Luka & Air Mata

Luka & Air Mata
Bab 15.


__ADS_3

Dua hari kemudian orang tua Rena telah pulang. Rena merasa sangat takut dan malu pada orang tuanya. Bu Susi mendekati Rena ingin bertanya pada putrinya apa yang sebenarnya terjadi. "Rena, mendekat lah nak. Ibu ingin bertanya pada mu." kata Bu Susi lembut. Rena mengangguk dan mendekat pada ibunya. Rena tak berani menatap ibunya, sungguh dia takut dan malu.


Bu susi menyentuh dan mengusap lembut perut Rena. "Berapa usia kandungan mu nak ?" tanya Bu Susi. Rena menggeleng, karna memang dia tak tahu. Yang dia tahu dia hanya telat menstruasi satu bulan.. "Kenapa kalian bisa berhubungan intim sebelum menikah nak ?".tanya bu susi lagi. Rena mulai menangis sesenggukan. sungguh hati nya sakit jika mengingat kejadian malam itu. Malam dimana Iwan merenggut kesuciannya secara paksa. Rena merasa sangat malu pada orang tuanya.

__ADS_1


"Bicara lah nak, katakan apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa kamu menangis seperti ini ?" Bu susi mengelus kepala Rena. "Pak, bu maafkan Rena. Rena bersalah karna tak bisa menjaga diri juga tak bisa menjaga kesucian Rena." Rena mulai bercerita tentang apa yang di alaminya, tentang bagaimana orang tua Iwan yang menghina nya dan tak mau menerimanya sebagai menantu. Rena juga bercerita tentang Iwan yang merenggut paksa kesuciannya hanya karna ingin Rena hamil dan ingin mendapat restu dari orang tua Iwan.


Rena bercerita panjang lebar sambil menangis. Sungguh ini semua menyakitkan. Bu Susi dan Pak Naryo yang mendengar cerita Rena itu pun ikut menangis. Hati orang tua mana yang tidak sakit anaknya di hina dan mendapat perlakuan yang keji seperti itu. Bu Susi memeluk Rena dan mengusap punggung Rena mencoba menenangkan putri nya.

__ADS_1


"Lalu bagaimana Iwan, apakah sudah menyiapkan surat surat yang di perlukan untuk kalian menikah lusa ?" Tanya pak Naryo. "Sudah pak semua sudah selesai." jawab Rena.


Akhirnya Rena dan Iwan resmi menikah. Mereka telah menjadi suami istri. Dan di lain tempat pak Rudi dan istrinya begitu geram mendengar kabar bahwa Iwan dan Rena menikah. "Baik lah silahkan kalian bersenang senang dulu tapi lihat aku akan memisahkan kalian." gumam pak Rudi.

__ADS_1


Iwan dan Rena sedang berada di kamar, Iwan memandang Rena yang tengah berganti pakaian. dia tersenyum memandang perut istrinya. Iwan melamun dan membayangkan jika nanti perut Rena membuncit pasti Rena akan terlihat sangat seksi. Iwan tersenyum sendiri. "Mas, kamu kenapa sih senyum senyum?" Rena menepuk pelan bahu Iwan. "Aah.. kamu mengagetkan ku sayang." Iwan kaget dan tersadar dari lamunannya. "Sayang.. aku bahagia karna bisa menikahi mu, aku akan menjaga kamu dan anak kita kelak. jangan pernah meninggalkan ku Rena, aku menyayangi mu." bisik Iwan di telinga Rena. Rena tersenyum. " Aku juga menyayangi mu mas tapi bagaimana dengan orang..." Rena menghentikan kata katanya saat jari telunjuk Iwan menempel di bibirnya. "Jangan teruskan jangan bahas itu dulu, mas yakin seiring berjalan nya waktu orang tuaku akan bisa menerima kamu dan anak kita." Iwan berkata sambil mengusap lembut rambut Rena.


happy reading..!!

__ADS_1


__ADS_2