Luka & Air Mata

Luka & Air Mata
Bab 31.


__ADS_3

Rena yang menunggu Iwan di rumah tampak begitu resah, karna sudah beberapa kali dia menghubungi Iwan namun tidak ada jawaban dari Iwan. "Sudah jam 7 malam, kenapa mas Iwan belum pulang juga ? Di telpon juga tidak di jawab. Kemana dia?" Rena bermonolog.


Sementara Iwan telah sampai di rumah orang tua nya dan akan segera pulang, dia mengambil motor nya dan menyalakan mesin motor nya tapi Pak Rudi melarang Iwan pulang. "Kamu tidak usah pulang Iwan, menginap lah di sini. Sudah lama sekali kamu tidak menginap di rumah ini." Kata pak Rudi.


"Maaf pak, Iwan harus pulang kasihan Rena dia pasti sedang menunggu ku."jawab Iwan.


"Aarrgghh selalu saja wanita itu yang kamu pikir kan. Bapak sudah bilang tinggal kan dia. Ada Sinta yang lebih baik untuk mu !!" ucap Pak Rudi marah.


Iwan hanya diam dia tidak Ingin berdebat dengan bapak nya. "Maaf pak." ucap Iwan lalu melajukan motor nya menuju rumah kontrakan nya.


Sepanjang perjalanan Iwan terus berfikir dan menyalahkan diri nya yang telah mengkhianati Rena. Dia sangat merasa kalau dia bukan suami yang baik.


Beberapa saat kemudian Iwan sampai di rumah nya. Tampak Rena yang buru buru membuka pintu. Dia tampak begitu cemas karna Iwan tidak biasa nya pulang terlambat.

__ADS_1


"Mas, mas dari mana saja kenapa baru pulang ? Aku telpon juga tidak kamu jawab."Tanya Rena.


"Maaf sayang, tadi aku sibuk dan hp ku aku silent."Jawab Iwan berbohong. "Maaf kan aku Rena."Iwan berkata dalam hati. Dia tidak mampu ber terus terang pada Rena.


"Aku menginginkan mu Rena."ucap Iwan sambil menarik tangan Rena untuk masuk ke kamar. Dia ingin melampiaskan rasa bersalah nya. Dia ******* kasar bibir Rena dan tangan nya terus menjamah tubuh Rena.


"Mas kamu ini kenapa ? Pelan pelan dong sakit, aku sedang hamil anak mu mas." ucap Rena yang merasakan betapa kasar nya perlakuan Rena.


Rena hanya menurut dan mengimbangi setiap perlakuan Iwan pada diri nya. Tak lama kemudian Iwan melakukan penyatuan tubuh mereka. Rena sempat menjerit kecil karna Iwan memasuki nya dengan kasar.


Lama lama Rena merasa nyaman dan mereka mengeluarkan desahan desahan kenikmatan dari bibir mereka, dan mereka mendapat kepuasan bersamaan.


Iwan turun dari tubuh Rena dan tidur di sebelah Rena. Dia mengusap lembut pipi Rena. "Maaf ya sayang."ucap Iwan sambil meneteskan air mata di sudut mata nya.

__ADS_1


"Mas, kenapa menangis. Kamu juga minta maaf kenapa ?" tanya Rena.


"Ah, tidak aku hanya merasa sedikit bermain kasar dengan mu tadi."Ucap Iwan mencari alasan. Padahal Iwan meminta maaf karna merasa bersalah telah mengkhianati Rena.


Iwan memulai aksi nya lagi dia melakukan itu berkali kali hingga Rena merasa kualahan. Rena seperti tidak sanggup lagi. "Mas, sudah cukup aku lelah, aku sedang hamil mas." ucap Rena memelas.


"Aku masih ingin menikmati tubuh mu sayang. Kamu beda sayang, kamu lebih nikmat semenjak kamu hamil."Ucap Iwan yang terus melakukan aksi nya.


Rena hanya pasrah, hingga Iwan puas dan menyudahi permainan nya. "Maaf Rena, aku hanya ingin mencuci tubuh ku dengan tubuh mu karna tubuh ku kotor telah meniduri wanita lain." Ucap Iwan dalam hati.


Iwan menggendong Rena ke kamar mandi dan membersihkan tubuh mereka. Setelah itu mereka kembali ke kamar dan memutuskan untuk tidur.


Happy Reading...

__ADS_1


__ADS_2