Luka & Air Mata

Luka & Air Mata
Bab 11


__ADS_3

Rena ketakutan melihat Iwan dan memilih diam membiarkan Iwan melakukannya lagi . Rena menjerit lirih saat Iwan memasukinya lagi. Iwan terus menggerakkan tubuhnya dan mendesah penuh nikmat hingga dia mendapat kan pelepasannya yang pertama. "Aahh... !" Iwan tersenyum tampan dan mengelus rambut Rena. "Kamu membuatku gila Rena. kita lakukan lagi ya sampai kamu mendapat kepuasan mu juga ya sayang. jangan takut ya sayang semua sudah terjadi dan dalam perutku sudah ada anak kita." ucap Iwan panjang lebar. Dan Iwan melakukannya lagi dan kali ini Rena juga menikmati setiap sentuhan Iwan. kali ini Iwan melakukannya dengan penuh kelembutan dan akhirnya melakukan penyatuan dan terus menikmati permainan mereka. Dan akhirnya Rena mendapat kepuasannya. Dan disusul Iwan yang mendapat pelepasannya yang ke dua. Iwan tidur di samping Rena dan mengelus lembut perut Rena.


"Setelah ini aku akan pulang dan memberitahu orang tuaku bahwa aku kan menikahi kamu sayang." kata Iwan. " Dan apa pun yang terjadi aku akan tetap menikahi kamu meski dengan atau tanpa restu mereka dik." imbuh Iwan lagi. Rena hanya mengangguk. Entah mengapa akhir akhir ini Rena menjadi lebih banyak diam dan enggan sekali bicara.


"Entahlah apa yang akan terjadi setelah ini yang jelas aku harus memberi tahu orang tuaku dan orang tua Rena. Apapun yang terjadi aku akan tetap menikahi Rena. Tapi mengapa Rena sedikit berubah dia menjadi dingin padaku dan lebih banyak diam." batin Iwan. Rena memejamkan matanya namun dia belum tertidur. "Mas.. bagaimana caranya aku memberi tahu orang tuaku ? bagaimana jika mereka marah dan kecewa padaku mas ?" tanya Rena.


"Kamu tenang saja sayang nanti aku yang akan bicara pada orang tuamu setelah aku bicara pada orang tuaku. Yang jelas kita harus tetap menikah. entah kawin lari atau apa yang penting kita bersama merawat anak kita." kata Iwan. "Tugasmu sayang jaga baik baik kandunganmu jaga baik baik anak kita. Kamu dan anak kita harus tetap sehat." Imbuh Iwan lagi.

__ADS_1


"Aku akan membersihkan diriku dulu lalu aku akan pulang ke rumah orang tuaku ya sayang. Kamu juga bersihkan dirimu dulu lalu tidurlah. Ingat jangan berfikiran yang macam macam. kata Iwan lagi. Rena hanya mengangguk. Kemudian berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah itu kembali ke kamar.


"Mas aku ingin makan salad buah." ucap Rena


Iwan tersenyum "kamu ngidam sayang. Besok mas beli buat kamu ya."


" Mas mau pulang dulu sayang, besok mas janji akan bawa salad buah untuk kamu sayang." jawab Iwan.

__ADS_1


"Pokoknya aku mau sekarang mas.Kamu ngerti nggak sih. sekarang ya sekarang." Rena berkata sambil mengerutkan bibirnya.


"Rena kamu denger mas bilang kan besok ya besok. jangan kaya anak kecil kamu bisa d bilang in nggak sih ? mas mau pulang dulu mau bicara sama orang tua mas." ucap Iwan yang sudah kesal.


"Ya sudah pulang lah. aku capek aku mau tidur." jawab Rena tak kalah kesal. "Namanya orang ngidam kan nggak di buat buat emang pingin makan itu sekarang ya sekarang bukan besok."gerutu Rena. "Tidurlah. Aku mau pulang dulu besok akan aku bawakan salad buah yang kamu mau. tolong Rena jangan membuatku kesal." kata Iwan.


Iwan pulang dari rumah Rena dan menuju ke tah orang tuanya.

__ADS_1


__ADS_2