Luka & Air Mata

Luka & Air Mata
Bab 40.


__ADS_3

Tengah malam pukul 1 dini hari Sinta masih saja belum bisa tidur, dia merindukan Iwan. Sinta membolak balik kan tubuh nya mencari posisi ternyaman agar bisa tertidur tapi tetap saja mata nya enggan terpejam.


Sinta tersenyum dan meraih ponsel nya ."Sudah saat nya aku mulai permainan ku." ucap Sinta dalam hati.


Sinta menulis pesan yang dia tujukan pada Rena. Sinta mendapat nomor ponsel Rena tentu saja dia mengambilnya diam diam dari ponsel Iwan.


Rena mengerjapkan mata nya, dan perlahan membuka mata saat mendengar suara notifikasi pesan dari ponsel nya.


Saat membuka pesan tersebut Rena mengerutkan dahi nya.


" Jalan xxx gang yyy no 31. Rumah paling ujung berhalaman luas. Jam 11 pagi. langsung saja masuk ke kamar paling depan. jika ingin menemui suami mu." isi pesan itu.


Rena membaca nya dan termenung. "Siapa yang mengirim pesan itu ? Aneh.. Ahh sudah lah itu nomor baru mungkin saja orang salah sambung."Ucap Rena dalam hati.


Sinta tersenyum ."Selamat ber penasaran ria Rena.. Bersiap lah untuk kejutan yang besar."


Pagi hari saat bangun dan membuka mata, Rena tidak melihat Iwan di samping nya. "Kemana mas Iwan ?" batin Rena.

__ADS_1


Saat Rena ingin turun dari ranjang, pintu kamar terbuka dan ternyata Iwan yang masuk. Iwan terlihat sudah rapi. Iwan tersenyum dan berjalan mendekati Rena.


"Jam berapa ini mas ? kamu kok sudah rapi ?" Tanya Rena.


" Jam 7. 30 sayang." jawab Iwan.


"Maaf mas aku bangun terlambat, biar aku buat kan sarapan untuk mu ." Rena segeraa beranjak dari tempat tidurnya. Tapi Iwan menahan nya.


"Tidak perlu sayang, aku bisa sarapan nanti. Duduk lah aku ingin bicara dengan mu." Iwan menduduk kan Rena di dekat nya .


"Sayang, mulai hari ini aku akan pindah kerja ke tempat yang baru yang agak jauh dari sini, jadi aku akan jarang phlang, dan aku akan memperkerjakan seseorang untuk menemani mu. Apalagi kamu 3 bulan lagi akan melahirkan." Iwan berkata sambil mengelus lembut perut Rena.


"Sayang, dengar sebentar lagi anak kita akan lahir, dan kita akan butuh banyak biaya untuk merawat anak kita nanti. Jadi aku harus bekerja keras sayang." ucap Iwan lembut.


"Baik lah mas terserah mu saja." jawab Rena yang sebenarnya merasa berat hati.


"Iya sayang, ya sudah aku akan berangkat bekerja dulu. 2 hari lagi orang yg akan aku perkerjakan disini akan datang sayang. Aku berangkat dulu ya jaga dirimu dan anak kita baik baik." ucap Iwan lembut.

__ADS_1


Rena mengangguk dan mengantar Iwan sampai di depan pintu. Setelah Iwan tak lagi terlihat dari pandangan nya Rena segera masuk dan bergegas mandi. Setelah mandi dia membereskan rumah dan memasak makanan.


Sementara Iwan dia menuju tempat nya bekerja dan menyerah kan surat pengunduran diri nya lalu bergegas menuju rumah nya dengan Sinta. Iwan melajukan mobil nya perlahan.


"Sakit sekali rasa nya jika aku terus membohongi Rena, tapi aku juga tidak bisa jujur pada nya. Maaf kan aku sayangku, Rena ku, Aku begitu jahat padamu." Iwan bergumam lirih. "Apakah aku sanggup jika aku harus mencerai kan dan meninggalkan mu sayang ?"Iwan meneteskan air matanya.Dia merasa menyesal karna menjadi pria lemah menjadi pria jahat yang tega menyakiti hati wanita yang sangat di cintai nya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.Happy Reading......


__ADS_2