
Ketika Qin yan memasuki sektenya, suara dentingan palu berdengung dimana mana. Yah, karena kemungkinan akan terjadi perang, para pandai besi bekerja keras untuk menciptakan barang barang keperluan untuk bertempur. Di lapangan, prajurit yang berbaris dilengkapi armor senjata masing masing, kini berlatih dibawah tekanan gravitasi yang tinggi. Mengayunkan tombak, mengayunkan pedang, atau mengayunkan senjata berat lain.
Para penyihir yang sudah sedia, juga berlatih dilapangan kedua. Sementara para pasukan penyelinap juga sudah bersiap untuk beroprasi. Pasukan pemanah, diarahkan latihan kebugaran. Dan pasukan pertahanan diarahkan untuk saling bergulat. Dan masih ada lagi, pasukan yang menggunakan senjata rahasia kondolisasi buatan Qin yan sebagai serangan mematikan. Mereka berlatih diaula tersembunyi, karena kekuatan mereka nantinya akan sangat dibutuhkan.
Qin yan melewati mereka semua, kini pandangannya serius diikuti dengan Jin kei, Yao chen, Elfes dan Medusa dibelakang. Mereka berjalan keaula utama, disanalah mereka akan melakukan percakapan pribadi.
Sampai disana, Qin yan duduk dikursi, didepan sebuah meja yang panjang. Tempat dimana diskusi dilakukan.
Jika memang terjadi perang, maka rakyat akan menjadi korban. Jika mereka berperang ketempat yang sudah ditentukan, Qin yan mungkin akan bernapas lega. Tapi tidak ada yang tau apakah itu terjadi atau tidak, yang paling ditakutkan bisa saja musuh melakukan penyergapan tiba tiba. Hal itu tentunya membuat Qin yan sedikit gelisah, untuk saat ini ia belum mendapatkan informasi apapun dari prajurit bayangannya.
Sampai saat waktunya tiba, yang bisa ia lakukan saat ini adalah mempersiapkan diri.
Dari dalam sakunya, Qin yan pun mengeluarkan secarik kertas berisikan sebuah segel pola prasasti. Kertas itu ia perlihatkan kepada mereka.
"Kita akan memproduksi tiket secara massal. Dalam pernikahan Qian yu, setiap orang yang akan berkunjung harus diberi tiket ini. Baik dibayar atau tidak, setidaknya mereka harus menyentuhnya. Meskipun agak terdengar tak masuk akal, tapi ini adalah cara terbaik untuk menyelamatkan warga. Agar mereka tak terlibat jika terjadi sesuatu hal yang tidak dinginkan. Jin kei, Medusa, dan Yao chen akan membuat tiketnya. Sementara Elfes, kau akan bekerja dalam penempaan. Aku yakin, dengan keahlianmu dibidang pandai Besi, kau pasti bisa mengahsilkan senjata yang kuat. Dan aku, aku akan membuatnya pola pola lain yang berguna dalam pertarungan. Waktu yang kita punya hanya satu hari, sampai pernikahan Qian yu tiba. Kita sudah harus berada ditempat kejadian, bersiap sebaik mungkin agar tidak ketahui musuh."
Secepat kilat, setelah perkataan Qin yan selesai. Semua langsung mengambil pekerjaan masing masing tanpa membuang banyak waktu. Dalam waktu beberapa hari kedepan, mereka akan terus bekerja keras sesuai dengan alur rencana yang sudah ditetapkan. Meskipun waktunya sangat sempit, namun tidak ada dari mereka yang perduli akan hal itu. Yang penting berusaha dulu, setelah itu barulah mereka melihat hasilnya.
Para undangan yang diundang karena pernikahan Qian yu pun mulai berkunjung kekota pusat. Baik itu dari luar kota, maupun dari luar kerajaan. Raja kerajaan Dandun dan raja kerajaan Geritimo, dengan senang hati mereka menghadiri acara tersebut. Bersamaan dengan Qin yan yang bekerja keras untuk membuat persiapan, mereka juga melakukan perjalanan kekerajaan ini.
Berbicara tentang raja, beberapa pedagang terkenal dari pelosok negeri kerajaan ini juga ikut diundang. Mereka juga sedang dalam perjalanan menuju kota ini, pastinya pernikahan ini akan begitu meriah sesuai dengan apa yang mereka pikirkan. Namun tidak ada yang tau kalau pernikahan ini akan menjadi faktor terjadi badai besaran besaran yang kemungkinan akan menggulingkan seluruh isi kota pusat.
Beberapa tamu yang diundang memang senang hati menghadiri acara pernikahan tersebut. Namun ada juga beberapa tamu yang tak diundang datang diam diam, dan menyelinap kekerajaan. Mereka datang dengan persiapan mantap, mengawasi pernikahan tersebut dengan seksama. Dibawa perintah seorang raja dari kerajaan lain.
Istana kerajaan Kalise, Ruang pribadi permasuri raja.
Ratu Fan dega, istri raja Kalise. Tengah duduk didepan tempat tidur dimana pangeran Jue ji tengah terbaring koma. Raut wajahnya sedih melihat keadaan putra semata wayangnya bisa seperti ini.
"Sejak kepulangan Jue ji dari kerajaan Sunmoon, putraku jadi seperti ini. Jika bukan karena tetua abnormal yang mendeteksi kesalahan dalam diri anak ini, kemungkinan kami tidak akan tahu. Kalau putra kami sebenarnya sudah mati, namun dikendalikan seseorang." Memikirkan itu, tangan ratu tersebut jadi mengepal. Tubuh anaknya masih tetap utuh, namun roh didalamnya sudah tidak ada. Malah ditempati roh lain dan mereka bahkan belum bisa mengeluarkannya.
Seorang kakek tua dibelakangnya tiba tiba muncul dari balik kegelapan, mendekati sang ratu.
"Aku juga merasakan hal yang sama pada raja. Tapi aku belum mendapatkan bukti yang nyata. Ketika kuperiksa, dia baik baik saja. Namun keanehan dari gerak geriknya, sudah terlihat jelas kalau dia bukanlah raja. Dia adalah penyamar yang melakukan drama dan akting dikerajaan ini." Pikir orang itu tersebut sambil mengelus janggutnya.
"Aku mengerti kek, biar pun begitu kita harus menunggu waktu yang tepat untuk mengurusnya. Aku hanya ingin membalas kematian putraku." Berkata ratu dengan tenang, namun raut wajahnya menunjukan kemarahan dan dendam.
Seorang pria bertopeng juga muncul dibelakang ratu. Pria misterius itu berlutut satu kaki dihadapan ratu.
"Pergilah menyelinap kekerajaan Sunmoon. Kudengar mereka sedang merayakan pernikahan pengeran Qian yu, aku ingin kau membunuh anak itu dan membawakan kepalanya padaku."
"Baik." Pria bertopeng tersebut mengangguk, lalu menghilang menjadi debu. Meninggalkan ratu sendiri dan seorang kakek tua dibelakangmya.
"Ratu, apakah anda yakin membiarkan raja tetap berkeliaran begitu saja? Kalau dia mata mata maka bisa saja itu berbahaya." Tanya pria tua itu dengan alis berkerut.
"Tidak perlu khawatir kakek, aku tidak akan membiarkannya mengirim berita yang ia punya kepada tuannya." Senyum ratu itu. Namun pak tua dibelakangnya tetap menggeleng.
"Bukan begitu ratu, sejauh pengawasanku saat ini. Aku tidak pernah melihat raja bertingkah mencurigakan, ia hanya diam dan bersikap selayaknya raja. Dia pasti mempunyai cara khusus untuk mengirimkan pesan dimana kita tidak mengetahui hal itu."
Mendengar itu, alis ratu pun berkerut. Ia kemudian berpikir sejenak. Memang, selama ini raja tidak pernah menunjukan tanda tanda mencurigakan. Namun banyak sekali sikap aneh yang ia tunjukan. Dan itu cukup baginya untuk menuduh raja sebagai orang asing. Namun ia tidak punya bukti saat ini, dan yang paling penting. Raja itu tidak pernah melakukan percapakan dengan anggota keluarganya semenjak ia pulang dari kerajaan Sunmoon. Tapi sebaliknya, ia selalu rajin dalam melakukan diskusi kepada tetua atau dewan dewan lainnya.
"Jadi, dimana yang mulia saat ini?" Tanya ratu. Kali ini ia memang harus bertindak.
__ADS_1
"Saat ini yang mulia sedang keluar, katanya ada sesuatu yang harus ia lakukan." Mendengar jawaban kakek tua dibelakangnya, mata ratu itu langsung membesar.
"Apa dia membawa pengawal?" Tanyanya lagi.
"Ya, ratu. Prajurit kepercayaan kita mengikutinya kemanapun ia pergi. Jangan khawatir, ia sudah mencapai tingkat raja. Tidak mudah baginya untuk mati ditangan yang mulia. Dia akan memata matai sang raja."
Ratu pun menghela napas lega ketika mendengarnya. Ia pun menyuruh kakek itu untuk keluar, agar ia kembali tenang. Setelah itu, barulah suasana kembali hening.
"Jue ji, jangan khawatir. Ibumu ini akan membalaskan dendammu. Ibu akan membawakan kepala anak itu padamu." Sang ratu kemudian mengelus rambut Jue ji, mencium keningnya lalu keluar dari kamar. Meninggalkan Jue ji sendiri.
Dari sana, Jue ji yang diam terbaring diatas tempat tidur. Tiba tiba tersenyum tipis. Asap hitam keluar dari pori pori kulitnya.
'Kau sudah ketahuan.'
Perkataan tersebut didengar oleh sang raja Kalise yang tengah berdri didepan pintu ruangan master sekte Racun. Ia tiba tiba tertegun, disaat ia mendengar telepati itu.
'Siapa yang sudah menyadariku?' Tanyanya balik.
'Ratu.' Mendengar itu, ekspresi raja Kalise tetap tenang. Selama ini ia memang sudah menyadari kalau ratu memang mencurigainya. Namun ia tetap berpura pura tentang tindakan tersebut.
'Jadi, apa yang mereka lakukan?'
'Mereka akan menangkapmu jika kau sudah kembali.'
Perkataan itu, membuat raja Kalise tersenyum tipis.
'**Baiklah, aku mengerti. Tuan mengatakan padaku untuk memeriksa tindakan sekte racun. Tapi mungkin setelah ini, kita tidak punya cara lain untuk bertindak. Kita akan kembali pada tuan segera.'
'Ya. Disini, ratu mengirim seorang pembunuh untuk membunuh tuan. Aku akan memberitahukan ini padanya. Kuharap kau disitu melakukan apa yang kita rencanakan. Setelah itu, biarkan kita menghancurkan istana ini**.'
"Hm..." Itulah jawabannya, kemudian ia pun membuka pintu lalu masuk didalamnya.
"Master." Pertama tama ia memberi hormat pada pria tua berambut hijau didepannya.
Han genyu, pria tua yang pernah berhadapan dengan Qin yan sebelumnya. Penampilan kakek tua itu tidak berubah, namun ambisinya semakin meninggi saja.
"Jadi kenapa kau menemuiku?" Tanyanya dengan angkuh.
"Master, kudengar pernikahan Qian yu akan segera dilaksanakan. Jadi...." Sebelum raja Kalise menyelesaikan perkataanya, Han genyu sudah mencekik lehernya duluan. Membuat raja Kalise sesak napas dengan keringat bercucuran diwajahnya. Serta tetesan darah keluar dari bibirnya dan akhirnya juga jatuh kelantai.
"Kau tidak perlu memberitahuku, aku sudah tahu sebelum kau mengetahuinya." Perkataan Han genyu, membuat raja Kalise mengagguk dengan penuh ketakutan. Cukup lama juga ia dicekik seperti itu, sampai akhirnya ia dilepaskan.
"Jadi, apa rencanamu?" Tanya Han genyu padanya.
"Master, aku sudah mengirim seluruh pasukanku untuk menyelinap ke kerajaan Sunmoon." Berkata raja Kalise dengan pelan.
"Hah! Seluruh pasukanmu?" Han genyu agak kaget mendengar itu. Tapi raja Kalise hanya mengangguk.
"Ya. Master. Aku pikir, ini adalah kesempatan bagus untuk menghancurkan kerajaan kecil itu."
Untuk beberapa saat, Han genyu berpikir sejenak. Berpikir tentang rencana tersebut, jika seluruh pasukan dikerahkan maka ini adalah kekuatan terakhir yang diberikan kerajaan Kalise. Pertanyaannya, apakah itu berhasil atau tidak. Karna sejauh yang ia tahu, selama ini ia sudah mengirimkan banyak mata mata kekerajaan tersebut. Namun mereka menghilang tanpa kabar. Baru saat ia mengirim mata mata yang menyamar menjadi pedagang dan melewati jalan umum. Barulah mereka berhasil.
__ADS_1
Namun ia hanya mendapat kabarnya saja ketika sampai kesana, setelah itu ia tidak mengirimkan apa apa lagi. Jadi kata menyelinap itu sebenarnya adalah ide yang buruk. Menyimpang dari jalan masuk kerajaan Sumoon sebenarnya sama saja menggali kuburan.
"Baiklah silahkan keluar." Han genyu pun mengusir raja Kalise setelah ditanya seperti itu. Tentunya hal itu membuat raja Kalise jadi kesal.
"Ta-tapi..." Raja Kalise sebenarnya tak ingin keluar, namun dibelakang Han genyu. Terdapat seseorang lagi yang berdiri menatapnya dengan dingin.
"Dou wei, cepat bawa dia keluar." Berkata Han genyu dengan tatapan dingin. Kemudian ia pun ditendang keluar.
Setelah raja Kalise keluar, pria itu menutup pintu. Lalu berdiri menunduk kepada masternya.
"Sudah berapa orang penyelinap yang kita kirim kekerajaan kecil itu." Tanya Han genyu.
"Selama ini, jika dihitung semuanya ada 25 orang. Namun mereka semua tidak mempunyai kabar apapun. Hanya orang yang kita kirim sepuluh tahun yang lalu yang masih hidup. Dia baru baru ini mengirim informasi, katanya ada sebuah sekte yang berdiri disana. Lalu pembentukan akademi, dan kembaran pangeran Qian yu yang mendirikan sekte tersebut."
Mendengar itu, mata Han genyu langsung terbelalak. Tangannya gemetar.
"Ka-kau bilang... Sekte...?" Ucapnya dengan gagab. Sementara muridnya hanya mengangguk.
"Ya. Master."
Keringat langsung bercucuran diwajahnya, pakaiannya basah oleh katakutan bercampur kekhawatiran. Sosok itu, sosok waktu itu, masih teringat jelas dikepalanya. Dan sekarang sosok itu sudah menampakan diri. Setelah dua tahun ini, sekian lama ia berusaha mencari keberadaan anak itu. Rupanya ia bersembunyi dikerajaan yang kecil tersebut.
"Cepat kumpulkan para tetua, hari kita akan membahas pernikahan pangeran Sunmoon." Suruh pria tua itu kepada muridnya.
Rupanya percakapan tadi, tidak lepas dari pendengaran raja Kalise. Tanpa disadari siapapun, raja Kalise sebenarnya sudah menyuntikan sedikit cairan hitamnya kedalam bayangan pria tua itu. Pada saat dia dicekik saat itu. Sehingga dia dengan leluasa mendengar semua percakapan tersebut.
'Kau luar biasa Han genyu, kau memang mempunyai mata mata dikerajaan Sunmoon yang memata matai tuan. Tapi aku disini juga sedang memata mataimu.' Senyum raja Kalise dengan lebar, tatapannya tiba tiba melihat kearah pria tua yang tengah melewatinya. Senyumnya jadi membeku, pria tua itu adalah penasehat sekte ini.
"Ohok ohok." Dengan cepat raja Kalise memegangi dadanya, keseimbangannya jadi goyah dan ahirnya terjatuh. Namun untungnya ia bisa berdiri karena berpegangan pada pria tua itu.
"Yang mulia!" Teriak pengawalnya disamping dengan panik. Ia pun membantu raja Kalise beerdiri tegak.
Dalam batuknya itu, darah keluar dari mulut sang raja Kalise. Kemudian ia sengaja berbatuk sampai darahnya tampias ke diri pak tua itu.
"Yang mulia! Yang mulia!!" Pengawalnya pun mengeluarkan botol exlicir, dan dengan cepat, raja Kalise mengambil botol itu lalu meminum cairan obat didalamnya.
'Aneh, yang mulia tidak pernah meminum obatku selama ini. Tapi kenapa ini....?' Mungkin karena penyakit raja Kalise kambuh lagi, ia sampai tanpa pikir panjang meminum oba itu. Tanpa memikirkan kalau dalam obat tersebut adalah racun yang akan membuatnya tak berdaya. Memikirkan itu, membuat pengawal tersebut jadi tersenyum tipis.
'Hehehe... 30 menit kemudian, anda pasti akan pingsan. Dan tugasku kepada ratu akan selesai.' Tatap pengawal itu dengan senang melihat raja Kalise menyeka darah disudur bibirnya.
Tapi ia tidak tau, kalau saat ini raja Kalise juga tengah senang didalam hatinya. Darah yang terciprat kekakek itu perlahan menghilang menjadi asap. Raja Kalise hanya tersenyum meminta maaf melihat kakek tua itu yang tak senang atas tindakannya.
"Dasar kotor!!" Pria tua itu menendang raja Kalise kedinding, hingga ia meringis kesakitan. Namun setelah menendangnya, pria itu itu pergi begitu saja dengan wajah muram.
Raja Kalise berdiri dibantu pengawalnya. Diam diam ia menoleh kebelakang, menatap pria tua itu dengan senyuman sinis. Akhirnya setelah ini, ia mempunyai tubuh lain sebagai inang selanjutnya.
'Apa yang kalian ketahui, tuanku lebih mengetahui. Oleh karena itu, jangan pernah mempermainkan tuanku. Kalau tidak mau tuanku mempermainkan kalian.'
...........
Perbatasan kerajaan Sunmoon bagian selatan.
__ADS_1
"Ooh, jadi ini yang namanya kerajaan Sunmoon?" Berkata seorang pria tampan berambut pirang panjang, memandangi jalan masuk kerajaan tersebut.
"Qin yan, aku datang." Ia pun berjalan masuk kejalan tersebut.