
Iwan dan Rena mandi bersama, setelah mandi mereka kembali ke kamar. Rena menyiapkan baju ganti untuk Iwan. Setelah selesai berganti pakaian mereka berbaring di atas ranjang tidur. "Mas, tadi kamu bertemu bapak ada apa ?" tanya Rena pada Iwan. Iwan menghembuskan nafasnya, "Benar kan dugaanku Rena pasti akan bertanya." gumam Iwan dalam hati. "Mas, di tanya kok malah melamun."ucap Rena yang mulai curiga. Rena merasa kalau Iwan menyembunyikan sesuatu.
"Sudah lah.. bukan apa apa bukan hal penting." jawab Iwan. " Kalau tidak penting tidak mungkin bapak mu ingin bertemu kamu mas." Rena makin ingin tahu. "Mas, Iwan benar benar menyembunyikan sesuatu dari ku, dia terlihat menghindari setiap pertanyaanku." gumam Rena dalam hati.
"Mas, aku ini istri kamu, aku berhak bertanya pada mu dan kamu harus jawab jujur mas, ada apa ?" Rena memaksa Iwan berkata jujur tentang pertemuan nya dengan pak Rudi.
"Mas.. Jawab!" Rena mulai jengkel.
"Tidak apa apa Rena, sudah lah jangan di bahas lagi. Aku bilang tidak ada apa apa ya sudah berarti memang tidak ada hal penting." jawab Iwan yang mulai kesal.
__ADS_1
"Kamu bohong mas, kamu menyembunyikan sesuatu dari ku. Mas, kamu jujur sama aku ada apa ?" Rena terus memaksa Iwan berkata jujur.
"Rena !! kamu bisa ngerti nggak sih ? kamu tahu aku bilang apa ? Tidak ada hal penting ! harus berapa kali aku bilang ?" bentak Iwan.
"Baik lah mas kamu nggak perlu jawab pertanyaanku, karna cepat atau lambat aku pasti akan tahu." ucap Rena sambil meneteskan air matanya. "Jika tidak ada apa apa tidak mungkin bapak mu ingin bertemu kamu, juga tidak mungkin kamu se marah ini pada ku." ucap Rena lagi.
Rena memilih diam air matanya menetes ,sakit sekali mendengar kata kata Iwan. "kamu mengancamku mas, tega sekali kamu." gumam Rena dalam hati.
Rena berdiri dan melangkah keluar kamar menuju teras depan rumah nya. Rena duduk sendirian tatapan nya kosong. " Bapak, ibu Rena rindu sekali.. Rena merasa pernikahan Rena akan mendapat masalah pak, bu." kata Rena lirih.
__ADS_1
"Aahh.. kenapa aku ini, kenapa aku bisa berfikir buruk seperti itu ? tapi memang hati ini tidak tenang sejak mas Iwan bertemu bapaknya aku merasa ada yang aneh, mengingat orang tua mas Iwan yang sangat membenci ku." pikiran Rena kemana mana.
Sementara di kamar, Iwan terdiam dan menatap langit langit kamar. Air matanya meleleh di sudut mata nya. "Maaf kan mas , Rena bukan maksud ku bicara kasar pada mu. Mas hanya belum siap menceritakan semua nya, mas tidak mau menyakiti hati mu, mas juga tidak mau menceraikan dan memisahkan kamu dengan anak kita nanti." Iwan begitu sedih.
" Dimana Rena kenapa dia keluar dan belum masuk juga, pasti dia marah pada ku karna aku membentak nya." kata Iwan lirih Dia berdiri dan berjalan keluar kamar mencari Rena. Di ruang tamu, di dapur namun Rena tidak ada. " Dimana dia ?" gumam Iwan.
Rena yang merasa mengantuk memutuskan masuk ke dalam rumah dan ber papasan dengan Iwan. Tanpa berkata sepatah kata pun Rena berjalan melewati Iwan dan masuk ke kamar lalu tidur. Iwan menghela nafas panjang dan mengikuti Rena ke kamar dan memutuskan untuk tidur juga.
Happy Reading....!!!
__ADS_1