Luka & Air Mata

Luka & Air Mata
Bab 53


__ADS_3

Rena di antar Toni ke tempat resepsi pernikahan Iwan dan Sinta di gelar. Mereka telah sampai tampak begitu ramai dan banyak tamu undangan yang datang. Gedung yang terlihat megah dengan dekorasi yang mewah dan indah.


Rena akan masuk ke gedung itu tapi Toni menarik tangan Rena. "Mbak, mbak yakin mau masuk ?" tanya Toni pada Rena. Bagaimana pun Toni merasa khawatir dengan Rena. Sebagai adik, Toni juga marah dan kecewa melihat Rena yang di sakiti dan terus di hina keluarga Iwan.


"Iya Ton, mbak akan masuk. Ayo kamu juga ikut masuk kan ?" Tanya Rena pada Toni.


Roni menggeleng. "Tidak mbak. Toni di luar saja, Toni muak melihat wajah Iwan."Ucap Toni dengan wajah merah padam.


Rena mengusap pipi Toni, Rena tersenyum. Toni memegang tangan Rena. "Mbak jaga diri ya, kalau ada apa apa panggil Toni biar Toni beri pelajaran mereka." Ucap Toni sambil menatap ke arah ramai gedung itu.


"Kamu jangan khawatir, mbak akan baik baik aja kok. Ya sudah mbak masuk dulu ya, mbak nggak lama lama kok. Sebentar aja."Ucap Rena tersenyum dan mengusap pipi Toni.


Iwan mengangguk, Rena berjalan menuju arah pintu masuk yang tampak begitu ramai. Iwan terus menatap ke arah Rena tanpa terasa air mata Toni menetes.


"Mbak, kamu yang kuat ya, seandainya aku tahu kamu teraniaya saat berumah tangga dengan Iwan pasti saat itu juga aku akan menjemput mu pulang."Batin Toni.

__ADS_1


Selama ini Toni memang terlihat cuek dan suka menggoda Rena, tapi sebenarnya Toni sangat menyayangi Rena. Toni ikut merasakan sakit hati dengan semua penderitaan Rena. Terlebih ketika Toni mendengar semua perlakuan Iwan pada Rena rasanya Toni ingin sekali membunuh Iwan. Tapi Toni anak yang baik dia bisa mengendalikan emosinya.


Rena semakin dekat dengan pintu masuk. Dia menghentikan langkah nya sejenak. Dia menarik nafas dan membuang nya perlahan. Jantung Rena berdegup kencang. Tentu saja rasa sakit hati itu masih ada di hatinya. Tapi Rena mencoba tegar dan tetap tenang.


"Bismillahhirohmannirohim...Ya Allah kuat kan hati ku. Jangan biarkan rasa sakit hati ini menguasai hati ku." Ucap Rena lirih. Setelah merasa siap Rena kembali melangkah dan masuk ke gedung yang begitu megah itu.


Rena melihat Iwan dan Sinta yang tampak begitu bahagia di pelaminan. Rena berjalan mendekat dan naik ke pelaminan ingin memberi ucapan selamat pada Iwan dan Sinta.


Bu Ratih yang melihat Rena datang, dia mendekati Rena. "Rena.. kamu kah itu ?" Tanya Bu Ratih yang pangling melihat penampilan Rena. Rena tersenyum dan mencium tangan Bu Ratih. Pak Rudi datang mendekat. Rena juga menyalami dan mencium tangan pak Rudi.


"Mau apa kamu datang kesini ? jangan coba coba menghancurkan pesta anaku !!" ucap Bu Ratih ketus.


Bu Ratih tampak marah dan geram tapi dia berusaha menahan amarah nya karena dia tidak mau membuat malu diri nya sendiri di depan tamu tamu nya.


Pak Rudi hanya diam. "Rena, perempuan ini begitu kuat rasa sakit hati nya karna perbuatan kami tidak membuat nya terpuruk. Dia sekarang tampak lebih anggun dan berseri." Batin Pak Rudi.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.Happy Reading.


__ADS_2