depan."

__ADS_1


"Huh!" Tiba tiba Huyan Chou membeku, ia berhenti meminum anggurnya. Kemudian menatap Qin yan sambil tersenyum.


"Master, kau ternyata pintar sekali bercanda yah. Hahaha..." Tawanya lagi. Tapi melihat Qin yan yang tidak berubah, membuat tawanya jadi canggung.


"Tidak, Huyan chou. Aku tidak bercanda, karna memang pendaftarannya sudah ditutup minggu lalu."


Mendengar perkataan Qin yan, tawa canggung Huyan Chou jadi terhenti. Ia langsung membanting tangannya kemeja.


"Buk" Mejanya berbunyi, membuat semua orang kaget. Dan mereka langsung menjadi pusat perhatian.


"Master, bercandamu cukup keterlaluan. Padahal keluarga kami berniat untuk menjadi sponsor akademimu." Ucapnya dengan geram, semua orang yang melihat itu hanya menutupi mulut mereka.


"Waah... gila. keluarga Taring putih marah."


"Apa! Kenapa dia menyinggung keluarga taring putih. Apa mereka gila?"


"Cih, meskipun mereka kuat. Tetap saja, melawan keluarga kuat seperti Taring putih sama saja mencari kematian."


Semua orang saling berbisik satu sama lain, menunggu pertunjukan bagus. Dari tadi mereka memperhatikan Qin yan terus menerus. Kapan Qin yan akan melawan balik. Namun melihat Qin yan yang tetap diam, membuat mereka makin merendahkannya.


Tiba tiba Jin kei berdiri, wajahnya gelap. Makanan yang ia makan terjatuh dilantai. Itu karena Huyan Chou tadi membanting meja.


"Hei, kau cari mati yah!!" Tatap Jin kei dengan mata melotot kepada Huyan Chou. De faqi dan paman Ning jadi terguncang karena tatapan itu. Punggung mereka mengeluarkan keringat dingin. Padahal tatapan pria itu diarahkan pada Huyan Chou. Tapi mereka juga ikut terkena imbasnya.


Mereka perlahan berbalik, melihat Huyan Chou yang hanya berdiri dengan syok. Matanya membesar, dan seluruh tubuh msnggigil. Tak bisa menahannya, ia pun kencing dicelana. Mata kedua patriak lainnya langsung membesar melihat itu, mereka tidak berbicara lagi. Hanya menunduk dengan penuh ketakutan.


"Huyan Chou, ini adalah perayaan akademi kami. Jangan sampai kau mengacaukannya, aku benci orang yang suka mengacau. Dan dengarlah ini baik baik, tidak ada jalan untuk kalian yang ingin masuk keakademi. Jika pendaftarannya sudah ditutup maka itu artinya ditutup. Dan juga kami tidak akan menerima sponsor yang tidak menaati peraturan yang kami buat. Kami permisi." Qin yan pun berdiri, meninggalkan mereka, tanpa memberikan wajah untuk ketiga patriak tersebut. Semua orang yang menyaksikan itu malah lebih gempar lagi. Hari ini ke empat keluarga utama dipermalukan begini oleh mereka.


Belum lama Qin yan melangkah, patriak keluarga Light path jadi berdiri. Menatap Qin yan dengan wajah yang gelap.


Mendengar itu Qin yan berhenti, menatapnya dengan sinis kesamping.


"Aku tidak pernah berpikir dua kali ketika menyinggung seseorang. Kalau kau berpikir keluargamu cukup hebat, kenapa kau tidak bertindak saja. Mari kita lihat, keluargamu yang kuat atau akademi kami." Ucapan Qin yan begitu menusuk, patriak keluarga Ligth path sampai mengepalkan tangannya dengan erat. Ia ingin melawan, namun melihat empat orang ahli disamping pria bertopeng itu. Membuat nyalinya menciut, ia pun hanya mengurungkan niatnya. Membiarkan Qin yan pergi tanpa meninggalkan wajah untuk mereka.


Ayah Qin yan yang melihat itu, hanya menghela napas sambil menggelengkan kepalanya. Ia tidak ingin ikut campur dalam urusan mereka, akademi Qin yan memang dengan lantang menolak mereka. Namun untuk kerajaannya, sudah terlalu banyak utang dengan empat keluarga ini.


"Haiiiish... Melelahkan juga yah. Acara pagi ini terlihat berjalan lancar. Meskipun ada beberapa kecoak ingin mengacaukannya." Senyum Qin yan dibalik topengnya. Memikirkan tahap pertama rencananya yang sudah berjalan dengan baik. Ia pun menghela napas lega. Setelah perayaan ini, ia harus melanjutkan pekerjaan yang sebenarnya. Semua orang telah berhasil ia alihkan keperayaan ini. Maka sekarang ia harus melakukan rencana kedua.


"Yao chen, Jin kei, kalian pergilah duluan. Seperti apa yang kukatakan semalam, kalian mengerti kan?" Qin yan pun jadi serius kembali.


"Tentu, akan kami lakukan." Dengan cepat, kedua pemuda itu pergi. Menghilang menjadi angin.


Lalu Qin yan berbalik kebelakang, ada yang memanggilnya.


"Master! Master!!" Dari sana, seorang pria kaya berlari kearahnya. Tentunya itu adalah Tian an jing, orang kepercayaannya untuk mengurus berbagai bisnis yang ia berikan.


"Sialan, orang itu terlalu sombong." Empat keluarga utama yang suasana hati mereka sedang buruk, kini juga ikut berbalik kearah suara itu. Dan betapa terkejutnya mereka, melihat orang yang berlari tersebut.


"Di-diakan... Pembisnis yang sedang terkenal baru baru ini. Tian an jing." Mata mereka terbelalak melihat itu. Pria botak dari keluarga Black bear yang tubuhnya sudah kembali, dengan cepat menyambutnya.


"Oh... saudara Tian. Aku tak menyangka, kita bertemu di...." Ia mengulurkan tangannya, berpikir untuk bersalaman dengan pria itu. Namun matanya terbelalak kaget, melihatnya malah diabaikan. Dan terlebih lagi ia hanya dilewati.


Perlahan, ia berbalik kebelakang. Tidak percaya apa yang baru saja terjadi. Ketiga keluarga lain juga menyaksikan hal itu, mereka tidak pernah berfikir. Tian An jin yang mempunyai bisnis melibatkan beberapa kerajaan, ternyata adalah bidak master bertopeng itu.

__ADS_1


"Master. Hah. hah. hah." Tian an jing pun berhenti didepan Qin yan, membungkuk meskipun napasnya tidak teratur.


"Apa kau sudah melakukan apa yang kusuruh?" Tanya Qin yan dengan pelan. Dengan cepat pria itu berdiri tegak, menyangguk dengan cepat. Lalu mengeluarkan sebuah cincin yang berisi seragam akademi yang akan dipakai para muridnya. Seragam ini, ia pesan kepada penjahit terkenal agar pekerjaannya selesai dengan waktu yang cepat.


Qin yan pun mengeluarkan salah satu pakaian, pakaian sutra berwarna putih keemasan. Melambangkan kesucian dan kemegahan luar biasa. Ia benar benar puas melihat pakaian ini.


"Kerja bagus." Qin yan pun menepuk bahunya dengan pelan, pria itu hanya tertawa senang sambil menggaruk rambutnya.


"Ini memang sudah tugasku tuan." Ucapnya dengan pelan. Setelah itu mereka pun pergi meninggalkan pesta, menuju kearah murid murid yang tengah berkumpul disisi lain lapangan ini.


"Huh. Pantas saja, dia begitu sombong. Ternyata bukan hanya memiliki pendukung yang kuat. Tapi lingkup bisnis yang luas." Pikir Huyan Chou, kali ini kemungkinan ia tak bisa bersikap kasar didepan Qin yan lagi. Namun sebaliknya, ia harus berusaha menarik perhatiannya agar keluarganya bisa bekerja sama dengan Qin yan.


...........


Berjalan kearah para murid, disana sudah ada Yuisha dan Xing yun yang sudah menunggu. Beberapa guru lain yang bertugas juga ikut menunggu disana. Mereka menunggu Qin yan untuk menyerahkan seragam mereka.


"Kau sudah datang, cukup lama juga kami menunggumu." Senyum Xing yun menyapanya.


"Yaah.. aku tadi hanya terhalangi oleh beberapa keluarga pembuat masalah. Ini..." Qin yan pun melemparkan cincin yang diberikan oleh Tian an jing. Setelah anak itu menangkapnya, barulah ia bisa pergi meninggalkan mereka. Menuju kearah Yao chen dan Jin kei.


"Kuserahkan pekerjaan ini padamu. Aku pergi dulu." Qin yan pun melambaikan tangannya, lalu keluar dari akademi. Karna tidak ingin menarik perhatian. Ia kemudian melepaskan topengnya, lalu menggunakan penampilan yang baru. Dengan itu, tidak akan ada yang bisa menyadari keberadaanya.


Yao chen dan Jin kei saat ini sedang berada di Sekte. Ia menyuruh mereka untuk mengaktifkan formasi yang mereka buat selama beberapa hari ini. Nanti ketika pernikahan Qian yu terjadi, sekte ini akan menjadi tempat persembunyian yang tak bisa ditembus. Setidaknya ini bisa menampung murid murid yang lemah.


Ketika Qin yan tiba disana, ia sudah melihat formasi segel prasasti telah diaktifkan dan memenuhi wilayah sekte dari luar. Wilayah tersebut melingkari setiap sudut wilayah sekte, dan berpusat diatas langit. Dimana Yao chen bertugas mengendalikan titik utama sebagai penutup formasinya. Sementara Jin kei menangani dibawah sana. Tepat ditengah tengah lingkaran. Dimana pusat inti formasinya.


Jika dilihat dari sudut pandang Qin yan yang berada diluar. Formasi pelindung ini berbentuk seperti setengah lingkaran yang melindungi seluruh wilayah sekte.


Cukup lama juga mereka mengaktifkan formasinya, sekitar beberapa menit pola pola yang ada didalam formasi tersebut terus menerus menyala. Sampai akhirnya, seluruh pemandangan sekte jadi menghilang. Yah, menghilang sepenuhnya dari pandangan mata, aura serta suaranya pun tidak terdengar. Meninggalkan pemandangan hutan seperti biasanya, jika orang asing datang kesini, tentunya mereka takkan pernah menyadari tempat ini.


Segel pola formasi Kamuflase tingkat tinggi, itulah nama formasi yang mereka buat hari ini. Jika Qin yan biasanya selalu menggunakan pola kamuflase untuk menghilangkan jejaknya, kini Qin yan menggunakan formasinya demi untuk menghilangkan jejak sektenya dan menghindari korban yang tidak dinginkan dalam perang kedepan, ia harus menggunakan ini sebagai tempat persembunyian.


Yao chen dan Jin kei kemudian keluar dan datang menemui Qin yan. Meskipun mereka agak terlihat lelah, tapi proses pembentukan formasinya berjalan lancar.


"Akhirnya kita selesai juga." Berkata Jin kei sambil menghela napas. Yao chen juga menyeka keringatnya lalu tersenyum sombong pada Qin yan.


"Bagaimana bocah, kalau kau ingin mengetesnya. Silahkan lihat sendiri." Berkata Yao chen sambil menunjuk kebelakang. Qin yan hanya tersenyum menanggapinya, lalu maju melewati mereka.


Perlahan ia menyentuh permukaan dinding penghalang tersebut. Dan ketika disentuh, dinding itu bergeming seperti gelembung air. Bagian yang ia sentuh menjadi pusat dimana gelombang seperti air menyebar keseluruh permukaan gelembung itu.


Bibir Qin yan tersenyum tipis, tiba tiba tubuhnya dilapisi aura api hijau. Ia juga memasuki ternik pembantai gerbang pertama. Dengan pelan, ia menarik tangannya kebelakang. Dan akhirnya...


"BOOOM" Qin yan meninju gelembung itu sekuat tenaga. Gelombang gelembung tersebut berkumpul, Qin yan mengira gelembung akan pecah. Rupanya gelembung tersebut malah memantulkan serangannya.


"BUAKH" Qin yan terpental sendiri sampai beberapa puluh kilo meter.


"Hahahaha...." Keadaan itu membuat Jin kei dan Yao chen tidak bisa menahan tawa. Menertawai kebodohannya.


"Bocah, kau sudah mengetahui kekuatan formasi ini. Kenapa malah mengujinya juga. Kau lihat sendiri kan, bagaimana keadaanmu sekarang." Ejek mereka dengan lucu.


Qin yan yang hanya berbaring nyaman diatas tanah, hanya menatap langit yang cerah. Meskipun pakaiannya kusut dan kotor, namun ia tidak sekalipun mau bangun dari tempatnya. Serasa ia ingin berbaring lebih lama lagi.


"Hei bocah, berapa lama kau akan tidur tiduran disana. Cepat bangun, kita akan lakukan rencana selanjutnya." Teriak Jin kei disana.

__ADS_1


Mendengar itu, Qin yan pun bangun. Tubuhnya mati rasa, ia menggunakan seluruh kekuatannya hanya untuk meninju gelembung itu. Namun ia malah menerima serangannya sendiri. Sungguh menyakitkan, selain terluka, seluruh kekuatannya hampir habis. Namun ia benar benar senang, sejauh ini. Rencananya berjalan lancar, kini ia akan menggunakan langkah ketiga untuk menyempurnakan rencana ini.


'Bagus, sekarang tinggal langkah terakhir. Semua persiapan sudah tersedia, dengan ini tinggal menunggu pernikahanmu Qian yu.'


__ADS_2