
"Hosh.. Hosh.. hosh..."
'Sedikit lagi!'
'Sial, kenapa bisa setinggi ini?'
Qin Yan menuju kelangit tempat dimana portal itu berada. Ia tidak menyangka kalau portal kecil itu begitu tinggi hingga ia bahkan kehabisan energi karena terus menerus terbang keatas.
'Dia pasti sengaja melakukan ini!' Qin Yan menggertakan gigi dengan kesal.
'Hah! Itu dia!' Akhirnya dia menemukannya. Sebuah lubang kecil disana. Qin Yan mengamati lubang kecil itu perlahan.
'Haruskah aku membentuk formasi? Tapi mengingat kekuatanku, sepertinya aku tidak bisa lagi melakukannya.' Qin Yan mengepalkan tangannya sendiri.
Tanpa diduga, cincin ditangan Qin Yan bersinar. Alis Qin Yan berkerut, ini adalah Z. Mau apa dia?
Lalu sesuatu merespon cincin tersebut. Kubus misterius didalam tubuhnya Qin Yan akhirnya keluar. Cincin dan kubus itu terlihat bersatu.
..."Gabungan cadangan diaktifkan."...
'Gabungan cadangan?' Qin Yan masih bingung dengan kata kata itu. Bukankah kubus misterius hanya bisa digabungkan dengan Piramida lautan? Lalu kenapa kubus dan Z bersatu.
..."Kunci portal dimensional terbentuk. Dibutuhkan kekuatan tambahan."...
Dibutuhkan kekuatan tambahan. Apa maksudnya? Qin Yan tanpa sadar menyentuh kubusnya.
"AAAAARRRGGHHH.....!!" Tiba tiba rasa sakit yang luar biasa menggerogoti tubuh Qin Yan. Kekuatannya dihisap langsung.
"Hei, bocah. Apa apaan ini hah!" Neidan sendiri sampai bereaksi karena bukan hanya kekuatan Qin Yan yang dihisap tapi kekuatan nya juga ikut dihisap.
"AAAAARRRGGHH.......!!" Hisapan itu sampai membuat tanda tato hitam ditangan kirinya aktif.
Tidak lama setelah menghisap kekuatan Qin Yan kubus pun berubah aneh. Kali ini dia tidak berwarna hitam. Melainkan berwarna merah dengan corak gambar aneh dipermukaannya.
"Hosh... Hosh... hosh..." Qin Yan sampai tidak mampu lagi mengangkat tangannya. Rasanya dia mau jatuh saja.
Terlepas dari itu, cincin yang tadi bergabung dengan kubus akhirnya berpisah kembali ke jari Qin Yan.
"Sialan kau! Kau mau membunuhku yah!" Qin Yan langsung memarahinya karena tindakan Z tiba tiba.
..."Kunci portal dunia kecil 2643 telah berhasil dibentuk. Dengan ini dunia kecil 2643 tidak akan dimasuki makhluk asing untuk beberapa waktu."...
Qin Yan akhirnya terdiam. Pandangannya sekarang tertuju pada kubus yang berputar didepannya. Setelah itu, kubus tersebut masuk kedalam portal dimensi. Reaksi selanjutnya terjadi, portal dimensi berputar cukup cepat, semakin cepat dan semakin berputar. Sampai akhirnya memancarkan sebuah cahaya.
"Apa!" Demon king yang berada disana tentu menyadarinya. Ia menggertakan gigi dengan marah, siapa orang yang telah mengganggunya apalagi menutup portal tempat ia memasuki dunia kecil ini.
Sebuah domain pun tercipta darinya, domain itu mampu menghentikan pergerakan musuh sejenak. Setelah itu, ia dengan enggan meninggalkan mereka.
Weiqing dan lainnya yang terluka parah tak bisa apa apa karena memang mereka sudah sekarat akibat pertarungan dengan monster ini. Lalu pilar yang Weiqing andalkan malah dihancurkan dengan mudah olehnya. Apa apaan ini, padahal makhluk yang sama sebelumnya bisa ia bunuh dengan pilar itu. Tapi monster ini bahkan tidak bisa mereka sentuh.
Bahkan Jin kei dan Yao Chen saja berhasil ia atasi.
"Wah, tampaknya cukup sampai disini saja yah. Cih, dunia ini cukup menarik untuk manusia yang ada didalamnya. Benar benar sulit dibayangkan, aku sang raja iblis klan Magicstal bisa setidak berdaya ini. Tapi, orang sekuat kalian... Dunia kecil ini tidak mampu menampung. Suatu saat nanti kalian akan keluar kedunia yang sebenarnya. Sampai saat itu tiba, aku akan terus menunggu kehadiran kalian." Sosok demon king kembali berubah menjadi sebuah bola mata. Lalu terbang keatas langit dimana portal berada.
"Jadi kau dalang semua ini yah." Ketika dia melihat Qin Yan, raut wajahnya menunjukan ketidaksenangan. Namun terlepas dari semua itu, dia agak tertarik pada bocah ini.
"Barang bagus. Bocah, bagaimana kalau kau mengikutiku saja. Akan kubuat kau menjadi orang kuat. Didunia luar sana kau akan menjadi terkenal."
Qin Yan hanya mengacungkan jari tengahnya.
"Kenapa kau tidak mati saja hah!"
"Cih!" Demon king langsung merasa tak senang. Namun ia tetap menjaga ketenangannya.
"Heh... Kau belum melihat dunia yang sebenarnya bocah. Baiklah kalau begitu, aku tidak akan memberimu penawaran untuk kedua kalinya. Namun sebagai gantinya akan kuberikan hadiah padamu."
Tanpa Qin Yan sadari, sesuatu masuk kedalam tubuhnya. Begitu cepat hingga Qin Yan tidak menyadarinya. Sebuah tanda muncul didalam tubuhnya. Melihat itu, mata Qin Yan langsung terbelalak.
'Kutukan iblis!'
"Baiklah, aku selalu memperhatikanmu." Raja iblis tertawa sampai akhirnya dia masuk kedalam portal.
Sementara itu, disisi lain. Rasa sakit langsung menggerogoti tubuh Qin Yan.
"AAAAAKKKHHH....!!" Banyak sekali tanda aneh muncul ditubuhnya bahkan sampai kewajah. Qin Yan mengejang kesakitan sampai tak bisa mengendalikan diri. Ia pun terjatuh dari ketinggian langit.
'Sial, mengapa aku begitu ceroboh?'
Dalam kesakitannya. Qin Yan berpikir. Mendapat kutukan iblis ini adalah hal yang sangat buruk. Kutukan iblis adalah tanda yang diberikan oleh iblis iblis tertentu sebagai tanda target mereka yang akan mereka batasi. Contohnya sekarang adalah Qin Yan, jika kutukan terus berada ditubuhnya. Maka dia akan terus diawasi, kultivasi Qin Yan akan akan terus terganggu sampai tidak bisa bertambah. Lalu kekuatannya kembali di batasi hingga Qin Yan tidak akan bisa bertarung maksimal.
Hanya ada satu cara melepaskan kutukan ini. Yakni iblis yang membuat segel itulah yang bisa melepaskannya. Sisanya hanyalah kematian yang bisa membuat segel itu hilang sendirinya.
'Sial.' Qin Yan tidak menyangka hasilnya seperti ini. Kalau begini, yang dia lakukan hanyalah mengakhiri hidupnya.
'Astaga, padahal aku ingin melihat wajah wajah bahagia orang setelah perang. Apa boleh buat.' Qin Yan mulai menutup mata. Memfokuskan sesuatu. Tiba tiba tubuhnya terbakar sendiri dalam keadaan terjatuh dari langit.
"Hah? Apa yang terjadi dengannya?" Semua orang melihat Qin Yan jatuh bagaikan meteor.
"Hei, apa dia baik baik saja? Dia tidak akan mendarat seperti itu kan?" Yan Qinying berkata dengan heran.
Mata Yuechan menyipit. Lalu ia menyadari kejanggalan tersebut.
"Ada yang salah dengannya." Yuechan hendak maju, namun seseorang mendahuluinya. Saat itulah Yan Qinying tersenyum ketika ia melihat Yunzhi mendahului mereka dan menangkap Qin Yan diatas sana.
"Qin Yan! Qin Yan! Kau baik baik saja?!" Yunzhi berusaha menyadarkan Qin Yan. Ketika menyentuhnya, tangan gadis itu ikut terbakar. Meskipun sangat menyakitkan, namun Yunzhi tak mau melepaskannya. Hanya saja, saat ini Qin Yan dalam keadaan tersiksa. Dia hanya bisa merintih kesakitan, namun masih tetap memaksakan untuk membuka mata dengan tubuh terbakar dan menatap Yunzhi dengan senyum paksaan.
__ADS_1
"Aku... baik baik saja."
"Bohong!" Yunzhi langsung membentak Qin Yan. Ia tahu Qin Yan sudah sekarat, lalu kenapa dia masih saja berbohong padanya. Mereka pun mendarat. Para master mendekati mereka.
Qin Yan tak bergerak sama sekali. Kulitnya mulai kemerahan. Api mulai memakan tubuhnya. Semua langsung memeriksa keadaannya. Terutama Weiqing, ia langsung menggunakan energi Saint miliknya
Namun, api itu tak bisa dipadamkan. Entah sudah berapa berusaha nya Weiqing. Dia tetap tidak bisa mematikan api itu.
"Apa ini?" Kening Weiqing berkerut dengan penuh kecemasan. Saat berikutnya ia menyadari apa yang dilakukan Qin Yan. Dia kaget luar biasa menatap Qin Yan dengan mata terbelalak.
Saat itu Qin Yan hanya menatapnya dengan tenang. Lalu sedikit tersenyum. Wajah Weiqing jadi mendung.
"Weiqing?" Yan Qinying menyadari keanehan itu, bertanya pada Weiqing. Namun Weiqing tak menjawab apapun. Yan Qinying terdiam. Apa maksudnya ini?
Yan Qinying kembali menatap Qin Yan yang terjadi.
"Hei bocah! Kau mendengarku?" Panggilnya.
Qin Yan berbalik padanya, menatapnya tanpa mengucapkan sepatah katapun.
"Apa maksudnya ini?" Tanyanya dengan marah. Namun Qin Yan kembali tidak menjawab.
"Guru." Yunzhi menatapnya dengan mata panik. Namun Yan Qinying jauh lebih panik. Awalnya ia tidak menyadari betapa seriusnya kondisi anak ini.
Akar mulai menjalar dan melilit Qin Yan, namun akar akar itu justru membuat apinya semakin membesar.
"Guru!" Yunzhi hampir berteriak ketakutan. Menghentikan Yan Qinying. Namun, kali ini Yan Qinying benar benar panik. Keringat memenuhi wajahnya, karena rasa paniknya napasnya sampai tak teratur.
"Bocah! Kenapa kau hanya diam saja! Lakukan sesuatu! Apa kau tidak merasakan kesakitan! Kau lupa yah, kau sudah menodai muridku. Kau harus bertanggung jawab!"
Qin Yan tidak menjawab, membuatnya semakin panik.
Tiba tiba tubuh Qin Yan membeku. Yuechan membekukannya dengan wajah pucat. Qin Yan juga perlahan berbalik kearahnya. Menunjukan senyum kecil.
Hal itu membuat Yuechan semakin kesal. Senyum Qin Yan saat ini membuatnya sangat kesal. Namun api itu kembali menembus es tersebut lalu mulai terbakar lagi.
"Hei! Kalian! Lakukan sesuatu!" Ia berteriak melihat mereka. Namun ia langsung terdiam ketika melihat para master lain terdiam. Ia langsung menarik kerah Weiqing dan berteriak padanya.
"Mengapa kau hanya diam saja! Lakukan sesuatu! Bukankah energi Saint mu yang terkuat? Jawab aku!" Wanita itu membentak Weiqing. Namun Weiqing tetap tidak menjawab. Wajahnya hitam. Yuechan langsung menyadari, dibalik wajah pitam Weiqing. Terdapat pukulan yang sangat berat padanya. Weiqing begitu terguncang sampai tidak bisa mengepresikan dirinya.
"Pasti ada cara bukan?" Lirihnya dengan suara pelan.
"Ya. Pasti ada cara untuk menyembuhkan anak ini." Sangguan Tianyang langsung menjawabnya. Ia mengalirkan kekuatannya, mengeluarkan teknik rahasia mereka. Dua sangguan bersaudara dibelakanya membantu. Ditambah Xu shian, bahkan ratu elf. Istri Weiqing. Mereka menyatukan kekuatan bersama sama.
Yunzhi sampai terhuyung huyung melihat pemandangan itu. Dia menutup mulut dengan air mata keluar sangat deras.
Namun api itu tetap tak bisa dipadamkan. Para master jadi kesusahan, mereka tetap berusaha dan berusaha. Namun tetap tidak bisa.
"Percuma." Tiba tiba terdengar suara pelan Qin Yan. Semua master tertegun.
"Api ini bukan api biasa. Ini adalah api jiwa, aku menggunakan ini untuk membakar diriku sendiri. Yah, tidak menyangka saja aku akan seperti ini. Menyedihkan sekali bisa begini didepan kalian."
Pasti ada yang terjadi diatas sana. Demon king itu pasti melakukan sesuatu padanya.
Terdengar suara langkah kaki. Ternyata Yao Chen dan Jin kei berada beserta tubuh utama mereka mendatangi mereka. Melihat mereka berdua, Weiqing mendekati mereka.
"Ada sesuatu yang terjadi padanya. Kami tidak bisa memadamkan api itu. Kami...."
Yao Chen dan jin kei melewatinya, mereka sampai dihadapan Qin Yan. Melihat keadaan Qin Yan, Yao Chen malah tersenyum.
"Kau ceroboh juga yah."
Qin Yan juga tersenyum.
"Maaf."
Yao Chen menghela napas sambil menggelengkan kepala. Lalu Jin kei mendekati Qin Yan. Melihat tanda aneh ditubuhnya.
"Kutukan iblis yah." Gumamnya.
"Ku-kutukan iblis?" Semua orang bertanya tanya apa kutukan iblis itu. Namun Yao Chen dan Jin kei tidak menjawab. Mereka tetap tersenyum sambil melipat tangannya didada.
"Yah, kalau begini akhirnya. Aku tak bisa berbuat apa apa."
"Kau benar juga." Jin kei mengangguk mendengar ucapan Yao Chen. Lalu tersenyum pada Weiqing.
"Sepertinya kami harus istrahat dulu sejenak." Ucapnya, membuat mereka semakin bingung. Setelah itu, tubuh Yao Chen dan jin kei terbakar oleh api seperti Qin Yan. Kyubi dan Kyuki juga terbakar oleh api yang sama.
"Bocah, bagaimana dengan sekte mu. Apakah kau akan meninggalkannya?" Tanya Yao Chen.
"Yah, untuk sementara ini aku akan menyerahkannya pada Elfes."
"Cih, kau ini bocah. Selalu saja seperti itu, tidak pernah bertanggung jawab atas pekerjaan mu sendiri."
"Hahaha..." Ketiganya mulai tertawa bersama sama. Lalu Qin Yan berbalik pada para master.
"Tenang saja, aku tidak lama kok. Aku akan segera kembali." Qin Yan tersenyum sampai menutup mata. Dia pun tak bergerak lagi setelah itu. Api terus membakarnya hingga tubuh Qin Yan semakin sedikit. Yunzhi menangis meratapi kematiannya. Tapi Qin Yan tak bergerak lagi.
"Ayah!" Weisi datang bersama Xiu Xiu dan lainnya. Mereka saling menopang dan datang dengan senyuman kemenangan. Namun mereka terdiam saat melihat wajah sedih para master. Lalu ia berbalik pada seorang mayat yang sudah menghitam.
"Apa ini, ayah?" Tanyanya. Namun Weiqing tidak mampu menjawab. Zue er disamping Weisi merasa aneh dengan mayat itu. Ia juga heran mengapa Yun Zhi bisa menangis pada mayat itu.
"Hah!" Mata Zue er ikut terbelalak, apa itu? Tidak mungkin. Ia berbalik kesana sini, ia tidak melihat keberadaan Qin Yan. Zue er datang untuk memastikan, wajah mayat itu sudah tidak terdefinisi lagi. Lalu mengapa dia begitu cemas? Siapa ini?
Ia bertanya pada mereka dengan penasaran, dan setelah mendengar apa yang mereka katakan. Ia jatuh lemas tak berdaya dengan wajah depresi.
__ADS_1
******
Setelah perang itu berakhir. Para prajurit mulai berpesta karena kemenangan yang besar. Para prajurit sekte pemberontak langsung ditangkap dan dipenjara. Malam itu, Mereka yang bertarung dimedan perang bersenang senang penuh semangat. Namun lain halnya dengan para master. Dalam perjamuan perayaan kemenangan, tidak ada satu pun yang menikmati hidangan yang telah disiapkan. Mereka menunduk dan diam tanpa melakukan apa apa.
Suasana sangat hening bahkan membuat para pelayan menjadi khawatir.
"Sudah sudah. Bukankah ini saatnya kita makan dulu? Apakah kalian tidak lapar setelah bertempur semalaman. Makanlah, nanti makanan ini dingin." Weiqing tersenyum kepada mereka dan mulai menghibur. Namun ia sendiri tidak bisa menghibur diri hingga ia juga terdiam melihat mereka terdiam.
"Hei Weiqing." Yuechan memanggil pelan. Weiqing berbalik padanya.
"Apa menurutnya perkataan terakhir anak itu benar?" Tanyanya pelan.
Weiqing tersenyum tanpa ragu.
"Tentu saja, bukankah dia bilang itu sendiri. Kita harus mempercayainya, kau tau kan dia seperti apa. Mayat saja bisa dia bangkitkan, apalagi dia sendiri."
"Bagaimana caranya?"
Pertanyaan itu membuat Weiqing terdiam.
"Y-ya. Aku juga tidak tau. Tapi dia pasti...."
"Tau kan?" Yan Qinying memotong perkataanya. Weiqing kembali terdiam.
"Apa orang mati bisa melakukan itu?" Tanyanya.
Weiqing menjawab dengan kaku.
"Y-ya. Kurasa begitu." Ia tersenyum paksa sambil menggaruk pipinya dari jari.
Wajah Yan Qinying hitam. Ia langsung berdiri.
"Aku buru buru, aku harus melihat kondisi muridku." Dia pun langsung keluar tanpa menunggu ijin mereka. Lagian, memang tidak ada yang melarangnya keluar.
Yuechan juga keluar.
"Aku harus mengecek pasukanku. Mereka sedang dirawat sekarang." Ia juga keluar.
Sisanya hanya terdiam, menghela napas dengan lelah.
Tiga tetua di dekat mereka hanya makan dengan pelan.
"Tidak disangka anak itu mati." Du Bu gang yang membuka percakapan.
"Yah, kematiannya merupakan pukulan berat bagi mereka." Sai Hwang menjawab.
"Yah, sayang sekali. Dia anak yang baik." Du Bu gang kembali memakan paha ayam ditangannya.
Tapi diantara mereka berdua, Duan Tianlang lah yang terdiam tanpa melakukan apapun. Dia yang terdiam membuat Sai Hwang dan Du Bu gang juga ikut terdiam.
Terpaksa, Du Bu gang makan dalam keadaan hening.
Malam itu, perjamuan bubar tanpa menikmati hidangan.
Weiqing berdiri di balkon kediamannya. Memandangi langit dengan tatapan kosong. Jejak rasa bersalah dan rasa tak berguna menghantui pikiran nya. Salah satu istrinya, Tian er memeluknya dari belakang.
"Apa kau masih memikirkan anak itu?" Tanya wanita itu dengan pelan.
"Tian er." Panggil Weiqing pelan.
"Menurutmu dia akan hidup kembali?"
"Entahlah. Aku juga tidak tau."
Weiqing kembali terdiam. Dia memegangi armor immortal ditubuhnya. Lalu kenapa anak itu memberikan ini sementara dia tidak memakainya. Dia tidak tau apa kegunaan sebenarnya dari armor itu. Terlebih dari melindungi tubuh dari serangan, dia tidak tau lagi apa apa.
Anak itu, padahal dia baru belasan tahun. Kekuatan yang dia miliki setara dengan tanggung jawabnya. Weiqing banyak berhutang padanya, kenapa dia tidak mempunyai kesempatan untuk membalasnya.
"Tidak." Weiqing tiba tiba berbicara.
"Aku benar benar percaya padanya."
Tian er yang mendengar itu tersenyum. Kemudian ia kembali memeluknya dengan penuh kasih.
Tiga bulan berlalu setelah hari itu.
Seorang pria bertudung hitam melewati kota yang tenang dengan langkah yang pelan. Banyak orang yang lalu lalang dijalanan, namun tidak satupun yang memperhatikannya. Dibalik kudung itu, terdapat wajah pucat dengan ekspresi tenang. Dia pun masuk kesebuah tempat dimana orang orang pemabuk sedang bersenang senang disana.
Saat pria itu masuk, aura menyebar membuat aktifitas semua orang terhenti.
"Siapa kau?" Seorang pemabuk mendekati pria itu dengan sempoyongan.
"AAAKKHH.....!!" Namun yang didapat pria itu malah kematian yang mengenaskan. Semua orang langsung ketakutan, mereka melarikan diri. Namun mereka tidak bisa kemana mana.
"Dimana wanita bernama Qin yin dikurung?" Pria itu bertanya sambil membuka wajahnya yang tertutupi kudung. Semua orang langsung melihat wajah yang mereka kenal.
"K-kau...!!" Mereka langsung berlutut tak berdaya dan tidak mengatakan sepatah kata pun. Baik itu pemabuk, penjudi, pelacur bahkan pelayan.
Sang bartender pun terpaksa angkat bicara.
"Aku tidak tau, tapi kudengar ada sebuah kelompok yang dikenal sebagai kultus sihir. Mereka awalnya adalah bawahan sekte racun. Namun setelah kehancuran sekte racun, mereka memisahkan diri dan berniat mendirikan sekte baru. Informasi lain yang kudengar yaitu mereka pernah menyandra seorang wanita dari sekte Menara Es suci."
"Dimana tempat mereka?"
Bartender itu menjawab dengan wajah berkeringat.
__ADS_1
"Di gunung kota sebelah." Ia menelan ludahnya sendiri. Tapi untungnya pria berwajah pucat itu meninggalkan mereka. Dia pun menghela napas lega. Tapi dia tidak menyangka bahwa lehernya akan putus tiba tiba. Setelah itu, dia tewas dengan wajah kaku tak percaya.
"Aku tak menyangka kalau kau akan berbohong padaku." Pria itu pun keluar dengan memakai tudungnya kembali. Meninggalkan tempat itu yang sudah dipenuhi mayat. Insiden dan kejadian itu tidak terdengar hingga orang orang disekitarnya tidak mengetahui apa apa. Lalu pria itu menuju kearah yang sudah ditunjukan.