
'Aku harus berhati hati mulai sekarang.'
Disaat bersamaan, Qin Yan menyeka keringat didahinya.
Pertarungan akhirnya berlalu, Lin Fin dan De muer akhirnya memenangkan pertarungan. Meskipun mereka juga mendapatkan beberapa luka, namun itu sama sekali tidak mempengaruhi anak itu. Karena faktanya, Lin Fin berhasil menyembunyikan kekuatan aslinya bahkan saat melawan musuh kuat seperti Cu he.
Selesai wasit mengumumkan pertandingan berakhir, kini Qin Yan kembali ketempat penginapan bersama teman temannya. Saat itulah ia merasa ada seseorang yang mengikutinya dari belakang. Berapa kali pun ia menggunakan kekuatannya untuk mendeteksi sosok itu, tetap saja ia tidak mampu melakukannya. Qin Yan makin mempercepat langkahnya. Untungnya, Yao Chen datang mendekati mereka. Membuat sosok yang mengawasi Qin Yan kini menghilang.
Faktanya bukan hanya Qin Yan yang merasakannya. Namun kyubi yang tinggal didalam tubuh anak itu juga ikut merasakannya. Oleh karena itu, ia buru buru mendekati Qin Yan agar sosok itu bisa pergi karena ada sosok kuat disamping orang yang ia buntuti.
Hari mulai malam, Qin Yan dengan langkah cepat menuju kepenginapannya. Meskipun tidak ada yang mengikutinya lagi, namun sebenarnya. Jauh dari belakang mereka, sesosok berasap tetap mengamatinya. Namun ia tidak berani mendekat seolah ada pembatas yang sudah ditetapkan.
Sosok tersebut terus mengamati Qin Yan, namun disaat bersamaan juga ia memperhatikan Yao Chen.
"Tidak kusangka, ada manusia kuat juga disini. Ditambah anak itu, dia terlihat berbeda dengan manusia lainnya."
Setelah itu, sosok tersebut menghilang. Menghentikannya aktivitasnya.
Diruang tamu penginapan.
Lin Fin dan teman temannya yang lain melihat Qin Yan yang penuh keseriusan. Maka mereka tidak tahan untuk bertanya.
"Sebenarnya, ada apa Qin Yan?" Tanya Lin Fin dengan khawatir.
Tanpa menjawab mereka, Qin Yan mengeluarkan sebuah cermin. Didalamnya bersisi jiwa Huo lan. Qin Yan memperlihatkan cermin itu pada mereka semua.
"Jentikan darah kalian disini. kurasa aku mungkin tak bisa melindungi kalian dari sosok itu."
Meskipun mereka makin bingung dengan permintaan Qin Yan. Namun tidak ada yang berani bertanya, melihat seberapa serius dan khawatirnya anak itu. Membuat mereka juga ikut khawatir. Tanpa ragu, mereka menjentikan darah mereka satu persatu kedalam cermin tersebut.
Sekarang, Qin Yan memegang darah mereka. Jika memungkinkan mereka berada dalam bahaya dan tak bisa ditolong lagi. Qin Yan mungkin akan mendapatkan kesempatan untuk menghidupkan mereka kembali.
Sekarang, yang perlu Qin yan lakukan yaitu mencari Zhou weiqing.
Malam harinya....
Qin Yan memakai kain menutupi seluruh tubuhnya memasuki mansion milik Weiqing. Setelah memberitahukan kedatangannya pada para pengawal, tidak lama kemudian Weiqing datang dan mereka berbicara dihalaman belakang rumahnya.
"Apa yang membuatmu bergerak secara sembunyi sembunyi? Apa ada yang sedang menargetkanmu?" Tanya Weiqing serius saat melihat kedatangan Qin Yan dengan penampilan seperti itu.
"Ya, sepertinya kau sudah tau itu. Kuharap kau mengerti apa yang kulakukan. Aku datang kesini untuk menyerahkan ini." Qin Yan kemudian mengeluarkan beberapa benda dari cincin penyimpanannya. Benda itu adalah salinan kitab pilar roh pemusnah iblis dan artefak immortal kombat armor.
"Apa ini?" Tanya Weiqing dengan bingung, pasalnya ia tidak pernah melihat benda seperti ini.
"Ini artefak suci kelas tiga. Kau harus menyerahkan ini pada master lain. Masing masing ada enam, untuk berjaga pakailah saja benda ini. Dan ini, kitab Pilar roh pembunuh iblis. Aku ingin kau membuat ini diam diam, setidaknya untuk berjaga jaga."
"Baiklah, tugasku telah selesai. Kuharap kau dapat dipercaya Weiqing. Dan juga, mungkin para master akan curiga jika kau memberi benda itu cuma cuma. Silahkan jika ingin menjual benda itu. apapun itu, jika mereka ingin selamat, maka kusarankan untuk memakai artefak itu."
Qin Yan segera berlalu setelah melakukan tugasnya. Bukan karena apa, ia sama sekali tak mempunyai waktu untuk berlama lama dikediaman orang itu. Sekarang, teman temannya pasti sedang menunggunya.
Dibawah pulau permata suci yang terapung.
Malam hari, di pertengahan kota surga. Disebuah tempat yang sangat ramai. Sorak sorak dan tepuk tangan para penonton memenuhi seluruh stadion. Kali ini, bukan stadion di Land of heaven pulau terapung. Melainkan stadion kompetisi pertarungan bawah tanah. Tempatnya agak tersembunyi, namun meski begitu banyak orang yang mendatanginya.
DI tengah tengah mereka, terdapat sebuah arena yang tingginya sekitar dua kaki dan cukup lebar untuk menampung beberapa orang. Diarena tersebut, terdapat dua orang yang tengah berhadapan. Masing masing memasang ancang ancang siaga dan siap bertarung.
"Pertandingan selanjutnya!! Sang pembunuh melawan raja kematian!!!"
"WOAAAAAAAHH!!!!" Sorak sorak para penonton berteriak dengan semangat. Seorang pria yang mengendarai alat terbang melayang kesana sini membawa pengeras suara. Lampu kelap kelip menambah suasana pertarungan. Setelah aba aba dari pria tersebut, kedua pihak tersebut saling bertarung.
Area atas, lantai khusus untuk para penonton. Lin Fin dan teman teman lain tengah menonton dari atas sana. Mereka semua memakai topeng agar menyembunyikan identitas mereka.
Disini, berbeda dengan turnamen antar kerajaan diatas pulau terapung. dalam kompetisi ini, siapapun diijinkan untuk mendaftar karena kompetisi ini bebas untuk kalangan umur. Mulai dari anak 17 tahunan sampai orang tua berumur 40 tahun. Semuanya diijinkan untuk berkompetisi.
Kompetisi ini biasanya diadakan setiap tahun sekali, namun tahun ini sangat ramai karena berpaspasan dengan turnamen antar para pemuda. Maka dari itu, bukan hanya pada pendekar atau prajurit militer yang mengikuti kompetisi ini. Namun, para pemuda yang juga berasal kerajaan berbeda datang menguji kemampuan masing masing ditempat ini.
Qin Yan tiba ditempat itu, ia mendaftarkan diri kepada pihak yang bertugas. Qin Yan diberi nomor tanda dengan nama samaran, Sang legenda. Tentu saja ia tidak memakai nama asli, ditambah lagi ketika ia memasuki tempat ini. Wajahnya sudah tertutupi topeng.
Saat ia memasuki area utama, dia agak kagum dengan pemandangan yang ia lihat. Ternyata ditempat ini benar benar sangat ramai.
Ketika ia melihat rombongan Lin Fin, dengan cepat ia mendekati mereka.
"Kau terlambat lagi." Marah Tang Liu dengan kedua tangan diatas pinggang. Ia menatap Qin Yan dengan tatapan tak senang.
"Jangan bilang kau pergi berkencan dengan gadis lagi."
__ADS_1
Mendengar itu, Qin yan hanya tersenyum kecut. Kenapa gadis ini selalu mencurigainya dan kenapa ia selalu merasa diatur oleh gadis ini.
"Tang Liu, sudahlah. Kalian akan segera bertarung kali ini. Persiapkan diri kalian." Lu Xian yang juga memakai topeng menenangkan gadis itu. Kemudian ia tersenyum pada Qin Yan.
"Kami semua sudah mendaftarkan diri masing masing. Kami akan bertarung secara berpasangan." Lu Xian menarik Huyan Wu disampingnya. Namun ia juga tidak enak melihat Qin Yan yang hanya sendiri dan tidak memiliki pasangan.
Melihat kecanggungan itu, Qin Yan hanya tersenyum.
"Ternyata kalian sudah berpasang pasangan. Yah, sepertinya sisa aku sendiri."
"Tapi... jika anda mau, anda bisa memilih diantara kami sebagai teman bertarungmu." Senyum Lu Xian.
Qin Yan menggelengkan kepala.
"Tidak perlu, bertarung sendiri kurasa sudah cukup."
Qin Yan menjawab pelan, ia kemudian melirik kearah pertarungan. Beberapa waktu kemudian, pertarungan tersebut selesai diakhiri dengan satu pemenang. Semua orang bertepuk tangan semangat karena menyaksikan pertarungan yang begitu menghibur.
Pria pemandu acara yang berada diatas alat terbang menerima sebuah catatan dari asistennya. Setelah itu ia mengangguk sendiri.
"Pertarungan selanjutnya, nomor 457. Sang legenda melawan nomor 56! Dewi Phoenix!!!"
Teriakan pria tersebut disambut dengan sorak sorak para penonton. Diatas sana, Qin Yan tertegun sejenak mendengar dirinya dipanggil. Tidak disangka ia akan bertarung secepat ini. Tanpa membuang waktu, ia pun turun ke arena.
Setelah sampai disana, ia disambut pemandangan yang luar biasa. Seorang gadis dengan kecantikan luar biasa memasuki arena. Dia tidak memakai topeng, rambut merah menjuntai sampai ke bahu. Wajahnya yang cantik serta aura yang dimilikinya terlihat begitu mendominasi.
Qin Yan menatap gadis itu, dan gadis itu juga menatapnya. Namun tatapannya begitu dingin dan angkuh. Qin Yan bahkan hanya menggelengkan kepala saat melihat sikap gadis itu.
Merasa tersinggung, gadis itu makin menatap Qin Yan lekat lekat.
'Siapa dia? Sepertinya aku pernah lihat, tapi dimana? Kenapa dia memakai topeng?' batin gadis itu dengan alis berkerut.
Tentu saja, gadis itu adalah Tang Xinglian. Qin Yan kebetulan bertemu dengan gadis itu beberapa hari yang lalu. Dan mereka berhadapan sekarang diatas arena.
"Hei hei... bukankah itu gadis kemarin yang menghina Qin Yan.? Tidak kusangka mereka akan bertarung malam ini. Kita lihat seberapa kuatnya dia bertahan dari kapten kita." Ucap Lin Fin dengan penuh semangat. Seseorang yang berada didekatnya, tidak sengaja mendengar ucapannya. Kemudian pria itu pun mencibir.
"Kau bilang lawan pria itu adalah kapten kalian? Dan namanya Qin Yan?" Pria itupun tertawa geli.
"Kuberi tahu yah, gadis itu bernama Tang Xinglian. Dia dikenal sebagai Dewi Phoenix. Semalam, dia memenangkan lima pertarungan berturut turut. Bahkan, ia mengalahkan orang yang berada satu tahap diatasnya. Gadis itu adalah bintang baru malam ini, laki laki itu tidak ada apa apanya dibandingkan dengan dia."
"Oh, begitu kah? Kalau begitu mari kita lihat. Siapa yang akan menang, aku percaya 100% kalau kapten kami akan menang. Bahkan akan menyiksa gadis itu hingga ia tidak ingat siapa ibunya." Ucap Lin Fin dengan penuh percaya diri.
"Aku percaya 1000% kalau dewiku akan menang. Bagaimana kalau kita bertaruh?" Tawar pria itu dengan penuh provokasi.
Tanpa pikir panjang, Lin Fin langsung menyetujuinya. Ia mengeluarkan koin emas sebanyak 100 ribu.
Setelah kesepakatan telah disepakati, Lin Fin berteriak penuh semangat kepada Qin Yan. Namun teriakannya dibalas oleh penonton yang berada dipihak Tang xinglian. Dalam sekejap suasana memanas bahkan sebelum pertarungan dimulai.
"Sepertinya para penonton sangat tidak sabar menanti pertarungan kali ini! Oleh karena itu!! Tidak perlu berlama lama! Pertarungaaaan..... Dimulai!!!" Teriak Sang pembawa acara disambut dengan sorak sorak para penonton.
Qin Yan berdiri dengan tenang dihadapan Tang Xinglian, gadis itu tanpa berlama lama langsung mengaktifkan apinya. Diikuti dengan cincin Abu abu yang menyala.
'Hah! Tingkat Saint? Pantas saja, dia masuk dalam jajaran 10 Dewi tercantik. Ternyata dia sudah mencapai tingkat setinggi itu sebelum umur 25 tahun. Dalam hal ini, bakatnya setara dengan Yun zhi.'
Melihat Qin Yan yang tertegun sejenak, Gadis itu langsung melancarkan serangannya.
Qin Yan menghindari itu semua. Namun, saat sampai di udara. Ia tiba tiba disambut oleh sebuah tangan raksasa yang terbentuk dari api.
'Bola api!!' Tangan Qin Yan juga mengeluarkan sebuah api berbentuk bola. Bola api tersebut langsung menghancurkan tangan api itu.
Qin Yan kembali mendarat diatas panggung arena. Kali ini, ia tidak perlu lagi bermain main lagi.
Seketika, gadis itu mengeluarkan sebuah pedang. Anehnya, pedang tersebut membuat Qin Yan tertegun.
Pedang itu mempunyai gagang berbentuk phoenix, benar benar sangat mirip dengan pedang yang ia dapatkan di Makam Penjara Kuno. Qin Yan berencana memberi pedang itu pada Yiyin. Namun, melihat pedang gadis itu. Ia dibuat semakin penasaran. Apakah pedang gadis itu mempunyai hubungan dengan pedangnya.
Namun Qin Yan tidak memperdulikan hal itu. Ia fokus untuk menghindari setiap serangan permainan pedang milik gadis ini.
"Ptank ptank ptank" Sesekali Qin Yan menangkisnya dengan pisau kecil. Atau menghindari serangan jarak jauh gadis itu dengan "gerakan kilat" dan "langkah banyangkan"
Semakin gadis itu kesulitan mendapatkannya, semakin ia membuka banyak skill yang ia miliki.
Gadis itu kemudian memusatkan kedua tangannya kedepan. Percikan cahaya api muncul diantara kedua tangannya.
"Hmph....!!! Skill kedua, Tembakan api Phoenix!!!" Secepat kilat, tembakan tersebut melesat kearah Qin Yan.
__ADS_1
"Skill pertama, badai api!!" Qin Yan juga membalasnya. Kedua serangan tersebut berbentrokan hingga gadis itu mundur kebelakang.
'Ini! Kuat sekali, rasanya api ini digabungkan dengan elemen angin?' Batin gadis itu melindungi wajahnya, saat panggung bersih kembali. Ia tiba tiba menyadari, ada lebih dari puluhan titik titik berbentuk kunang kunang bersinar memenuhi panggung arena. Saat ia berbalik Qin Yan, anak itu malah bertepuk tangan satu kali.
"Prok"
Tepukan tangannya diikuti dengan meledaknya kunang kunang itu. Ledakannya begitu besar, hingga para penonton dibuat tercengang.
Asap asap mengepul, Tang Xinglian yang berada diantara asap itu. Berlindung dibalik dinding efek armor konsolidasinya.
'Skill macam apa ini? Kenapa aku belum pernah melihatnya?' gadis itu bingung dengan ledakan barusan.
"Huh!!" Belum lagi gadis itu beraksi, Qin Yan sudah tiba didepannya dengan bola biru berputar ditangannya.
"Rasenggan!!" Teriak Qin Yan.
"BOOOM"
Tang Xinglian langsung terlempar kebelakang dengan keras, serangan itu terlalu kuat hingga ia didorong kebelakang. Efek pelindung yang diciptakan langsung pecah, bahkan armor kondolisasinya mengalami keretakan.
'Apa ini?' Setetes keringat mengalir dipipi gadis itu. Namun dirinya menganga, saat melihat banyak sekali bebatuan berapi berjatuhan diatasnya.
"Meteor!!" Teriak Qin Yan lagi. Puluhan batu berapi menjatuhi gadis itu. Menghancurkan panggung. Ia sama sekali tidak memberi kesempatan bagi gadis itu untuk bertindak.
Maka ditangan Qin Yan tercipta sebuah bola api raksasa. Ia bersiap untuk melemparkannya lagi pada gadis itu
Ketika mereka bertarung, para penonton terdiam dan tercengang karena ketengangan pertarungan ini. Bahkan rekan rekan Xinglian yang juga berasal dari kerajaan sama sampai deg degan dan khawatir dengan pertarungan ini.
"Nona Tang ditekan sampai seperti itu. Ini belum pernah terjadi, selain 10 jenius tertinggi. Belum pernah ada orang luar yang mendominasinya. Mungkinkah orang itu adalah satu dari 10 jenius tertinggi yang sedang menyamar?" Gumam seorang pria berpakaian merah. Ia mempunyai rambut hitam pendek dan disisir kebelakang. Tatapan matanya tajam dan ia mempunyai tato naga disetengah wajahnya.
"Nona Chen Yue, bagaimana menurutmu. Kira kira siapa pemuda itu."
Pria itu bertanya pada seorang gadis yang berdiri disampingnya. Gadis itu juga berambut merah sama seperti Tang Xinglian. Namun, rambutnya jauh lebih pendek.
Bisa dibilang, gadis itu adalah orang terkuat ketiga dikelompok mereka. Namun, ekspresi gadis nampak pucat dan tangannya terkepal. Ia tahu siapa yang bertarung melawan ketua timnya. Ia tahu betul itu. Skill itu, dan penampilan itu, ia tahu betul dan ia sama sekali takkan pernah melupakan saat pria itu mempermalukannya.
"Aku akan membunuhmu malam ini!" Ucapnya dengan geram, membuat pria disampingnya langsung menyerngit. Ia tidak mengerti apa yang dialami gadis ini, namun permusuhan antara dia dan pria disana sepertinya sangat dalam.
Kembali ke pertarungan.
Qin Yan berdiri dengan bola api raksasa ditangannya. Ketika waktunya tepat, ia akan melempar bola itu. Namun sesuatu yang tidak terduga malah terjadi.
Asap yang mengepul tiba tiba tersapu begitu saja, Qin Yan mundur beberapa langkah karena aura tersebut.
'Huh! Ini.......' Qin Yan membatalkan apinya. Raut keseriusan terpancar diwajahnya. Tidak ada yang lebih mendominasi dari aura ini, aura ini tentunya adalah aura inti Roh api.
Api merah menyala dan bertebaran dimana mana. Api itu sungguh ganas, itu mungkin disebabkan oleh Tang xinglian yang tak bisa mengendalikan emosinya lagi.
Qin Yan menutupi wajahnya, agar topengnya tidak hancur menghadapi tekanan itu. Setiap kali hembusan itu berhembus, Qin Yan mendapat bajunya sobek pada bagian perut, paha, bahu, bahkan kulitnya ikut tergores.
Ternyata melawan gadis ini tidak mudah seperti yang dibayangkan. Dan pastinya gadis ini pasti masuk dalam lawan teratas diturnamen saat ini.
Saat ini, Tang Xinglian tampak seperti Dewi api. Matanya menyala dan tubuh terus menerus mengeluarkan tekanan. Rambutnya yang panjang jadi bertebaran keatas akibat meledaknya kekuatannya.
Teman temannya saja tidak menyangka kalau gadis itu akan mengeluarkan kartu as tersembunyinya.
"Oh, astaga. Nona Tang mengeluarkan aura inti api Phoenix sucinya. Apakah ini benar benar sepadan untuk melawan pria yang tak dikenal?" Ucap salah satu gadis yang merupakan rekan setim Xinglian.
"Tidak, nona Tang mengeluarkan kekuatannya ini bukan tanpa alasan. Lawannya pasti sangat kuat hingga ia terpaksa mengeluarkan kekuatannya yang sebenarnya." Jawab Chen Yue menggelengkan kepala. Tentu saja ia tahu, nona Tang harus mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mengalahkan pria itu.
"Itu benar juga. Tapi, disini banyak orang. Dengan begini, maka kartu andalan nona Tang sudah terekspos."
Mendengar itu, mereka hanya menggelengkan kepala sambil menghela napas. Nona Tang terkenal sangat angkuh dan keras kepala. Ia tidak mungkin mengaku kalah begitu saja, apalagi saat menghadapi lawan yang tidak ketahui asal usulnya. Baginya, tindakan tersebut adalah sesuatu sangat memalukan yang tidak bisa ia tanggung seumur hidup .
Maka hari ini mereka berharap, semoga nona Tang mencapai keberhasilannya.
Tepat ketika pertarungan kembali dimulai, seseorang dibalik layar sedang memperhatikan pertarungan itu. Dia juga memakai topeng, rambutnya yang perak terikat seperti kuncir kuda.
"Hmph.... gadis itu. Beberapa tahun lalu, dia berhasil memasuki sepuluh besar hanya dengan kekuatan apinya. Tapi sekarang, ia mempunyai inti Roh api. Entah seberapa besar pencapaiannya kali ini." Gumam pria itu sambil meminum jus anggur ditangannya.
Setelah itu, datanglah seorang gadis loli dengan rambut dikuncir dua. Gadis kecil itu juga memakai topeng, namun terlihat jelas kalau wajahnya sangat imut dan bibir nya sangat mungil.
"Hmph.... benar benar tak terduga. Kakak Tang xinglian benar benar meningkat pesat kali ini. Aku bertanya tanya, apakah dia akan mengalahkan Qing Zhu tahun ini? Setahuku hubungan mereka berdua tidak bagus dan gadis itu selalu menganggap QingZhu sebagai rivalnya." Ucapnya dengan manja.
Meskipun pria itu juga menganggumi kekuatan Tang Xinglian, namun mendengar argumen gadis itu kecil itu. Ia menggeleng.
__ADS_1
"Belum tentu, QingZhu juga pasti mengalami kemajuan. Bagaimana mungkin kau berspekulasi seperti itu. Yang aku pikirkan saat ini, mungkin posisi 10 jenius tertinggi akan berubah."