
Rena telah selesai sholat, dia duduk di teras mushola sambil ber istirahat. Rena mengambil ponsel nya dan segera menghubungi Tanti teman nya. Beberapa kali Rena coba menghubungi tapi tidak ada jawaban dari Tanti.
Rena mencoba mengirim pesan pada Tanti. "Tan, aku sudah sampai di kota S. Kamu bisa menjemputku?" isi pesan Rena.
Cukup lama Rena menunggu tapi tidak ada balasan dari Tanti. Rena mencoba menghubungi Tanti lagi, tapi nomor nya malah tidak aktif.
"Tanti gimana sih ? kemarin kan dia bilang mau menjemput ku dan mengajak ku bekerja di tempat nya. Tapi sekarang.. Aduuhh bagaimana ini ?" gumam Rena yang mulai merasa resah.
Rena melirik jam yang ada di pergelangan tangan nya yang sudah menunjuk kan pukul lima sore. "Sudah sore, bagaimana ini ? aku harus kemana ? aku tidak punya saudara atau kenalan disini.?" Rena mulai bingung. Dia berjalan perlahan menuju pintu keluar terminal.
Rena berjalan dan terus berjalan tanpa tentu arah. Entah kemana dia akan pergi. Hari sudah semakin sore, dan sebentar lagi magrib tiba. Rena duduk di pinggir jalan. Mata nya berkaca kaca, dia bingung dan takut harus kemana dia pergi.
Saat Rena sedang melamun, dia di dikagetkan oleh seseorang yang menepuk pelan bahu nya. Rena menoleh, dia melihat seorang wanita yang usia nya sekitar lima puluh tahunan sedang tersenyum pada nya.
"Maaf bu, ibu siapa ?" Tanya Rena agak takut.
__ADS_1
"Jangan takut nak, per kenalkan aku Sarah, kamu bisa memanggil ku Bu Sarah." jawab perempuan itu sambil tersenyum penuh kelembutan.
"Kamu mau kemana ? Kenapa duduk di pinggir jalan ? Ibu dari tadi mengawasi mu dari depan teras rumah ibu." kata ibu itu sambil menunjuk ke arah rumah nya.
Rena menoleh ke arah rumah itu, ya rumah yang besar, berhalaman luas ada pohon pohon rindang dan bunga bunga yang indah.
"Ibu melihat mu seperti orang yang kebingungan. Ada apa ? oh ya siapa nama mu ?" tanya ibu itu.
"Saya..." belum sempat Rena menjawab. Bu Sarah sudah menyela perkataan Rena. "Nanti saja cerita nya ayo masuk mampir ke rumah ibu, sudah adzan magrib kita masuk sholat dulu." ibu Sarah menarik tangan Rena untuk mengikuti nya.
"Tapi bu.."Rena merasa takut dan juga asing pada Bu Sarah.
Rena masuk dengan perasaan ragu. "siapa orang itu dia bahkan belum mengenal ku tapi dia begitu baik pada ku." batin Rena.
Rena segera membersihkan diri dan segera mengambil air wudhu setelah itu dia keluar dengan membawa mukena nya. Ternyata bu Sarah sudah menunggu nya di depan kamar nya. Bu Sarah tersenyum penuh kelembutan dan mengajak Rena ke Mushola keluarga yang ada di rumah itu. Mereka sholat magrib bersama.
__ADS_1
Setelah selesai sholat Rena mencium tangan Bu Sarah, Bu Sarah tersenyum dan mengusap lembut kepala Rena. Air mata Bu Sarah menetes. "Ibu kenapa ibu menangis?" tanya Rena.
"Tidak nak, ibu hanya teringat anak menantu ibu yang telah meninggal tiga tahun yang lalu. Dia begitu lembut dan sabar dia menyayangi ibu seperti ibu kandung nya sendiri, Tapi Allah lebih sayang dia hingga Allah memanggilnya lebih dulu bersama calon cucu ibu. Dia wanita yang penuh cinta, penuh kasih tidak heran jika putra ibu juga sangat menyayangi dan mencintai nya. Aah kok ibu jadi curhat sama kamu ya nak." ucap Bu Sarah sambil mengusap air mata nya dan mencoba tersenyum lagi pada Rena.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.Happy reading