LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Membuka segel


__ADS_3

"Bom"


Asap berwarna pink tercipta. Huang er yang hendak menyerang, langsung membeku dengan apa yang dia lihat didalam asap tersebut. Qin Yan sendiri tidak menyangka kalau jadinya teknik ini akan secabul ini.


"Ka-kau....." Huang er tak bisa berkata kata, satu hidungnya mimisan. Lalu disusul mimisan yang lain.


'Sekarang!!'


Dalam seperkian detik, memanfaatkan kelalaian Huang er. Boneka jiwa dan Avatarnya langsung menyekap gadis itu. Sebelum dia melepaskan diri. Salah satu tangan Qin Yan mengeluarkan ular hijau. Ular tersebut melata hingga menggigit leher Huang er.


"Ka-kau... Menjijikan!!" Huang er melototi Qin Yan dengan wajah marah. Tubuhnya melemas, tapi Qin Yan malah mengejeknya.


"Aaaah.... Huang er... kau benar benar sesuatu yang...."


"Ppffrr....." Weiqing yang sedang meminum air langsung memuntahkannya. Ia menganga, Qin Yan bertingkah seperti banci. Apalagi kelopak matanya yang ia mainkan, membuat Weiqing benar benar merinding. Tubuhnya yang telanj*ng ditambah dengan batang menjulang tinggi membuat master lainnya membeku.


"Keluarkan dia dari turnamen ini!!" Wajah Yuechan menghitam, sehitam arang dengan aura yang mencekam . Hingga master lainnya menyadari betapa benci wanita ini pada hal hal seperti itu.


Tidak lama kemudian, asap pink dilapangan menghilang. Menampilkan Qin Yan dan Huang er yang sudah terbaring pingsan. Hal itu tentu membuat geger para penonton.


"Apa yang terjadi? Kenapa Huang er kalah?" Di fuyi ternganga melihat itu. Keterjutannya wajar karena semua orang juga seperti itu.


"Haaaish.... kalau masalah kekuatan, mungkin Qin Yan tidak sebanding dengan gadis itu. Tapi, masalahnya adalah taktik dan strategi. Qin Yan adalah ahli yang suka berbuat licik, kita tak bisa menebak apa yang ada dikepalanya karena dia bisa saja melakukan sesuatu yang tidak terduga." Weisi menggelengkan kepalanya. Apa yang ia pikirkan memang benar adanya. Hanya saja, ia tidak tahu apa yang terjadi dilapangan. Mungkin dia juga akan terkejut dengan rahangnya yang terbuka.


Mengetahui pertarungannya sudah selesai, Qin Yan berbalik pada wasit dengan wajah berseri seri.


"Wasit, bukankah hasil pertarungannya sudah jelas. Segera umumkan pemenangnya." Qin Yan tersenyum pada wasit, namun ia baru menyadari kalau wasit tersebut memandangnya dengan tatapan dingin dan jijik. Meskipun ia menyadari itu, namun ia tetap mengabaikannya.


Wasit didepannya ini, adalah kultivator tingkat Raja. Kemungkinan ia juga melihat apa yang terjadi. Namun, bagaimana pun disangkal. Tidak ada peraturan yang melarang hal tersebut. Untungnya dalam perubahan Qin yan tadi, ia merubah sosoknya menjadi orang lain. Sehingga tidak mempermalukan martabatnya.


Dengan tangan terkepal, perlahan wasit berbalik kearah master sekte. Disana, semua wajah para master menghitam. Apalagi master sekte Menara es suci, sudah beranjak dari tempat duduknya . Lalu kemudian Yan Qinying juga berdiri, mulutnya berdecak jijik ketika melihat pertarungan tadi.


Sungguh memalukan.


Hal itu membuat Qin Yan hanya bisa menghela napas panjang. Bagaimana pun tindakannya sudah keterlaluan. Tapi, apa mereka pernah mengerti dirinya? Itulah yang Qin Yan pikirkan hingga ia memilih untuk mengabaikan semua itu. Sekarang, bukan hanya para penonton. Bahkan para master pun ikut membencinya.


"Ba-baiklah, pemenang dalam pertarungan ini adalah kerajaan Sun....."


"Tunggu."


Wasit tiba tiba berbalik kepada suara lembut tersebut, namun dipenuhi intimidasi.


Qin Yan juga merasakan aura dingin menyelimuti dirinya. Semua orang bersorak kagum saat melihat keanggunan ratu es menuju lapangan. Wanita itu berhenti tepat didepan Qin Yan. Dengan tatapan dingin dan jijik, dia menunjuk Qin Yan dengan penuh kebencian.


"Dia tidak pantas pantas disebut pemenang."


Perkataannya membuat Qin Yan dan wasit langsung tertegun.


"Apa maksudmu!" Kini Qin Yan juga menatapnya dengan dingin. Ia sama sekali tidak terima dengan perlakuan ini.


"Hahah.... Kau sama sekali tidak sadar diri yah. Apa yang kau lakukan saat dipertarungkan tadi, apakah harus aku katakan semuanya kepada semua orang?" Yuechan menutupi mulutnya dengan tertawa sinis. Ia menggelengkan kepala saat melihat tampang anak itu.


Melihat Qin Yan yang terdiam, membuat yuechan semakin mendominasi. Sekarang, dimatanya. Qin Yan adalah orang yang sangat ia musuhi.

__ADS_1


"Kenapa? Tidak bisa menjawab? Lagian, mana mungkin kau bisa menyangkal ini. Kau itu tidak lebih dari seorang cabul yang sangat menjijikan." ucapan wanita itu, seakan menyayat hati. Qin Yan sendiri, merasakan hal itu. Apalagi, suaranya yang begitu jelas. Disambut dengan tawa semua orang.


"Apa urusanmu!?" Kali ini Qin Yan menjawab wanita itu dengan geram. Ia sadar apa yang telah ia lakukan tadi. Tapi, entah kenapa ia tak terima dengan perlakuan ini. Qin Yan langsung mengabaikannya. Berbalik dan hendak kembali menuju loby.


"Berhenti disitu!" Teriak Yue Chan dengan mata memerah. Namun Qin Yan tetap tidak menghiraukannya.


"Ka-kau...." Sebuah tombak es tercipta, Yue chan hendak menyerang Qin Yan dengan tombak itu. Namun Weiqing datang menghentikannya.


"Hentikan itu, Ratu es. Kau hanya akan menyiksa dirimu." Weiqing datang menghentikan tangannya. Untungnya Weiqing datang tepat waktu, jika tidak Yuechan mungkin akan menyerang anak itu.


Akhirnya, wanita itu sadar dari kemarahannya. Ia segera menghempaskan tangan Weiqing.


"Lepaskan aku, kau pikir apa yang kau lakukan?" Ucap Yuechan dengan tatapan dingin.


"Sebelumnya saya mohon maaf. Tapi sepertinya anda bertindak diluar batas. Sekarang banyak penonton yang menyaksikan. Kuharap kita bisa bicarakan ini baik baik." Weiqing menjawab dengan sopan. Dalam hal ini, tidak ada alasan untuknya bersikap seperti wanita itu.


"Apa! Bicara baik baik? bilang saja kalau kau tidak ingin menghukum anak ini." Kini Yuechan mulai menatap Weiqing dengan tak senang . Sifat mereka berdua sama persis, itulah mengapa ia berbicara seperti itu.


"Bukankah memang begitu, tidak ada alasan untuk menghukumnya . Memangnya apa yang dia lakukan? Didalam pertarungan, tidak ada aturan untuk melarang seorang petarung mengeluarkan teknik rahasia mereka." Jawab Weiqing. Membuat Yuechan tidak bisa berkata kata.


"Ka-kau... bahkan jika memang tidak ada peraturannya. Tapi, teknik itu ada batasnya. Pikirkan jika anak ini selalu menggunakan teknik itu dimasa depan. Kau pikir ini semudah yang kau bayangkan?"


Qin Yan hanya memperhatikan mereka berdua dari samping. Di satu disisi, Yuechan yang sangat membenci kaum pria, sudah sepantasnya ia juga membenci Qin Yan setelah menggunakan trik tadi. Disisi lain, Weiqing yang bersikap bijak, dan jujur. Ia sebenarnya tidak mempermasalahkan hal tersebut meskipun itu memang salah. Dan keduanya saat ini sedang bertengkar ditengah arena.


"He-hei... Bisakah kalian hentikan dulu. Kita ada di..." Tiba tiba Qin Yan terkejut, akar hijau langsung melilitnya. Saat Qin Yan berbalik, tentunya ia melihat Yan Qinying sudah menatapnya dengan tatapan dingin.


"Tu-tunggu...!!" Sebelum Qin Yan memperingatinya, wanita itu langsung menariknya keluar dari lapangan. Ia dibawah jauh dari tempat tersebut.


Pertandingan itu berakhir begitu saja. Untuk beberapa waktu setelah itu, terjadi perdebatan antara Weiqing dan Yue chan. Intinya, dari semua master sekte, terpecah menjadi dua belah pihak.


Akhirnya, para master sekte sampai kesimpulan terakhir. Kedua kerajaan sama sama impas. Dan akan dilakukan pemilihan ulang. Mereka menyatakan, pertarungan barusan hanyalah contoh yang ditunjukan kepada seluruh penonton.


********


Praviliun kerajaan Zhong Tian.


"Bukh. bukh. bukh."


Terlihat Qin Yan yang sudah babak belur ditampar oleh Yuechan. Saat ini, wanita itu melampiaskan semua kebencian dan kekecewaannya kepada Qin Yan.


"Kau bajingan! Kau hanyalah bajingan cabul. Aku sudah salah menilai mu selama ini. Kau ternyata orang yang menjijikan." Yuechan tidak ada henti hentinya menampar anak itu. Hingga wajahnya bengkak. Disaksikan dengan 11 sekte yang lain. Termasuk Yao Chen. Ia hendak maju menghentikannya, namun Qin Yan selalu memberinya isyarat agar tidak melakukan apa apa.


Yuechan memukul Qin Yan hingga ia kehabisan napas. Setelah itu, beristirahat sejenak dengan napasnya yang tidak teratur.


"Ratu es, kurasa ini cukup. Coba hentikan ini, tenangkan dulu dirimu." Yan Qinying datang membantu Yue Chan berdiri. Hingga wanita itu tenang kembali. Kali ini ia menatap Qin Yan sekali lagi dengan tatapan jijik.


"Jika kau berani mendekati Qingzhu. akan ku pastikan, kau tidak akan selamat. Aku akan menggunakan seluruh hidupku untuk membunuhmu. Orang sepertimu tidak pantas untuknya." Kemudian ia beranjak pergi menghentakkan kakinya. Meninggalkan mereka.


Sementara yang lain juga perlahan meninggalkan ruangan itu. Hingga tersisa Chi Tae, Rong Qiyu, Han genyu, Yao Chen, dan Weiqing.


Ketiga master lain, mencibir dan menertawai Qin Yan. lalu mereka juga pergi. Sekarang tinggal Weiqing dan Yao Chen diruangan itu.


"Bisakah tinggalkan aku sendiri?" Qin Yan berkata dengan suara pelan. Nampak rasa tak berdaya diwajahnya.

__ADS_1


Alis Weiqing berkerut, dengan berat hati. Ia pun juga meninggalkan tempat itu. Setelah semua pergi, Yao Chen perlahan mendekati Qin Yan.


"Apakah kau putus asa gara gara perlakuan tadi?" Tanya Yao chen. Kali ini raut wajah kesal terpaut diwajah pria itu. Ia melihat, Qin Yan makin lama makin lemah secara mental.


Rupanya Qin Yan menggeleng.


"Tentu saja tidak. Meskipun aku tak menyangka kejadian ini terjadi. Tapi mau tidak mau kita harus menjalankan rencana kita." Seringai lebar tersungging diwajah anak itu. Yao Chen sampai bersemangat mendengarnya.


Qin Yan pun memejamkan mata.


"Z, siapkan aku kitab pilar roh pembunuh iblis."


*********


Beralih ke Zhou weiqing, setelah meninggalkan ruangan itu. Ia bergegas mengejar Yuechan dan yang lainnya. Ia ingin mengadakan pertemuan. Pikirannya berkecamuk setelah melihat keadaan Qin Yan tadi, ia harus menjelaskan semuanya pada mereka dan memperbaiki hubungan kerja sama ini. Jika tidak, musuh yang dimaksud Qin Yan pasti menikmati perpecahan ini.


Setelah meyakinkan mereka beberapa waktu, akhirnya ditengah malam. Semuanya pun berkumpul. Kecuali Yan Qinying. Entah kemana perginya dia.


"Apa maksudmu menyuruh kita berkumpul Weiqing?" Tanya ratu es dengan tatapan dingin, ia tidak ingin berlama lama dan segera pergi dari pertemuan ini.


Weiqing bisa melihat jelas, beberapa master enggan untuk berkumpul. Ia pun berdehem sejenak, mencairkan suasana.


"Aku ingin kita mempertimbangkan tentang pengeluaran Qin Yan."


"Apa!" Ratu es langsung terkejut mendengarnya. Hendak membantah, Namun Xu shian menghentikannya. Dibanding wanita itu, pria tersebut bertanya dengan pelan dan sopan.


"Weiqing. Bukankah kita sebelumnya sudah sepakat. Kerajaan Sunmoon masih mempunyai kesempatan, tapi tidak untuk Qin Yan. Tekniknya itu....."


"Aku mengerti. Tapi, hanya karena teknik apakah kita berhak mengeluarkannya? Dia tidak membuat kesalahan kan? Lagian dia berpastisipasi dalam turnamen, bukan murid sekte kita. Teknik semua orang itu berbeda beda, dan kadang kala teknik itu juga membuat kita tercengang." Weiqing langsung memotong perkataan Xu shian. Meskipun Xu shian dalam statusnya adalah ayah mertuanya, namun ia tidak bisa menghindari fakta. Kalau dia harus memperjuangkan keadilan untuk Qin Yan.


"Aku tidak menerima itu!! Aku tidak pernah menerima itu!!"


"Brak" Ratu es berdiri dan membanting meja . Tatapannya sangat tajam terhadap Weiqing. Ia menghentakkan kakinya hendak keluar.


"Yuechan!!" Kali ini ia terhenti saat mendengar Weiqing berteriak. Dengan tubuh sedikit gemetar Yuechan berbalik kebelakang, mendapati Weiqing menatapnya dengan tatapan penuh amarah. Ia pun sadar, kalau apa yang lakukan ini sudah diluar batas. Ia sampai lupa, siapa sosok yang paling mendominasi disini.


"Kembalilah duduk ratu es, aku tidak mau melakukan ini padamu." Kali ini tidak ada raut memohon lagi, hanya ada wajah serius menampilkan sorot mata mengintimidasi. Dan itulah sosok asli Weiqing.


Perlahan Yuechan kembali duduk ditempat duduknya. Kali ini, ia hanya diam tak berbicara apapun. Namun jelas sekali, ia sangat tidak terima. Semua orang bisa melihat betapa Yuechan mengepalkan tangannya erat erat dan menahan emosinya yang berkecamuk.


"Aku ingin menjelaskan semuanya pada kalian. Sebenarnya, akulah alasan yang membuat Qin Yan mengeluarkan teknik itu." Weiqing pun menggelengkan kepala tak berdaya. Tentu ia tahu semua orang sedang menatapnya dengan mata yang besar. Namun, ia tahu kalau ia harus melanjutkan ini.


"Kemarin, aku sempat bertemu dengannya. Aku memprovokasinya untuk ikut bertaruh denganku. Apakah dia bisa mendapat kejuaraan atau tidak. Namun anak itu tidak mempermasalahkannya, ia malah menyutujui taruhan itu dengan senang hati. Oleh karena itu aku berpikir, anak ini percaya diri karena kekuatannya yang besar. Saat itu aku pun menekan segelnya, hingga dia menjadi lemah seperti saat ini."


"A-apa! Aku tidak percaya dengan apa yang kau katakan Weiqing." Sangguan Tianyang menatapnya dengan mata yang besar, begitu pula semua master diruangan itu.


"Faktanya ia bisa menghadapi Wu yuehan ketika berada di hutan es salju. Aku menekannya karena tahu, tidak ada yang bisa menandingi anak itu bahkan dengan generasi emas kita." Weiqing memegangi kepalanya dengan rasa bersalah.


"Ta-tapi.... tetap saja..." Sangguan Tianyang masih saja menatapnya. Ia tidak bisa berpikir, Qin Yan melalui kondisi sulit seperti itu. Setelah pulih dari luka akibat perang dikerajaannya. Sekarang ia ditekan lebih lemah lagi. Bahkan ia sendiri merasa ini tidak adil untuk anak itu.


Mau tidak mau, Weiqing menghadapai tanggapan mereka.


"Tadi malam, kalian pasti merasakannya. Energi anak itu sangat lemah, dia bahkan kesusahan membangkitkan prajurit bayangannya. Lalu ia mendapatkan luka serius karena berhadapan dengan musuh yang dia ceritakan. Sejujurnya jika mau dikatakan, kondisi anak itu tidaklah stabil. Dia baru siuman dari tidurnya dan masih banyak lagi ia dapatkan disini. Aku tahu aku salah, dan aku mengakuinya. Aku seharusnya meminta maaf pada anak itu."

__ADS_1


Akhirnya semua orang mengerti. Tangan Yuechan yang sedari tadi mengepal, kini melemas. Sekarang rasa bersalah memenuhi dirinya.


"Aku harap, setelah ini kalian mengerti. Anak itu mungkin melakukannya secara terpaksa. Dia tidak punya banyak kekuatan, dan Huang er adalah teman dekatnya. Setahuku yang kudengar dari Weisi. Mereka adalah teman dekat beberapa tahun lalu. Beberapa kali mereka melakukan pertarungan, dan Huang er selalu kalah. Oleh karena itu, Qin Yan pasti sudah mengetahui seluruh kekuatan dan kartu gadis itu. Makanya ia mengakhirinya dengan cepat. Mungkin, itu juga akan terjadi dengan lawan yang lain. Jika kalian tidak ingin anak itu menggunakan teknik itu lagi. Maka tidak ada cara lain selain membuka segelnya."


__ADS_2