LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Campur tangan Qin Yan.


__ADS_3

'Apa apaan orang ini. Mengapa dia tidak takut ancaman formasi kami?' Tetua pertama terkejut melihat Qin Yan maju ke arah mereka. Dia menduga, kalau orang seperti ini merupakan ahli yang kuat. Dia pun langsung bersikap sopan selayaknya menyambut tamu.


" Kau pasti utusan dari keluarga bangsawan yang datang keluarga kami. Kami benar benar minta maaf, sampai harus menunjukan hal seperti ini pada anda." Senyum tetua pertama.


Qin Yan terhenti disana. Terdengar dengusan menghina dibalik jubah itu.


"Utusan keluarga bangsawan? Kau pasti bercanda. Apakah dalam pandangan kalian hanya mengincar kehormatan dengan segala cara? Ya ampun, kalian benar benar memalukan."


Alis tetua pertama dan Xiu Ge berkerut. Tangan mereka terkepal namun mereka tetap menahan emosi dan berusaha bersikap tenang.


"Hehehe... Jadi bukan yah. Kalau begitu, bisakah anda menyingkir dulu. Kami masih menyelesaikan masalah keluarga." Tetua pertama terus memasang senyum palsunya sampai akhirnya wajahnya berubah penuh niat membunuh.


"Atau kau ingin membiarkan kami menyingkirkan mu dengan paksa." tangan memercikan energi karena memegang kendali formasi.


Qin Yan tersenyum dibalik jubahnya.


"Coba saja kalau begitu."


Ekspresi tetua tiba tiba berubah. Terdapat keraguan diwajahnya. Sosok misterius didepannya bisa menahan serangan formasi milik mereka. Dia pasti sangat kuat. Namun jika mereka menyerah disini maka mau taruh dimana wajah mereka didepan semua orang. Akhirnya, tetua pertama membulatkan keputusannya.


"Semuanya! Aktifkan formasi Gurun pasir mematikan!"


"Ya!" Semua keluarga Xiu berteriak bersamaan. Disaat itu juga, mata tetua kedua membelalak. Formasi itu... adalah formasi mengerikan yang jauh lebih kuat dari formasi pasir menutupi daratan.


"Ukh...." Tetua Xiu Dao berusaha bangun dengan panik. Namun ia benar benar terluka parah hingga ia sangat kesulitan untuk berdiri sekalipun.


"Xiu Xiu... bantu aku..." Lirihnya. Namun ia kembali dikejutkan dengan Xiu Xiu dan Xie Xie yang terguncang dengan sosok keberadaan didepan mereka.


Mereka berdua terpaku tak bergerak dengan mata membesar. Mereka menatap sosok Qin Yan didepan seolah melihat sesuatu yang benar benar tidak mereka percayai.


'Ada apa dengan mereka berdua?' Tetua kedua jadi kebingungan melihat hal itu.


Tidak lama kemudian, lingkaran formasi pun akhirnya aktif. Sebuah cahaya emas bersinar dan berkilau diatas kepala tetua.


'Terima ini!' Tetua pertama yang sudah mengeluarkan energi besar langsung melayangkan serangannya tanpa ragu ke Qin Yan.


Saat itu, serangannya melaju bagaikan anak panah. Dia dan Xiu Ge tidak sabar menanti keadaan sekarat mereka. Begitu halnya dengan para penonton, mereka penasaran dengan apa yang akan terjadi nantinya.


Namun dari serangan yang besar ini. Sudah dipastikan, ahli tingkat Kaisar kesulitannya menahan ini. makanya kebanyakan mereka begitu menghindari pertempuran dengan keluarga Xiu. Karena inilah yang ditakutkan mereka.


'Heh... bahkan ahli tingkat Kaisar sampai harus mengeluarkan seluruh kekuatannya demi menahan formasi ini. Mari kita lihat! Kau bisa bertahan atau tidak!' Xiu Ge menyeringai.


"BOOM" Ledakan terdengar, asap hitam mengepul memenuhi arena.


'Huh!' Justru hal yang dilihat mereka diluar dugaan. Mata Xiu Ge dan tetua lainnya terbelalak.


'Tunggu! Bagaiman bisa!' Mata tetua terbelalak saat melihat cincin perak melayang dalam diri sosok itu.


'Ti-tingkat raja....?' Punggung tetua pertama langsung dipenuhi keringat. Apakah ini nyata? Seorang tingkat raja, menangani serangan formasi mematikan keluarga Xiu? Formasi yang bahkan dihindari oleh ahli Kaisar.


'Huh!' Tiba tiba bulu kuduk mereka berdiri. Tubuh mereka refleks waspada saat melihat Qin Yan bergerak meski hanya satu senti.


"Wosh" Siulet Qin Yan tiba tiba menghilang didepan mereka. Dan muncul didepan tetua pertama.


'Dia cepat!'


"Bum" Tetua pertama langsung mendapat hantaman dibagian tulang rusuk bagian kiri tanpa sempat menghindar. Tubuhnya langsung membengkok dengan tak wajar.


'A-akh...!' Pupil mata tetua pertama menyusut, dengan mulut terbuka mengeluarkan air liur. Padahal ia memakai armor kondolisasi tingkat raja yang bisa melindungi nya. Meskipun tingkat Kaisar sangat kuat. Namun tidak mudah untuk menghancurkannya.


Namun jelas sekali, orang ini sangat kuat sampai armor kondolisasi nya retak begitu saja.


Tetua pertama pun terhempas ke arah dinding. Tetua lainnya membeku melihat itu. Xiu Ge terperangah.


Qin Yan kembali menghilang dari hadapan mereka.


"Hati hati! Dia datang!" Teriak salah satu mereka.


Ternyata Qin Yan muncul didepan tetua kelima. Wajah tetua yang panik itu mengeluarkan pasir disaat yang tepat dimana Qin Yan berada. Namun sayangnya, dia meleset dan tidak bisa mendapatkan Qin Yan meskipun tetua itu sendiri sudah sangat cepat dalam mengendalikan pasirnya.

__ADS_1


'Disana!' Ia kembali bisa memprediksi pergerakan Qin Yan dan sekali lagi mengeluarkan pasirnya. Dan kali ini, ia berhasil menangkap Qin Yan. Dan tanpa banyak bicara ia langsung mengunci mati sosok yang membuatnya takut tersebut.


'Aku berhasil.' Tetua itu tertawa kaku setelah ia dilanda ketakutan. Tidak disangka, ia tetua ke lima bisa mengalahkan sosok yang bahkan membuat tetua pertama tak berdaya. Haruskan setelah ini ia akan naik pangkat? Entah kenapa pemikiran itu tiba tiba ada dikepalanya. Namun jujur ia benar benar sangat memimpikan itu.


"Krak" Tiba tiba pasir yang mengunci Qin Yan retak. Tetua kelima terkejut.


Lalu muncul sebuah tangan yang mengarah kewajah tetua kelima. Mata pak tua itu membelalak tak sempat bereaksi. Namun disaat yang sama, ternyata tetua lain sudah menunggu Qin Yan bergerak. Dan hasilnya, mereka telah memasang jebakan pasir mematikan untuk Qin Yan yang akan melepaskan diri.


Namun hal tak terduga terjadi.


Tetua kelima tiba tiba bertukar posisi dengan Qin Yan didepannya. Sehingga jebakannya itu langsung melahap pak tua tersebut.


Darah berceceran, mata para tetua membelalak tak percaya. Sosok didepan mereka sangat mengerikan.


'A-apa yang sebenarnya terjadi?' Batin mereka bingung ketakutan.


'Apakah ini akhir dari keluarga Xiu?' Para sosok yang mengamati pertarungan itu dari kejauhan juga ikut tercengang. Sosok yang ikut campur itu benar benar sangat kuat.


'H-huh!' Tubuh para tetua menegang. Tangan Qin Yan bergerak kearah mereka.


Akar tumbuhan pun muncul. Lalu menjalar menuju mereka.


'Pengendali tumbuhan? Apakah dia dari keluarga Shi sekte Bunga?' Mereka mulai menduga ketika menghindari akar akar itu. Ada yang melompat dan ada yang menahan.


'Kita harus bicara baik baik dengannya.' Batin tetua ketiga.


"Tuan, sebelumnya kami minta maaf telah menyinggungmu. Kami benar benar tidak mengetahui kalau keluarga Shi akan datang berkunjung. Namun, jika anda marah karena kami memperlakukan Xiu Xiu dengan kasar. Maka kami benar benar minta maaf. mungkin kita bisa membicarakannya baik baik." Tetua ketiga memberi hormat dengan sopan. Tapi dalam hati ia benar benar bingung, mengapa Xiu Xiu bisa mengenal keluarga bangsawan lain yang terkenal seperti keluarga Shi, pengendali tumbuhan. Jika seperti ini jadinya, seharusnya mereka tidak harus mengambil tindakan dengan ceroboh untuk menyerang Xiu Xiu.


Jika Xiu Xiu aslinya memiliki banyak koneksi, maka mereka bisa memanfaatkan nya untuk kekuatan keluarga. Seharusnya itu yang mereka lakukan sejak awal.


'Aish, mengapa kami begitu ceroboh. Tidak disangka anak pelayan itu bisa mempunyai koneksi dengan orang hebat. Tapi, meskipun sudah terlambat. Jika aku berdiskusi dengannya, maka aku pasti bisa menenangkannya bukan?' Senyum tetua ketiga menatap sosok Qin Yan dibalik kerudung.


Sekedar informasi, tetua ketiga adalah tetua dengan otak cerdas yang licik. Dia adalah orang yang sering menciptakan taktik untuk melakukan sesuatu. bisa dibilang, dia adalah otak keluarga Xiu. Baik itu kotor mau pun bersih, ia akan memanfaatkan kesempatan sekecil apapun dengan sebaik baiknya untuk mendapatkan keuntungan. Xiu Ge dan tetua pertama sangat bergantung padanya jika hendak melakukan sesuatu.


Tapi sayangnya dia tidak tahu. Mata merah Qin Yan sebenarnya bisa membaca pikiran orang lain.


"Marah? Tentu saja aku harus marah! Karena yang kalian sakiti bukan hanya saudaraku. Melainkan keluargaku! Sudah terlambat untuk berkompromi disini." Qin Yan tiba tiba muncul didepan tetua ketiga. Berbeda dengan yang lainnya. Tetua ini nampak tenang meskipun ia juga ketakutan. Dengan satu gerakan tangannya, dinding pasir besi terbentuk.


"Ding" Dengungan terdengar diikuti angin berhembus ketiga tinju Qin Yan menghantam dinding itu.


Tetua ketiga sendiri hendak mundur dari sana. Namun ia tiba tiba menyadari bahwa tangannya tiba tiba ditumbuhi banyak parasit tumbuhan.


'Apa ini!' Batinnya. Disaat yang sama dindingnya menyala dari sisi yang lain. Lalu terjadi ledakan tepat didepannya.


Terlihat Qin Yan dengan tangan kanannya berapi mendekati tetua itu dengan wajah tenang.


"Jika kau mengira aku keluarga Shi. Maka kau salah besar."


Mata tetua ketiga terbelalak melihat itu. Namun ia sama sekali tak bisa apa apa


"BOOM" Ledakan diikuti badai api terjadi. Tetua ketiga terlempar dengan keadaan tubuh yang terbakar.


"Wosh" Tiba tiba satu tetua terlihat menyerang Qin Yan diam diam. Dia adalah tetua keempat yang menggunakan tombak untuk menyerang Qin Yan.


'Huh!' Mata tetua itu membesar. Tiba tiba gelembung langsung tercipta disekitarnya. Gerakannya jadi melambat.


atribut waktu? dia tercengang.


Dibanding dengan itu, ia lebih terkejut saat melihat Qin Yan dengan tombak listrik disampingnya. Meskipun ia berusaha keras, namun ia sama sekali tak bisa lari dari gelembung yang mengunci dirinya.


"Ctar!" Listrik pun memercik. Tetua keempat jatuh tersungkur.


Tetua lain mulai mundur. Namun Qin Yan tidak membiarkan itu.


Qin Yan muncul dibelakang tetua ke tujuh. Lalu angin berhembus dileher tetua itu. Alhasil, kepala yang terpisah dari tubuhnya pun melayang sampai ke wajah penonton.


Sisanya. Tetua terakhir. Tetua kedelapan yang berada ditingkat Sage, tetua itu cukup muda dari tetua lainnya. Dia adalah pria paruh baya. Namun di banding itu, pria paruh baya itu gemetar sampai ia terjatuh lemas. Ia menatap Qin Yan seolah olah dia adalah monster.


"Am-ampuni aku." Wajahnya pucat, dan ia tak bisa berkata kata. Tiba tiba seorang gadis remaja maju dengan wajah takut namun mempunyai cukup keberanian melindungi pria itu.

__ADS_1


"Tolong jangan bunuh ayahku. Aku masih mempunyai seorang adik yang masih balita. Dia masih membutuhkan kasih sayangnya." Gadis itu berlutut didepan Qin Yan dan membenturkan kepalanya tanpa ragu.


"Sejujurnya, kami ditekan oleh tetua pertama untuk bekerja sama dengan mereka. Tolong ampuni kami! Jika kau mau, kau bisa membunuhku."


"Xiu Xi!" Ayahnya yang merupakan tetua kedelapan berteriak panik. Namun gadis itu tidak mendengarkannya. Gadis itu sendiri menahan tangis serta rasa takut ketika berhadapan dengan sosok mengerikan didepannya. Dia rela jika nyawanya harus diambil. Dibanding ayahnya yang masih sangat dibutuhkan.


"Xiu Xi! Apa yang kau lakukan! Cepat lari!" Teriak ayahnya. Namun apa yang terjadi selanjutnya lebih membuat pria itu ketakutan. Istrinya datang dengan membawa balita yang menangis keras. Wanita itu datang membantu putrinya berdiri serta memaksa suaminya pergi. Namun dengan kekuatan wanita itu yang lemah. Dia sangat kesulitan untuk membawa keduanya bersama sama.


Disaat mereka tengah panik. Qin Yan malam meninggalkan mereka. Sebaliknya, ia berbalik pada Xiu Ge. Orang terakhir yang belum ia sentuh.


"Hiiiiyyy....!!" Dengan penuh ketakutan, pria paruh baya itu melarikan diri. Namun mata merah Qin Yan membuatnya tak bisa bergerak. Lalu sebuah tentakel kegelapan pun mengikatnya. Xiu Ge berusaha melepaskan diri namun ia sama sekali tidak bisa melakukan apa apa.


Dia pun memandangi istrinya yang selama ini selalu ia manjakan. Meminta bantuan, berharap agar istrinya dapat berbuat seperti istri tetua kedelapan. Namun justru, istrinya malah memalingkan wajah seolah tak kenal. Istrinya malah melarikan diri saat Xiu Ge menatapnya.


"Su Ying! apa yang kau lakukan! Kembali hei! Jangan pergi..!!" Teriaknya, ekspresinya sangat marah namun perlahan menjadi khawatir dan akhirnya panik karena istrinya tak berbalik sekali pun padanya.


Namun pada akhirnya istrinya berbalik padanya dengan tatapan dingin dan jijik.


"Jangan panggil aku. Kita bahkan tidak punya hubungan apa apa. Kau masih mempunyai keberanian untuk memanggilku."


Mata Xiu Ge terbelalak. Kata kata istrinya, seakan menusuk dan menikamnya. Dia terdiam dengan tubuh kaku. Tatapannya menjadi kosong ketika melihat wajah istrinya yang memandanginya dengan enggan.


Lalu matanya tanpa sadar melihat ke arah ibu Xiu lan. Wanita itu, sejak tadi hanya duduk ditempat duduknya dengan wajah kuyuh. Dia memang sudah seperti itu sejak kematian putrinya. Sejak awal, wanita itu sangat menyayangi Xiu lan. Namun ketika mendengar bahwa seorang putri tak bisa mewarisi tahta. Kekecewaan terlihat diwajahnya. Meski begitu, ia juga tak ingin putrinya hidup sengsara karena perebutan tahta. Dan pada akhirnya, ibu Xiu lan mengambil sikap datar kepada putrinya sendiri. Demi kebaikan putrinya, ibunya bersikap selayaknya orang lain. Di sisi lain, suaminya yang sakit dan Xiu Ge yang selalu merayunya. Dia pun akhirnya berada di jalan yang salah.


Ibu Xiu lan terus mengingat sikap putrinya yang keras kepala dan suka membantah. Selalu berbicara dengannya dengan nada tinggi. Menunjukan permusuhan kepada ibunya sendiri. Membuatnya wanita itu jadi merasa sedih. Ia sangat terluka mendengar ucapan Xiu lan yang waktu itu mengatakan bahwa dia sangat enggan mempunyai ibu seperti dirinya yang bisa berselingkuh dari suaminya sendiri. Namun ia menerima kenyataan itu. Dia memang melakukannya. Dia sangat najis dan menjijikan. Tapi disisi lain. sebagai ibu, hatinya harus teguh meski melihat putrinya terluka akibat perkelahian. Saat melihat putrinya pergi untuk berpartisipasi dalam turnamen benua antar kerajaan. Kebanggan memenuhi hatinya. Dia sangat bahagia dibalik wajahnya yang dingin. Saat itu ia mendengar ucapan dan sumpah Xiu lan yang mengatakan bahwa dia akan membuktikan kepada keluarga Xiu bahwa dia tidak lemah. Ibunya sangat menanti itu.


Namun ketika turnamen selesai. Xiu lan tidak pulang. Melainkan nama dan riwayat miliknya yang kembali.


Saat itulah ibu Xiu lan menyadari. Betapa bodohnya dia tidak memperhatikan putrinya selama ini. Dia benar benar, gagal menjadi ibu.


"Hiks...!" Ibu Xiu lan merinkuk disana sambil menangis. Dia tidak memperdulikan bahwa situasi saat ini sangat kacau yang orang orang tengah panik. Yang dia pikirkan hanyalah putrinya. Bahkan ia juga mempunyai sedikit keinginan untuk menyusul putrinya disana. Meminta maaf padanya, serta meminta kesempatan untuk menyayanginya.


Xiu Ge sendiri terus memperhatikannya. Dialah yang membuat ibu Xiu lan seperti itu. Perubahan sikap ibu Xiu lan selama ini adalah karena rencananya. Demi ambisi dan keserakahan, dia menyelingkuhi istri kakaknya. Dari seorang ibu penyayang dan istri yang baik, berubah menjadi wanita kesepian dan terus menginginkan kasih sayang. Itu semua karena obat dan teknik yang dia gunakan.


Namun, dari semua kerja kerasnya. Ternyata hanya sia-sia. Bahkan saat ini, istri yang terus ia banggakan dan selalu ia manjakan malah meninggalkannya.


"Malang sekali. Bahkan istrimu tidak mengakui mu sekarang."


Qin Yan berjalan mendekati Xiu Ge.


"Bajingan!" Xiu Ge menatap Qin Yan dengan penuh kebencian. Ia ingin melepaskan diri, ingin menggunakan kekuatan pasirnya untuk membunuh Qin Yan.


"UAAAAKKHH....!!" namun ia justru kembali berteriak kesakitan akibat tentakel kegelapan yang mengikatnya.


"Si-siapa kau sebenarnya? Mengapa kau menyerang keluarga kami?" Ucap Xiu Ge dengan pelan. Ia sudah menyerah dan tak berani bergerak lagi. Melihat kekejaman Qin Yan dibalik kerudung itu, sudah membuatnya ketakutan. Sekarang ia sudah pasrah.


"Aku..? Bagaimana menjelaskannya yah, agar kau bisa mengerti...." Qin Yan mengeluarkan belati Yin dari dalam cincin penyimpanan nya.


"Bukankah sudah kubilang, aku adalah pendukung Xiu Xiu."


"Sreet" Belati itu langsung menikam dada kanan Xiu Ge.


"UAAAAAARRRGGHHKK.....!!" Xiu Ge kembali menggeliat. Luka di dadanya begitu menyakitkan. Namun yang membuatnya sangat sakit bukanlah lukanya, melainkan efek dari belati yang membuat dadanya beku. Akibatnya, darah tidak mengalir keluar. Selebihnya, rasa dingin itu menyerang Xiu Ge sampai ia benar benar tidak bisa lagi apa apa. Rasa sakit ini... Benar benar seperti neraka.


"Haaah... Haaah... Haaah...!" Napas Xiu Ge tidak teratur. Kali ini, tatapan Xiu Ge tidak lagi seperti sebelumnya. Ia menatap Qin Yan dengan rasa takut yang mendalam. Dia pun menyadari betapa mengerikannya siksaan pria misterius didepannya. dia benar-benar seorang psikopat gila.


Tapi, Qin Yan sendiri tidak begitu puas. Dia tersenyum lebar, seperti menyiksa profesor Li di perbatasan kerajaan Lembah racun. Ia juga akan membuat Xiu Ge merasakan hal yang sama.


Belati Ying terangkat. Pertama tama, dimulai dari menguliti kulitnya. Kemudian...


"Tunggu!" Tapi tiba tiba ada yang menghentikannya. Rupanya Xiu Xiu yang menyuruhnya berhenti.


Qin Yan berbalik. Terlihat anak itu yang maju ke arah Qin Yan dengan begitu tenang. Sampai dihadapan Qin Yan, dia pun memberi hormat.


"Kalau anda mengijinkan. Bolehkah anda melepaskannya?" Ucapnya. Qin Yan agak menyerngit.


"Mengapa aku harus melepaskannya? Tidakkah kau berpikir dia akan menyerang mu lagi?"


"Ah itu... Aku masih membutuhkannya." Xiu Xiu menjawab dengan gugub.

__ADS_1


__ADS_2