Luka & Air Mata

Luka & Air Mata
Bab 21.


__ADS_3

Waktu berputar begitu cepat dan tanpa terasa kini kandungan Rena telah menginjak bulan ke lima.. perut Rena terlihat buncit. Dan pagi ini Rena terbangun saat merasakan sesuatu yang bergerak di dalam perutnya. Rena tersenyum dan mengelus perutnya. "Kamu bangunin bunda ya nak ?" Rena mencoba mengajak bicara bayi dalam perut nya. Bayi dalam kandungan Rena merespon dengan gerakan gerakan kecil.


Iwan yang mendengar Rena sedang berbicara terbangun, dia membuka matanya perlahan dan mengelus lembut perut Rena. "Pagi calon anak ayah, udah bangunin bunda nya ya ?" Iwan mencoba berbicara dengan calon bayi nya. "Bunda, udah bangun dari tadi ?" tanya Iwan pada Rena. Rena hanya menggeleng. Ya semenjak kejadian malam itu Rena lebih banyak diam dan agak dingin pada Iwan. Dia merasa Iwan tak menganggapnya sebagai istri karna Iwan yang tak mau jujur dengan nya.


"Bunda mau makan apa untuk sarapan ?" tanya Iwan lagi. "Nanti aja biar aku masak atau beli makanan apa gitu kalau aku sudah ingin makan." jawab Rena. Iwan hanya mengangguk, Dia tahu jika Rena sekarang agak dingin dengan nya tapi Iwan berfikir mungkin itu pengaruh kehamilan Rena.


"Ayah siap siap mau kerja dulu ya bun." ucap Iwan sambil berdiri dan melangkah ke kamar mandi. Rena hanya diam. "Ke kamar mandi aja hp mu kamu bawa mas, kamu takut aku melihat pesan pesan dari orang tuamu lagi kan? Apa yang sebenarnya kalian rencana kan ?" tanya Rena dalam hati.

__ADS_1


Ya semenjak kejadian itu Iwan tak pernah meninggalkan hp nya, kemana mana selalu dia bawa. Bukan tanpa alasan Iwan hanya takut Rena melihat lagi pesan pesan yang di kirim pak Rudi pada Iwan. Pak Rudi memang selalu mengirim pesan pada Iwan yang isinya mendesak Iwan untuk bertemu Sinta dan segera menceraikan Rena.


"Sampai kapan aku harus seperti ini ? menyembunyikan sesuatu dari isteriku sendiri."Gumam Iwan dalam hati."Aku hanya tidak mau menyakiti mu Rena, aku juga tidak ingin menceraikan mu." Iwan merasa frustasi dengan keadannya.


Selesai mandi Iwan kembali ke kamar dan berganti pakaian, dia mencari Rena yang sudah tidak ada di kamar. "Dimana Rena ?" tanya Iwan dalam hati. Setelah selesai bersiap dia keluar kamar dan mencari Rena di dapur. Dan memang benar Rena sedang di dapur dia sibuk membereskan dapur.


"Sayang kamu ngapain ?" tanya Iwan.

__ADS_1


Di tengah jalan hp Iwan berdering ada panggilan masuk, Iwan menepi kan motornya dan menjawab panggilan yang ternyata dari Pak Rudi. "Halo pak.. "jawab Iwan.


"Ya halo Iwan, nanti pulang kerja kamu langsung ke rumah ya, bapak dan ibu menunggu kamu."Ucap pak Rudi.


"Memangnya ada apa pak ?" tanya Iwan yang merasa aneh karna Pak Rudi menyuruhnya pulang. "Memangnya bapak dan ibu tidak boleh kangen sama kamu ?" ucap pak Rudi.


"Oh.. Baik lah pak nanti Iwan ke sana bersama Rena."kata Iwan. "Oh tidak tidak... kamu sendiri saja bapak dan ibu belum bisa bertemu isteri mu itu."jawab pak Rudi.

__ADS_1


"Tapi pak...." ucapan Iwan berhenti saat pak Rudi menutup panggilannya.. "Aaahh... ! Iwan mengusap wajah nya kasar. " Ada apa sebenarnya, tapi baik lah aku akan datang mungkin bapak dan ibu memang benar benar kangen dengan ku." ucap Iwan. Dan dia pun melanjutkan perjalanan menuju tempat kerjanya.


Happy reading...!!!


__ADS_2