
Qin Yan dan Zue er juga terkejut melihat itu.
'Sepuluh beast tingkat Saint? Ini cukup gila jika hanya untuk satu bendera.' Kening Qin Yan berkerut. Para kingkong itu mengamuk dengan buasnya. Menyerang Qiao Zimbe.
Pria itu, dalam keadaan penuh luka. Jangankan menyerang, berdiam diri saja ia tak mau. Siapa juga yang mau mati disini.
Mayat Wang Yan yang ada ditanah perlahan menghilang. Dan Qin Yan memperhatikan itu secara detail. Mayatnya tidak membusuk, tubuh Wang Yan menghilang seperti layaknya beast kingkong yang habis terbunuh tadi.
'Begitu yah, kemungkinan peserta yang mati disini tidak benar benar mati didunia nyata.'
Setelah, Qiao Zimbe pergi melarikan diri sejauh mungkin, para beast lalu menatap Qin Yan dan Zue er.
Zue er tersentak dengan tatapan mereka, tapi tidak dengan Qin Yan yang tetap tenang. Gadis itu hendak mundur dengan kakinya gemetar. Namun, melihat Qin Yan yang masih berdiri tenang, ia pun ragu. Dia pun menggigit bibir bawahnya dengan gugub. Tidak jadi melarikan diri.
"GROAAAAAARRR!!!" Dua kingkong melompat dan menerjang kearah Qin Yan.
"BOOOM" Tempat dimana mereka mendarat membuat tanah menjadi hancur. Untungnya Qin Yan dan Zue er sudah berpindah tempat.
"Graaaarrr!" Kedua Beast kembali mengaum sambil memukul dada mereka sendiri. Auman mereka begitu keras dan dashyat hingga mampu menciptakan badai angin, menyapu seluruh pepohonan.
Qin Yan mengeluarkan salah satu senjata roh miliknya. Pedang cahaya, pedang yang ukurannya cukup besar dan berat. Qin Yan gunakan itu untuk bertahan dari auman kingkong tersebut. Sementara Zue er membentuk sebuah penghalang.
'Dia datang!' Tatapan Qin Yan menjadi serius saat salah satu beast menuju kearahnya.
Tinju Kingkong terangkat dan langsung menghantam Qin Yan.
"BOOM" Terlihat debu mengepul akibat tanah yang hancur. Semua yang disana berpikir, kalau Qin Yan sudah remuk akibat tinju itu. Namun tidak disangka, dari arah dimana tinju Kingkong yang masih tertanam ditanah. Qin Yan melesat cepat melewati tangan kingkong tersebut.
Saking cepatnya, bahkan kingkong itu tak sempat bereaksi. Qin Yan bagaikan kilat cahaya yang melesat, dalam seperkian detik, Qin Yan sudah sampai ke leher beast tersebut. Pedangnya terangkat, sekilas seberkas cahaya mengkilap dari pedang itu.
"Slash"
Zue er langsung terperangah. Kingkong dibelakang jadi tertegun. Ketika mereka melihat kepala sang teman mereka terputus dari badannya.
Ternyata, meskipun tak memakai kekuatan apapun. Tubuh Qin Yan sudah kuat melebihi tingkat Saint.
Tidak sampai disitu, Qin Yan melompat lalu menuju yang satunya lagi.
"Gggrrrrr!" Kali ini, beast yang satu ini tidak seceroboh yang tadi. Ia mundur selangkah, dan memperkuat tubuhnya. Lalu menangkis tebasan Qin Yan.
"Bum"
Bentrokan dua kekuatan saling beradu. Beast tersebut mundur kebelakang. Tapi tidak dengan Qin Yan, ia mendarat dan kembali melompat lalu menyerang lagi.
beast yang sudah berbentrokan dengan Qin Yan. Rasa takut menyelimutinya, ketika ia mendeteksi kekuatan Qin Yan yang sebenarnya sangat mengerikan.
"Graaaarrr!!" Seluruh tubuh beast diliputi api merah. Karena tau lawannya kuat. Mereka langsung memasuki mode berserk. Apalagi mereka semua sangat kompak. Ketika menyadari ketakutan teman mereka, semuanya langsung memasuki mode maksimal. Kesadaran mereka berkurang, tapi kekuatan meningkat pesat. Sepuluh beast tingkat Saint yang kekuatannya meningkat sampai mencapai tingkat Sage. Bahkan tingkat Sage akhir mungkin akan sedikit kewalahan.
Dan mereka tahu siapa yang harus mereka bunuh. mereka langsung menyerang Qin Yan bersama sama.
Qin Yan tetap berdiri tenang. Klon pun tercipta, ada sekitar ratusan. Mereka semua memenuhi hutan.
'Ini....!' Zue er kembali terperangah menyaksikan semua itu. seratus klon Qin Yan tersebut, langsung menyerbu kawanan Kingkong. Keduanya saling bertarung. Yang paling penting, bukan hanya pertarungan fisik dan jarak dekat. Bahkan serangan jarak jauh pun juga dikeluarkan. Api dan petir, hanya dua elemen ini. Semua beast berhasil dikalahkan.
Setelah pertarungan yang mencengangkan.
Qin Yan berdiri didepan goa yang sudah hancur. Beast yang tersisa dan masih hidup hendak menyerang Qin Yan. Namun Zue er tiba tiba muncul dan membunuh beast itu.
Qin Yan yang hendak mengangkat pedang, tidak menyangka gadis itu akan membantunya setelah sekian lama dia berdiam diri dibelakang sana. Entah mungkin untuk mendapatkan sebagian bendera atau mendapatkan perhatiannya. Tapi Qin Yan tidak terlalu memperhatikan itu. Dikehidupan ini, mereka yang pernah mengenal Qin Yan tidak akan mengingat apapun memori dari kehidupan sebelumnya. Meskipun Zue Er adalah Istri Qin Yan dimasa lalu. Tidak menutup kemungkinan dikehidupan ini ia tidak akan jatuh cinta lagi pada Qin Yan.
Jika itu terjadi, yang perlu Qin Yan lakukan adalah membuatnya kembali jatuh cinta padanya. Namun, kehidupan yang terulang tentu bisa merubah masa depan. Jika dia bertindak gegabah, kemungkinan Zue er tidak akan tertarik padanya. Bahkan gadis itu mungkin akan membencinya. Mengingat karakternya yang sudah Qin Yan ketahui dimasa lalu.
__ADS_1
Ia pun hanya menatap gadis itu tanpa ekspresi karena termenung.
Zue er yang ditatap, hanya berbalik angkuh. Memperbaiki rambutnya dengan tatapan sombong kearah Qin Yan.
Qin Yan pun menghela napas melihat tingkahnya. Ia kemudian menemukan lima bendera didalam goa. Ia mengambil bendera itu. Dua bendera ia lempar kearah Zue er.
Gadis itu terdiam sejenak. Setelah Qin Yan beranjak pergi, barulah ia tersadar.
"Hei, kenapa kau memberiku dua?" Tanyanya dengan bingung.
"Memangnya kenapa?" Tanya Qin Yan lagi.
"Maksudku, kaulah yang mengalahkan semua beast ini. Dua terlalu banyak bagiku."
"Bukankah kau membantuku?" Qin Yan berbalik tanya.
"Tapi..."
"Ambilah saja." Qin Yan pun tersenyum padanya. Tapi Zue er hanya mendengus kesal.
"Kau pikir aku akan tertarik padamu setelah kau melakukan ini?" Tanyanya dengan dingin.
Qin Yan jadi terdiam sejenak, ia pun menggelengkan kepalanya dengan pelan.
"Aku tidak berpikir untuk menarik perhatianmu. Aku memberikannya karena kau telah mengumpulkan keberanian untuk tidak lari dari beast itu."
Zue er terdiam. Qin Yan pun pergi dari tempat itu.
Me Ling yang diam diam memperhatikan mereka, tidak berani berbuat apa apa. Setelah menyaksikan kekuatan mengerikan Qin Yan, ia jadi tak berani mencari masalah.
"Tuk" Tiba tiba sebuah bendera tertancap didekatnya . Ia tercengang, tidak disangka Qin Yan malah melemparinya satu bendera.
Dia pun menatap Qin Yan dengan tak percaya, yang pergi tanpa menoleh sedikit pun padanya. Dalam benaknya berpikir, apakah dia memang orang yang dermawan atau otaknya terlalu bodoh hanya untuk menarik perhatian gadis cantik.
Ketika ia berbalik dan hendak pergi. Dia menemukan Qiao Zimbe berada dibelakangnya. Sedang tersenyum padanya. Tatapannya terlihat jelas mengisyaratkan keserakahan dan kekejaman.
"Berikan padaku." Ketika ia hendak meraih bendera itu. Me Ling melakukan perlawanan. Terjadilah sebuah pertarungan yang cukup instens.
"BOOOM" Pertarungan yang cukup menarik perhatian Zue er didekat sana.
*******
ditempat lain.
"Huff... huff.. huff..."
Terlihat Jung Kyun, Ning er, De muer dan Huyan Wu yang terlihat terluka parah. Berbeda dengan Qin Yan yang terlantar sendiri. Mereka justru terlantar dalam tempat yang berdekatan. Hingga mereka berempat tentu saling bertemu.
Sama seperti yang lain, mereka menemukan beast yang menyembunyikan bendera. Seekor phyton merah raksasa yang sangat kuat. meskipun begitu. mereka berempat berhasil mengalahkannya setelah berupaya semaksimal mungkin. Namun, kemalangan menghampiri mereka.
Salah satu peserta dari kerajaan Great Blaze mendatangi mereka. Disaat kondisi tubuh mereka sangat lelah dan penuh luka. Peserta tersebut datang dengan santainya, seperti telah menunggu kesempatan itu.
"Hm...? Lumayanlah. Kerajaan Sunmoon benar benar menakjubkan. Bahkan beast tingkah Saint bisa kalian kalahkan." Seorang gadis berperawakan seksi mendatangi mereka. Rambutnya pirang kemerahan, bibirnya yang menggoda menarik perhatian para pria. Dan ia tersenyum pada Jung Kyun sambil mengedipkan matanya yang indah.
Namun, kedatangannya ini jelas membuat mereka tak senang. Tentu saja mereka curiga disaat ada orang yang tak terduga datang disaat saat terakhir.
"Apa maumu sebenarnya?" Huyan Wu berkata dengan dingin. Tapi gadis seksi itu hanya tersenyum tipis.
"Kalian curiga sekali. Padahal aku datang kesini untuk melihat lihat. Eh, tidak disangka malah menemukan kalian. Hehehe... Menarik juga."
"Ka-kau....!!" Huyan Wu mendengus marah, ia hendak maju namun ditahan oleh Ning er.
__ADS_1
"Jung Kyun, cepat ambil benderanya." Ucap Ning er dengan tenang. Jung Kyun juga tidak menolaknya. Ia menuju ke lembah dan masuk kedalamnya.
Sementara mata gadis itu melirik kemana perginya Jung Kyun. Ia pun tersenyum tipis. Huyan Wu yang memperhatikan itu, menjadi semakin marah. Tapi ia tetap bersikap tenang.
"Kau pergilah, ini bagian kami. Kami yang menemukannya, kami juga mengalahkannya. Sudah sepantasnya bendera disini milik kami."
"Hahaha...." Gadis itu menanggapi perkataan Huyan Wu dengan tawanya yang menggoda.
"Punya kalian? Milik kalian?" Dia pun menggelengkan kepala, seolah berhadapan dengan beberapa badut.
"Aduh, kalian tidak mengerti perkataan Zhou weiqing saat berada diluar yah. Bendera ini, siapa yang terkuat. Dialah yang pantas mendapatkannya. Bebas dengan cara apapun." Setelah mengatakan itu, aura jahat keluar dari dalam tubuhnya. Percikan api ungu yang gelap keluar dari tangannya.
"Awas!" Ning er langsung bertindak saat melihat gadis itu mulai menyerang. Dia mengaktifkan pelindung, dan refleks melindungi Huyan Wu.
"BOOOM" Ledakan terjadi. Setelah asap mulai menghilang. Huyan Wu yang berada tepat dibelakang. Tiba tiba melihat tubuh Ning er yang sudah tak bernyawa tergeletak didepannya.
"Hah!" Wajah gadis itu langsung pucat, dia pun mundur tanpa sadar.
"De muer, pergilah!. Cari ketua Qin Yan. Aku akan menahannya disini." Huyan Wu berbalik pada De muer dibelakang.
De muer yang juga ketakutan melihat mayat Ning er, tertegun dengan kalimat Huyan Wu. Ketika ia hendak bertanya kenapa. Dia melihat sesosok siulet muncul dibelakang Huyan Wu.
"Awas!" Teriak gadis itu. Namun sudah terlambat.
"Memangnya kau akan bertahan berapa lama?" Gadis itu tersenyum dengan tangannya yang sudah memegang sebuah senjata tajam.
"Slash"
Mata De muer terbelalak. Ia terjatuh dengan lemas ketika menyaksikan kepala Huyan Wu tertebas didepan matanya sendiri.
"Hehehe...." Gadis dari kerajaan Great Blaze mendekati De muer dengan tawanya yang menakutkan. Pisau tajamnya hendak menebas wajah De muer. Namun tiba tiba gadis itu terhenti.
"Pergilah De muer! Cepat lari!" Jung Kyun tiba tiba menghentikannya dengan bayangan miliknya.
Tapi justru itu membuat De muer semakin terkejut.
"Kenapa kau datang kesini. Cepat lari!" Teriaknya dengan penuh ketakutan. Wajar baginya takut pada kematian.
"Apa?" Jung Kyun kebingungan untuk sesaat. Ia memandangi gadis itu dengan heran.
"Wah wah, ternyata ada drama romantis disini yah." Gadis yang dikekang Jung Kyun tersenyum tipis. Namun setelah itu, ia tiba tiba menghilang dan muncul didepan Jung Kyun.
"Apa!" Jung Kyun tercengang. Tanpa sadar menggunakan tangannya untuk menangkis.
"Slash" Tapi ternyata tangannya malah tertebas.
"Aaaaaaaahhhh.....!!!" Jung Kyun berteriak kesakitan saat kedua tangannya putus. Ia menatap gadis itu dengan penuh ketakutan. Sebelum akhirnya ia ditikam tepat di jantung.
Setelah Jung Kyun terjatuh. Gadis itu pun mengambil bendera yang berjumlah lima disaku baju Jung Kyun. Kemudian tatapannya terarah pada De muer dengan senyuman psikopat.
De muer yang sudah melemas tak bisa lagi bergerak.
"Ja-jangan bunuh aku." Ia memegangi kepalanya dengan penuh ketakutan . Namun meminta belas kasihan tidak membuat gadis itu merasa iba. Justru itu semakin membuatnya bergairah. Pada akhirnya, De muer mati dengan cara berbeda dari yang lain. Ia disiksa perlahan, namun sangat menyakitkan. Gadis itu merobek perut de muer dan mengeluarkan ususnya sedikit demi sedikit. Butuh setengah jam untuk De muer kehilangan nyawanya. Dan setengah jam itu, ia merasakan sakit luar biasa dari gairah psikopat gadis itu.
Disaat bersamaan. Lin Fin dan Weisi.
Keduanya bertemu secara tidak sengaja karena seekor beast. Kelompok mereka sekitar 7 orang. Dan mereka sekarang berhasil melumpuhkan beast tersebut. Hanya saja, ada sesuatu menganggu. Peserta dari kerajaan Great Blaze menghianati mereka. Dan setelah melewati pertarungan panjang antar peserta. Kemenangan berada dipihak Weisi dan Lin fin.
Hanya saja, ada yang membuat mereka tidak percaya. Satu orang dari kerajaan Great Blaze ini, hampir bisa mengalahkan gabungan Lin Fin dan Weisi. Tentu bukan hanya mereka berdua, ada gabungan dari peserta lain. Anehnya, untuk mengalahkan satu orang ini. Weisi dan Lin Fin bahkan merasa kesusahan.
Ini dikarenakan, peserta dari kerajaan Great Blaze ini sangat gila. Bahkan ketika ia terkena serangan fatal, dia masih bisa berdiri. Meskipun tubuhnya penuh luka, dan seharusnya tidak bisa bergerak menurut akal sehat. Dia tetap saja menyerang dengan gilanya. Seakan akan peserta itu tidak merasakan sakit. Dia layaknya boneka yang dikendalikan. Tidak perduli luka ditubuhnya. Dia bisa terus bertarung sampai tujuannya tercapai. Meskipun pada akhirnya, dia mati ditangan Weisi.
__ADS_1
"Kerajaan Great Blaze ini...." Weisi bergumam sambil berpikir keras.
Dalam turnamen tahun ini, kerajaan Great Blaze adalah kerajaan paling berbahaya.