Luka & Air Mata

Luka & Air Mata
Bab 37.


__ADS_3

Iwan menuruti kemauan Sinta, dia membawa Sinta ke kamar dan melakukan hubungan suami istri yang Sinta ingin kan. Mereka melakukan nya beberapa kali dan setelah Sinta merasa puas, mereka menyudahi permainan itu.


"Ayo kita mandi dan aku harus bersiap pulang ini sudah siang."ucap Iwan pada Sinta.


Sinta mengangguk dan mereka membersihkan diri bersama. Setelah selesai Iwan bersiap untuk pulang menemui Rena.


"Mas, kamu bawa mobil ku saja motor mu kan ada di rumah orang tuamu."ucap Sinta pada Iwan.


"Baik lah aku akan bawa mobil mu ke rumah bapak dan ibu lalu aku akan pulang dengan motor ku." jawab Iwan.


"Tidak perlu mas, bawa saja mobil ku pulang jika istri mu tanya bilang saja itu mobil atasan mu yang dipinjam kan pada mu karna motor mu sedang rusak." Ucap Sinta lagi.


"Baik lah kalau begitu, aku pergi dulu ya."ucap Iwan dan mencium kening Sinta.


"Iya mas kamu hati hati ya, ingat selama 3 hari waktu mu bersama Rena tapi di siang hari kamu harus ada di sini untuk ku."Ucap Sinta manja.


Iwan mengangguk dan segera menuju garasi mobil, Sinta mengikuti nya dari belakang. Iwan melambaikan tangan dan pergi menuju rumah nya.


Sinta tersenyum dan terus menatap mobil yang Iwan bawa hingga hilang dari pandangan mata indah nya.


Sinta masuk kedalam dan menuju kamar nya, dia duduk di depan meja rias dan mulai merias dirinya dengan make up natural.

__ADS_1


"Aku cantik, manis dan tubuhku juga seksi, aku punya segala nya untuk membahagiakan kamu Iwan tapi kenapa kamu lebih mencintai wanita kampung itu." ucap Sinta memuji diri nya sendiri.


"Tapi tenang saja mas Iwan aku memberimu waktu 3 hari bukan tanpa alasan, aku hanya ingin kamu masuk dalam permainan ku dan akan dengan mudah membuat mu dan Rena ber pisah."Sinta tersenyum jahat.


Sementara itu di rumah Rena sedang membereskan rumah, memasak makanan kesukaan Iwan dan akan menyambut Iwan pulang. Rena sudah tidak sabar menanti Iwan datang.


Hp Rena berdering tanda panggilan masuk. Rena langsung mengambil hp nya dan terlihat suaminya yang menghubungi nya. Rena tersenyum manis dan segera menjawab panggilan dari Iwan.


"Halo mas Iwan!" Suara Rena terdengar bahagia sekali.


"Iya halo sayang, bagaimana kabar mu ? maaf selama seminggu aku sibuk jadi tidak bisa menghubungi mu." kata Iwan pada Rena.


"Iya sayang aku pulang, ini aku sudah perjalanan pulang, kamu ingin aku bawa kan apa ?" ucap Iwan.


"Tidak mas aku tidak ingin apa apa. Aku hanya ingin segera bertemu dengan mu. Dan kelihatan nya anak kita juga sudah sangat rindu pada mu." ucap Rena sambil mengelus perut buncit nya yang sudah berusia 6 bulan.


"Oh ya ? Benar kah anak ayah merindukan ayah atau malah Bunda nya yang sangat merindukan ayah ?" Iwan menggoda Rena.


"Ih kamu mas, udah kamu hati hati, aku tunggu kamu di rumah." ucap Rena yang di iya kan oleh Iwan lalu mereka mengakhiri obrolan telpon nya.


Rena tersenyum rasa nya dia tidak sabar menunggu Iwan. " Aku benar benar merindukan mu mas, meskipun kamu sering kasar pada ku tapi aku tetap mencintai mu, menyayangimu sepenuh hati ku." ucap Rena sambil tersenyum.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.Happy Reading...


Jangan lupa like dan comment nya ya vote juga ya teman teman.

__ADS_1


__ADS_2