
"A-apa! Weiqing, kau gila! Kau ingin membuka segelnya? Disegel saja dia tidak bisa dikalahkan. Kau taukan, generasi emas kita tidak bisa melawan monster abnormal itu?" Xu shian berdiri dengan tangan menggigil.
"Iya, aku tahu itu. Tapi, tidakkah kalian pikir. Meskipun kita menyegelnya, namun ia mempunyai kekuatan tubuh yang kuat. Sekarang sebaliknya, kita akan membuka segel itu sedikit. Setidaknya hanya untuk agar afinitas elemen dan atribut didalam dirinya aktif. Itu saja, soal kekuatannya, kita bisa menekannya hingga batas tertentu."
Semua orang terdiam, tidak ada yang bisa menyangkal kalau masukan Weiqing masuk akal. Sebenarnya mereka semua setuju akan hal itu, hanya saja ada juga yang mereka takutkan.
"Baiklah, aku mengerti. Itu sepertinya saran yang bagus. Namun, aku punya beberapa syarat. Persetan dengan perubahan iblis dan mode berserknya. Sebenarnya itulah yang harus kita waspadai." Yuechan berkata, setelah itu semua master berpandangan satu sama lain. Akhirnya mereka mengangguk dengan setuju.
"Tapi, tanpa Yan Qinying dan empat master lainnya. Bukankah kita tidak bisa membuka segel itu?" master sekte pedang yang dari tadi hanya terdiam kini membuka mulut. Dan tentunya mereka tahu. Disini, selain enam master sekte yang berkumpul. Lima master sekte lainnya tidak ada ditempat. Tentunya hal itu membuat mereka bingung.
"Oh, kalau masalah itu. Serahkan saja padaku." Weiqing berdiri, ia kemudian menuju pintu keluar.
"Ikut aku."
Ketika mereka semua penasaran, Weiqing menyuruh mereka untuk mengikutinya . Akhirnya, semua orang berdiri. Meninggalkan ruangan itu.
Disaat bersamaan.....
Disebuah kediaman yang cukup besar. Disinilah terjadi pesta yang cukup meriah. Chi Tae, Rong Qiyu, Han genyu, dan Cui Xie saling bersulang satu sama lain.
"Mari kita rayakan apa yang terjadi tadi pagi. Malam ini aku sangat senang, ketika melihat anak itu dipermalukan, Hahah.." Chi Tae meminum araknya segelas.
"Hmmph... itu memang pantas untuk ia dapatkan. Dan juga, hubungan antara ratu es dan Weiqing mulai renggang. Mari kita manfaatkan ini untuk memecahkan mereka. Tenang saja, meskipun sedikit demi sedikit langkah yang kita gunakan. Tapi saat rencana ini berhasil dijalankan maka semuanya akan berjalan lancar." Rong Qiyu menambahkan, kini ia pun mulai mabuk. Namun, masih saja meminta pelayan untuk menuangkan minuman.
"Aku benar benar tidak sabar, kapan kita akan menghancurkan mereka. Aku ingin melihat Qin Yan dan Weiqing berlutut dengan keadaan menyedihkan di depanku." Han genyu, memandangi gelasnya dengan tatapan tak sabar. Kemudian meminumnya, setelah itu ia berbalik pada Cui Xie yang sedari tadi hanya terdiam.
"Cui Xie bagaimana menurutmu. Jika tuan kita bertindak, apakah Weiqing bisa melawannya?" Ia kemudian menggoyang goyangkan gelas kecilnya.
Cui Xie sedari tadi selalu memperhatikan sebuah vas bunga dibagian pojokan, kini tersadar kalau Han genyu tengah mengajaknya berbicara. Dia pun menggelengkan kepala.
"Itu tidak mungkin, meskipun Weiqing begitu kuat ditambah dengan pendukungnya. Dia tidak akan bisa melawan tuan. Seumur hidupku, meskipun aku bertemu dengan banyaknya ahli. Aku tidak pernah bertemu dengan sosok sekuat itu yang bisa membunuhku hanya dengan tatapannya." Cui Xie sedikit menggigil ketika mengingat hari itu. Hari dimana ia hampir hampir mati hanya karena merasakan aura sosok itu.
"Aku penasaran, apakah Weiqing juga mengalami hal sama atau tidak. Terlebih lagi, anak itu juga menjadi ancaman yang besar kan?" Lanjutnya lagi. Mendengar itu, Rong Qiyu langsung tertawa terbahak bahak.
"Haaish.... Kau terlalu banyak pikiran. Sekuat atau selicik apapun anak itu, bagaimana mungkin dibandingkan dengan tuan? Aku sendiri yang memanggilnya dari dunia lain, kekuatannya benar benar sangat mengerikan."
"Apapun itu mari kita bersenang senang. Tidak usah banyak pikiran, yang terpenting apa yang kita rencanakan tidak diketahui oleh orang lain. Itu benar benar sudah cukup."
Semua orang menikmati pesta mereka dengan bersenang senang. Karena terlalu mabuk, mereka sampai tidak menyadari. Sebuah bunga yang ada dipojokan menunjukan kecurigaan. jika dilihat dari dekat dan teliti. Dalam daun bunga itu, terdapat satu titik yang sangat kecil. Itu adalah sebuah mata yang tengah mengamati mereka semua.
Disaat Cui Xie berdiri mendekati bunga itu, mata tersebut langsung tertutup.
"Hmm..... Dari tadi, aku selalu merasa ada yang salah dengan bunga ini." Tanpa banyak bicara, tangan Cui Xie diselimuti percikan kegelapan. Bunga tersebut langsung menghilang begitu saja.
Jauh dari tempat itu, Yan Qinying keluar dari sebuah lorong yang gelap. Matanya menyala dengan dingin.
"Jadi begitu. Apa yang dikatakan anak itu sama sekali bukan kebohongan rupanya." Ia mengepalkan tangannya ketika mengetahui kenyataan. Tadi, ia tidak sengaja menyisihkan energinya kesebuah bunga yang dibawa oleh pelayan entah tidak tau kemana. Ternyata, bunga tersebut membawanya kesebuah informasi yang sangat berharga.
"Aku harus memberi tahu ini kepada yang lain." Ia hendak bergegas, namun terhenti ketika melihat kedatangan rombongan Weiqing bersama master lainnya.
'Apa yang mereka lakukan? Kenapa mereka pergi kediaman tempat tinggal para bajingan itu?' Diam diam Yan Qinying menyelinap. Weiqing dan lainnya akhirnya sampai kekediaman tersebut. Mereka langsung memasuki pesta tanpa undangan.
"Wah wah wah.... Rupanya ada pesta meriah disini. Sedang ada perayaan apa." Weiqing memecah keheningan ketika semua pelayan terdiam. Baru saat itu, Rong Qiyu dan lainnya yang tengah mabuk kini tersadar.
"Oh.... Weiqing, apa yang membuatmu datang kesini?" Tanya Chi Tae bangkit dari tempat duduknya. Ia melihat Weiqing memandangi ruangannya kesana sini. Kemudian ia tersenyum kepada Chi Tae.
"Hahaha... Ternyata ada sebuah perayaan, kenapa tidak mengundang kami?"
Mendengar itu, alis Chi Tae dan yang lainnya jadi berkedut. Ia memutar otak untuk mencari alasan.
"Hahaha.... kami hanya mengadakan acara kecil kecilan. Mana mungkin kami bisa mengundang anda semua datang ke pesta kami. Jika nanti kita punya kesempatan, maka kita bisa bersenang senang bersama lain kali. Oh, masuklah." Chi Tae mempersilahkan mereka masuk, begitu pula master lain yang merapikan penampilan mereka.
"Tidak perlu, Chi Tae. Kami benar benar tidak punya waktu banyak. Oleh karena itu, aku masuk ke intinya, membahas sesuatu penting dengan kalian." Senyum terpancar diraut wajah Weiqing. Ketika mendengar semua apa yang dikatakan Weiqing selanjutnya. Keempat master tersebut, jadi tercengang.
"Ma-mana mungkin! Kau ingin kita membuka segel anak itu. Tidak tidak! Hahah.... Seberapa pun kau memaksa kami, kami takkan akan membuat segel itu hahaha...." Chi Tae tertawa terbahak bahak. Dua tahun lalu, ialah yang paling menderita karena anak itu. Dan sekarang, anak itu diberi kesempatan untuk membuka segel nya. Jika itu terjadi maka rencana dan persiapan yang ia lakukan selama ini hanya sia sia.
Ternyata benar, Weiqing sudah menduga hal ini akan terjadi. Oleh karena itu ia memang sudah mempersiapkan matang matang sebelum datang kesini. Senyum dingin pun terpancar. Tatapan Weiqing merosot masuk kedalam tubuh mereka.
Beberapa menit kemudian.....
Semua master keluar, Chi Tae, Rong Qiyu, Han genyu dan Cui Xie berhasil diajak bekerja sama. Namun wajah mereka berempat dipenuhi kemurungan. Mereka menatap Weiqing dengan emosi yang tak stabil, namun tak berdaya.
Apalagi Rong Qiyu, ia tidak menyangka kalau Weiqing memegang kelemahannya. Beberapa saat yang lalu, pria itu menekan dirinya dengan berbagai konsekuensi yang tidak jelas namun begitu mengintimidasi.
Rong Qiyu hanya bisa menahan amarah. Sambil menatap tajam Weiqing dari belakang.
'Suatu saat nanti, akan kubuat kau menderita!' Batinnya dengan tangan terkepal. Saat berikutnya, ia tersadarkan karena Chi Tae menepuk pundaknya. Pria itu berbisik pelan padanya.
"Sebenarnya apa yang kau pikirkan? Kenapa kau menyutujuinya?"
__ADS_1
"Diamlah." Rong Qiyu hanya menyuruh mereka untuk tidak berbicara.
Tentu saja mereka tak terima, tapi mau di apa. Semenjak munculnya sosok mengerikan tersebut, Rong Qiyu secara tak sadar menjadi ketua mereka. Walaupun mereka tidak menyadari itu, namun cara perlakuan dan tindakan yang meminta petunjuk sudah terlihat jelas.
Tiba tiba mereka semua terhenti saat berpaspasan dengan Yan Qinying.
"Eh, kenapa kalian semua berkumpul? Aku bisa menebak, pasti ada sesuatu yang penting untuk dilakukan, kan?" Yan Qinying pura pura menyapa. Padahal ia sudah tahu apa yang terjadi dan melakukan drama agar suasananya tidak canggung saat bertemu.
"Kebetulan sekali, kami akan menuju ketempat Qin Yan." Jawab Weiqing.
"Oh." Yan Qinying menatap mereka sekilas, tentu ia bingung dengan tujuan mereka. Meskipun ia mengintip apa yang mereka perbincangkan didalam kediaman. Namun sejujurnya ia masih sedikit bingung.
"Biar kujelaskan diperjalanan." Weiqing tahu kalau Yan Qinying bingung. Tapi yang terpenting malam ini adalah pergi ketempat Qin Yan.
**********
"Baiklah semuanya siap. Hmm.... Aku tak menyangka, poin yang kudapatkan selama ini malah habis begitu saja." Qin Yan menghela napas panjang, saat menyaksikan berjuta juta poinnya yang ia dapatkan dari pembantaian lenyap begitu saja saat membeli item.
"Meski begitu, membeli beberapa artefak tingkat tiga. Ini sudah lumayan." Senyum Qin Yan saat melihat beberapa armor didepannya. Kemudian Yao Chen mengambil salah satu.
"Hmm.... Immortal kombat armor. Artefak ini lumayan juga. Ini barang yang bagus. Dengan ini, kita tidak perlu khawatir apapun dalam pertempuran kali ini."
Mendengar itu, Qin Yan pun tersenyum.
"Yah, ini sangat cocok untuk kultivator lemah. Artefak ini akan melindungi kita, bukan hanya tubuh tapi juga roh dan jiwa. Meskipun tubuh kita hancur, namun selama memakai artefak ini. Kita masih punya kesempatan untuk hidup." Qin Yan memakaikan salah satunya ke dirinya sendiri.
"Tapi Qin Yan, kenapa kau menyalin kitab pilar Roh pemusnah iblis?" Tanya Yao Chen lagi. Qin Yan hanya terkikik mendengarnya karena pria itu sama sekali tidak mengerti apa yang ia rencanakan.
"Kau harus tahu, meskipun aku punya jalannya. Tapi aku tak bisa membuatnya sendiri." Qin Yan memeriksa buku tersebut dan memastikan kalau isi didalamnya tidak ada kesalahan.
"Oh, aku mengerti." Yao Chen akhirnya mengangguk, saat itu tiba tiba terdengar langkah kaki diluar
"Sepertinya ada yang datang." Ketika dia mengatakan itu, Qin Yan langsung memasukan semua item item yang berserakan dilantai dalam cincin penyimpanannya.
Dan tidak lama kemudian, semua master berdatangan. Qin Yan kembali terperangah dengan apa yang terjadi.
"Apa yang........" Qin Yan menatap mereka satu persatu, dan tatapannya terakhir jatuh pada Weiqing.
'Apakah mereka belum puas menghukumku?' Batinnya dengan cemas.
Weiqing kemudian berdehem.
"Baiklah, karena semua orang sudah ada disini. Mari kita buka."
"Tenang saja. Kami akan membuka segelnya." Ucap Weiqing, berusaha menenangkan Qin Yan.
"Hah...!!" Qin yan masih tak mengerti. Ia menatap mereka dengan bingung.
"Baiklah, akan kejuleskan." Akhirnya Ratu Es membuka mulut. Ia menjelaskan semuanya pada Qin Yan. Meskipun Qin Yan tak percaya itu, namun mau tidak mau ia juga ikut senang. Meskipun terbatas akhirnya ia bisa menggunakan kekuatannya. Tapi syaratnya tidak bisa menggunakan perubahan iblis atau mode gerbang pembantaian.
"Baiklah baiklah. Ini merupakan hal bagus." Qin Yan membuka baju, menampilkan segel 11 titik disana.
"Cih, bocah!!" Meskipun ada juga yang tak senang. Namun akhirnya mereka membuka segel Qin Yan.
Beberapa saat kemudian....
"Haaah.... Akhirnya, aku bisa mengikuti pertarungan tanpa menghawatirkan apapun." Qin Yan berjalan pulang dengan ditemani Yao Chen. hari ini bermula dengan kesengsaraan dan tanpa diduga ia mendapatkan keadilan.
"Jadi, apa rencanamu setelah ini." Tanya Yao Chen lagi padanya.
"Yah, aku harus bertemu beberapa orang. Kembalilah kepenginapan, Lin Fin dan yang lain pasti menghawatirkan keadaanku. Jelaskan lah pada mereka." Qin yan melambaikan tangannya sebelum berlalu dan menuju kearah lain.
*******
Qin Yan melompat dari atap keatap. Menuju kearah salah satu penginapan. Saat sampai, ia bersembunyi sebuah pohon lalu melemparkan sebuah surat kesalah satu kamar.
Kamar tersebut terdapat seorang gadis. Sedang berkultivasi. Tiba tiba surat tersebut masuk dan mendekatinya.
"Hmm....." Gadis tersebut membuka mata, dan secara hati hati membuka kertas itu. Ketika membacanya, matanya langsung terbelalak kaget. Dengan cepat ia langsung menuju kejendela. Disana ia melihat siulet sedang melompat menjauh dari penginapan ini. Tanpa ragu, ia langsung mengejarnya.
Sebuah hutan, cukup jauh dari kota. Namun masih berada dalam lingkup kekaisaran.
Gadis itu sampai kesebuah sungai. Ia berhenti ditepi batu. Ia menoleh kesana sini, mencari seseorang.
"Aku tahu kau disini. Cepat keluar." Berkata gadis itu dengan tenang. Tidak lama kemudian Qin Yan keluar.
"Qiu er, lama tak bertemu yah." Sapa Qin Yan dengan ramah. Ia masih merindukan sosok gadis yang satu ini.
"Apa maumu?" namun ternyata Qiu er menanggapinya dengan dingin. Ia bahkan melipat tangannya didada dengan angkuh.
__ADS_1
Yah, itu memang wajar. Qin Yan sudah berpisah dengannya sejak tiga tahun yang lalu. Wajar kalau gadis ini akan berubah asing dengannya. Ditambah lagi, dalam tiga tahun. Ia pasti mendengar rumor yang beredar tentangnya. Ia pasti butuh beberapa waktu untuk memahami dalam tiga tahun tersebut Qin Yan banyak mengalami perubahan. Dari orang yang culun, pecundang dan pengecut, berubah menjadi karakter yang haus darah dan suka membuat kekacauan.
Dalam hal ini, Qin Yan tidak bisa memaksakan kehendaknya. Di masa lalu, gadis ini mencintainya. Tapi, itu mungkin tidak berlaku dimasa sekarang. Tapi, Qin Yan tidak akan lupa dengan janjinya. Meskipun tidak memiliki, tapi dia punya hak untuk merubah takdirnya.
Dengan pelan, Qin Yan pun mengeluarkan sebuah kotak didalam cincin penyimpanannya. Ia kemudian menyerahkan kotak itu kepada Qiu er.
Ketika Qiu er membuka kotaknya, dirinya langsung gemetar karena saking kagetnya.
"I-ini.....!!"
"Ya. Itu adalah pusaka giok berlian berbentuk tongkat naga. Tongkat berlian tersebut sangat bermanfaat untuk seseorang yang mempunyai tubuh ilahi." Senyum Qin Yan, memang sudah sepantasnya gadis itu terkejut. Namun, dia terdiam ketika melihat wajah gadis itu yang gelap.
'Apakah dia tidak senang?' Batin Qin yan dengan khawatir.
"Ka-kau tidak suka, ka-kau bisa membuangnya." Ucap Qin Yan lagi, namun tidak ada tanggapan dari gadis itu.
"Darimana kau mengetahui kalau aku mempunyai tubuh ilahi." Tatapnya tajam. Qin Yan jadi terpaksa menelan ludah karenanya. Pada akhirnya menghela napas panjang.
"Selama kepergian ku. Aku mendapatkan informasi dan pengetahuan dari berbagai sumber. Kebetulan, aku mendengar tentang legenda tubuh ilahi. Yah, sebenarnya selama ini aku tahu kau mengalami hal yang aneh. Terkadang aku melihatmu kesakitan tanpa alasan. Ja-jadi... Aku minta maaf! Aduh, aku bicara apa sebenarnya?" Qin Yan menggaruk kepalanya yang tak gatal, kenapa ia secanggung ini ketika menjelaskan alasan.
"Kenapa kau meminta maaf?" Tanya Qiu er, kali ini ia terlihat menggertak gigi.
"Ituu..... Sepertinya aku terlihat seperti pengungkit. Tapi, jangan salah paham. Aku hanya tidak sengaja melihatmu. Jadi aku cukup penasaran saat itu, tapi tak berani mengatakannya karena takut lebih menyakiti perasaanmu. Baiklah, kurasa aku sudah selesai. Jangan lupa, berikan itu kepada orang yang paling kau percaya. Agar membantumu dalam menyerapnya. Aku sarankan, agar kau menyuruh beberapa orang untuk melawan aura negatif dalam tubuhmu."
"Jadi seperti itu." Qiu er mengangguk mengerti. Ketika ia berlatih dihutan, ia tiba tiba bertemu dengan seorang master yang menjadikannya murid. Katanya ia mempunyai tubuh yang sangat istimewa. Hanya saja, tubuh tersebut mempunyai dua takdir. Pertama, takdir yang membawanya kepuncak master. Takdir yang sangat langka, namun disaat bersamaan jika tubuh ini tidak cepat diatasi maka hidup Qiu er hanya akan bertahan sampai dua tahun kedepan. Sungguh kenyataan yang ironis.
Dan benda ditangannya ini, adalah benda yang dicari olehnya. Katanya ada sebuah artefak yang bisa menangani tubuhnya, namun benda itu hanya ada satu didunia ini. Bahkan tidak pernah diketahui dimana tempatnya . Ternyata tidak terduga benda ini ada ditangan Qin Yan.
"Dimana kau mendapatkan benda ini." Tanya Qiu er dengan tangan gemetar .
"Oh, aku tidak sengaja menemukannya di reruntuhan makam penjara kuno. Kau merasakannya bukan? Lebih baik tutup benda itu atau tubuhmu akan bereaksi diluar kendali."
Setelah mengatakan itu, Qiu er langsung menutup kotak tersebut. Lalu kembali menatap Qin Yan dengan mata indahnya, menunggu penjelasan selanjutnya.
"Jadi, aku harus menyerapnya dan itu membutuhkan banyak orang yang mengawasi ku?" Tanyanya lagi.
"Bisa dibilang seperti itu. Namun, aku sarankan sebelum kau menyerapnya, kau harus mengatasi rasa negatif didalam tubuhmu. Karena itu akan mempengaruhimu ketika kau sedang menyerapnya." Qin Yan menjelaskan.
"Rasa negatif?" Kini alis Qiu er berkerut dengan bingung.
"Y-ya... Seperti rasa nyeri diberbagai tempat tertentu ditubuhmu. Apa kau merasakannya?" Qin Yan menebak.
Dan itu langsung membuat Qiu er terkejut bukan main.
"Jadi benar yah. Saat aku memergoki mu merasa sakit tanpa alasan, itu pasti efek negatif dari tubuhmu. Tapi tenang saja, ada caranya. Sebelum kau menyerap artefak tersebut, kau harus menangani rasa nyeri tersebut. Kau bisa saja tewas karena rasa sakit yang luar biasa itu." Qin Yan mengangguk mengerti.
"Jadi bagaimana caranya? Kini Qiu er tak bisa menahan diri untuk bertanya. Pasalnya, ia sudah terlalu menderita selama ini. Ia ingin sekali menghentikan penderitaannya tersebut. Namun, ia tak berdaya. Bahkan masternya saja tak bisa melakukan apa apa. Kadang kala, reaksi ini sangat mengganggu kultivasinya. Jadi ia sangat menderita.
Mendengar itu, Qin Yan berpikir sejenak. Tekniknya memang ada, dan ia tahu betul teknik itu. Hanya saja, tidak sopan jika memperagakan itu pada seorang gadis. Dan juga, jika ia menulisnya, mana mungkin gadis ini akan percaya .
Ia pun menghela napas. Sepertinya poinnya memang harus habis total.
'Z, kau punya kitab teknik Dao yin?'
..."Tentu saja ada tuan. Tapi, poin anda tidak cukup membelinya."...
'Hentikan omong kosong mu dan berikan saja padaku. Akan kubayar nanti.'
..."B-baik!"...
Tidak lama berselang. Sebuah buku muncul ditangan Qin Yan. Seolah olah muncul dari cincin penyimpanannya.
"Ambilah, itu adalah buku teknik Dao yin. Berikan itu pada Huang er, karna ia sangat cocok untuk itu. Tapi, memperagakan sendiri juga tak apa apa." Qin Yan memberikan buku tersebut pada Qiu er. Lalu ia mengeluarkan kertas, dan menuliskan sesuatu padanya.
"Berikan ini pada Huang er juga. Dia pasti akan langsung mengerti."
Karena merasa tugasnya selesai. Qin Yan akhirnya mengambil tiga item lagi. Namun, tiba tiba Qiu er memanggilnya dengan pelan.
"Qin Yan."
Qin Yan bisa melihat, wajah Qiu er memerah. Gadis itu memalingkan wajahnya dengan malu. Tangannya menggigil sampai akhirnya terkepal dengan tegas. Ia pun membuka satu kaos yang melapisi kaki kirinya. Menampilkan kaki putih yang halus dan jenjang.
"Hei hei, apa yang mau kau lakukan??" Qin Yan langsung bergidik kaget. Wajahnya juga sedikit memerah karena pikirannya dipenuhi pikiran kotor. Namun ia langsung menepis itu, menggelengkan kepala kemudian menatap Qiu er dengan bingung.
"Apa yang mau kau......!!" Qin Yan hendak bertanya lagi, namun tiba tiba terdiam saat melihat bekas memar biru dari belakang kaki gadis itu sampai kepaha.
"Astaga!!" Bahkan ia sampai tak bisa menahan dirinya untuk berseru kaget.
"A-apa yang kau lihat!! Kuberi tahu yah, berani kau berbuat macam macam. Aku pasti akan menghajar mu." Ancam Qiu er, namun Qin Yan tidak memberi reaksi apapun karena melototi lukanya. Tapi, sayangnya Qiu er sangat malu. Hingga rasa malu tersebut membuatnya salah paham.
__ADS_1
"Ka-kau.... bajingan tidak tau malu!!" Saat Qiu er mengatakan itu, ia tersadar. Qin Yan tidak melototi sesuatu, tapi malah melototi bekas memar dikakinya.
"Kau sudah lihat kan, karena kau tentang ini. Seharusnya kau juga tahu tentang cara mengatasinya."