LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Reuni


__ADS_3

Istana Es, Ruangan rahasia.


Seorang ratu cantik, memakai baju indah berwarna putih, seputih salju. Dia adalah penguasa kerajaan Glasier, dikenal sebagai ratu Salju. Wanita itu memegang sebuah mahkota ratu air dengan kedua tangannya. Matanya menyala dengan penuh keserakahan. Tangannya bergetar memegang benda itu, lalu ia pun mengambil spirit Stone yang bersinar dengan warna emas di atas meja. Memandangi kemengkilapan batu tersebut.


"Kerja bagus, memang layak untuk salah satu murid sekte." Senyum ratu itu sungguh menggoda, dibelakangnya seorang pria pencuri yang dikejar Qin yan tengah duduk dengan santai dan penuh senyuman licik.


"Kau taukan, kiriman sekte kami itu tidak bisa diremehkan. Dan sekarang langka pertama telah dicapai, jangan lupa dengan kesepakatan kita." Tertawa pria itu dengan begitu senangnya. Memikirkan apa yang terjadi selanjutnya, ia sangat menantikan hal itu. Masternya pasti juga benar benar sangat puas kali ini.


"Tenang saja, setelah mahkota legenda ini kupasangkan dengan batu spirit Golden treasure dan ditambah dengan kristal liontin Phoenic ace. Maka keinginanku sebentar lagi akan terpenuhi." Berkata ratu itu dengan penuh ketamakan, pertama ia menempelkan batu spirit didepan mahkota yang tempatnya kosong. Dengan perasaan yang sangat membara ia benar benar tidak sabar menanti momen ini.


'Setelah ini, sekte es menara suci. Akan jatuh ketanganku. Tidak kusangka, Liontin phoenix es yang telah hilang bertahun tahun lamanya bisa kutemukan. Chu yuechan, adikmu ini tidak akan bersandiwara lagi didepanmu. Kali ini akulah yang akan mengambil alih sekte Menara es suci. Hanya aku, Chu yueling yang pantas menjadi penguasa sekte." Matanya kemudian bersinar terang, mengambil liontin yang sudah dilepas kalungnya. Ia mengambil liontin itu lalu hendak ia tempelkan dibagian belakang mahkota.


Tiba tiba, dalam sekejap lantai di bawah kakinya tiba tiba muncul sebuah duri es yang sangat panjang dan tajam, menghalangi pemasangan tersebut.


"Hah!" Ratu salju pun mundur selangkah, begitu pula dengan pria yang duduk dibelakangnya. Ia berteleportasi dan keluar dari ruangan yang mereka tempati. Disekeliling ratu salju, ribuan duri es terbentuk dan memanjang kearahnya.


"Hiyaaah!!" Ratu salju tersebut juga menggunakan elemen esnya untuk menangkis semua itu.


"Swoosh" Dua es yang berbeda arah jadi saling berbentrokan satu sama lain.


"Yueling, aku tidak menyangka kalau kau selama ini orang seperti itu." Seorang wanita cantik juga masuk kedalam ruangan itu, berbaju ciyan indah dengan lambang es dibelakangnya. Begitu anggun dan elegan, dialah Ratu es, Chu yuechan, pemimpin sekte Menara es Suci.


"Kakak! Bagaimana anda ada disini?" Ratu salju mundur dengan penuh keterkejutan. Melihat wajah kakaknya dengan waspada.


"Aku datang untuk melihat apa yang telah kamu lakukan." Jawab Chu yuechan dengan dingin.


Mendengar itu, wajah ratu salju yang awalnya polos. Kini menunjukan senyum licik, ia menatap kakaknya dengan penuh kebahagiaan.


"Hahaha.. hahaha.." Ia bahkan tertawa gila, hingga alis Chu yuechan sendiri jadi berkerut.


"Yueling, masih belum terlambat. Jangan melakukan itu dan kembali padaku. Niscaya semua akan hilang seolah tak terjadi apa apa." Ratu es mengulurkan tangannya pada ratu salju. Dengan raut wajah yang sedih melihat adiknya yang tertawa seperti itu.


Namun, kebaikannya itu tidak direspon. Ratu Salju hanya diam dengan wajah yang gelap, senyumnya belum hilang dari wajahnya yang licik.


"Apa kau tak mengerti situasinya? Sekarang aku sudah mendapatkan mahkota legenda keluarga Fairy snow ace. Dengan ini kekuatan tersembunyi didalam mahkota ini akan jadi miliku. Kekuatan sejati pengendali es akan bangkit kembali."


"Tidak! Yueling, kau berada dijalan yang salah. Yueling, jangan lakukan itu." Chu yuechan menggelengkan kepalanya dengan khawatir, melihat adiknya yang sudah diluar kendali. Dan yang lebih ia takutkan yaitu kemampuan mahkota tersebut yang bisa mengendalikan pikiran pemakainya. Dengan mengandalkan hasrat, mahkota itu bisa saja membuat manusia menjadi mesin penghancur. Jika itu terjadi, maka kerajaan Glasier bisa saja sepenuhnya menjadi es. Bahkan membekukan seluruh penduduk.


Legenda mengatakan kalau mahkota itu terpaksa di pisahkan menjadi tiga bagian karena kekuatan negatif didalamnya. Semakin lama digunakan maka semakin berbahaya bagi penggunanya sendiri.


"Yueling, kau taukan apa konsekuensinya jika memakai mahkota itu?" Teriak ratu es, namun adiknya malah memilih mengabaikannya. Dan perhatian wanita itu sepenuhnya berada dimahkota tersebut.


"Jangan pakai itu! Tidak akan kubiarkan kau memakainya!" Kemudian, Chu yuechan maju ingin menghentikannya. Namun sebuah dinding spasial tercipta, ia pun jadi terhenti.


"Jangan ganggu situasinya." Pria yang tadi keluar, kini kembali masuk dan menghentikan perbuatan ratu es. Tangannya terangkat kearah ratu itu dengan senyuman licik.


"Siapa kau?" Tanya Ratu es dengan tak senang menatap pria itu yang hanya menghina dirinya. Wajahnya yang tampak asing, membuatnya curiga. Kalau adiknya sudah dimanipulasi oleh pria ini.


"Kau... jangan jangan kau....." Berkata ratu chu yuechan dengan marah.


"Hahaha.. ratu es, lebih baik kau jangan memperhatikanku. Tapi perhatikanlah ratu Salju, dia sudah memulainya." Tunjuk pria itu kearah samping, ratu es yang awalnya marah kini alisnya berkerut melihat adiknya yang sudah hampir mencapai akhir.


"Sekarang tinggal masukan kristal Inti phoenix es nya, dan semuanya akan sempurna. Eh..!" Ratu salju tiba tiba terkejut, kristal Liontin yang ia pegang dari tadi tiba tiba menghilang. Padahal satu detik yang lalu masih ada ditangannya.


"Kristal phenixnya.... bagaimana ini bisa hilang?" Berkata dirinya dengan bingung. Hal itu membuat Ratu es dan pria disana langsung terkejut.


"Bagaimana mungkin? Ratu salju, bukankah kristal itu tadi ada ditanganmu?" Pria itu juga tak mengerti apa yang terjadi, dia sendiri yang lihat sedetik lalu kalau kalung itu ada ditangannya, tapi setelah berbalik pada ratu es. Tiba tiba kalungnya hilang, bukankah itu tak masuk akal?


"Hehehe... ingin mendapatkan kekuatan dengan mencuri benda orang lain yah. Curang sekali." Tiba tiba Qin yan muncul didepan pintu. Disampingnya juga ada Na er yang sudah memegang kalung Liontinnya.


'Ampun, gadis ini. Bakat mencurinya terlalu mengerikan.' Dalam tampilan luar, Qin yan memang terlihat tenang dan licik. Tapi diam diam ia memuji Na er yang melakukan gerakannya terlalu cepat.


Rencana awal, Na er hendak mengambil Liontin itu sendiri. Namun ia sendiri juga tampak ragu ketika mencuri benda yang sudah berada ditangan seorang ahli. Untungnya Qin yan berhasil datang tepat waktu, mengatur rencana sama sama. Dan akhirnya menggunakan skill penghentian waktu miliknya yang tak bisa disegel. Dalam waktu seperkian detik, Qin yan tak percaya kalau gadis ini bisa berhasil mengambil kristalnya dengan sempurna. Melewati dinding spasial itu dengan mudah.


"Ka-kau... siapa kau..?" Teriak ratu Salju dengan marah.


"Bagaimana bisa kau menyusup kesini?" Lanjutnya lagi.


"Ratu salju, dialah orang yang kuceritakan tadi." Pandang pria itu kepada Qin yan dengan waspada. Mata ratu Salju langsung membesar, siapa sangka orang yang hampir menggagalkan rencananya adalah seorang remaja.


Lebih terkejut pula ratu Es saat melihat Qin yan, tentu ia tahu siapa dia. Bekas lambang sektenya saja masih ada disegel perut anak itu. Dua tahun tidak bertemu, ia melihat Qin yan sedikit jauh lebih tinggi.


"Kenapa kau bisa ada disini?" Tanya Ratu es tak percaya.


"Ooh.. Lama tak berjumpa yah, Yuechan. Aku datang disini hanya untuk mengambil kalungku kembali." Jawab Qin yan sambil mengambil kristal Liontin ditangan Na er. Memasangkan kalung lalu memakainya.

__ADS_1


"Jadi, apa yang kita lakukan sekarang?" Senyum Qin yan pada mereka.


**********


Lingkungan sekitar istana.


"Hah hah hah" Yun zhi berlari menuju kearah istana. Dia yang tadi menggunakan dirinya sebagai umpan untuk memancing ratusan prajurit elit didepan istana, kini membuahkan hasil demi agar Na er bisa masuk kedalam sana. Namun betapa terkejutnya dirinya saat melihat istana kerajaan Glasier ini sudah terkepung dari segala arah.


'Ada apa ini? Sekte Menara es suci? Mengapa mereka datang kesini? Apa Na er gagal melakukannya?' Batin Yun zhi dengan cemas.


Diatas langit, puluhan murid sekte Menara es suci berbaju ciyan biru mengepung istana tersebut. Memastikan master mereka yang ada didalam.


"Apakah kita akan terus menunggu di sini?" Tanya seorang senior wanita kepada Ling Qingzhu yang tengah berdiri di barisan paling depan. Ling Qingzhu, gadis 18 tahun itu sekarang telah memasuki umurnya yang mencapai 20 tahun. Semakin waktu berlalu, kekuatan dan pola pemikirannya meningkat signifikan jauh lebih dari perkiraan orang orang. Ia semakin kuat dan semakin bijaksana dalam hal memimpin. Ketenangan dan tampilannya yang dingin, membuatnya menjadi impian para pangeran pangeran dari berbagai kerajaan.


"Kita tunggu sampai master keluar, dia pasti akan menyelesaikan masalah didalam sana." Seperti biasa, Ling Qingzhu menjawab dengan tenang.


"Um.. bukankah kita sudah menunggu begitu lama? Kenapa ratu tidak keluar, dan juga raut wajah prajurit yang melingkari istana ini membuat firasatku tidak enak." Berkata senior wanita itu dengan curiga, saat ini para prajurit itu menatap mereka dengan tatapan tajam dan tombak mereka yang siap dihunuskan.


"Ini, membuatku curiga. Kenapa kalian melarang kami masuk?" Tanya wanita itu pada prajurit yang melingkari istana tersebut.


"Bukankah sudah kubilang, ratu saat ini sedang sibuk dan tidak bisa diganggu." Jawab ketua mereka dengan tegas.


'Kalau begitu bagaimana master kami bisa masuk?' Batin Ling Qingzhu dengan bingung. Ia berpikir pasti ada sesuatu yang salah terjadi didalam istana. Namun ratu Salju dan ratu Es begitu kuat, walaupun hanya aura saja yang berbentrokan seharusnya itu akan terlihat jelas. Namun, waktu yang lama ini memang membuatnya agak sedikit curiga.


"BOOOMM" Tiba tiba dinding bagian samping istana meledak. Semua orang langsung terkejut dibuatnya. Dari dalam dinding yang rusak, Qin yan muncul dari balik asap tersebut. Kuda kudanya terlihat habis menahan serangan kuat.


"Hooooh.. Ayolah ratu Salju, sepertinya kita tidak bisa bicara baik baik yah." Senyum Qin yan dengan lebar.


Didalam ruangan, tangan ratu Salju bergetar dengan urat didahinya. Ia menatap Qin yan dengan penuh amarah.


"Kembalikan liontin itu." Suaranya serak seperti tak mempunyai pita suara lagi.


"Yueling! Hentikan!" Ratu Es datang memegang bahunya, berusaha menghentikan adiknya itu lagi.


"Hah!" Namun tampaknya ratu Salju tak bisa disadarkan lagi, dari awal ia memang sudah gila akan kekuatan.


Es pun merambat, menyerang ratu Es.


"Swoosh" Namun es Yuechan bisa menghentikannya.


"Aku muak dengan semua ini, padahal tinggal selangkah lagi. Aku akan menguasai sekte Menara es suci, tapi gara gara dia. Cepat kembalikan liontin itu padaku!!" Teriak Ratu Salju, es merambat menyerang Qin yan. Namun anak itu hanya diam tak bergerak. Bibirnya melengkung dengan senyuman.


Dalam sekejap, es itu pun berubah menjadi batu. Dan hancur menjadi kepingan.


"Ap-apa! Apa yang terjadi?"


Qin yan tersenyum lebar disana, didepannya. Sosok Medusa pun hadir. Auranya yang berada ditingkat Kaisar benar benar mengejutkan semua orang.


'Apa apaan sebenarnya bocah ini?' Ratu Salju mundur dengan waspada, cincin emasnya yang megah pun bangkit. Aura Kaisarnya juga terpancar menyilaukan mata. Berusaha menekan ratu Medusa.


'Apa! Sejak kapan Yueling mencapai tahap Kaisar?' Batin Ratu Es dengan heran, setahunya adiknya Yueling hanya berada di tingkat Raja rank 9. Tapi entah tahu kapan, dan kenapa adiknya ini bisa menerobos tanpa sepengetahuannya. Namun lebih dari itu, ia lebih panik lagi melihat Qin yan membawa tingkat Kaisar lainnya.


"Qin yan! Kau datang membawa ahli tingkat Kaisar disini, apa kau mau mencari perang?" Teriak Chu yuechan dengan marah, membuat semua menjadi lebih terkejut lagi.


"Apa, jadi dia Qin yan. Aku baru melihatnya."


"Dia benar benar Qin yan? Tidak kusangka aku bisa melihatnya disini. Pantas saja dia mampu mencegar ratu Salju."


"Waah.... Qin yan benar benar tampan yah. Legenda yang selalu kubaca di buku rupanya sudah kulihat disini." Para murid wanita yang mendengar nama Qin yan jadi memegang pipi mereka dengan kagum.


Sementara Xuan ziwei dan Dai yueheng disana terdiam dengan mata yang besar.


"Ti- tidak mu- mungkin kan?" Berkata Xuan Ziwei tak percaya.


"Astaga, aku tak menyangka kalau aku sendiri sudah bersalaman dengan sang legenda." Disampingnya Dai yueheng bergembira seperti orang gila.


Disisi lain, Na er menganga, ia kemudian melirik Yun zhi yang tengah berdiri diam dengan alis berkerut. Ia pun mengerti, mengapa gadis seperti Yun zhi bisa tertarik dengan pria yang ia kira orang biasa.


Sama halnya dengan Qing zhu yang juga ikut terdiam diatas sana, tangannya terkepal. Alisnya juga berkerut, pertemuan awal yaitu di perbatasan kerajaan Tian lei. Tepatnya di Makam penjara Kuno, seorang pria yang menyelamatkannya dari kematian dan kutukan. Kini berdiri dihadapannya. Dua tahun lalu mendengar kabar yang beredar, ia benar benar bersyukur kalau dia masih bertahan sampai sekarang ini. Tanpa sadar air matanya pun berlinang.


"Apa yang terjadi padamu Qing zhu?" Tanya seniornya disamping.


"Oh, tidak. Aku tidak apa apa. Mataku hanya tertiup angin saja." Senyum Qing zhu dengan gugub, berusaha menyembunyikan semuanya. Namun sikapnya itulah yang membuat seniornya disamping jadi tahu kalau ada yang tidak beres. Ia tidak pernah melihat Qing zhu selemah ini. Qing zhu yang dia kenal tidak seperti ini, dia tegas, dingin, bijaksana, dan tenang dalam menghadapi masalah. Tapi sekarang, ia bisa merasakan kerinduan didalam dirinya yang begitu dalam. Ia pun mengikuti tatapan Qing zhu, dimana tatapan itu mengarah pada punggung Qin yan.


Disaat semua orang membicarakannya, Qin yan malah tidak senang dengan semua itu. Sigh, identitasnya sekarang sudah terekspos. Ia benci situasi seperti ini. Tapi, disisi lain ia berharap agar ibunya bisa mendengar namanya.

__ADS_1


Ia pun menatap ratu Es dengan urat didahinya. Terpaksa memaksakan senyum.


"Aku tidak mencari perang. Aku hanya membela diri, kalau tidak orang selemah diriku ini bisa saja mati di tumpukan es itu." Tunjuk Qin yan pada es yang merambat didekatnya.


"Kalau begitu, sekarang ini adalah masalah kami. Kau jangan ikut campur." Ucap Yuechan dengan dingin, Qin yan pun pura pura mengangkat tangan.


"Oh tentu. Aku mengerti, tapi ada yang ingin aku beritahukan padamu. Adikmu itu telah bekerja sama dengan sekte Lembah Fermillion demi membunuhmu." Qin yan pun mengangkat bahunya seolah olah menjadi anak polos. Tapi perkataannya seperti bom saja, mata kedua kakak beradik itu jadi terbelalak.


"Ap-apa maksudmu?" Tanya Yuechan dengan wajah gelap.


'Kena kau.' Qin yan tertawa dalam hati, menatap ratu Salju dengan licik. Wanita itu seperti mau mati saja.


"Ka-kau, harus kubunuh!!" Aura Ratu salju langsung meledak, seluruh permukaan istana berubah menjadi es. Suhu pun menjadi sangat dingin, menusuk tulang. Siapa pun yang tak dapat bertahan bisa saja membeku menjadi balok es.


"Ukh." Qin yan menutupi wajahnya dengan kedua tangan. Permukaan kulitnya pun menjadi es, namun api Neidan bangkit, membakar kulitnya hingga kembali seperti semula.


"Hah hah hah" Mata ratu Salju membesar, tangannya diatas sudah membentuk energi salju. Hendak menyerang Qin yan, namun ratu Es menggunakan rantai esnya untuk mengikat wanita itu.


"Kau diamlah. Jika ini benar, maka kau sudah keterlaluan." Tatap Yuechan dengan niat membunuh tinggi, membuat Yueling jadi gemetar.


Ia pun maju, menatap Qin yan dengan penuh rasa ingin tahu.


"Apakah itu benar?" Tanyanya dengan serius.


"Um... pria disampingnya tadi mana?" Ucapan Qin yan membuatnya terkejut, ia pun berbalik kesana sini mencari pria yang tadi selalu berada didekat mereka. Namun ternyata ia sudah melarikan diri.


'Sial, kenapa dia mencariku?' Dibalik pohon, rupanya pria yang dicari masih belum pergi sepenuhnya. Diam diam menguping disana. Dengan wajah yang pucat, ia pun langsung mengaktifkan teleportasi jarak jauh.


"Aaah... disitu rupanya." Tentunya Qin yan langsung menyadarinya, mata deteksi Z sudah aktif dari tadi. Bersamaan dengan perkataannya, tangan ratu es jadi bersinar mengeluarkan rantai


'Gawat, aku harus pergi!' Teriak pria itu dalam hati, ia hendak melangkah namun rantai es langsung melilitnya. Ditarik dengan kasar hingga kehadapan ratu es. Tubuhnya langsung mengigil menatap mata Ratu es yang menyala dengan niat membunuh tinggi.


"Dia mempunyai elemen waktu. Bukankah kau tau sendiri, elemen waktu sangat jarang dibenua ini. Selain keluarga Weiqing, hanya murid dari lembah Fermiilion yang bisa memiliknya. Kalau kau tidak percaya, silahkan periksa sendiri." Qin yan pun mengangkat kedua tangannya, berbicara dengan santai.


"Benarkah itu?" Tatapan ratu Medusa benar benar ingin membunuhnya.


"Ra-ratu.... itu tidak benar, di-dia hanya memprovokasimu." Pria itu menggelengkan kepalanya dengan penuh ketakutan.


"Jangan bohong!!" Teriak Ratu Es, tangannya langsung memunculkan taring es, dan menusuk telur pria itu tanpa ragu. Kalau bukan karena pria itu menggeser sedikit pantatnya, mungkin ia sudah kehilangan adiknya sekarang.


"Katakan yang sebenarnya!" Tatap Ratu es sekali lagi dengan mata melotot.


"I-itu... Aku tidak berbohong ratu. A-aku.. bisa membuktikannya padamu." Air mata pria itu mulai mengalir karena saking takutnya.


'Tampaknya ia mengatakan yang sejujurnya?' Raut wajah ratu es mulai berubah. Melihat itu, Qin yan jadi terkejut, sekejap ia kembali memanasinya lagi.


"Oooh.. Jika itu tak bisa dibuktikan. Tapi kau tak bisa berbohong lagi, kalau kaulah yang membantu ratu Salju kan. Perbuatanmu itu hampir saja membuat kekacauan loh." Qin yan lebih memprovokasi lagi, membuat tatapan ratu es kembali seperti semula. Penuh dengan niat membunuh.


"I-itu... Ratu Saljulah yang telah menyuruhku. Di-dia yang merencakan semua ini, aku hanya membantu saja!" Ucap pria itu dengan pelan.


Tatapan ratu Es jadi beralih pada adiknya.


"Wah wah... bisa bisanya tuh, ratu Salju jadi dituduh merencanakan semuanya." Berkata Qin yan lagi sambil mengorek lubang telinganya.


'Anak ini, mulutnya agak...' Tentunya semua orang tahu, kalau Qin yan sedang memprovokasi mereka bertiga.


'Aku tidak tau, kalau bocah ini punya kemampuan seperti ini. Berapa banyak sih kemampuan yang ia sembunyikan.' Batin Medusa sambil melirik Qin yan.


"Benarkah itu, Yueling?" Disini lain, ekspresi ratu es kembali tenang. Menatap adiknya dengan serius. Namun sebaliknya, ekspresi ratu Saljulah yang kelihatan terprovokasi.


"Itu benar akulah yang menyuruhnya. Tapi merekalah yang menawariku duluan. Master sekte Lembah Vermillion menawarkan kesepakatan padaku. Ji-jika...." Ratu Salju hendak melanjutkan perkataannya, namun ia sadar kalau ia sudah berkata terlalu jauh.


"Jika apa...?" Tanya Ratu es dengan alis terangkat.


Ratu Salju yang tengah diam dan terikat, kini menggertakan giginya. Wajahnya gelap, namun situasinya sudah terlanjur seperti ini. Ia tidak bisa menyembunyikannya lagi.


"Jika aku berhasil merebut sekte, maka mereka akan mengajaku aliansi."


Perkataan ratu Salju membuat ratu Es membeku, serasa disambar petir. Melihat itu, Qin yan benar benar tersenyum licik. Betapa bodohnya, sekarang ia tinggal menunggu apa yang akan dilakukan oleh Ratu Es.


"Benar benar kau Yueling!!" Aura Ratu Es langsung meledak, aura tingkat akhir Kaisar bahkan membuat ratu Medusa dan Ratu Salju langsung tertekan. Dalam kemarahannya, ia kemudian menatap pria yang tengah diikat disana. Dengan segala penuh kebencian, sebuah taring tajam kembali terbentuk ditangannya. Tanpa ragu ia pun langsung menikam pria yang diikat tersebut.


"Hentikan Yuechan!" Tiba tiba aura dilangit jadi berkumpul, sosok pria paruh baya berkumis. Berdiri dengan penuh martabat dan wibawa, menatap semua orang dibawah dengan ekspresi tenang. Kedua tangannya berada dibelakang.


Melihatnya, Qin yan jadi lebih bergairah. Menunggu apa yang akan terjadi.

__ADS_1


'Ini jadi semakin menarik saja.'


__ADS_2