
Rena menangis sambil memegangi perut nya, Dia takut terjadi apa apa dengan bayi nya. Iwan yang melihat Rena menjadi panik tapi saat akan menyentuh perut Rena lagi lagi Rena menepis tangan Iwan.
"Pergi !! menjauh dari ku !!" Teriak Rena.
Iwan mengusap wajah nya kasar, dia menyesali perbuatan nya, dia ingin menolong Rena tapi Rena begitu marah pada nya. Iwan sangat merasa bersalah. "Maaf sayang, aku benar benar tidak sengaja."Iwan mencoba mendekati Rena lagi.
"Pergi aku bilang jangan dekati aku ! urus saja Sinta dan ibu mu!" Rena menangis benar benar dia sedih dengan kejadian pagi itu.
Suami yang dia cintai kini telah berubah. Suami tempat nya berlindung kini menjadi kasar.
Rena terus menangis sementara Iwan memilih pergi meninggalkan Rena di kamar dia tidak ingin Rena tambah marah . Sebenarnya Iwan khawatir dengan Rena dan kandungan nya tapi apa boleh buat Rena tidak ingin Iwan mendekati nya.
__ADS_1
Hp Iwan kembali berdering panggilan dari ibu nya namun Iwan enggan menjawab.Karna dia sedang pusing dengan masalah pagi ini. Dan dia tidak ingin meninggalkan Rena dengan keadaan seperti ini.
Karna panggilannya tidak di jawab oleh Iwan, Bu Ratih pun mencoba melakukan panggilan pada Rena. Rena yang mendengar Hp nya berdering dia bangun dan mengambil hp nya. Terlihat nomor baru. Tanpa pikir panjang Rena menjawab panggilan itu. " Halo!" jawab Rena dengan suara serak khas orang habis menangis. " Dimana Iwan ? apa kamu tidak menyampaikan pesan ku pada Iwan ? kenapa dia belum datang juga ?" teriak bu Ratih marah.
"Maaf bu, Rena sudah sampaikan kok." jawab Rena. " Suruh Iwan cepat kesini !" ucap Bu Ratih lalu memutus panggilan nya.Rena kembali meneteskan air mata nya.
Sementara di tempat lain Sinta mulai bosan menunggu Iwan yang tak kunjung datang. Sebenarnya wanita itu hanya beralasan saja meminta Iwan mengantar nya pulang, dan sebenarnya Sinta hanya ingin lebih dekat saja dengan Iwan.
" Dimana Iwan, kenapa lama sekali?" tanya Bu Ratih dalam hati. Lalu Bu Ratih mengirim pesan pada Iwan yang isinya agar Iwan segera datang dan mengantar Sinta.
Iwan hanya membaca pesan dari ibu nya tanpa ada keinginan membalas pesan itu. Lalu Iwan mengirim pesan pada Sinta yang isinya dia meminta maaf pada Sinta karna tidak bisa mengantar Sinta.
__ADS_1
Sinta merasa kesal. " Awas kamu Iwan, akan aku buat kamu bertekuk lutut pada ku dan kamu harus jadi milik ku." gumam Sinta.
Iwan mencoba mendekati Rena yang mulai tenang. Iwan membawa kan Susu dan roti untuk Rena. " Sayang, makanlah roti ini dan minum susu ya.. " ucap Iwan. Dia mencoba membujuk Rena.
Rena hanya diam tidak menjawab sepatah kata pun. "Sayang, mas suapi kamu ya." ucap Iwan lagi. Namun Rena masih saja diam. Bibirnya seakan terkunci Rapat.
Iwan tidak menyerah dia terus membujuk Rena. "Makan yah sayang, kalau kamu nggak mau makan setidaknya kamu makan untuk anak kita yah." Iwan terus meminta Rena untuk makan. " Rena ayo lah jangan seperti ini, ja.gan seperti anak kecil !" Iwan mulai kesal. Nada suara nya pun mulai meninggi.
Rena menatap tajam pada Iwan. "Pergi ! Temui ibu mu ! Ibu mu menelfon ku dan menyuruh mu segera kesana !" ucap Rena marah sambil melempar Hp nya di depan Iwan.
Happy Reading....!!!
__ADS_1