LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Terbukanya segel


__ADS_3

'Apa!' Qin yan membeku dengan napasnya yang masih tak beraturan. Ia memegang perutnya sendiri, kemudian memeriksa tangannya. Lonjakan energi mengalir diseluruh tubuhnya, meridian yang selama ini kosong akhirnya dialiri energi yang begitu deras dan penuh kekuatan. Tubuh Qin yan serasa begitu energik, lebih energik dari dua tahun lalu.


'Sensasi ini......' Napas Qin yan mengeluarkan asap, hormon adrenalin didalam tubuhnya melonjak tinggi. Serasa tubuhnya begitu gatal dan tidak tahan lagi ingin beraksi.


'Z, apa yang terjadi sebenarnya?' Tanya Qin yan dengan heran.


..."Tuan, energi asing memasuki tubuh anda tanpa ijin. Energi tersebut tidak bisa dihentikan, hingga dengan leluasa mempengaruhi tubuh anda. Dan juga segel didalam tubuh anda juga ikut terpengaruh. Akibatnya, segel ini terbuka meskipun masih terkunci. Tapi bukan berarti segel anda dirusak, namun entah karna apa. Energi itu berhasil membuka segelnya tanpa diketahui siapapun."...


'Apa, tanpa diketahui siapapun? Itu berarti para penyegel tidak mengetahui ini kan?'


..."Yah, tuan. Ini bisa jadi pembajakan halus tanpa jejak. Sekarang anda dapat mulai beroprasi lagi."...


Setelah penjelasan z, Qin yan pun terdiam. Ia memandangi tangan kanannya. Segel hitam kotak kotak membanjiri lengannya. Alisnya berkerut, karna tahu betul apa benda itu. Namun ia tidak menyangka kalau benda itu akan memilihnya sebagai tuannya.


Memikirkan itu, ia pun menghela napas. Sekarang, segelnya terbuka. Itu artinya ia sudah mengingkari janjinya waktu itu, namun bukan dia yang ber ulah. Sesuatu yang tak bisa ia cegah yang sudah membuatnya seperti ini. Haruskah dia disebut penghianat? Pengingkar janji? Pembohong? Mau tidak mau semua itu akan ia terima.


Qin yan pun menutup mata dengan tenang, mencoba berpikir jernih. Sebenarnya, jauh dari lubuk hatinya. Ia sangat membutuhkan kekuatannya ini. Jika mengandalkan dirinya yang tersegel saat ini, bisa saja keluarganya mati seperti dua tahun lalu. Walau Qin yan bisa memenangkan perangnya. Namun penyesalan tentang kehilangan keluarga itu akan dibawa sampai akhir hayat.


Belum lagi ia berdiri, wanita dari sekte Darkdemon sudah menjambak rambutnya dengan kasar. Menarik keatas.


"Hei, kemana benda tadi?" Tanya wanita itu dengan tatapan kejam. Jejak kemarahan dan rasa kesal terpaut diwajahnya. Ia tidak punya kesabaran lagi. Namun ia cukup tertegun, melihat asap keluar dari sudut mulut anak itu.


Mata Qin yan terbuka perlahan, pupil merah itu. Kelihatan sangat jelas, satu titik tengah dengan tiga titik melingkarinya.


"Huh!!!" Sontak, mata wanita itu terbelalak. Ia merasakan dengan jelas, aura intimidasi dari tatapan dingin mata itu.


Dug Dug Dug....


Jantungnya berdetak tak menentu, kadang cepat kadang lambat. Namun satu hal yang terjadi padanya dari luar. Wanita itu membeku tanpa bisa bergerak sedikit pun.


"Perlambatan waktu." Ucap Qin yan dengan pelan. Sebuah gelembung langsung tercipta. Pergerakan wanita itu jadi melambat total.


Perlahan Qin yan berdiri, luka poison flame didalam tubuhnya jadi perlahan pulih. Qin yan mencabut pisau yang masih tersangkut diperutnya.


"Ba-bagaimana bisa..." Mulut Dou wei ternganga, dirinya semakin tercengang ketika menyaksikan Qin yan masuk kedalam gelembung itu. Dalam sekejap, ia langsung mencabut kertas pola prasasti yang menempel dalam tubuh Qian yu dan Medusa. Semudah itu, Qin yan melepaskan penyangkal tersebut dengan sangat mudah.


Memang benar, elemen waktu sesuai dengan namanya. Elemen tipe pengendalian yang paling berbahaya.


Dalam waktu yang singkat, Qin yan membawa Medusa dan Qian yu keluar dari gelembung itu. Medusa memang masih dalam keadaan sadar. Tapi, Qian yu pingsan karena membutuhkan pemulihan jiwa. Hal itu cukup membuat wajah Qin yan menjadi hitam. Tangannya mengeluarkan percikan api dan listrik. Masuk dan menempel pada gelembung itu.


"Lepaskan." Gelembung tersebut dibatalkan. Wanita itu langsung terkena dampak kedua elemen itu.


"Wush, Ctar"


"Aaaakh....." Wanita itu meringis sakit, serangan barusan membuat pakaian yang ia kenakan jadi sobek.


Sejurus kemudian, Qin yan menatap Dou wei dibelakang. Pria itu menjadi waspada melihatnya. Ia mundur perlahan, tangannya mulai mengeluarkan percikan api hijau lagi.


Namun, diluar dugaannya. Qin yan tiba tiba muncul didepannya, menyikut pusat meridian pria itu hingga ia terpental kebelakang.


"Bukh" Dou wei terpental hingga kedinding.


Sesaat kemudian, Qin yan melirik sosok yang tengah mengancam ibu Qian qian disana. Tatapannya begitu tajam, cahaya keluar dan bersinar dibelakangnya kepalanya.


"Kejut mental!" Gelombang pusing luar biasa langsung ditanggung sosok itu, ia berteriak kesakitan memegang kepalanya yang sakit. Membuatnya mundur selangkah kebelakang. Saat ia sadar, Qin yan sudah berada didepannya dengan tangan dibelakang dipenuhi aliran listrik.


"Elemen petir, Hentakan listrik."

__ADS_1


"ZZZTTT"


"AAAAAKKHH.....!!!" Teriak pria itu, ia pun mundur. Disamping perutnya berlubang, mengeluarkan darah yang sangat banyak. Diluka itu pula, masih tersisa beberapa aliran listrik yang masih berkedip.


Tatapan mata pria itu semakin waspada, setetes keringat keluar diwajahnya. Tidak menyangka apa yang terjadi pada anak ini. Qin yan, setelah kubus itu masuk kedalam tangannya. Sekarang ia begitu terlihat mendominasi.


'Tidak mungkin, aku ini pembunuh nomor satu dikerajaan Kalise. Dark Shadow yang sudah berada ditahap Sage. Aku tidak mungkin kalah dengan anak ini.' Dua buah pisau hijau muncul ditangannya. Ia pun langsung berteleportasi.


'Elemen spasial, teleport....'


'.....tasi' Sesaat kemudian, ia muncul belakang Qin yan. Dua pisaunya bersiap untuk menebas bahu anak itu. Namun sekali lagi, ia bertatapan dengan mata Qin yan. Mata merah anak itu, entah kenapa membuatnya merasa tidak tenang.


"Slash" Ia pun berhasil menebas anak itu, dua pisaunya tersangkut dibahunya. Namun tidak lama kemudian, sosok Qin yan menghilang.


'Hah! Apa ini? Ilusikah?' Batinnya dengan bingung. Saat sadar rupanya ia sedang berada diudara, hendak menebas Qin yan. Namun ilusi tadi membuatnya terkecoh.


"BUAGH" Saat berikutnya, pria itu mengeluarkan darah segar ketika Qin yan meninju luka diperutnya. Pukulan itu dipenuhi dengan energi kehancuran.


"BOOM" Ia pun terpental kedinding dengan kondisi tak memungkinkan, energi kehancuran sudah menggoroti tubuhnya.


"Dapat kau!" Tiba tiba juga, Dou wei muncul dibelakang Qin yan. Pedang pendek anak itu sudah hampir mengenai lehernya. Namun, ia heran kenapa pisau itu malah hanya menembus anak ini.


"BUKH" Setelah pisau itu melewatinya, Qin yan langsung menyikut dada kiri pria itu. Membuatnya terpental ketanah.


Dengan santainya, Qin yan menuju Jia ya. Orang yang sudah menikam ayahnya.


"Jangan abaikan aku brensek!" Dengan cepat Dou wei berdiri, menyeka darah disudut bibirnya.


"HIYAAAHH!!!" Ia pun mengangkat satu tangannya yang tersisa diatas. Api hijau tersebut memadat hingga berbentuk ular. Tanpa banyak bicara ia langsung mengerahkan ular itu pada Qin yan.


Disana Qin yan hanya santai mengangkat tangannya juga, api biru terbentuk. Berbentuk seperti bunga lotus.


"BOOOM" Ledakan terjadi besar besaran. Semua orang mundur akibat kejut angin dari ledakan itu.


'Inti roh api lain? Ini tidak mungkin!' Batin Dou wei dengan tak percaya. Ia tak menyangka kalau Qin yan juga mempunyai inti roh api. Akhirnya ia ingat, masternya pernah berkata kalau anak itu memang mempunyai inti roh api lain.


'Jadi begitu.' Meskipun kejut angin ini begitu kuat, namun Dou wei masih tetap membuka matanya untuk tetap berjaga jaga. Sesuai dugaannya, dibalik asap itu. Lima tombak listrik keluar dari sana.


"Huh!"


"Siung siung siung" Ia pun berusaha menghindari kelima tombak itu, kadang juga ia menangkisnya. Namun siapa sangka, kalau ia sudah dililit sebuah tumbuhan. Tanpa menunggu ia melepaskan diri. Dua tombak listrik langsung menghantamnya.


"ZZZTTT"


"UUUUKKHH....!!!" Teriak Dou wei dengan penuh kesakitan. Matanya terbelalak seketika, melihat Qin yan sudah berada diatasnya. Rasenggan kecil anak itu sudah bersiap ditangannya.


"BOOOOMM" Ledakan terjadi, sesaat berikutnya. Dou wei keluar dengan keadaan sekarat.


Jia ya yang melihat itu jadi berkeringat penuh, ia mundur dengan waspada.


"Jia ya, aku tak menyangka. Kalau kau adalah mata mata yang bersembunyi dibawah perintah sekte Racun." Ucap Qin yan dengan dingin, menatap wanita tersebut.


Mendengar itu, Jia ya pun tersenyum tipis. Ia menatap Qin yan dengan penuh kejutan.


"Master Han genyu adalah dermawanku. Sejak awal kedua orang tuaku dibunuh oleh kalian. Selama ini, aku terus menahan diri. Jika bukan karena perintah master, aku tidak akan membiarkan kalian hidup lebih lama lagi." Ia pun tertawa pelan, pedang terangkat hendak menebas leher sang raja yang tengah berlutut lemas disana.


"Inilah akhirnya." Senyumnya dengan puas, namun tiba tiba matanya terbelalak. Seluruh tubuhnya tiba tiba ditumbuhi banyak akar tumbuhan.

__ADS_1


"Elemen Tumbuhan, parasit." Ucap Qin yan dengan pelan, wanita itu tak bisa bergerak akibat akar kayu tersebut.


"Ukh..." Tubuh Jia ya menggigil akibat keinginan untuk melepaskan diri. Akar akar itu akhirnya retak akibat cahaya miliknya.


"Hiyaaah..." Elemen cahaya itu begitu kuat, hingga menciptakan hembusan angin.


"Elemen cahaya! Tebasan Cahaya!" Teriaknya.


"Slash slash slash" Ia pun mulai menebas tiga kali, tebasannya membentuk energi dan menyerang Qin yan. Namun tatapan anak itu tetap tenang, hembusan angin muncul ditangannya.


"Elemen angin, Bumerang angin." Tiga bumerang langsung menghancurkan tebasan tersebut.


'Sial, apa apaan ini. Berapa banyak atribut yang ia miliki sebenarnya?' Jia ya makin berkeringat melihat Qin yan mengeluarkan elemen angin.


'Seseorang dengan atribut sebanyak itu? Benar benar diluar batas hukum dunia.' Medusa yang melihat itu, terkagum kagum dengan apa yang ia saksikan. Ia benar benar tak percaya, ada seseorang yang mempunyai atribut lebih dari 4 didunia ini.


'Memang pantas disebut legenda.' Jia ya akhirnya sadar, mengapa masternya sangat tertarik dengan Qin yan. Disaat bersamaan, beliau juga sangat mewaspadai anak ini. Ternyata anak ini mempunyai potensi untuk menguasasi dunia.


'Aku pasti akan mengalakanmu!' Ia pun menarik pedangnya lagi, hendak menyerang. Namun Qin yan sudah berlari kencang kearahnya.


"Huh!" Ia lebih terkejut lagi, saat Qin yan terbelah menjadi dua. Menghadangnya kiri dan kanan.


'Kau pasti yang asli!' Ia pun menebas salah satunya, namun sayang. Ternyata orang ia tebas hanya berubah menjadi asap hitam.


'Tunggu, itu berarti!!' Mata Jia ya melirik kesamping, ternyata yang aslinya ada disana. Qin yan menatap Jia ya, dan sekali lagi. Mata mereka saling bertatapan.


Dug....


"Ukh..." Ringis Jia ya, kepalanya pusing bukan main.


"Elemen kegelapan, bola ketiadaan." Tangan Qin yan yang sudah dilapisi percikan hitam langsung menghantam wanita itu.


"BUKH" Jia ya pun terpental hingga kedinding. Belum ia membuka mata, angin padat langsung menghantamnya.


"BOOMM" Debu mengepul sekali lagi, ketika serangan mendarat ditempat itu.


Dibalik debu, Jia ya masih berdiri. Namun kondisinya sudah penuh dengan luka. Jia ya perlahan berdiri sambil memegang perutnya. Darah mengalir disudut bibirnya. Namun ia sadar sekaligus bingung, mengapa banyak sekali titik kuning disekitarnya.


"Elemen api, Kunang kunang api." Ucap Qin yan lagi, titik cahaya tersebut membesar sampai akhirnya meledak bersama sama.


"DUAAR" Ledakan terjadi sekai lagi, kali ini Jia ya masih bertahan dengan menggunakan barrier cahaya tepat waktu. Namun seperti yang dilihat, wanita itu sepertinya sudah kehilangan banyak energi.


Sesaat kemudian, tanpa memberi waktu. Diatas tubuh Qin yan langsung tercipta sebuah keleawar hitam.


"Elemen kegelapan, Kelelawar malam." Lanjut Qin yan lagi, kelelawar itu melaju kencang menuju Jia ya.


"Elemen Cahaya, elang mentari!" Teriak Jia ya sekuat tenaga. Ia masih tak menyerah dengan apa yang ia lawan. Bagi Qin yan, meruntuhkan gadis ini jauh lebih sulit dari pada meruntuhkan Dou wei atau pria pembunuh disana.


"BOOOOMM" Ledakan besar besaran akhirnya terjadi lagi. Serangan Qin yan berhasil ditangkis. Namun, karena kehabisan energi. Jia ya pun pingsan ditempat.


Melihat itu, Qin yan pun menuju kearah ayahnya. Energi hijau terpancar ditangannya.


Energi kehidupan. Energi tersebut langsung menyembuhkan luka tikaman ditubuh ayahnya.


"Aku tak menyangka, kalau kau sekuat ini. Kau bahkan mempunyai beberapa atribut langka." Puji ayahnya dengan kagum, hal itu hanya membuat Qin yan tersenyum menggeleng. Setelah berhasil memulihkan luka itu, ia pun berjalan kedepan.


"Sekarang lihatlah, bagaimana legenda dua tahun lalu membuat kekacauan." Senyum Qin yan, setelah perkataannya. Cincin kuning muncul dibelakang kepalanya. Cincin itu berputar kemudian bersinar. Energi mental langsung menyebar keberbagai sisi kota.

__ADS_1


"Sekarang mari kita kurangi dulu orang yang bertarung."


Didalam tubuh Qin yan, tubuh utama Beast kyubi dan kyuki akhirnya membuka mata. Kedua beast itu tidak tersegel lagi, dan sekarang mata mereka menyala dengan penuh niat membunuh.


__ADS_2