LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Kompetisi penyulingan


__ADS_3

Pagi harinya, untuk jadwal pertarungan. Kelompok Qin Yan memilih untuk menyerah. Poin yang mereka dapatkan cukup banyak dan mempunyai kualifikasi untuk memasuki babak Eliminasi. Ya, pertarungan pagi ini adalah pertarungan terakhir dalam babak penyisihan. Setelah itu, beberapa kelompok kerajaan berbeda akan bertarung dibabak selanjutnya.


Qin Yan duduk disamping teman temannya yang tengah berbaring diatas tempat tidur. Meskipun ada juga beberapa mereka yang kondisinya sudah agak membaik dan dapat duduk sendiri.


Setelah bangun, Qin Yan lebih memilih untuk membuat mereka sarapan. Di antara mereka semua, Xiang xiang lah yang belum siuman. Ia masih tertidur pulas ditempat tidurnya, membuat Qin Yan cukup sedih. Padahal pagi ini adalah jadwal kompetisi menyuling pil. Tapi, Xiang Xiang malah tidak bangun. Otomatis, dia akan dikeluarkan dari kompetis.


Qin Yan juga secara pribadi merawat gadis itu. tapi setelah jamnya tiba. Qin Yan pun bersiap untuk pergi mengikuti kompetisi penyulingan tersebut. Karena makin lama kompetisi penyulingan semakin sulit, dan mempunyai tekanan yang cukup tinggi. Maka klon biasa pun tidak bisa menanganinya sendiri.


"Kau akan pergi lagi, yah?" Lin Fin yang tengah berada didekat jendela, berbicara pada Qin Yan. Dia sama sekali tidak tau kalau Qin Yan mengikuti kompetisi menyuling pil.


"Yap, ada urusan yang harus kutangani. Aku akan meninggalkan klon ku disini, kalau terjadi apa apa. Aku akan cepat pulang."


Setelah itu, Qin Yan pun meninggalkan mereka yang masih terdiam didalam ruangan.


Asosiasi penyulingan, Alkhemis Guild.


Qin Yan memasuki jalan masuk kedalam asosiasi tersebut. Ada dua penjaga diluar, mereka senantiasa menyambut kedatangan para peserta meskipun mereka aneh aneh.


Berbeda dari asosiasi gulungan Kondolisasi, murid murid di asosiasi ini cenderung lebih ramah dan sopan. Selain digunakan sebagai area kempetisi, para murid di asosiasi menggunakan area ini sebagai ajang jual beli. Baik itu mengenai pil, perhiasan, bahan bahan obat, resep, bahkan tungku penyulingan. Semua disediakan agar menarik perhatian banyak orang.


Ketika Qin Yan masuk, area ini sudah ramai dipenuhi banyak orang. Selain peserta dan murid, masih banyak orang lain yang berkunjung untuk menonton kompetisi.


Saat itulah, Qin Yan melihat sosok yang begitu mengganggu matanya. Dua orang gadis tengah berdiri didepan seorang pedagang dan hendak membeli sesuatu. Kedua gadis tersebut dilayani dengan begitu ramah dan yang paling penting. Mereka menjadi pusat perhatian.


"Bukankah itu Dewi api dari kerajaan Dandun? Astaga cantik sekali, seperti yang dikatakan rumor. Dia benar benar mengagumkan."


"Kau benar. Tapi, siapa gadis disampingnya?"


"Itu mungkin juniornya, dia juga lumayan cantik. Luar biasa, mereka benar benar bersinar yah!!"


Semua orang pada memuji mereka dengan mata berbinar. Tapi Qin Yan, baginya melihat saja membuatnya ingin pergi dari sana.


Dari semua orang yang tengah memujinya, tentu membuat kedua gadis itu bangga. Terutama, gadis yang dipanggil sebagai Dewi api. Sementara yang junior. Chen Yue sudah berdiri dengan wajah memerah. Baginya, ia belum terbiasa menjadi pusat perhatian seperti ini.


"Ka-kakak, kau benar benar populer yah." Bisiknya dengan malu, gadis yang disampingnya tentu saja Tang Xinglian. Momen itu hanya membuat gadis tersebut semakin menebar pesona dengan percaya diri. Ditambah dengan pujian yang diberikan Chen Yue, membuatnya semakin bangga dan membentangkan rambutnya layaknya orang tercantik di dunia ini.


"Chen Yue, abaikan saja mereka. Mereka hanya akan mengganggu konsentrasimu. Cepat pilihlah, apa yang kau inginkan?"


"Baik." Chen Yue hanya mengangguk patuh. Namun, dibanding menghadapi para pengagum yang menganggumi mereka dibelakang. Mereka lebih muak melihat wajah pedagang yang menatap mereka dengan senyuman cabul. Sialnya bagi mereka. Tapi, mereka harus menahannya karena benda yang menarik perhatian mereka ada disini.


"Pak, berapa hiasan tangan ini." Tanya Chen Yue.


"Hehehe... Nona muda, ini tidaklah mahal. Hanya 500 koin emas saja." Ucap pedagang itu sambil menggosok gosok kedua tangannya. Betapa beruntungnya, ia mendapatkan pembeli yang kelihatan loyal.


500 koin emas mungkin bukan harga yang seberapa bagi kedua gadis itu. Tapi, harga seperti itu untuk barang seperti ini, agak lumayan mahal. Sudah jelas kalau pedagang ini ingin meraup keuntungan dari mereka.


"Aduh.... kenapa harganya begitu mahal." Tang Xinglian berkata lemas dengan tangan didahinya. Ia bahkan berbalik kebelakang untuk menarik perhatian banyak orang.


"No-nona muda. Apa yang anda lakukan?" Ucap pedagang itu dengan penuh keringat. Tidak lama kemudian, para pengagum kedua gadis itu meneriakinya dengan penuh kemarahan.


"Benar! Harganya terlalu mahal, turunkan sedikit harganya. Apa kau ingin memeras uang dari seorang gadis?"


"Benar!"


"Ya!!"


"Turunkan harganya!!"


Kericuhan yang dibuat oleh orang orang membuat pedagang itu ketakutan. Khawatir akan kehilangan mata pencariannya. Akhirnya, ia terpaksa menjual gelang perhiasannya dengan harga murah. Dari harga 500 turun menjadi 200 koin emas. Untuk kedua gadis itu, harganya hanya bertambah menjadi 400 koin emas.


"Aduh, kalau begini terus. Aku bisa bangkrut." Pedagang itu hanya bisa bersedih atas nasib buruknya, jika dia bertemu dengan kedua gadis itu lagi. Ia tidak akan lagi melayani mereka.


Disaat pedagang itu merasa hancur, Tang Xinglian dan Chen Yue malah memamerkan gelang ditangan mereka.


"Bagaimana Chen Yue, apakah ini indah? Hehem...?" Senyum gadis itu dengan penuh keceriaan. Para pengagum mereka malah semakin kegirangan. Mereka bersorak melemparkan ratusan pujian demi menyenangkan mereka.


Disaat kedua gadis itu menikmati momen tersebut, tiba tiba mereka tertegun melihat pria bertopeng lewat didepan mereka. Yah, sebenarnya kalau dipikir pikir, tidak ada masalah. Karena mereka sebenarnya berada dijalaman. Hanya saja, suasana terasa aneh jika semua orang disini bersorak memuji kecantikan mereka. Tapi satu orang yang bahkan tidak memperdulikan mereka.


Dan yang paling penting, sosok itu membuat mereka langsung kesal seketika.


Bagi Tang Xinglian, pria bertopeng itu merupakan rival yang kuat meskipun tidak diketahui asal usulnya. Dikompetisi sebelumnya, ia kalah cepat dalam menyuling hingga ia berada diurutan ke kelima. Tidak apa apa jika dia kalah cepat dari jenius jenius yang sama terkenalnya seperti dia. Tapi masalahnya, pria bertopeng misterius yang tidak diketahui asal usulnya tiba tiba mengambil posisi pertama. Mengalahkan semua para jenius yang bahkan merupakan peserta dari kompetisi sebelumnya.


Gadis itu langsung frustasi ketika memikirkannya.

__ADS_1


Berbeda dengan Chen Yue, ia tidak mempermasalahkan masalah urutan. Tapi punggung itu, entah kenapa terasa familiar baginya.


"Tunggu!!" Chen Yue langsung mengejar pria itu. Ketika pria itu berbalik, tangan Chen Yue dengan cepat meraih topengnya. Ingin melepaskannya tapi tangannya tiba tiba tertahan.


"Nona, bukankah tidak sopan melakukan ini pada orang yang tidak kau kenal?" Qin Yan memegang tangan gadis itu dengan kasar. Hingga gadis sedikit meringis kesakitan.


"Lepaskan lepaskan." Tang Xinglian datang menolong Chen Yue. Setelah Qin Yan melepaskannya, gadis itu malah mendorong Qin Yan dengan kasar.


"Kurang ajar sekali kau!! Aku tau dia tidak sopan, tapi kau tidak sepantasnya memperlakukannya seperti itu."


Qin Yan hanya diam mendengar ocehan gadis itu. Lama kelamaan ia pun merasa muak, ia langsung meninggalkan mereka.


"Hei! Berhenti kau!!!" Tang Xinglian sendiri hendak mengejarnya tapi dihentikan oleh Chen Yue. Gadis itu menggelengkan kepala dengan mengatakan kalau ialah yang bersalah.


Tidak jauh dari mereka, sebuah ruangan khusus. Seorang gadis duduk memperhatikan mereka. Dia mempunyai rambut pirang emas yang panjang, tatapannya begitu tenang seperti kolam air yang jernih.


"Nona Zue er, kompetisi akan segera dimulai. apakah anda tidak ingin menuju halaman utama?" Seorang pria yang senantiasa mengikutinya selalu berada didekat gadis itu. Ia mempunyai lambang singa ditengah bajunya. Namanya Gu Yimbing, salah satu peserta yang mengikuti kompetisi menyuling bersama Zue er.


"Sedikit lagi." Ucap gadis itu dengan tenang, tatapannya merujuk ke arah punggung pria bertopeng. Layaknya Tang Xinglian, ia juga penasaran dengan sosok yang mengalahkannya dalam hal kecepatan menyuling.


Qin Yan pun menuju area pusat. Area itu adalah tempat para tetua menyuling pil di dalam tungku raksasa.


Sebuah area yang cukup luas, setiap sisi diapit oleh bangunan asosiasi. Semua orang yang hadir kebanyakan berdiri atau duduk diteras sembari berinteraksi dengan teman mereka.


Qin Yan melirik kearah dimana para Alkhemis menyuling, ternyata masih kosong. Sepertinya tetua belum datang hingga para peserta kebanyakan sudah menunggu.


Di saat Qin Yan tengah diam berdiri, tiba tiba ada seseorang yang tidak sengaja menabraknya.


"Bruk" Tepat seorang gadis, menabrak Qin Yan dan terjatuh kelantai. Melihat itu, Qin Yan pun membantunya berdiri.


"Kau tidak apa apa?" Tanya Qin Yan sembari mengulurkan tangannya.


"Aduh..." Gadis itu masih menunduk memegangi kepalanya, mungkin karena pusing. Ia jadi terdiam cukup lama sambil meringis kesakitan.


Ketika melihat uluran tangan Qin Yan, tanpa ragu ia menerima uluran itu. Dan berdiri dengan bantuan Qin Yan.


"Terima kasih." Ucap gadis itu dengan senyuman manis. Qin Yan yang melihatnya malah kaget. Dibalik topeng, matanya membesar seketika.


"Ada apa?" Gadis itu bertanya dengan bingung. Tentu ia merasakan reaksi Qin Yan meskipun hanya sesaat.


Meskipun kebingungan, tapi gadis itu pun pergi, Qin Yan hanya meliriknya. Gadis itu tidak lain adalah Zhou Zun er. Adik tiri Weisi. Mereka tidak lama bertemu beberapa hari yang lalu. Dan ibunya lah yang membantunya untuk masuk dalam kompetisi. Jika tidak, mungkin ia tidak akan bisa berpastisipasi dalam turnamen ini.


Terlihat gadis itu menyapa gadis lain yang tidak jauh berbeda darinya. Wajah mereka tampak mirip, begitu identik. mereka terlihat kembar.


'Jangan jangan, itu putri lain dari Weiqing?' Gumam Qin Yan. Ia dengar, setiap istrinya memiliki satu keturunan. Hanya istri pertamanya saja, Xu Tian er yang memiliki dua anak. Yakni Zhou Weisi dan Zhou Zue er.


Qin Yan bersandar di dinding sambil memandangi gadis yang disapa oleh Zun er. Dia mempunyai seragam kerajaan Zhong Tian, terlihat mirip dengan seragam milik Zhang lizian. Salah satu peserta dari kompetisi membuat gulungan Kondolisasi.


'Oh, jadi begitu. Mungkin dia putri dari Sangguan Bing er atau Sangguan Xue er.' Qin Yan pun kembali tenang. Ia pun kembali menunggu.


Tidak sengaja, ia mendengar beberapa gosip dari orang orang disekitarnya.


"Hei, kau dengar. Katanya Xiang Xiang dari kerajaan Sunmoon tidak menghadiri kompetisi ini."


"Benarkah? Sayang sekali. Padahal ia mempunyai spirit api. Di kompetisi sebelumnya ia menarik perhatian tetua dengan berada diperingkat lima. Kira kira, dia kenapa yah?"


"Hmm.... kau mungkin tidak tahu. Tapi aku dengar, seluruh kelompok kerajaan Sunmoon dibantai habis habisan, mereka sekarang tengah sekarat dirumah sakit. Sudah pasti ia tidak akan hadir. Mungkin masih terbaring diatas tempat tidur."


"Oh, aku juga mendengar itu. Katanya disaat bersamaan, kerajaan Lembah racun juga mengalami hal yang sama. Kira kira kedua kelompok kenapa yah. Aku sempat berpikir kalau kedua kerajaan itu saling bertarung."


"Haish...., itu tidak mungkin. Kerajaan Lembah racun itu sangat kuat. Di sana ada Mong yi bukan? Dia sangat kuat, tidak mungkin dia....."


Tiba tiba, sekelompok penggosip itu terdiam. Ketika melihat orang yang mereka bicarakan tidak sengaja melewati mereka.


Mong Yi, dengan keadaan pucat dan beberapa luka ditubuhnya dibalut kain perban. Berjalan dengan tatapan mengerikan. Lingkaran hitam dibawah matanya, serta bola matanya yang memerah membuat semua orang langsung ketakutan ketika melihatnya. Mereka tertunduk, apalagi ketika pria itu berhenti disekelompok penggosip tadi, mereka langsung pucat dengan penuh keringat. Untungnya pria itu pergi seolah tidak memperdulikan mereka. Hal itu membuat sekelompok penggosip tersebut menghela napas lega.


'Dia......' Qin Yan melipat tangannya didada dengan alis berkerut.


'Bukankah kemarin dia terluka parah? Hari ini tetap mengikuti kompetisi yah. Pemulihannya cukup mengerikan juga.' Batin Qin Yan lagi.


Tidak lama kemudian, para tetua pun masuk. Totalnya ada lima tetua, dan salah satunya merupakan legenda dalam dunia penyulingan, Sai Hwang.


Kelima tetua tersebut menuju keatas panggung. Duduk berdampingan. Disaat itulah, Qin Yan dan seluruh peserta yang hadir langsung berkumpul ke meja masing masing.

__ADS_1


"Ukhuk ukhuk, jadi ini adalah sisa dari ujian kemarin yah." Seorang nenek terbatuk memandangi banyaknya peserta yang hadir.


"Y-ya. master." Jawab asisten nenek itu dibelakang. Setelah mendengar anggukan asistennya, nenek itu pun mulai berpikir.


"Hmm.... Bukankah peserta kompetisi kali ini sekitar ada 57 orang? Kenapa mereka hanya 27?" Tanya wanita tua itu dengan bingung.


"Um.... Master, mereka semua gugur dalam penyulingan sebelumnya. Dan ada satu orang yang masuk rumah sakit. Jadi ia tidak bisa hadir." Jawab asistennya dengan gugub.


"Oh, jadi begitu. Tapi, masalah peserta yang gugur, apa memang sebanyak itu. Haish.... anak muda jaman sekarang. Mereka semua lemah lemah." Nenek tersebut hanya mengelus dahinya setelah mendengar informasi itu.


"Tapi, senior. Ada seorang alkhemis jenius yang hadir baru baru ini. Dia menyelesaikan ujian dalam waktu sepuluh menit. Mengalahkan semua Alkhemis lainnya bahkan murid anda." Tiba tiba seorang tetua berbisik disamping nenek itu.


"Hm..? Sepuluh menit? Itu bukan lagi kecepatan namanya. Itu rekor yang ia pecahkan. T-tunggu! Kau bilang dia menyelesaikan ujian sulit yang kuciptakan dalam waktu sepuluh menit?" Wanita tua itu langsung berbalik kaget setelah mendengarnya. Tetua disampingnya juga mengangguk, membuatnya tak percaya kalau ada orang mampu memecahkan jebakan yang ia buat dalam waktu secepat itu.


"Siapa orangnya?" tanyanya lagi. Tetua disampingnya langsung menunjuk kearah pria bertopeng. Otomatis semua petinggi lainnya berbalik melihat Qin Yan.


"Anda lihat pria bertopeng disana? Dia adalah orangnya, orang yang mampu menyelesaikan tantangannya hanya dalam 10 menit."


Nenek tersebut memandangi Qin Yan, dilihat dari topeng yang ia kenakan. Sepertinya ia masih muda. Tapi, ia sangat penasaran siapa anak muda itu. Hanya saja, tidak sopan jika dirinya meminta anak muda itu melepaskan topengnya.


"Hmph.... Baiklah kalau begitu. Laksanakan kompetisi selanjutnya. Aku ingin lihat, mereka dapat berhasil atau tidak. Terutama anak itu!"


Di sisi meja peserta, Qin Yan tiba tiba merasakan dingin dipunggungnya. Ia pun berbalik, melihat nenek tua melototinya dengan tajam.


'Ada apa ini? Apa aku melakukan kesalahan?' Batin Qin Yan dengan bingung.


Akhirnya, presiden asosiasi berdiri dan bertepuk tangan tiga kali. Setelah itu, pada pelayan datang membawa beberapa bahan dan obat.


Di banding melihat para pelayan, perhatian Qin Yan tertuju pada presiden asosiasi yang merupakan seorang wanita muda. Jika dilihat lihat, mungkin umurnya tidak jauh berbeda dari Yun Zhi atau pun Jan er dari perjudian bawah tanah.


'Dia menjadi presiden asosiasi di umur semuda itu?' Pikir Qin Yan, tampaknya wanita itu sepertinya orang berbakat. Menjadi sosok terhormat di usia semuda itu bukanlah hal mudah.


Ternyata tatapan Qin Yan, disadari wanita itu. Meskipun di balik topeng, tapi wanita masih merasakan Qin Yan menatapnya. Sebagai tanggapan, wanita itu hanya tersenyum dengan tegas layaknya seorang pemimpin.


'Oh, insting wanita itu tajam juga.' Qin Yan pun perlahan menunduk dengan tenang dan melihat bahan bahan yang sudah disediakan oleh para pelayan. Beberapa obat ini merupakan bahan untuk membuat pil tingkat 4. Tapi dilihat betapa tinggi kualitas bahannya, bisa jadi reaksi pil setara tingkat 5.


Daun hijau dua tangkai, getah dari pohon silver es Empress, batang kayu mati dari tanaman obat ashen, serta bunga anggrek ungu empedu ular. Sekali dilihat pun, Qin Yan langsung mengerti. Pil apa yang akan di buat.


Kemudian, diatas panggung. Presiden asosiasi mulai menjelaskan penyulingan kali ini.


"Bahan bahan telah disiapkan diatas meja kalian. Pil yang kali ini kita buat yaitu pil pemulih hati beku. Pil ini setara dengan tingkat empat, jika kalian bisa menyelesaikannya dalam waktu yang kami tetapkan. Kalian dianggap lolos ke babak selanjutnya."


'Sudah kuduga.' Qin Yan mengangguk. Namun, ada yang menggangu pikirannya.


Kenapa jamur lava merah ada disini?


Di pikir pikir pun, Qin Yan masih tidak mengerti. Ia ingin bertanya, tapi sebelum itu ia harus memeriksanya terlebih dahulu. Dan ia melihat reaksi para peserta lain. Tampaknya mereka tidak tau apa apa tentang pil penetral hati beku ini. Jika memungkinkan, bertanya adalah tindakan yang sangat ceroboh.


Disaat ini, presiden asosiasi langsung memulai kompetisi.


"Baiklah, penyulingan dimulai!!" Suaranya begitu tegas hingga seluruh peserta hanya bisa mengangguk, lalu mereka mulai menyuling. Namun, ada satu orang yang menarik perhatian wanita cantik ini. Pria bertopeng disana sedang apa? Kenapa ia melongo memeriksa bahan yang ada di atas meja?


"Se-senior, lihat. Sepertinya anak itu menyadari sesuatu." Para tetua itu mulai berbisik satu sama lain. Tindakan mereka membuat alis presiden berkerut. Faktanya ia juga khawatir kalau rahasia jebakan untuk para peserta ini bisa terbongkar.


"Hah? Tentu saja tidak. Pil pemulih hati beku adalah pil yang sangat langka didunia ini. Meskipun cuma tingkat lima, tapi resepnya hanya dimiliki oleh asosiasi ini. Itupun, hanya beberapa dari kita saja yang mengetahui nya secara rinci. Bagaimana mungkin anak itu bisa mengetahuinya." Nenek itu menyangkal dengan penuh keangkuhan.


"Tapi, senior....."


"Sudah, kau terlalu banyak berpikir."


Kemudian mereka mulai memperhatikan Qin Yan lagi. Sejujurnya, nenek itu juga lebih khawatir. Jangan jangan benar, anak itu mengetahui sesuatu.


'Ah, sudah kuduga. Memang ada yang salah dengan kompetisi ini. Apa sebenarnya yang mereka rencanakan. Apakah ini, jebakan? Kuharap mereka tidak bermain curang.' Qin Yan membuang jamur itu jauh jauh, sementara jamur yang lain, ia centil hingga terlempar ke depan.


'Hah!!!!'


Semua peserta lain tampak bingung melihat itu, namun berbeda dengan para tetua yang sudah terkejut setengah mati. Mereka membeku seperti batu. Seperti sebuah palu menghantam kepala mereka.


"A-apa? Di-dia menyadari itu?" Nenek itu terpaku dengan tubuh agak menggigil. Para tetua yang melihat itu terdiam seribu bahasa. Mereka tahu, kalau nenek tua itu tak bisa di singgung disaat saat seperti ini.


"Cari tahu latar belakang anak itu segera." Ucap nenek itu dengan penuh keseriusan.


Alis presiden pun berkerut, bagaimana bisa ada anak yang bisa menyadari itu hanya dengan melihat. Bahkan Qin Yan belum mencobanya, tapi Qin Yan langsung membuangnya. Ini benar benar tidak masuk akal. Dia juga mempunyai beberapa keraguan didalam dirinya. Jangan jangan Qin Yan adalah orang yang tengah menyamar. Yah, itu masuk akal. Oleh karena itu, ia harus mengambil tindakan.

__ADS_1


"Setelah kompetisi ini berakhir, aku ingin dia dipanggil ke ruanganku." Ucap wanita itu dengan tenang namun penuh wibawa.


__ADS_2