
Pukul 11 malam Iwan sampai di rumah kontrakannya. Dia membuka pintu dan masuk ke dalam. Sebelum tidur dia menuju dapur untuk mengambil air minum. Setelah itu dia masuk ke kamar. Di lihat nya Rena sudah terlelap tidur. Iwan membelai lembut rambut Rena. "Maafkan mas sayang. mas belum bisa jujur tentang permintaan orang tua mas untuk menceraikan kamu dan menikahi Sinta."Gumam Iwan dalam hati.
Sementara Rena dia hanya pura pura tidur, sebenar nya dia tahu Iwan sudah pulang.. "Apa yang sebenarnya terjadi mas ?" batin Rena.
Iwan merebahkan tubuhnya di samping Rena dan memeluk Rena dari belakang mereka berdua akhirnya terbuai ke alam mimpi.
Pagi pagi Rena terbangun karna merasa sangat haus dia bangun dan menuju dapur untuk minum. Saat di dapur Rena tanpa sengaja melihat hp Iwan yang berdering ada panggilan masuk, ternyata semalam Iwan lupa dan meninggalkan hp nya di meja makan dapur.
Terlihat di layar hp itu Bu Ratih yang menelpon. Rena memberanikan diri menjawab panggilan itu. Belum sempat Rena mengucap kata halo, Bu Ratih sudah terlebih dahulu bicara."Halo, Iwan kenapa lama sekali menjawab panggilan ibu ? Iwan Ibu minta kamu temani Sinta pulang ke rumah nya untuk mengambil keperluannya karna dia akan tinggal di sini beberapa hari."Kata Bu Ratih.
Rena merasa kaget, "Sinta ?siapa dia ?" tanya Rena dalam hati. "Halo Iwan, halo!" seru bu Ratih.
__ADS_1
Rena tersadar dari lamunan nya. "Ma maaf bu, ini Rena. Mas Iwan belum bangun bu, iya nanti Rena sampaikan." ucap Rena.
"Ooh.. jadi ini kamu perempuan kampung, Iya sampaikan pada Iwan untuk segera datang untuk mengantar Sinta calon menantu Ibu."kata Bu Ratih ketus lalu menutup panggilan nya.
Rena merasa terkejut dia menutup mulut nya dan menangis." Ada apa ini,, siapa Sinta kenapa ibu mertuaku menyebutnya calon menantu?" Rena menangis tersedu.
"Apa yang kamu lakukan sama hp ku ?" pertanyaan Iwan mengagetkan Rena. Rena berusaha menghapus air matanya. "Jangan pernah menyentuh hp ku." ucap Iwan yang sebenarnya takut kalau Rena tahu tentang Sinta.
"Ma maaf, tadi ibu mu menelfon dan menyuruhmu segera datang kesana."Ucap Rena sambil berlari menuju kamar nya. Rena tak bisa lagi menahan air mata nya.
Iwan mengejar Rena Ke kamar, dan mencoba mendekati Rena yang meringkuk di tempat tidur sambil menangis.
__ADS_1
"Sayang, maaf tadi aku bicara agak kasar pada mu."ucap Iwan sambil membelai kepala Rena. Rena bangun dan berdiri akan meninggalkan Iwan. Tapi dengan cepat Iwan meraih tangan Rena. "Kamu kenapa sih Rena ? marah tanpa sebab?" tanya Iwan dengan nada agak kesal.
"Tanpa sebab kata mu mas? kamu mau tahu kenapa? Heem?" Rena berkata sambil menangis. "Jelaskan pada ku ada apa sebenarnya ? Siapa Sinta ? kenapa ibu mu menyebut nya calon menantu ?" Rena setengah berteriak.
Iwan kaget dia tidak menyangka jika Rena akan tahu tentang Sinta secepat ini. "Sin Sinta , ah dia bukan siapa siapa."jawab Iwan ragu.
"Kamu bohong mas, jelaskan siapa Sinta ?" Rena terus menangis dan mendesak Iwan untuk bicara soal Sinta.
"Rena.!Kamu dengar tidak Sinta bukan siapa siapa." Ucap Iwan sambil berteriak dan tanpa sengaja dia mendorong Rena dan Rena jatuh di ranjang tidur.
"Aww...!! Jerit Rena kesakitan.
__ADS_1
"Rena, maaf sayang aku tak sengaja." Ucap Iwan sambil mencoba untuk membantu Rena bangun, tapi Rena menepis tangan Iwan.. Rena begitu kecewa dengan sikap Iwan.
Happy Reading....!!!!