Luka & Air Mata

Luka & Air Mata
BAB 2


__ADS_3

Sesampainya di ruang kepala sekolah Rena mengetuk pintu dan mengucap salam." Assalamualaikum,," seru Rena. "Waalaikum salam, masuk!" terdengar suara dari dalam. Rena pun masuk dan menutup pintu perlahan lalu berjalan mendekat ke meja kepala sekolah. "Bapak memanggil saya?" tanya Rena. "Iya duduk". jawab pak Danu sang kepala sekolah. Rena duduk dan keringat dinginnya mulai keluar.


"Rena, ini sudah ke sekian kalinya saya mengingatkan kamu untuk segara membayar keuangan sekolah, karna ini sudah hampir ujian kenaikan kelas. kalau kamu tidak membayar kamu tidak bisa ikut ujian." kata pak Danu. Rena hanya diam dan menunduk. " Kalau kamu tidak segera membayarnya tanggungan kamu semakin membengkak." imbuh pak Danu. Rena menangis dan menjawab," maaf pak, orang tua saya belum ada uang.,"


"Dimana orang tua kamu saya ingin bertemu mereka besok, tolong sampaikan agar mereka datang kesini besok pagi." tegas Pak Danu. "Mereka tidak di rumah pak mereka bekerja di kota B dan jarang pulang." jawab Rena. "Lalu siapa yang mengurus kamu?" tanya pak Danu. "Saya dirumah hanya berdua dengan adik saya pak." jawab Rena sambil menangis. "Baiklah kamu kembali ke kelas dan ingat segera hubungi orang tua kamu untuk segera membayar biaya sekolah kamu." tegas Pak Danu. "Baik pak, saya permisi dulu." ucap Rena.


Setelah keluar dari ruangan kepala sekolah Rena tak masuk ke kelas dia berjalan ke taman sekolah dan duduk seorang diri pandangannya kosong pikirannya buntu. Dia sudah sering menghubungi orang tuanya untuk meminta uang membayar biaya sekolah, tapi mereka juga sedang kesulitan uang.Di tambah adiknya pun butuh uang untuk biaya sekolah juga. Tak terasa air mata Rena pun menetes." Mungkin lebih baik aku berhenti sekolah dan mencari kerja." batin Rena.

__ADS_1


Singkat cerita jam sekolah pun berakhir.Bel tanda pulang pun berbunyi,semua murid berhambur keluar kelas. Tapi Rena dan dua sahabatnya masih duduk di dalam kelas.


" Kamu yakin mau berhenti sekolah ?" Tanya Wulan. Rena hanya mengangguk sambil terus meneteskan air matanya. Sementara Ima hanya menangis sambil memeluk Rena. Dia tak kuasa harus melihat sahabatnya putus sekolah. " Maaf in kita yang nggak bisa bantu kamu ya Ren." ucap Ima. Rena tersenyum "Nggak apa- apa kok, kalian tetap sahabatku yang paling baik." Mereka bertiga pun berpelukan.


 


 

__ADS_1


"Maaf bu tapi keadaan orang tua saya benar- benar susah bu."jawab Rena sambil menangis. Bu Dewi pun ikut menangis dan memeluk Rena.


 


Rena telah kembali ke rumah dan memberi kabar kepada orang tuanya bahwa dia telah berhenti sekolah karna tidak ada biaya. Dan orang tuanya hanya bisa menangis dan meminta maaf karna tidak bisa menyekolahkan Rena hingga lulus SMA.


 

__ADS_1


Rena hanya menangis dan bersedih karna putus sekolah. Dalam hatinya ," baiklah besok aku akan mencari kerja agar bisa membantu orang tuaku dan adikku." dia menghapus air matanya. Lalu bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


__ADS_2