
Qin Yan mendarat diatas pohon. Tidak jauh dari goa tersebut. Ia tidak terburu buru untuk masuk, melainkan masih menunggu sesuatu. Dikarenakan, didepan goa itu adalah seorang yang gadis yang sudah berada di pintu masuk.
Qin Yan menyipitkan mata.
'Kerajaan Glasier?' Token merah didadanya bertuliskan nama Me Ling.
Gadis itu kemudian mengeluarkan sebuah percikan es. Lalu ia mengarahkannya ke dalam goa.
"Gggrrrrr...." Tidak lama kemudian, keluarlah seekor kingkong raksasa. Yang besarnya seperti gunung. Murid wanita dari kerajaan Glasier itu tercengang.
Mata merah beast itu yang ganas. Menatap gadis itu dengan buas.
"GROAAAAAARRR!!!" Kingkong itu langsung mengamuk keras. Kedua tangannya dipadukan keatas dan langsung menghantam tempat dimana gadis itu berada.
"BOOOOOOOM" Terlihat tanah hancur, hingga pohon pohon bertebaran diudara bersama dengan hancurnya tanah. Bahkan dampak serangan itu sampai ketempat dimana Qin Yan berada.
Terpaksa, Qin Yan menghindari serangan itu. Dari satu orang yang mencari masalah, semua orang yang tengah membuntuti gadis itu diam diam terlihat jelas sekarang. Mereka juga melompat ke udara demi menghindari serangan dashyat kingkong tersebut.
Sekitar ada empat orang, termasuk Qin Yan.
Mereka mundur dan mendarat ditempat yang aman. Sekarang, terlihat ada lima orang dialokasi.
Qin Yan dari kerajaan Sunmoon.
Me Ling dari kerajaan Glasier.
Wang Yan dari kerajaan Busur surgawi.
Qiao Zimbe dari kerajaan Great Blaze.
Dan terakhir, gadis yang terlihat cemas ketika mengejar Qin Yan. Zhou Zue er dari kerajaan Wanshou.
"GROAAAAAARRR!!!" Kingkong itu mengaum lagi, aumannya menghasilkan kejut angin yang luar biasa. Pohon pohon dan tanah disekitarnya jadi tersapu habis.
Bahkan dampak aumannya sampai ke arah Qin Yan dan empat orang lainnya.
Qin Yan menggunakan kekuatannya untuk memblokir serangan itu. Begitu pula dengan empat peserta lainnya.
Sejenak, mereka semua saling melirik satu sama lain.
Kingkong besar didepan mereka, berumur sekitar 2000 tahun dengan kekuatan setara dengan tingkat Saint. Sementara peserta yang ingin memburunya hanya berada ditingkat Elder. (Tidak untuk Qin Yan).
Jelas itu bukan kekuatan yang sesuai, namun tidak ada raut ketakutan diwajah para mereka. Dengan secepat kilat, tiga orang peserta menyerang Kingkong itu dengan kekuatan penuh.
"GROAAAAAARRR!!" Kingkong itu mengamuk lagi. ketiga orang itu jadi terlempar hanya karena aumannya.
"Cih, apa apaan beast ini. Kenapa begitu kuat." Wang Yan dari kerajaan Busur surgawi, memperbaiki bahunya yang terkilir.
Sementara Me Ling dari kerajaan Glasier, mendarat dengan aman. Tapi pandangannya tertuju pada Qin Yan dan Zue er dibelakang. Melihat mereka yang tidak menyerang, gadis itu menggertakan gigi dengan penuh kebencian.
'Dasar licik.!'
Qiao Zimbe yang berada didepan mereka sudah menciptakan bola api.
"Haaaaahhh!!!" Lalu ia lempar kearah beast itu.
__ADS_1
"Boom" Efeknya cukup kuat, namun Kingkong itu hanya menangkisnya dengan satu tangan. Ledakan api menutupi pandangan beast itu, sisanya Qiao Zimbe melompat dan menyerang hewan raksasa itu.
Me Ling membantu membekukan bagian bawah tubuh sang Kingkong. Sementara Wang Yan menyerang kedua tangan Kingkong itu dengan serangan apinya. Alhasil, Qiao Zimbe berhasil menghantam wajah kingkong itu dengan kapak yang ia miliki.
"Graaaarrr!" Beast itu mundur satu langkah. Tapi serangan itu tidak berarti apa apa baginya. Malah membuatnya semakin bertambah marah.
"Huh!" Tiba tiba mata Qiao Zimbe membesar. Kingkong itu mengayunkan tangannya diudara, menyerang dirinya. Ia pun menggunakan sebuah trik, hingga apinya menjadi penopang agar ia bisa menghindar.
"Krak" Es yang membekukan tubuh beast itu langsung di hancurkan. Dan satu kakinya terangkat hendak menginjak Wang Yan.
"Hup!" Wang Yan menghindar. Selanjutnya, Me Ling menembakan esnya kearah kingkong itu.
Pertarungan semakin instens. Qiao Zimbe menyerang dari atas, menebas punggung beast itu. Namun, karena kulitnya yang kuat, ia tidak berhasil melukainya.
"Graaaarrr" Sebuah kekuatan muncul ditangan beast itu, memblokir semua serangan es milik Me Ling. Bahkan ia juga mengirim serangan balasan.
"Huh!" Serangan yang begitu cepat, Me Ling tidak sempat menghindar. Ia kemudian membentuk pertahanan, namun pertahanan itu tidak bisa menahan serangan beast itu. Alhasil, pertahanan nya hancur. Dan ia langsung terpental kebelakang karena terhantam serangan tersebut.
Darah mengalir keluar dari mulut Me Ling. Tapi ia masih bisa berdiri. Sementara Wang Yan, hendak menyerang lagi. Namun tiba tiba tanah bergoyang karena pijakan sang Kingkong yang terlalu kuat. Bahkan sampai mengeluarkan magma yang merupakan atributnya.
Wang Yan melompat ke atas udara. Namun ia tiba tiba disambut dengan sebuah tendangan.
"BOOOM" Saat berikutnya, pria itu terlempar beberapa meter menembus pohon yang menghalanginya. Sampai akhirnya berhenti ketika bertemu dengan batu yang lebih kuat.
Sementara Qiao Zimbe, dia dari tadi seperti tikus yang berkeliaran ditubuh beast itu. Tiba tiba, suhu tubuh Kingkong menjadi panas. Qiao Zimbe memilih untuk menjauh. Namun, saat berada diudara, ia langsung menerima tinju beast itu.
"BOOOM" Ia pun bernasib sama seperti Wang Yan. Berguling diatas tanah sampai berhenti disebuah batu yang cukup keras.
"GROAAAAAARRR!!!" Beast itu mengaum lagi, ia memukuli dadanya sendiri dengan bangga. Pandangannya kemudian terarah pada Qin Yan dan Zue er yang tidak jauh dari sana.
"Boom boom" Ia langsung memukul tanah dengan menggunakan kedua telapak tangannya. Menghasilkan serangan yang luar biasa, terarah pada Qin Yan dan Zue er.
"Graaaarrr!!" Terdengar suara beast lain dari tempat yang cukup jauh. Qin Yan dan Zue er berbalik ke arah suara itu. Tampaknya orang lain juga tengah bertarung seperti mereka.
"GROAAAAAARRR!!!" Beast kingkong mulai menyerang lagi. Namun tiba tiba gundukan batu es menjulang dan menghantam perutnya. Ternyata Me Ling masih mempunyai kesempatan untuk melancarkan serangan.
Gundukan es itu cukup berhasil melukai perut sang Kingkong. Namun itu tidak berlangsung lama. Kingkong tersebut langsung menghancurkan es itu dengan tangan kosong.
"Elemen tumbuhan, pengikat!" Sebelum ia bergerak lebih lanjut. Qin Yan langsung mengekangnya dengan akar tumbuhan yang ia miliki.
"Hei, kau yakin tidak ikut membantu?" Tanya Qin Yan pada Zue er yang tidak jauh darinya disamping.
"Cih." Gadis itu hanya mencibir, tapi ia juga tidak tinggal diam. Ia pun mengumpulkan kekuatan dikedua tangannya. Elemen api, cahaya, dan elemen Divine bersatu menjadi sebuah bola yang cukup besar.
Kekuatan itu begitu kuat, hingga Qin Yan dan Kingkong itu cukup terkejut melihatnya. Kingkong disana berusaha melepaskan diri. Akar akar yang melilit tubuhnya bahkan hampir terputus. Namun Qin Yan kembali menggunakan skill api, yakni rantai api untuk lebih mengekang beast tersebut.
Zue er langsung menerjang kearah Beast itu.
"Bola api cahaya Divine!" Teriak Zue er. Semua orang yang menyaksikan itu jadi menegang.
Beast disana meronta ronta, mulutnya terbuka. Menampilkan gigi yang tajam, namun bukan itu yang terpenting. Kingkong itu menyemburkan sebuah cahaya dari mulutnya. Berencana melawan serangan Zue er.
"Skill kedua, parasit!" Qin Yan mulai menggunakan elemen tumbuhannya lagi.
Tumbuhan merambat pun tumbuh dari dalam mulut Beast tersebut. Beast itu pun tak bisa bergerak. Disaat bersamaan Zue er sudah sampai dihadapannya.
__ADS_1
"BOOOOMM!" Ledakan luar biasa pun tercipta, sebagian peserta yang berada jauh dari mereka bahkan bisa melihat itu.
Angin angin kencang berhembus. Qin Yan menyaksikan itu dengan senyuman diwajahnya. Bukan hanya wajah, bahkan atribut yang ia miliki persis dengan Zue er yang ia kenal dimasa lalu. Dan juga, gadis itu ternyata benar benar kuat. Siapa yang menyangka kalau ia sudah mencapai Saint.
"Graaaarrr!" Terdengar teriakan kesakitan dari sang Kingkong. Ia pun terjatuh. Tidak lama kemudian, Wang Yan dan Me Ling menyerang bersama sama dengan segenap kekuatan mereka. Membuat Kingkong itu semakin terluka. Terakhir, Qiao Zimbe mengambil kesempatan dan mengakhiri nyawa beast itu.
Tubuh beast menghilang setelah ia mati. Qin Yan yang melihat itu akhirnya mengerti. Ternyata beast ini hanyalah proyeksi buatan. Tapi, yang ia pikirkan disini. Kenapa rasanya proyeksi ini seperti familiar baginya.
Weiqing yang menyaksikan mereka dari luar hanya tersenyum tipis.
"Seperti yang diduga, kelompok inilah yang menyelesaikan pertarungannya duluan." Xu nian mengangguk sambil mengelus janggutnya. Tatapannya tertuju pada Zue er, cucunya yang sangat cantik dan berbakat .
"Weiqing, darimana kau dapatkan ide ini?" Tanyanya ke Weiqing.
"Apanya?" Weiqing hanya memiringkan kepala dengan bingung.
"Maksudku bagaimana kau membuat beast buatan yang kuat seperti itu?"
Weiqing hanya tersenyum sendiri tanpa menjawabnya. Membuat dirinya tampak jauh lebih misterius. Ia pun menggelengkan kepala dengan santai.
"Seseorang memberikan sesuatu padaku. Aku mempelajari itu dan akhirnya mempunyai ide sendiri." Weiqing teringat saat dimana Qin Yan memberikan ia kitab pilar roh iblis. Sekarang pilar roh iblis itu sudah berhasil dibuat hingga beberapa lusinan. Tapi akhirnya ia mempunyai ide untuk mengubah skenario dari ujian turnamen tahun ini.
"Hahaha...!!" Ia pun tertawa dengan penuh kepuasan tidak perduli dengan tatapan para master didekatnya.
Setelah tubuh beast Kingkong itu menghilang. Mereka mulai berlomba memasuki goa. Apalagi Wang Yan, dia sangat bersemangat hingga menjadi orang pertama yang sampai ke pintu goa.
Namun, sebelum ia hendak masuk. Tiba tiba tubuhnya bergidik dengan kaku. Ia tidak menyadari adanya orang yang menyerang dibelakangnya. Alhasil, sebuah kapak menebas punggungnya. Meskipun tubuhnya tak sampai terbelah. Namun luka yang diderita cukup dalam. Hingga rasa sakit yang dirasakan Wang Yan membuatnya tak bisa bergerak dan tersungkur ditanah.
"Ka-kau...!" Wang yan berusaha menoleh pada Qiao zimbe. Pria itu, ia tersenyum jahat melihat kondisinya.
Tanpa ragu, pria itu langsung menghantam kepala Wang Yan hingga terbelah.
Qin Yan terdiam, Zue er juga seperti itu. Me Ling yang hendak masuk juga terhenti.
"Bajingan biad*p! Kau benar benar licik, padahal kita mengalahkan beast itu bersama." Gadis itu menggertakan gigi penuh kebencian.
"Hahaha!!! Kau pikir aku meminta kalian melakukannya? Kalian sendiri yang mengajukan diri. Kau pikir siapa yang menyuruh kalian." Qiao Zimbe tertawa dengan senangnya.
"Ka-kau..." Hal itu membuat Me Ling menjadi jauh lebih marah. Ia tidak bisa berkata kata.
"Pergilah, atau aku akan membunuhmu juga." Qiao Zimbe kemudian menunjukan kapaknya yang menyala kemerahan.
Tapi itu tidak membuat gadis itu takut, ia juga mengeluarkan pedang miliknya. Hanya saja, ketika ia hendak menyerang. Dia menoleh kearah Qin Yan dan Zue er. Masih ada dua orang, yang menunggu dengan santai. Bertarung dengan pria itu tidak ada gunanya. Karena kedua orang itu yang akan memiliki hasilnya.
Berbeda dengan Qin Yan dan Zue er. Mereka sama sekali tidak bertindak. Qin Yan pun juga tidak sembangan untuk masuk kedalam goa. Itu dikarenakan, mata merahnya tidak bisa mendeteksi apa yang ada didalamnya.
Sementara Zue er, ia juga tidak sembarangan bertindak. Mungkin karena kepribadiannya yang tenang dan selalu berpikiran matang. Ia jadi tidak terburu buru untuk masuk kedalam. Namun disituasi ini, sebenarnya ia juga agak ragu untuk bertindak. Dikarenakan, pria disampingnya ini. Entah kenapa ketika dia mengikuti langkahnya, hatinya merasa tenang dan tentram tanpa menghawatirkan apapun.
Ketenangan mereka berdua, membuat Me Ling jadi ragu untuk bertindak. Ia pun memilih mundur.
Qiao Zimbe tersenyum puas. Dia tidak menghiraukan keberadaan Qin Yan dan Zue er. Ia pun masuk kedalam goa dengan berbagai kata kata menghina yang ia keluarkan pada orang orang yang takut padanya.
Tidak lama kemudian.
"AAAAARRRGGGHHH....!!!" Terdengar suara teriakan yang sangat keras. Seketika goa itu meledak. Qiao Zimbe keluar dalam keadaan penuh luka.
__ADS_1
"Sialan sialan sialan!" Kutuk pria itu kearah goa. Seketika, goanya meledak. Keluarlah beberapa Kingkong yang besarnya tidak kalah besar dari yang pertama. Tidak, bahkan mungkin bisa dibilang, ada beberapa dari mereka jauh lebih besar dari sebelumnya. Sekitar sepuluh, sepuluh beast tingkat Saint.
"Astaga!" Qiao Zimbe hanya bisa menatap mereka semua dengan mulut ternganga.