LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Huyan Wu vs Yi Shuang


__ADS_3

Pagi hari.


Qin Yan terbangun diatas tempat tidur. Ia melihat sekeliling, tidak ada siapapun. Tadi malam, ia sempat menyuruh mereka pulang dibandingkan menikmati minuman sampai pagi.


Qin Yan juga menyentuh perutnya. Vitalitasnya sekarang telah kembali. Segelnya telah terbuka sepenuhnya. Tadi malam, ketika ia tengah berkumpul dengan teman teman, Weiqing datang dan membawa Qin Yan ke tempat dimana para master lain berkumpul. Saat itulah mereka setuju untuk melepaskan segel didalam tubuh Qin Yan.


"Huff..... Segar sekali... Akhirnya, aku dengan leluasa menggunakan kekuatanku sekarang. Meskipun saat ini aku masih menyembunyikannya dari orang orang." Qin Yan meregangkan tubuhnya.


Ketika ia hendak beranjak, ia tiba tiba merasakan ada sesuatu yang sedang menindih tubuhnya. Meskipun tidak terlalu berat, tapi tetap saja. Qin Yan tetap merasakannya.


Qin Yan langsung membuka selimut yang menutupi setengah tubuhnya. Dan saat itulah ia kaget, seekor kucing tengah tertidur nyenyak diatas perutnya.


"Eh!" Qin Yan memandangi kucing itu. Bukankah ini Fat cat? Kucing yang menyiksanya saat ia dikerjai oleh Weiqing waktu itu. Mengapa ia ada disini.


Qin Yan tak berani menyentuhnya, karena takut membangunkan kucing itu. Namun, karena tubuhnya yang bergeser, akhirnya kucing itu terbangun. Layaknya manusia, ia juga meregangkan kaki dan tangannya. Lalu menguap dan setelah itu menjilati tangannya sambil terduduk manis.


Mata ungunya menatap Qin Yan, mereka berdua saling bertatapan. Dibandingkan Qin Yan yang tampak keheranan, kucing itu nampak biasa saja.


Qin Yan langsung mengambil kucing itu. Menatapnya bukanya dengan jarak yang dekat.


"Bagaimana bisa kau ada disini?"


Kucing itu tidak berekspresi apa apa mendengar pertanyaan Qin Yan. Ia lebih memilih kembali menjilati tangannya. Tentu saja Qin Yan curiga pada kucing ini. Banyak hal yang ia lalui bersama kucing ini, dan ia yakin kalau kucing ini bukan kucing biasa.


"Ceklek" Pintu tiba tiba dibuka, Yao Chen masuk membawa beberapa makanan.


"Aku membawakanmu sara...." Perkataan Yao Chen tiba tiba terhenti ketika ia melihat Qin Yan menggendong seekor kucing. Terlebih lagi, Qin Yan dan kucing itu juga menatapnya.


Yao Chen pun terbatuk sejenak. Barulah ia menaruh sarapan diatas meja.


"Ini buatan Tang Liu. Pagi ini, mereka akan bertarung. Apa kau akan menonton mereka?" Berkata Yao Chen.


"Y-ya." Jawab Qin Yan dengan gugub, ia mengedipkan mata beberapa kali untuk memberi kode pada pria itu.


'Kucing ini aneh. dia tiba tiba ada ditempat tidurku.' Qin yan langsung mengirimnya telepati. Karena segelnya telah terbuka, ia jadi leluasa untuk menggunakan kekuatannya.


'Jadi?' Tatapan Yao Chen hanya acuh tak acuh.


'Hei, kau tak merasa curiga?' Raut wajah Qin Yan menunjukan kebingungan.


'Apa! Kau ini bodoh atau bagaimana. Sudah jelas kucing itu memang bukan kucing biasa. Dia adalah seorang gadis bodoh!'


'Hah!!!' Qin Yan terkejut. Ia memandangi kucing ditangannya. Setelah diperiksa, kucing ini memang betina. Umurnya sekitar 18 belas tahun. Siapa yang menyangka kalau kucing ini adalah seorang gadis. Dilihat dari tingkahnya, kucing ini memang bukan beast biasa. Ini hewan Beast yang berakal dan mempunyai kultivasi.


'Dia mungkin berasal dari kerajaan Wanshou.' Pikir Qin Yan.


'Qin Yan, aku merasa ada yang aneh dengan kucing ini. Apakah kau tidak merasa kalau dia familiar.' Yao Chen mengirimkan telepatinya lagi. Kali ini wajahnya tampak resah. Tapi Qin Yan tidak menghiraukan itu.


'Jangan bercanda. Aku tidak mempunyai hubungan apa apa dengan kucing dikehidupanku dulu.' Qin Yan pun menggeleng pelan. Ia kemudian mengambil makanan yang dibawakan Yao Chen. Memakannya dengan lahap, meskipun ada Fat cat didekatnya.


Tidak lama kemudian, Lin Fin dan lainnya datang menemui Qin Yan. Melihat persiapan mereka, Qin Yan tersenyum.


"Maafkan aku yah, aku tidak bisa mengikuti kalian bertarung." Berkata Qin Yan. Tapi mereka hanya menggelengkan kepala.


"Tidak bos, anda harus istirahat dulu. Percayalah pada kami, tenang saja kami akan membawakan berita kemenangan pada anda. Toh, Xiu Xiu telah menerobos semalam. Ia telah mencapai tingkat Saint. Pagi ini, ia pergi ke balai skill store. Mencari skill yang cocok, ternyata disini sangat lengkap yah. Bahkan untuk atribut yang sangat langka seperti pasir juga mempunyai banyak varian skill." Xie Xie langsung menjawab dengan semangat. Sementara para gadis mulai mendekati Fat cat karena saking imut dan lucunya.


"Apa! Pantas saja Xiu Xiu tidak ikut berkumpul bersama kita tadi malam. Aku kira dia dalam kondisi terpuruk, ternyata dia malah berkultivasi yah." Qin Yan langsung terkejut sekaligus senang ketika mendengarnya. Setelah itu ia memberi pujian pada pria itu, mengatakan kerja bagus. Xiu Xiu hanya menggaruk garuk kepalanya dengan malu.


"Baiklah, karena lawan kalian hari ini adalah kerajaan Dark clife. Aku akan memberikan kalian beberapa persiapan." Setelah itu, tangan Qin Yan bertepuk pelan. Dari ruangan yang lain, Duan tianlang keluar dari pintu spasial.


"Bagaimana? apakah kau berhasil menciptakan beberapa?" Tanya Qin Yan, pria tua itu hanya tersenyum sombong.


"Tentu saja, kau pikir aku sebodoh itu? Meskipun aku sudah tua, cara kerjaku itu jauh lebih cepat daripada yang kau bayangkan." Kakek tua itupun melihat kearah Lin Fin dan lainnya. Dimana mereka saat ini sangatlah terkejut dengan kedatangan Duan tianlang tiba tiba.


"Bu-bukankah, di-dia... Master dari gulungan Kondolisasi?" Ucap mereka dengan gagab.


"Jadi mereka teman temanmu?" Tanya pria tua itu. Qin Yan mengangguk. Sementara Lin Fin dan lainnya langsung membungkuk.


"Salam master."


Penghormatan mereka membuat pria tua itu sedikit senang.


"Mereka jauh lebih sopan dibanding dirimu yah bocah."


Qin Yan juga tersenyum. Meskipun kata kata pak tua itu tampak nenyindirnya.


"Mereka anak yang baik, memangnya apa yang kau pikirkan tentang mereka?"


"Hahaha.... Tentu saja tidak ada. Kalian, aku membuatkan kalian senjata. Meskipun ini tiruan dari senjata bocah ini, tapi ini akan jauh lebih bagus dibanding miliknya. Percayalah, kemampuan master ini adalah yang teratas."


Terlihat pak tua itu mengeluarkan beberapa senjata GhBt cosmos dengan nada sombong. Qin Yan sendiri entah kenapa jadi emosi karena sikapnya itu. Senjata itu adalah senjata yang Qin Yan buat tempo hari. Ia memberikan cetakan desainnya pada pak tua itu untuk dipelajari. Tidak menyangka, dia berhasil memahaminya bahkan membuat beberapa tiruan yang memang jauh lebih kuat dari buatannya.


"Wah... Senjata apa ini. Meskipun aneh, tapi kelihatannya cukup keren. Aku tidak pernah melihatnya." Lin Fin dan lainnya menerima senjata itu dengan kagum. Mereka memeriksanya beberapa kali, dan tetap memujinya karena ini buatan master ternama didunia.


"Master, bagaimana menggunakannya.?" Tanya Lin Fin.


Duan tianlang hanya mengangguk kemudian menjelaskan.


"Cukup mudah. Kalian tinggal masukan atribut kalian didalam senjata yang sudah dilengkapi sepuluh peluruh. Terdapat pelatuk dibagian bawahnya."


"Woah...!!!" Mereka berseru kagum lagi. Lin Fin hendak mencoba dan mengarahkannya ke Qin Yan. Tapi dia langsung mendapat pukulan dari kakek tua itu.


"Jangan memakai senjata itu sembarangan. Jangan main main dengan senjata itu. Kau pikir senjata itu apa! Dia bisa saja membunuh tingkat Saint!" Marah pak tua itu.


"Oh, maaf." Lin Fin hanya menggaruk belakang kepalanya dengan canggung.


Qin Yan hanya menggelengkan kepala melihat tingkahnya.


"Yang terpenting. Kalian gunakan itu disaat kalian tidak mempunyai kesempatan lagi. Dan juga, biar kuberi kalian satu hal. Kemarilah, bawa senjata kalian kesini."


Mereka pun mulai menyerahkan senjata mereka satu persatu. Qin Yan mengambil sebuah kuas. Menggambar beberapa pola dipermukaan senjata itu. Setelah itu, pola itu mulai menghilang dan masuk kedalam senjatanya.


"Dengan ini, senjata ini akan menjadi lebih sempurna. Peluru yang akan keluar tidak akan terlihat dan tidak mempunyai suara. Aku sudah memberikan pola kamuflase disenjatai ini."


"Lu-luar biasa. Kalau begini, kemungkinan kita bisa menang dari kerajaan Dark clife." Mereka semakin kagum dengan tambahan itu. Bahkan Duan Tianlang saja harus mengatakan apa. Setelah mengetahui kalau anak ini bisa membuat gulungan kondolisasi, lalu menyuling, kemudian menempa. Masa iya dia juga bisa membuat pola formasi. Sebenarnya berapa banyak yang disembunyikan bocah ini.


"Terima kasih bos." Mereka semua membungkuk hormat. Meskipun untuk Tang Liu, dia tidak melakukannya. Tapi


Qin Yan tidak terganggu untuk itu.


Setelah itu, mereka pun bergegas pergi. Meninggalkan mereka bertiga.


Duan Tianlang memandangi Qin Yan, ia melipat tangannya didada.


"Hei bocah, membuat senjata tadi membutuhkan bahan yang banyak. Seharusnya kau tau kan, kita membutuhkan banyak biaya untuk membuat senjata senjata lagi."


Qin Yan hanya memandanginya dengan tatapan tenang. Lalu mengeluarkan sebuah kartu.


"Ambillah ini."


Duan Tianlang yang melihat Qin Yan tampak percaya diri, sedikit ragu mengambil kartu itu. Tapi ketika melihat isi kartu itu, matanya melotot bukan main. Nominal kartu begitu besar hingga kakek tua itu harus menghitung berapa angka nol dibelakang.

__ADS_1


"I-ini! Bagaimana kau bisa mempunyai uang sebanyak ini!! Bocah! Kau perampok yah!" Teriak pak tua itu.


"Sembarangan kalau bicara." Tentu Qin Yan langsung membantahnya.


"Jadi, darimana kau mendapatkan uang sebanyak ini?" Tanyanya lagi. Qin Yan hanya tersenyum tipis menanggapinya.


"Aku cukup hoki kalau dalam berjudi."


Kakek tua itu terdiam, ia tidak mengerti apa yang dimaksud anak ini. Qin Yan juga tidak berniat menjelaskannya lebih jauh.


"Yah, bagaimana pun. Itu seluruh uangku. Kau bisa menyuruh Tian An Jing untuk mengolahnya. Dia bisa melakukan apapun yang kau suruh jika ingin membeli beberapa logam. Tapi jangan menyuruhnya memasak kalau kau tak ingin menanggung akibatnya."


Setelah perkataan Qin Yan. Ia pun memanggil Tian An Jing. Pria itu, dengan sepenuh hati menjalankan tugas yang diberikan Qin Yan. Bahkan sampai mengurus pak tua itu pun ia tidak lagi sungkan sungkan. Menjadi anjingnya lebih baik dari pada disiksa seperti waktu itu.


*******


pertarungan dimulai kembali.


Kelompok kerajaan Sunmoon telah berada ditempat mereka dengan keadaan siap untuk bertarung. Didepan mereka, tempat yang ditempati lawan masih kosong. Pertarungannya akan dimulai sebentar lagi, tapi lawan tidak kunjung datang.


"Hei, dimana ketua kalian?"


Mereka yang tengah menunggu, tiba tiba didatangi peserta dari kelompok kerajaan Dark clife. Mereka sengaja lewat didepan Lin Fin dan teman temannya hanya karena ingin mengejek mereka saja.


"Oh, jadi pemimpin kalian yang kuat itu belum sembuh juga yah. Hahaha.... Kupikir kalian akan menyerah. Siapa yang menyangka kalian tetap ikut serta."


Lin Fin dan lainnya tiba tiba berdiri mendengar ejekan itu. Mereka menghadang kerajaan Dark Clife.


"Apa maumu?" Tanya Lin Fin dengan tatapan dingin.


Pria didepannya hanya saling memandangi satu sama lain. Mereka pun tertawa sambil menggelengkan kepala. Mereka tidak menghiraukan Lin Fin dan berjalan melewati nya .


Tapi disela sela perjalanan, ketua mereka berhenti. Rong gui berbalik pada Xiu Xiu yang menatapnya dengan penuh niat membunuh. Namun, bukannya marah, ia malah menyeringai sebagai tanggapan.


"Hehehe... Kau cukup berani juga yah. Kau akan kubunuh secara pribadi di pertarungan nanti." Ucapnya dengan penuh gairah.


Xiu Xiu hanya diam mendengar itu. Tapi Lin Fin malah tertawa.


"Aku ragu kalian tidak akan mampu melakukannya." Ejeknya dengan percaya diri.


Rong gui menganggap itu sebagai lelucon.


"Ck, keras kepala kalian. Akan kalian lihat akibatnya nanti." Setelah itu, mereka pun melanjutkan jalan mereka.


Wasit akhirnya melompat ke tengah lapangan.


"Kedua bela pihak! Silahkan mengirim salah satu dari kalian untuk bertarung!"


Mendengar itu, Xiu Xiu bergegas melompat. Namun tiba tiba ada yang menahannya.


"Huyan Wu, apa yang kau lakukan?" Kening Xiu Xiu berkerut melihat tindakannya.


"Maaf, tapi... aku belum mendapat giliran bertarung selama ini." Ucap gadis itu dengan malu.


"Apa!" Tentu itu membuat Lin Fin dan lainnya langsung terkejut. Mereka mengerti dengan keinginan gadis ini tapi masalahnya lawan mereka adalah...


Lin Fin tiba tiba menghampiri gadis itu.


"Apa kau benar benar serius. Aku mengerti maksudmu, tapi mereka bukan orang biasa." Dia ingin membujuk gadis ini agar membuang keinginannya.


Tidak disangka gadis itu malah menggelengkan kepala.


"Tidak, aku benar benar ingin bertarung. Tolong ijinkan aku..." Tatap gadis itu dengan tatapan memohon.


"Tapi..."


Tang Liu tiba tiba memegang bahu Lin Fin, mengangguk pelan. Lin Fin pun menutup mata, akhirnya mengangguk.


"Baiklah. Tapi kau harus ingat, kalau sudah mencapai batasmu, segeralah menyerah."


"Baik." Jawab Huyan Wu. Ia pun menuju kelapangan dengan semangat.


Salah seorang wanita juga maju dilapangan. kiriman dari kerajaan Dark Clife ini benar benar mempunyai aura menekan. Kelopak matanya diwarnai warna hitam. Bibirnya juga dilapisi warna hitam. Hingga kesan yang dimiliki Huyan Wu mengatakan kalau gadis ini berbahaya dilihat dari penampilannya saja.


"Silahkan perkenalkan diri masing masing." Ucap sang wasit.


"Kerajaan Sunmoon, Huyan Wu."


"Kerajaan Dark clife, Yi Shuang."


Setelah itu, kedua pun mundur. Mengambil ancang ancang siaga. Cincin Ungu milik Huyan Wu bangkit. Dan itu membuat lawannya tertawa lepas.


"Hahaha... Apa? Kau hanya berada di tingkat Grandmaster? Apa kau bercanda, atau... kau meremehkanku!!" Dengan cepat, wanita itu melesat.


'Cepat sekali.' Wajah Huyan Wu kelihatan mengeluarkan seretes keringat. Tiba tiba saja, sebuah tangan hendak mencengkram wajahnya. Namun Huyan Wu berhasil memiringkan kepalanya sedikit.


"Huh, refleksmu cepat juga." Tangan wanita itu yang satunya menghantam perut Huyan Wu.


"Bukh" Dan gadis itu tak bisa menghindarinya. Ia pun terpental kebelakang.


"Gawat! Sepertinya lawan Huyan Wu tidak seimbang dengannya. Perbedaan kekuatan ini sangat besar. Haruskah gadis itu menyerah, mungkin nyawanya bisa melayang." Di loby, Xie Xie tidak bisa menutupi ketegangannya.


Lin Fin disamping hanya menghela napas.


"Percayalah pada gadis itu, dia sendiri yang memutuskan kan?"


Xie Xie yang mendengar itu, jadi terdiam. Dia pun kembali menonton pertarungan dengan tenang. Meskipun ia sangat khawatir dengan pertarungan ini.


Qin Yan pun datang. Dia duduk di kursi roda dimana Yao Chen yang membantu membawanya.


Disana, dia berhenti di tempat para penonton. Duduk dan menonton pertarungan sama seperti yang lain. Melihat Huyan Wu yang bertarung dengan lawan yang kuat, ia cukup terkejut dengan itu. Tapi tidak lama kemudian, wajahnya kembali tenang.


"Apakah tidak apa apa, membiarkannya bertarung dalam pertarungan ini?" Berkata Yao Chen. Qin Yan hanya tersenyum.


"Kau berkata seperti itu seolah olah dia akan kalah saja. Kita belum tau siapa yang akan menang atau kalah kan?"


Yao Chen hanya diam mendengar itu. Qin Yan pun menghela napas.


"Sejujurnya, aku juga tidak bisa memastikan. Semuanya tergantung pada gadis itu sendiri." Qin Yan perlahan menatap Huyan Wu, lawan mereka kali ini adalah kerajaan Dark Clife yang berada dibawah naungan sekte Darkdemon. Mana mungkin mereka lemah seperti peserta lain selama ini. Kemungkinan besar, nyawa gadis inilah yang akan melayang.


Atribut Huyan Wu adalah kecepatan. Tidak tahu mengapa, tapi gadis itu juga cukup kuat. Seperti macan. Tampaknya dia juga cukup terlatih meskipun kultivasinya rendah Dimata orang lain. keluarga Taring putih sepertinya cukup melatih gadis ini dengan baik.


Hal ini terbukti, saat Yi shuang menerjangnya. Ia bisa menghindar. Atribut Yi shuang adalah fleksibel, disaat bersamaan ia juga lincah dan cepat. Seperti namanya, kerajaan Elit itu para pesertanya bukan main main.


Pertarungan terjadi cukup sengit, mereka bertarung dalam jarak dekat. Bertukar pukulan, tendangan dan hantaman.


"Heeeh, kau cukup mahir yah kalau bertarung dalam jarak dekat yah." Berkata Yi shuang dengan seringai sinis. Ia pun kembali maju, Huyan Wu menangkap tangannya dan menguncinya. Namun dengan mudah Yi shuang melepaskannya. Ia pun mundur, tangannya menembakan cairan hitam dan mengenai mata Huyan Wu.


"Ugh....!!" Huyan Wu mundur, menutupi matanya.


"Hehehe..." Dengan begitu Yi Shuang mengeluarkan sebuah pisau. Menyerang gadis itu.

__ADS_1


"Slash" Terdengar suara sayatan. Bagian atas dada Huyan Wu berhasil ditebas dan mengeluarkan darah.


"Ukh..." Huyan Wu meringis kesakitan, ia terjatuh sejenak.


"Hahaha... Kau berani juga rupanya untuk bertarung denganku disini. Tapi, harus aku akui. Aku senang sekali bermain main dengan orang sepertimu hahaha...!!!"


"Jangan mati dengan cepat, puaskan aku dulu." Ia pun kembali menyerang.


Huyan Wu yang tengah memegangi lukanya. Tiba tiba kakinya menggesekkan sebuah debu. Debu itu mengenai mata Yi shuang.


"Ukh..." Mata Yi shuang pun menjadi perih. Dengan mata tertutup, Huyan Wu maju dan meraih tangan Yi shuang.


"Skill pertama! Tendangan rusuk!" Huyan Wu langsung menendang dibagian rusuk Yi shuang tanpa melepaskan tangan gadis itu. Tapi yang lebih penting, tendangannya mengenai titik vital. Berada di antara armor kondolisasi milik Yi Shuang.


"Gah!" Yi Shuang entah kenapa kehilangan kesadaran sejenak. Setelah itu, Huyan Wu kembali menendangnya menggunakan teknik tendangan membelakangi.


"Bukh" Kini gantian Yi shuang yang terpental.


Tanpa membuang waktu, Huyan Wu berusaha membersihkan wajahnya. Namun itu tak bisa dibersihkan.


'Apa ini!! Mengapa! Mengapa mataku rasanya Gatal sekali!' Diantara cairan hitam, ada sesuatu yang menggeliat. Dan sesuatu yang menggeliat itu mulai menggorogoti matanya.


"Apa yang terjadi dengannya!" Lin Fin dan lainnya keheranan melihat itu. Qin Yan sendiri jadi berdiri. Jelas ia tahu itu. Bahkan tak perduli lagi dengan pandangan orang orang. Apakah dia sakit atau tidak.


"Virus." Qin Yan langsung menggertakan gigi dengan penuh kebencian.


Dilapangan, Yi Shuang perlahan bangun.


"Sialan! Berani beraninya kau....!" Cincin Hitamnya bangkit. Mata wanita itu berubah. Ia menatap Huyan Wu dengan geram.


"Akan kubunuh kau!!!" Teriaknya. Cairan hitam kembali melarat. Menyerang Huyan Wu secara brutal.


Huyan Wu yang tengah berdiri disana. Tiba tiba teringat akan dimana ia berlatih dimasa lalu. Saat itu, kakeknya pernah mengajarinya cara bertarung dengan mata tertutup.


"Harimau itu, bertarung dengan insting mereka yang kuat. Meskipun mata mereka tertutup, mereka tetap bisa bertarung dengan Indra keenam mereka. Oleh karena itu, jadilah macan. Macan yang memburu mangsanya!"


"Macan yang memburu mangsanya." Huyan Wu mengikuti kata kata terakhir kakeknya. Cairan hitam yang menyerangnya. Mulai ia hindari.


"Apa!!" Jelas Yi shuang terkejut melihat itu. Ia pun semakin menggertakan gigi.


"Kau pikir bisa bertahan hanya dengan begitu!"


"Skill kedua, Cairan Miasma pelahap!" Cairan hitam itu mulai menggenang. Menutupi dan melahap Huyan Wu, sampai gadis itu tidak terlihat dalam pandangan mata penonton.


"Hahaha.... Matilah!!" Yi shuang tertawa dengan gilanya. Ia hendak melanjutkan tindakannya.


"Ini gawat! Huyan Wu bisa mati!" Teriak Jung Kyun. Semuanya juga berdiri dengan tegang.


"Dor" Namun tiba tiba terdengar sebuah suara yang sangat keras. Bahkan sampai membuat Yi shuang terkejut.


Sebuah lubang yang sangat kecil terbentuk didinding cairan hitam. Yi shuang tiba tiba melihat bahunya. Matanya langsung membesar.


"Se-sejak kapan?" Ia melihat bahunya berlubang dan berasap. Bahunya yang hancur itu, bahkan tangannya saja sampai terjatuh.


"AAAAAAAAAAAAHHH......!!!!" Yi shuang langsung berteriak kesakitan.


"Tanganku! Tangankuuuuuu......!!!" Saking kagetnya gadis itu, ia sampai melepaskan kendali atas cairannya yang menutupi Huyan Wu.


Terlihat, Huyan Wu menodongkan senjata kearah Yi shuang dengan matanya tertutup. Diujung lubang senjata itu terlihat berasap hingga dia terlihat begitu keren Dimata para penonton.


"Bangs*t Sialan! Brensek! Bajingan! Akan kubunuh kau! Aku bersumpah akan membunuhmu!" tangan Yi Shuang yang putus mulai menggumpal dengan cairan hitam. Sekarang, tangannya hampir sama seperti tangan si mahkluk tanpa tulang, Slime.


"Hiyaaah!!!" Tangan itu langsung menyerang Huyan Wu.


"Dor dor dor" Huyan Wu langsung menembakan tiga peluru. Tapi peluru itu hanya menembusnya. Alis Huyan Wu berkerut. Ia pun menghindar dari serangan itu. Namun, serangan itu begitu dashyat hingga dampaknya bahkan sampai membuat Huyan Wu terlempar.


"Aaah!" Terpaksa senjata itu terlepas dari tangan Huyan Wu.


"Hehehe... Sekarang kau tak bisa lari!" Seluruh permukaan tanah lapangan dipenuhi cairan hitam pekat. Huyan Wu ingin melepaskan diri tapi ia tidak bisa. Karena cairan itu begitu lengket dan melekat tubuhnya.


Perlahan, satu persatu tentakel Slime mengikat dirinya. Bahkan tangannya juga. Huyan Wu sepenuhnya terjebak dalam cairan itu, dan ia tak bisa bangun lagi.


"Heeeh.... Kau cukup membuatku marah. Tapi, sudahlah. Kau sekarang sudah berakhir."


"Skill ke lima, proyeksi ular Miasma." Ucapnya dengan tenang. Cairan itu pun mulai membentuk seperti ular. Ada lima ular dan mereka berada disekitar Huyan Wu.


Sementara saat ini, Huyan Wu tengah berusaha meraih senjatanya disamping. Tangannya berhasil meraih senjata itu. Tapi sangat sulit untuk menggerakkannya. Huyan Wu sampai harus mengerahkan seluruh kekuatannya pada tangannya itu.


'Kumohon! Kumohon!' Teriaknya dalam hati.


"Huh! Aku penasaran. Sebenarnya senjata apa ini?" Tiba tiba Yi Shuang menggunakan tentakel cairan untuk meraih senjata itu. Untuk sesaat ia melihat lihat senjata itu sejenak.


"Hm... Senjata yang aneh." Ucapnya.


"Hei, apa nama senjata ini." Tanya Yi shuang pada Huyan Wu yang tengah kesusahan disana.


"Aku..... tidak.... tahu." Jawab Huyan Wu terbata bata.


"Heeh... Tidak tau? Kau berniat menipuku yah?" Tangan Yi shuang mulai mengarah ke gadis itu. Setelah itu, ia tersenyum sinis.


"Skill keempat, Miasma panas."


"AAAAAAAAAAHHHH.....!!!" Huyan Wu mulai menggeliat kesakitan. Cairan itu sangat panas dan bersifat korosif. Belakangnya mulai berasap, dan kulit bagian belakangnya mulai melebur. Cairan itu cepat masuk dengan cepat bahkan sampai menembus armor kondolisasi milik Huyan Wu.


"Heeeh, tak mau memberi tahuku? Cepat! Beritahukan padaku!" Sesaat kemudian, tentakel Slime mulai merambat ke beberapa tubuh Huyan Wu.


"AAAAAAAAHHH......!!!" Huyan Wu kembali menggeliat sekali lagi. Apalagi satu tentakel itu merambat diwajahnya. Wajah gadis itu mulai melebur dan berasap. Permukaan armor kondolisasi bagian perutnya mulai meleleh. Bahkan dibagian dadanya juga.


"I-ini! Kejam sekali kan. Apakah kita tidak bisa menyerah?" Lin Fin menelan ludahnya. Tang Liu hanya menghela napas.


"Menyerah sama saja kelompok kita tereliminasi. Ini tidak seperti babak sebelumnya dimana kita bisa menyelamatkan rekan kita. Di babak ini, semua tergantung pada diri kita sendiri jika ingin selamat." Ucapnya.


Huyan Wu di lapangan, merontah rontah kesakitan. Rasa sakit tak tertahankan hingga membuatnya seperti mau mati saja. Perlahan, cairan korosif itu berhasi meleburkan armornya. Dan mulai meleburkan dagingnya. Tubuh Huyan Wu gemetar, tapi ia masih bisa bertahan meskipun saat ini ia berada diambang Kematian.


Wasit yang melihat itu, juga merasa iba. Ia pun memberikan kesempatan.


"Kalau kau sudah tidak bisa melanjutkan. Maka katakanlah menyerah. Belum terlambat untuk itu, dengan begitu nyawamu bisa selamat."


Sayangnya perkataan wasit tidak didengarkan oleh Huyan Wu. Dengan rasa sakit yang seperti itu. Bagaimana mungkin ia mempunyai kesempatan untuk mendengarnya?


Tiba tiba satu tentakel lagi menutupi mulutnya.


"Heeeh, jangan mengatakan apapun." Senyum Yi shuang. Wasit pun dibuat terkejut, tapi ia tidak bisa apa apa.


Yi shuang pun kembali memandangi senjata di genggamannya. Apalagi melihat sebuah lubang disenjata itu.


"Apa ini? Aneh sekali hahaha..." Tawa wanita itu.


Huyan Wu yang tengah menahan sakit, kesadarannya tiba tiba kembali.


'Sekarang!' Teriaknya dalam hati.

__ADS_1


'Skill ke empat! Menyerang tanpa menyentuh!' Tiba tiba pelatuk disenjata itu tertarik sendiri. Pola yang Qin Yan tulis disenjata itu juga tiba tiba menyala. Dan....


"BUM"


__ADS_2