Luka & Air Mata

Luka & Air Mata
Bab 86


__ADS_3

Rena dan dokter Adi telah sampai di ruang praktek dokter Tasya.


"Halo dokter Tasya selamat pagi.. " Sapa Dokter Adi sambil tersenyum tampan.


"Ah, si dokter Tampan.. Selamat pagi juga. Selamat pagi nyonya Adi.. Bagaimana kabar kalian sehat kan ?" Tanya Dokter Tasya dengan senyum manis di wajahnya.


Ya Dokter Tasya adalah dokter kandungan yang di pilih Adi untuk memantau kesehatan Rena dan janin nya.


"Saya sehat dokter, terima kasih." jawab Rena.


Dokter Tasya tersenyum manis. Dokter Tasya adalah teman dari suami Rena, usia mereka hampir seumuran hanya lebih tua dokter Tasya. Dokter Tasya dulu sering bermain dengan Adi waktu masih kecil dan semenjak Dokter Tasya menikah dengan seorang Polisi mereka jadi jarang bertemu karena Dokter Tasya ikut ke rumah suaminya dan mereka bertemu kembali saat Adi bekerja di Rumah sakit yang sama dengan Dokter Tasya.


Dokter Tasya memiliki dua orang anak. Satu laki laki usia lima tahun dan perempuan usia tiga tahun.


"Ayo kita periksa sekarang." Dokter tasya berbicara pada Rena.


Pemeriksaan berjalan lancar. Adi nampak begitu bahagia saat melihat di layar monitor bayi nya begitu sehat dan berjenis kelamin perempuan.


"Ibu dan bayi nya sangat sehat ya, dan jenis kelamin nya perempuan.. Duuhh senengnya bentar lagi punya cewe cantik." ucap Dokter Adi.


"Rasanya aku tidak sabar, Heemmss ingin segera menimang anakku." Ucap Adi yang tak bisa menyembunyikan rona bahagia di wajah nya.


"Sabar pak.. Kan tiga bulan lagi lahir anak nya, semoga lahiran nya nanti lancar ya." ucap Dokter Tasya sambil menatap Adi dan Rena bergantian.

__ADS_1


"Terima kasih dokter." ucap Rena sambil tersenyum manis.


Setelah selesai mereka permisi keluar. "Sayang, kamu pulang nanti saja ya bareng mas." ucap Adi pada Rena.


"Mas, nanti aku bosan. Aku pulang saja pakai taksi mas. " jawab Rena.


"Tidak sayang, ok ayo mas antar pulang dulu." Adi berjalan menarik tangan isteri nya.


Adi dan Rena telah berada di dalam mobil. Mereka nampak bahagia. Bahkan Adi sesekali mengusap perut Rena sambil menyetir.


"Mas.. udah ih fokus nyetir dulu." ucap Rena sambil membelai pipi suaminya.


"Sayang, nanti kalau anak kita lahir kamu ingin memberi nya nama siapa ?" Tanya Adi.


"Eemm.. terseras kamu saja mas, yang penting punya arti yang baik." jawab Rena.


Tak terasa mereka telah sampai di halaman rumah Bu Sarah. Nampak Bu Sarah sedang ada di teras depan. Rena turun dari mobil dan Adi langsung berangkat ke Rumah Sakit lagi.


"Assalamualaikum bu.." Ucap Rena sambil mencium tangan Bu Sarah.


"Waalaikum salam nak. Bagaimana hasil pemeriksaan nya ?" Tanya bu Sarah.


"Alhamdulilah kami sehat bu. Dan coba ibu rasakan cucu ibu sedang bermain di dalam perut Rena." ucap Rena sambil menarik tangan Bu Sarah dan meletak kan di perutnya.

__ADS_1


"Masyaallah nak, kuat sekali gerakan nya. Sakit tidak sayang ?" Tanya bu Sarah.


Rena menggeleng dan tersenyum.


"Tidak bu, Rena malah merasa sangat bahagia bisa merasakan ini. Oh Ya kata cucu ibu perempuan loh bu." ucap Rena pada Bu Sarah.


"Benar kah sayang ? Alhamdulilah.. Pasti cantik ya sayang kerena bunda nya yang manis dan anggun dan ayah nya juga tampan." Ucap Bu Sarah sambil mengusap perut Rena.


Mereka lalu masuk ke dalam rumah. Rena segera menuju teras belakang karena ingin menikmati udara segar sambil memandangi bunga bunga yang cantik tanaman Bu Sarah.


Rena juga meminta tolong pada mbak Yayuk untuk membawakan buah dan jus avocado kesukaan nya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.Happy Reading


__ADS_2